Merlinda ( Memulai Kembali)

Merlinda ( Memulai Kembali)
Penasaran


__ADS_3

" Reza "


" Ya , tuan " sahutnya , sambil terus sibuk bersama berkas-berkas yang harus di laporkan pada Daniel.


" Emm.. aku ingin kau membuat ruang kerja baruku di kantor cabang " ujar Daniel , membuat Reza menghentikan aktifitas.


" Membuat ruang kerja baru tuan ? " ulangnya dengan dahi yang sedikit berkerut.


" Ya , aku rasa itu tidak sulit "


" Tapi kenapa tuan ? , Apa ruangan anda saat ini sudah tidak nyaman ? "


" Bisakah kau untuk tidak kembali bertanya Reza " ucap Daniel membuat asistennya itu segera melipat bibirnya.


" Aku ingin , saat aku kembali bekerja semuanya sudah siap "


" Kapan anda akan kembali bekerja ? "


" Secepatnya , mungkin 2 atau 3 hari lagi "


" Bukankah itu sangat cepat tuan "


" Apa kau ingin aku tetap selamanya sakit " sahut Daniel sedikit emosi.


" Bu..bukan seperti itu tuan , maksudku dalam tiga hari terlalu cepat untuk kami menyiapkan ruang kerja baru untukmu " katanya menjelaskan dengan begitu hati-hati.


" Kenapa kalian begitu lamban huh "


" Kalau begitu satu minggu , tidak lebih dari itu " lanjut Daniel dan Reza segera menganggukkan kepala , karena tidak mungkin untuk kembali bernego pada lelaki keras kepala seperti di hadapannya ini.


" emm..dan jangan biarkan orang lain mengetahuinya "


" Baik tuan " jawab Reza dengan kepala yang dipenuhi dengan berbagai macam pertanyaan.


****


" Apa kalian sudah begitu dekat ? " bisik Kasih yang sengaja mendekat pada Elin dengan bergelayut bersama kursi kerjanya.


" Dekat " ulang Elin yang memang tidak mengerti arah pembicaraan Kasih , dan perempuan itu langsung mengarahkan mulutnya pada David.


" Tidak kalian salah sangka , kami hanya berteman "


" Itu tidak mungkin , kami tahu siapa dia " ujar Kasih tidak percaya.


" Dia tidak mungkin sengaja membawa kotak makanan hanya untuk teman biasa dan harus membawa nama bibinya untuk mengelabui kami , dan emmm.. sepertinya kalian sudah saling bertukar kabar " cercah Kasih , yang tidak bisa menahan rasa penasarannya.


" Sungguh tidak seperti itu , makanan ini sungguh dari bibi kami " kata Elin menjelaskan


" Bibi kami " ulang kasih


" Astaga , ternyata kalian sudah sedekat itu , dan sudah saling memperkenalkan keluarga " ucapnya tidak percaya dan dengan pikirannya yang salah.


" Kasih , dengarkan dulu ceritaku " ucap Elin dengan sedikit meninggikan suaranya.


" Baiklah , maafkan aku " sahutnya tertawa dan tidak sabar untuk mendengar cerita dari penjelasan Elin.


" Kemarin kami bertemu di rumah kerabat dekatku dan ternyata adalah keluarganya "


" Kemarin ? " potong Kasih cepat.


" Bukan maksudku hari pertama saat aku tidak masuk kerja "


" Itu berarti dia sudah tahu kabarmu , tapi kenapa kemarin dia merahasiakannya dari kami " gumam Kasih , lalu segera beranjak dari duduknya.


" Hey David " teriaknya , membuat pemilik nama langsung menatap kearahnya di ikuti oleh Frans dan Bimbim yang ikut terkejut mendengar teriakan suara cempreng perempuan berambut potong Bob itu.


" Kenapa kemarin kau tidak memberitahu kami kalau kau sudah bertemu Elin " katanya dengan kesal dan semua orang menjadi ikut melihat kearah David.

__ADS_1


" Benarkah itu ? " sambung Bimbim tidak percaya.


