
" Reza "
" Ya , tuan " sahutnya , sambil terus sibuk bersama berkas-berkas yang harus di laporkan pada Daniel.
" Emm.. aku ingin kau membuat ruang kerja baruku di kantor cabang " ujar Daniel , membuat Reza menghentikan aktifitas.
" Membuat ruang kerja baru tuan ? " ulangnya dengan dahi yang sedikit berkerut.
" Ya , aku rasa itu tidak sulit "
" Tapi kenapa tuan ? , Apa ruangan anda saat ini sudah tidak nyaman ? "
" Bisakah kau untuk tidak kembali bertanya Reza " ucap Daniel membuat asistennya itu segera melipat bibirnya.
" Aku ingin , saat aku kembali bekerja semuanya sudah siap "
" Kapan anda akan kembali bekerja ? "
" Secepatnya , mungkin 2 atau 3 hari lagi "
" Bukankah itu sangat cepat tuan "
" Apa kau ingin aku tetap selamanya sakit " sahut Daniel sedikit emosi.
" Bu..bukan seperti itu tuan , maksudku dalam tiga hari terlalu cepat untuk kami menyiapkan ruang kerja baru untukmu " katanya menjelaskan dengan begitu hati-hati.
" Kenapa kalian begitu lamban huh "
" Kalau begitu satu minggu , tidak lebih dari itu " lanjut Daniel dan Reza segera menganggukkan kepala , karena tidak mungkin untuk kembali bernego pada lelaki keras kepala seperti di hadapannya ini.
" emm..dan jangan biarkan orang lain mengetahuinya "
" Baik tuan " jawab Reza dengan kepala yang dipenuhi dengan berbagai macam pertanyaan.
****
" Apa kalian sudah begitu dekat ? " bisik Kasih yang sengaja mendekat pada Elin dengan bergelayut bersama kursi kerjanya.
" Dekat " ulang Elin yang memang tidak mengerti arah pembicaraan Kasih , dan perempuan itu langsung mengarahkan mulutnya pada David.
" Tidak kalian salah sangka , kami hanya berteman "
" Itu tidak mungkin , kami tahu siapa dia " ujar Kasih tidak percaya.
" Dia tidak mungkin sengaja membawa kotak makanan hanya untuk teman biasa dan harus membawa nama bibinya untuk mengelabui kami , dan emmm.. sepertinya kalian sudah saling bertukar kabar " cercah Kasih , yang tidak bisa menahan rasa penasarannya.
" Sungguh tidak seperti itu , makanan ini sungguh dari bibi kami " kata Elin menjelaskan
" Bibi kami " ulang kasih
" Astaga , ternyata kalian sudah sedekat itu , dan sudah saling memperkenalkan keluarga " ucapnya tidak percaya dan dengan pikirannya yang salah.
" Kasih , dengarkan dulu ceritaku " ucap Elin dengan sedikit meninggikan suaranya.
" Baiklah , maafkan aku " sahutnya tertawa dan tidak sabar untuk mendengar cerita dari penjelasan Elin.
" Kemarin kami bertemu di rumah kerabat dekatku dan ternyata adalah keluarganya "
" Kemarin ? " potong Kasih cepat.
" Bukan maksudku hari pertama saat aku tidak masuk kerja "
" Itu berarti dia sudah tahu kabarmu , tapi kenapa kemarin dia merahasiakannya dari kami " gumam Kasih , lalu segera beranjak dari duduknya.
" Hey David " teriaknya , membuat pemilik nama langsung menatap kearahnya di ikuti oleh Frans dan Bimbim yang ikut terkejut mendengar teriakan suara cempreng perempuan berambut potong Bob itu.
" Kenapa kemarin kau tidak memberitahu kami kalau kau sudah bertemu Elin " katanya dengan kesal dan semua orang menjadi ikut melihat kearah David.
__ADS_1
" Benarkah itu ? " sambung Bimbim tidak percaya.
" Kasih hentikan , kau belum mendengar semuanya " ucap Elin pelan dan menarik tangan perempuan itu , untuk kembali duduk.
