Merlinda ( Memulai Kembali)

Merlinda ( Memulai Kembali)
Kau Benar-Benar Hebat


__ADS_3

Sharen beberapa kali melirik ke arah perempuan yang terlihat begitu fokus dengan pekerjaannya , padahal jam sudah menunjukan jauh melewati dari waktu pulang kantor , " kau bisa pulang Sharen " ucap Elin tiba-tiba dengan tersenyum dan membuat perempuan itu tersentak bercampur malu , " tapi anda tidak mungkin sendiri disini ? "


" Sebentar lagi Daniel akan datang "


" Pulanglah " tambahnya , dengan mata yang kini ikut melihat ke arah Sharen.


" Tidak , aku akan menunggu sampai tuan datang ".


" Benarkah ? , baiklah kalau itu keinginanmu " ujarnya tertawa , membuat Sharen ikut tertawa karena ucapan yang terdengar begitu menggelikan itu.


" Sharen " panggil Elin kembali sambil terlihat memastikan hasil coreta di atas kertas putih yang baru saja ia selesaikan ,


" ya nona "


" Coba kau lihat " lanjutnya dan Sharen segera beranjak menuju meja kerja perempuan itu.


" Aku masih ragu tapi aku rasa ini tidak buruk " ucapnya kembali tertawa sambil memperlihatkan hasil desain gaun bertema floral , mata Sharen membesar seketika dan menatap begitu kagum pada contoh desain yang baru saja ia lihat , " ini luar biasa nona " ucapnya , membuat Elin kembali tertawa.


" Luar biasa hancur maksudmu Sharen ? "


" Tidak , ini sungguh karya yang luar biasa , anda benar-benar meletakkan tambahan di tempat yang tepat nona " puji Sharena pada gaun dengan gaya Backless namun dengan tambahan tali yang menyilang mengikuti punggung membentuk seperti tali pengikat , " Jangan bercanda Sharen , malah aku berpikir ini terlihat sedikit kuno "


" tidak , justru aku melihat ini sangat menarik , sekarang hampir semua perancang tidak lagi menggunakan gaya ini "


" Apa ini tidak akan terlihat cukup aneh ? "


" Tentu tidak nona , sedikit saran kau mungkin tidak harus menggabungkan ini , tapi buatlah menjadi Tube top dan Rok Floor , aku rasa itu akan lebih menarik "


" Kau benar Sharen " ucap Elin setuju dan langsung menarik kertas yang berada di tangan perempuan itu.


" Anda sangat hebat nona " ucap Sharen yang terus nampak kagum pada kerja perempuan itu ,


" kau berlebihan Sharen " .


" Tidak , aku yakin semua orang akan setuju dengan ucapanku , maksudku anda masih menjadi orang baru di dunia desain tapi anda begitu kreatif untuk menghasilkan karya yang berbeda namun sangat menarik nona " jelas Sharen , membuat wajah putih milik Elin merona seketika.


" Hentikan pujianmu Sharen , kau membuatku malu " ucapnya semuringah.


" emm..tapi anda juga harus menyesuaikan desain ini dengan tubuh model yang akan menggunakannya nanti " tambah Sharen, dan Elin terlihat berpikir sesaat , " emm aku rasa ini sangat bagus di tubuh Hannah " ucapnya , membuat mata Sharen sedikit melebar ketika mendengar perempuan itu dengan santai menyebut nama perempuan yang pernah menjadi mantan kekasihnya sendiri , " emm.. tunggu nona , apa yang anda maksud adalah Hannah..." ucap Sharen menggantung karena tak cukup berani melanjutkan apa yang sedang ada di dalam pikirannya.


" Ya tebakanmu benar , dia Hannah mantan kekasih Daniel " jelas Elin tersenyum dan membuat Sharen semakin terkejut.


" Apa anda tidak sedang bercanda nona ? "


" Tentu tidak , bahkan kami sudah berunding tentang ini kemarin , dan semua orang sangat setuju , terlebih ini akan menjadi sangat menarik untuk semua orang " jelasnya , namun Sharen terlihat masih mencerna dengan baik apa yang baru saja di jelaskan oleh perempuan di hadapannya ini , " anda benar-benar hebat " ucapnya kagum bercampur tidak masuk akal.


