Merlinda ( Memulai Kembali)

Merlinda ( Memulai Kembali)
Hukuman


__ADS_3

" Tulangku seperti mau hancur " gumam Elin sambil merenggangkan otot tubuhnya ,


ia baru saja tiba di pintu lobby apartemennya dan jam sudah menunjukkan pukul 8 malam , benar-benar hari yang melelahkan untuk perempuan yang tidak pernah bekerja keras seperti dirinya , namun dia juga bukan perempuan manja.


" Aku berharap ini cepat berakhir " lanjutnya dengan menghela nafas.


" Selamat malam Nona " ucap seseorang mendekat.


Elin tersentak ,saat menyadari seorang pelayan sudah berdiri tepat di hadapannya ," maafkan aku mengejutkan anda " ucapnya begitu sopan.


" Emm..ya aku memang sedang tidak fokus , ada apa ? " tanyanya sambil melihat paket berukuran sedang yang berada di tangan petugas apartemen.


" ini ada kiriman paket untuk anda nona " jelas petugas.


" Apa anda ingin saya bantu untuk membawanya ? "


" Tidak ,terimakasih " jawab Elin ,sambil menerima paket itu ke dalam tangannya , " ceh " desisnya dengan bibir yang melengkung saat melihat nama pengirim pada paket yang ia terima.


" Kenapa , tidak kalian saja yang datang kemari " gumamnya dengan terus tersenyum dan segera membawa kotak paket itu kedalam apartemennya.


~


Bibirnya terus melengkung dan begitu tidak sabar untuk melihat apa yang ada di dalam kotak paket berukuran sedang itu , " kenapa begitu berat " ucapnya , sambil terus membawa kotak itu menuju meja dapur ,bahkan ia lupa dengan rencana ingin segera beristirahat yang sudah ia niatkan sepanjang perjalanan pulangnya dari kantor.


" Oh my God " teriaknya terkejut , saat tiba tiba tubuhnya di rengkuh oleh seseorang yang tidak ia sadari kedatangannya , " Daniel kau mengejutkan aku " sambungnya tanpa melihat kearah laki-laki itu dan hanya mengetahui lewat aroma maskulin yang sudah cukup ia kenali, " aku merindukanmu " ucap Daniel begitu manja dan menyandarkan wajahnya pada pundak Elin.


Bibir Elin kembali melengkung , rasanya begitu menyenangkan saat tubuh yang begitu lelah tiba-tiba di peluk oleh seseorang yang memang di harapkan kehadirannya , " aku juga merindukanmu " balasnya sambil mengusap lembut rambut kekasihnya , " aku benci kau begitu sibuk " ujar pelan Daniel.


Elin memutar tubuhnya , membuat laki-laki itu harus menegakkan kembali tubuhnya , " aku juga benci seperti ini , semua waktuku denganmu benar benar tersita , bahkan sampai tidak bisa memberi kabar padamu dan lebih parahnya , membuat rinduku padamu begitu menumpuk hingga membuat dadaku begitu sesak " ucapnya dengan begitu serius , namun berhasil membuat bibir Daniel melengkung sempurna.


" Apa kau sedang merayu ? " kata Daniel menggoda.


" Aku rasa aku tidak perlu melakukan itu, karena tanpa aku merayu pun , kau sudah begitu jatuh cinta padaku " sahutnya dengan begitu percaya diri , " sayangnya kau benar " sambung Daniel tertawa dan kembali memeluk tubuh ramping milik kekasihnya , " aku benar-benar merindukanmu " ucapnya , pelan.


" Terlebih aku " kata Elin membalas dan memeluk tubuh lelaki itu tidak kalah erat.


" Bertemu denganmu membuat lelahku seketika menghilang " sambungnya.


" Aku benar-benar curiga , siapa yang mengajarimu menggombal seperti ini " ucap Daniel dengan melepas pelukannya dan menatap pada sorot mata kekasihnya , " ini dari hatiku yang paling dalam " kata Elin membela dengan bibir yang tertawa.

__ADS_1


" Aku tidak mendengar kedatanganmu " ujar Elin yang kembali sibuk dengan paket di hadapannya , " aku sudah ada disini sejak tadi , bahkan aku melihat kedatanganmu "


" Benarkah ? , tapi aku tidak tahu "


" Bagaimana kau bisa tahu , kalau hampir setengah wajahmu tertutup oleh benda ini " sahut Daniel sambil menunjuk kesal pada kota paket , " dari siapa ini ? " lanjutnya dengan dahi yang sedikit berkerut.


" Kau bisa melihat sendiri dari siapa itu " sahut Elin sambil mencari benda yang dapat membantunya membuka kotak paket.


" Apa ini ? " lanjut Daniel.


" Bagaimana aku tahu , kalau kotaknya sendiri belum terbuka " sahut Elin sedikit ketus karena Daniel yang begitu cerewet.


" Apa kau marah ? "


" Tidak "


" Tapi kau meninggikan suaramu "


" itu karena kau begitu cerewet , namun tidak mau membantuku membukanya " sahutnya , " kau semakin terlihat menggemaskan ketika sedang marah " ujar Daniel dengan menarik gemas pipi chubby milik kekasihnya lalu mengambil alih gunting yang berada di tangannya itu.