" Iya , bahkan mereka sudah bertemu dan sepertinya juga sudah saling bertukar kabar " lanjut Kasih tanpa peduli dengan Elin yang sudah menutup wajahnya karena begitu malu.
" Apa kalian sudah pacaran ? " tanya Bimbim pada David yang masih terdiam dan melihat kearah Elin.
" Elin katakan padaku , apa kalian sudah pacaran ? " tanyanya lagi dengan mendekat pada meja kerja Elin.
" Kenapa kalian begitu ingin tahu pada urusan orang lain huh " ucap David kesal.
" Kalau urusannya berhubungan dengan ruang kerja ini , itu berarti menjadi urusan kami " sambung Kasih.
" Kalian salah paham , kami tidak memiliki hubungan apapun " kata Elin sambil melepas dekapan tangannya dari wajah.
" Benarkan itu David ? " sambungnya pada laki-laki yang sedang menatap kearahnya.
" Ya , kami hanya berteman dan sebenarnya itu bukan sama sekali menjadi urusan kalian "
" Terserah " ucap Kasih tidak mau kalah.
" Aku sudah mengatakan , jika itu bersangkutan dengan ruang kerja ini , maka itu akan menjadi urusan kami dan emm..kau tidak perlu khawatir , karena kami akan mendukung hubungan kalian "
" Walau sebenarnya itu terlalu cepat " sambungnya lagi.
" Tidak , tidak seperti itu , David tolong jelaskan kalau kita tidak memiliki hubungan apapun " kata Elin meminta bantuan dan laki-laki itu hanya mengangguk pelan kepalanya , " berhentilah menggoda kami " hanya itu yang keluar dari mulut laki-laki dingin itu.
" Ceh menyebalkan , padahal aku begitu tidak sabar menunggu pengakuan kalian " ucap Bimbim kecewa dan Frans hanya diam dengan terus menyimak kegaduhan dalam ruang kerjanya itu.
" Tapi Elin apa kau masih sakit ? " tanya Bimbim yang masih berada di meja kerja Elin.
" Tidak , aku sudah baik-baik saja "
" Tapi kau terlihat begitu pucat " sambung Kasih.
" Benarkah ? "
Wajah Elin langsung memerah setelah menyadari kalau dirinya bukan pucat karena sakit , melainkan karena warna lipstick yang sudah menghilang bersama ciumannya bersama Daniel tadi pagi.
" Oh my God , ini benar-benar memalukan " gumamnya dengan langsung membersihkan bibirnya dengan tissue yang berada di atas meja kerjanya.
" Kau seperti habis melakukan ciuman yang begitu panas Elin " ucap Kasih tiba-tiba membuat wajah perempuan itu semakin memerah karena begitu malu.
" Tidak , ini hanya.. emm..hanya , oh maksudku , saat sarapan sepertinya aku tidak menyadari kalau makanan yang aku makan telah menghancurkan warna bibirku " jelaskan dengan terbata-bata.
" Seharusnya kau lebih hati-hati , karena itu lebih terlihat seperti habis melakukan ciuman panas di pagi hari bukan berantakan karena bekas makanan "
" Itu tidak mungkin Kasih "
" Ya aku juga tahu itu , mana mungkin perempuan jomblo sepertimu berciuman di pagi hari "
" jomblo " ulang Elin.
" Ya , bukankah kau tidak memiliki hubungan apapun bersama David ? " tanya Kasih dan Elin langsung menganggukkan kepalanya, karena itu memang kebenarannya.
" Kalau begitu kenapa kau masih menyangkal , saat aku mengatakan kau jomblo "
" Karena aku memang tidak jomblo " sahut Elin membela diri.
" Benarkah , kalau begitu tunjukkan kekasihmu padaku " ujar Kasih tertawa , dan Elin segera mencari benda pipih miliknya , namun gerakannya terhenti saat melihat Laurent tiba-tiba masuk ke dalam ruang kerja mereka ,
membuat semua orang menjadi kembali pada meja kerjanya masing-masing.