" Kasih hentikan , kau belum mendengar semuanya " ucap Elin pelan dan menarik tangan perempuan itu , untuk kembali duduk.


" Iya , bahkan mereka sudah bertemu dan sepertinya juga sudah saling bertukar kabar " lanjut Kasih tanpa peduli dengan Elin yang sudah menutup wajahnya karena begitu malu.


" Apa kalian sudah pacaran ? " tanya Bimbim pada David yang masih terdiam dan melihat kearah Elin.


" Elin katakan padaku , apa kalian sudah pacaran ? " tanyanya lagi dengan mendekat pada meja kerja Elin.


" Kenapa kalian begitu ingin tahu pada urusan orang lain huh " ucap David kesal.


" Kalau urusannya berhubungan dengan ruang kerja ini , itu berarti menjadi urusan kami " sambung Kasih.


" Kalian salah paham , kami tidak memiliki hubungan apapun " kata Elin sambil melepas dekapan tangannya dari wajah.


" Benarkan itu David ? " sambungnya pada laki-laki yang sedang menatap kearahnya.


" Ya , kami hanya berteman dan sebenarnya itu bukan sama sekali menjadi urusan kalian "


" Terserah " ucap Kasih tidak mau kalah.


" Aku sudah mengatakan , jika itu bersangkutan dengan ruang kerja ini , maka itu akan menjadi urusan kami dan emm..kau tidak perlu khawatir , karena kami akan mendukung hubungan kalian "


" Walau sebenarnya itu terlalu cepat " sambungnya lagi.


" Tidak , tidak seperti itu , David tolong jelaskan kalau kita tidak memiliki hubungan apapun " kata Elin meminta bantuan dan laki-laki itu hanya mengangguk pelan kepalanya , " berhentilah menggoda kami " hanya itu yang keluar dari mulut laki-laki dingin itu.


" Ceh menyebalkan , padahal aku begitu tidak sabar menunggu pengakuan kalian " ucap Bimbim kecewa dan Frans hanya diam dengan terus menyimak kegaduhan dalam ruang kerjanya itu.


" Tapi Elin apa kau masih sakit ? " tanya Bimbim yang masih berada di meja kerja Elin.


" Tidak , aku sudah baik-baik saja "


" Tapi kau terlihat begitu pucat " sambung Kasih.


" Benarkah ? "


Wajah Elin langsung memerah setelah menyadari kalau dirinya bukan pucat karena sakit , melainkan karena warna lipstick yang sudah menghilang bersama ciumannya bersama Daniel tadi pagi.


" Oh my God , ini benar-benar memalukan " gumamnya dengan langsung membersihkan bibirnya dengan tissue yang berada di atas meja kerjanya.


" Kau seperti habis melakukan ciuman yang begitu panas Elin " ucap Kasih tiba-tiba membuat wajah perempuan itu semakin memerah karena begitu malu.


" Tidak , ini hanya.. emm..hanya , oh maksudku , saat sarapan sepertinya aku tidak menyadari kalau makanan yang aku makan telah menghancurkan warna bibirku " jelaskan dengan terbata-bata.


" Seharusnya kau lebih hati-hati , karena itu lebih terlihat seperti habis melakukan ciuman panas di pagi hari bukan berantakan karena bekas makanan "


" Itu tidak mungkin Kasih "


" Ya aku juga tahu itu , mana mungkin perempuan jomblo sepertimu berciuman di pagi hari "


" jomblo " ulang Elin.


" Ya , bukankah kau tidak memiliki hubungan apapun bersama David ? " tanya Kasih dan Elin langsung menganggukkan kepalanya, karena itu memang kebenarannya.


" Kalau begitu kenapa kau masih menyangkal , saat aku mengatakan kau jomblo "


" Karena aku memang tidak jomblo " sahut Elin membela diri.


" Benarkah , kalau begitu tunjukkan kekasihmu padaku " ujar Kasih tertawa , dan Elin segera mencari benda pipih miliknya , namun gerakannya terhenti saat melihat Laurent tiba-tiba masuk ke dalam ruang kerja mereka ,


membuat semua orang menjadi kembali pada meja kerjanya masing-masing.