" Ceh , padahal aku tahu kau sedang berpikir kalau aku sangat naif bukan ? " ujar Elin tertawa

__ADS_1


" Tidak , tidak seperti itu , sungguh "


" Aku hanya tidak habis pikir bagaimana bisa anda mengijinkan mantan kekasih tuan menjadi model dalam hasil rancangan anda nanti " .


" Kau salah mengira Sharen "


" Aku dan Hannah berteman baik " tambahnya dengan terus tertawa.


" Ini gila " ucap Sharen tanpa sadar.


" emm..maaf nona , aku tidak bermaksud ..eem aku hanya begitu tidak menyangka " jelasnya dengan begitu gugup , namun Elin terlihat menanggapinya dengan begitu santai.


" ya ya aku paham dengan pikiranmu " ujar Elin , lalu kembali menatap fokus pada kertas putih di hadapannya , " apa ini benar-benar menarik ? " tanyanya pelan , namun masih terdengar di telinga Sharen , membuat perempuan itu kembali mendekat , " tentu nona , aku sudah melihat banyak hasil karya dan ini salah satu yang terbaik , dan seorang yang bekerja di bidang ini akan paham gambar apa yang benar-benar bisa di katakan sebuah desain dan aku sudah sedikit lebih paham tentang itu " ucapnya memberi keyakinan untuk membuat perempuan itu lebih percaya diri dengan hasil karyanya , " aku yakin semua orang akan berpikir , kalau perusahaan ini kembali bekerja sama dengan perancang terkenal " tambahnya tertawa.


" Kau selalu berlebihan Sharen , sekarang pulanglah " pinta Elin.


" Tidak aku akan menunggu sampai tuan Daniel datang "


" Sebentar lagi dia akan datang Sharen , jadi tidak apa-apa kalau kau ingin pulang sekarang "


" Aku tidak mengatakan ingin pulang sekarang nona " ucap Sharen membantah , membuat Elin terdiam dan berpikir sesaat , " ya benar kau memang tidak mengatakan ingin pulang " ucapnya menyadari , membuat Sharen langsung tertawa karena begitu lucu saat melihat ekspresi wajah perempuan itu.


" Aku benar-benar tidak mengyangka kalau anda selucu ini " ucap Sharen dengan masih tertawa.


" Lucu ? "


" Eh maaf nona " ucap Sharen yang langsung mendekap mulutny sendiri.


" Aku juga berpikir seperti itu tentang dirimu " sambung Elin dengan ekspresi wajah yang begitu jujur , membuat tertawa Sharen kembali pecah , " berarti pikiran kita sama dan itu membuatku menjadi tidak merasa bersalah " ucapnya lagi.


" Dan emm..apa wanita berambut bob itu tahu kalau anda kekasih tuan nona ? ".


" Maksudmu Kasih ? "


" Cussy ? " ucap Sharen membenarkan.


" ya itu maksudku , aku sudah terbiasa memanggilnya seperti itu "


" Dan ya dia tahu semuanya , bahkan dia sudah menebak dari awal padahal aku sudah begitu menyembunyikannya , tapi dia memang instingnya sangat baik " jelas Elin tertawa , namun berbeda dengan Sharen yang terlihat langsung terdiam dengan raut wajah yang begitu serius , " berhati-hatilah dengannya " ucapnya , membuat Elin berbalik menatapnya dengan serius.


" Maksudmu Sharen ? "


" emmm..tidak, aku hanya meminta anda untuk berhati-hati dengannya , hanya itu saja "


" Karena aku bukan orang yang sembarangan membenci orang lain " tambahnya , dan Elin terdiam sesaat.


" Sayang maaf aku terlambat " ucap tiba-tiba dari balik pintu dan berhasil membuat dua orang itu tersentak bersamaan , " anda mengejutkan kami tuan " ucap Sharen sambil memegang dada sebelah kirinya.

__ADS_1


" Ya , hampir saja jantungku lepas " tambah Elin.