" Maaf mengganggu waktu Kalian " ucap Laurent , sambil membuka lembaran berkas pada tangannya.
" Ada apa Miss ? " tanya Bimbim dengan sedikit gugup.
__ADS_1
" Untuk semua orang mungkin sudah mengetahui kalau sebentar lagi kita akan melakukan meeting besar tahunan antar perusahaan cabang dan perusahaan utama " kata Laurent menjelaskan.
" Dan maaf untuk kali ini anda juga harus di libatkan nona " sambungnya dengan tersenyum pada Elin.
" dan saya menunjuk Bimo untuk mewakili divisi ini dalam meeting besar nanti "
" Sa saya Miss " jawab Bimo yang tiba-tiba menjadi gagap.
" Saya tahu kamu bisa di andalkan disini dan saya akan mengirimkan lewat email , apa saja yang harus kalian siapkan nanti " lanjutnya dan semua orang menganggukkan kepala.
" Saya harap kalian bisa menjadi tuan rumah yang baik " ucapnya lagi.
" Tuan rumah Miss " ulang Kasih dan Laurent menganggukkan kepalanya , " Kali ini rapat besar akan di adakan disini " jelasnya lagi.
" Oh my God " ucap replek Kasih dengan menutup mulutnya.
" Baiklah, saya rasa semuanya sudah paham dan tolong bekerja keras untuk ini " ucap Laurent .
" Permisi nona " ucapnya lagi pada Elin lalu segera beranjak dari dalam ruangan.
" Kenapa dia begitu sopan padamu ? " tanya heran Bimbim pada Elin.
" Aaaahhh " teriak Kasih tiba-tiba , membuat semua orang menjadi menatap kearahnya.
" Ada apa denganmu " geram Bimo yang menjadi begitu terkejut.
" Aku tidak sabar menunggu waktu rapat besar ini " jelasnya.
" Hanya kau yang gila "
" Kenapa gila , bukankah itu menyenangkan "
" Menyenangkan , darimana kau mengetahui itu ,sedangkan semua orang hampir saja mati kehabisan nafas karena begitu gugup "
" Ya aku tahu , aku hanya begitu tidak sabar untuk melihat boss Es kita yang terkenal sangat tampan itu "
" Kau memang wanita gila " ucap kesal Bimo.
" Bukan gila , tapi normal " bantahnya.
" Elin , kau harus melihat pemilik perusahaan ini dan aku yakin kau akan sama gilanya denganku "
" Apa begitu tampan ? " tanya Elin dan Kasih menganggukkan kepalanya.
" Bahkan sangat tampan walau dia juga terkenal dingin ,tapi aku tidak peduli yang terpenting dia tampan"
" Kau berbicara seperti pernah melihatnya " sambung Bimo.
" Tentu pernah , mana mungkin aku tidak pernah melihat bos besar kita "
" Dimana , bukankah kau tidak ikut dalam meeting besar tahun kemarin "
" Ya , tapi aku pernah melihatnya di sepanduk besar jalan raya dan foto-foto dia yang akhir-akhir ini terus hadir di sosial media dengan segala scandalnya " jelas Kasih tertawa.
" Kau benar-benar sudah gila " ucap Bimo dan Elin hanya bisa tertawa karena tingkah teman kerjanya itu.
" Aku rasa wajah aslinya akan jauh lebih tampan "
" Astaga , aku benar- benar tidak sabar untuk hari itu " racaunya dengan terus tersenyum.
" Aku harap kau tidak akan ikut gila seperti dia " ucap Bimo pada Elin sambik menunjuk ke arah Kasih.
" Semoga saja" sahut Elin tertawa.
" Tapi aku sungguh penasaran seperti apa wajah tampannya , apa melebihi dari ketampanan kekasihku dan sepertinya itu tidak mungkin ,karena aku pastikan kekasihku pria yang paling tampan " gumam Elin sambil tersenyum .
" Ceh , aku jadi merindukannya " lanjutnya dengan wajah yang berubah cemberut.
__ADS_1
jangan lupa vote , like dan coment🤗
dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