" Aromanya seperti makanan " ujar Daniel saat kotak paket itu hampir terbuka.


" ah , aku benar-benar merindukan mereka " gumamnya lagi dengan helaan nafas yang terdengar sedikit berat.


" Nanti kita akan pulang ke Indonesia " ujar Daniel yang sangat mengerti arti dari wajah sendu kekasihnya.


" Mandilah , setelah itu kita menikmati makanan ini "


" Apa tubuhku bau ? " tanya Daniel sambil mencium aroma tubuhnya sendiri , " kau terlalu banyak bertanya Daniel "


" Apa kau sedang datang bulan ? " tanyanya lagi , membuat Elin memutar balik cepat tubuhnya dan memeriksa bagian belakang celana yang ia gunakan , " tidak , tidak ada noda di celanamu " ujar Daniel dengan melipat bibirnya.


" Lalu kenapa kau bertanya seperti itu ? "


" Itu karena kau terus meninggikan suaramu padaku , biasanya wanita yang sedang menstruasi cenderung... "


" Maaf " potong Elin sambil memeluk pinggang lelaki itu dan membuat jarak tubuh mereka begitu dekat ," ya , tidak apa-apa aku mengerti kau sedang lelah karena pekerjaanmu " sahut Daniel dengan salah tingkah , " kenapa wajahmu tiba-tiba memerah "


" emm.. jarak seperti ini membuatku salah tingkah " jelasnya sedikit gugup.

__ADS_1


" astaga maaf " ucap Elin dan dengan cepat melepas tangannya.


" Sepertinya , aku benar-benar harus mandi " gumamnya lagi , dan melangkah dengan cepat menuju kamar mandi yang berada tidak jauh dari dapur ,


" Apa ada yang bisa aku bantu untukmu ? " teriak Elin.


" Kau mau membantu menyelesaikannya ? " sahut Daniel tertawa , " Menyelesaikan ? " ulang Elin begitu bingung.


" Lupakan , ambilkan handuk untuku "


" Daniel buka pintunya , ini handukmu " teriak Elin sambil mengetuk pintu kamar mandi yang tidak lama terbuka , " ini " katanya lagi sambil memberikan handuk yang ia bawa.


" Daniel apa yang kau lakukan " teriaknya , saat tangannya tiba-tiba di tarik masuk ke dalam kamar mandi , jantungnya berdebar saat melihat setengah tubuh basah Daniel tanpa pakaian dan ia tidak berani untuk melihat lebih dari itu , " apa yang kau lakukan Daniel , kau membuat pakaianku basah " ucapnya dengan bergetar dan mata yang ia pejamkan , karena tak sanggup jika tiba-tiba dirinya harus melihat sesuatu yang belum pantas ia lihat , " cup " bibir dingin milik Daniel tiba-tiba menyentuh bibirnya,


mata Elin langsung terbuka dan menatap dengan terkejut pada sorot mata sendu yang juga sedang menatap pada kedua bola matanya " Daniel " panggilnya lemah , dan suara itu tercekat oleh bibir yang terus di ***** dengan tidak lembut , namun juga tidak kasar.


Ciuman Daniel semakin menjadi dengan kedua tangan yang menyentuh wajah Elin , membuat gerakan ciuman itu semakin leluasa ia lakukan, " Daniel , please hentikan " ucap Elin dengan suara parau.


Daniel menghentikan gerakannya dan tersenyum saat menatap wajah Elin dengan mata yang terpejam dan pipih yang sudah memerah.


" Daniel , apa yang ingin kau lakukan ? " tanya Elin tanpa berani membuka matanya , namun tidak menolak saat tangannya di tarik dengan lembut oleh kekasihnya.


" Daniel please jangan lakukan ini , kita bisa menikah secepatnya kalau kau sudah tidak bisa lagi menahannya " racaunya dengan begitu takut , namun tidak lama ia tersentak karena air yang tiba-tiba mengguyur kepalanya.


" Aaaaaaahhhhh , apa yang kau lakukan Daniel " teriaknya dengan mata yang sudah terbuka selebar-lebarnya.


" Biar pikiran kotormu terhadapku bisa segera menghilang " ucap Daniel tertawa , " kau menipuku " teriaknya lagi saat melihat laki-laki itu ternyata sudah mengenakan handuk ,


" cup " suara bibir Elin yang di cium singkat oleh Daniel.


" Ini hukuman , karena kau sudah menggodaku " ucap Daniel tertawa dan segera beranjak meninggalkan kekasihnya yang masih tertegun dengan pakaian yang sudah basah , " itu handuk untukmu " ucapnya lagi sebelum benar-benar meninggalkan kekasihnya.


" Aku akan membalasmu Daniel " teriak Elin dari dalam kamar mandi.


" Sebaiknya , kau membalas itu saat kita sudah menikah " balasnya tertawa.


" Ah , aku benar benar tidak sabar untuk mandi berdua dengannya " gumam Daniel prustasi dan senyuman yang tidak kunjung pudar dari bibirnya.


jangan lupa vote , like dan coment🤗

__ADS_1


dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚


__ADS_2