" Maaf mengganggu waktu Kalian " ucap Laurent , sambil membuka lembaran berkas pada tangannya.


" Ada apa Miss ? " tanya Bimbim dengan sedikit gugup.

__ADS_1


" Untuk semua orang mungkin sudah mengetahui kalau sebentar lagi kita akan melakukan meeting besar tahunan antar perusahaan cabang dan perusahaan utama " kata Laurent menjelaskan.


" Dan maaf untuk kali ini anda juga harus di libatkan nona " sambungnya dengan tersenyum pada Elin.


" dan saya menunjuk Bimo untuk mewakili divisi ini dalam meeting besar nanti "


" Sa saya Miss " jawab Bimo yang tiba-tiba menjadi gagap.


" Saya tahu kamu bisa di andalkan disini dan saya akan mengirimkan lewat email , apa saja yang harus kalian siapkan nanti " lanjutnya dan semua orang menganggukkan kepala.


" Saya harap kalian bisa menjadi tuan rumah yang baik " ucapnya lagi.


" Tuan rumah Miss " ulang Kasih dan Laurent menganggukkan kepalanya , " Kali ini rapat besar akan di adakan disini " jelasnya lagi.


" Oh my God " ucap replek Kasih dengan menutup mulutnya.


" Baiklah, saya rasa semuanya sudah paham dan tolong bekerja keras untuk ini " ucap Laurent .


" Permisi nona " ucapnya lagi pada Elin lalu segera beranjak dari dalam ruangan.


" Kenapa dia begitu sopan padamu ? " tanya heran Bimbim pada Elin.


" Aaaahhh " teriak Kasih tiba-tiba , membuat semua orang menjadi menatap kearahnya.


" Ada apa denganmu " geram Bimo yang menjadi begitu terkejut.


" Aku tidak sabar menunggu waktu rapat besar ini " jelasnya.


" Hanya kau yang gila "


" Kenapa gila , bukankah itu menyenangkan "


" Menyenangkan , darimana kau mengetahui itu ,sedangkan semua orang hampir saja mati kehabisan nafas karena begitu gugup "


" Ya aku tahu , aku hanya begitu tidak sabar untuk melihat boss Es kita yang terkenal sangat tampan itu "


" Kau memang wanita gila " ucap kesal Bimo.


" Bukan gila , tapi normal " bantahnya.


" Elin , kau harus melihat pemilik perusahaan ini dan aku yakin kau akan sama gilanya denganku "


" Apa begitu tampan ? " tanya Elin dan Kasih menganggukkan kepalanya.


" Bahkan sangat tampan walau dia juga terkenal dingin ,tapi aku tidak peduli yang terpenting dia tampan"


" Kau berbicara seperti pernah melihatnya " sambung Bimo.


" Tentu pernah , mana mungkin aku tidak pernah melihat bos besar kita "


" Dimana , bukankah kau tidak ikut dalam meeting besar tahun kemarin "


" Ya , tapi aku pernah melihatnya di sepanduk besar jalan raya dan foto-foto dia yang akhir-akhir ini terus hadir di sosial media dengan segala scandalnya " jelas Kasih tertawa.


" Kau benar-benar sudah gila " ucap Bimo dan Elin hanya bisa tertawa karena tingkah teman kerjanya itu.


" Aku rasa wajah aslinya akan jauh lebih tampan "


" Astaga , aku benar- benar tidak sabar untuk hari itu " racaunya dengan terus tersenyum.


" Aku harap kau tidak akan ikut gila seperti dia " ucap Bimo pada Elin sambik menunjuk ke arah Kasih.


" Semoga saja" sahut Elin tertawa.


" Tapi aku sungguh penasaran seperti apa wajah tampannya , apa melebihi dari ketampanan kekasihku dan sepertinya itu tidak mungkin ,karena aku pastikan kekasihku pria yang paling tampan " gumam Elin sambil tersenyum .


" Ceh , aku jadi merindukannya " lanjutnya dengan wajah yang berubah cemberut.

__ADS_1


jangan lupa vote , like dan coment🤗


dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚


__ADS_2