" Maaf , aku tidak tahu kalau kalian sedang begitu serius " ucap Daniel sambil terus berjalan mendekat menuju meja kerja kekasihnya ,


" kau pasti sangat lelah " lanjutnya dengan tangan yang mengelus lembut wajah halus milik Elin dan tidak lagi peduli pada kehadiran Sharen di sana , " sebaiknya aku pulang sekarang " ucap perempuan itu yang langsung beranjak.


" Kau membuatnya tidak nyaman Daniel " ucap Elin berdelik pada laki-laki itu.


" Tidak nona , aku memang sudah ingin pulang , bukannya tadi aku sudah mengatakan kalau aku akan pulang ketika tuan sudah datang "


" Kau memang sangat pengertian Sharen " ucap Daniel tersenyum , membuat perempun itu salah tingkah , karena ini untuk pertama kalinya melihat melihat laki-laki itu tersenyum dan mengucapkan kata yang begitu santai , " ceh , nona Elin benar-benar perempuan yang beruntung " gumam Sharen dengan tangan yang terus bergerak untuk membereskan semua barang perlengkapannya di atas meja ,


" sampai bertemu besok nona , tuan " ucpanya saat memastikan kalau meja kerjanya sudah kembali rapi.


" Ya Sharen , terimakasih " ucap Daniel yang membuat perempuan itu kembali terkejut dan menatap tidak percaya , " terimakasih telah ingin bekerja keras " tambah Daniel , membuat Elin menatapnya dengan tersenyum.


" Anda tidak perlu mengatakan itu tuan , seharusnya saya yang berterimakasih karena telah di beri kesempatan untuk kembali bekerja disini " balas Sharen dengan begitu gugup karena mendapat perlakuan yang begitu ramah dari CEO perusahaan itu.


" Terima saja ucapannya Sharen , karena sekarang mungkin kau sedang beruntung " timpal Elin tertawa dengan mata yang melirik kearah kekasihnya.


" Ya anda benar nona , kalau begitu saya pergi dulu "


" Ya berhati-hatilah dan sampai bertemu besok " balas Elin dan saat perempuan itu mulai beranjak meninggalkan mereka.


" Bagaimana ? " tanya Daniel begitu lembut.


" Ntahlah , tapi Sharen mengatakan ingin sangat menarik " ujar Elin tidak yakin namun tetap memperlihatkan hasil desainnya , " tapi aku masih tidak percaya diri " keluhnya bersama helaan nafas yang terdengar begitu berat.


" ini benar-benar sangat bagus sayang "


" Kau hanya tidak ingin membuatku kecewa "


" Aku serius , ini luar biasa "


" Kau benar-benar hebat " tambah Daniel sambil mengelus lembut pucuk kepala Elin , membuat hati perempuan itu melunak seketika , " benarkah ? , kau yakin sedang tidak berbohong "


" Tentu tidak sayang "


" Untuk pemula ini sungguh hasil yang luar biasa " tambahnya dan berusaha memberi kepercayaan diri pada kekasihnya , " kau memang di lahirkan menjadi seorang desainer sayang " lanjutnya membuat Elin langsung tertawa bercampur geli.


" Sebelum kau semakin membual , sebaiknya kita pulang sekarang " ucap Elin yang langsung beranjak dari duduknya dan merapikan beberapa alat kerja yang berserakan di atas meja , " aku tidak sedang membual , tapi aku sangat setuju kalau kau ingin mengajak pulang sekarang , karena aku sudah begitu lapar "


" Lapar ? " ulang Elin dan Daniel mengangguk dengan wajah mengibah " apa tadi kau tidak makan ? "


" Tidak "


" Astaga kenapa kau menjadi begitu bodoh huh , bagaimana kalau kau menjadi magh , apa Reza tidak menyiapkan makan untukmu " cercanya begitu emosi dan membereskan barangnya dengan begitu cepat , namun geraknya tiba-tiba terhenti saat sepasang tangan yang tiba-tiba melingkar di pinggang rampingnya , " aku sengaja menahan rasa laparku demi ingin makan berdua denganmu " bisik Daniel dengan begitu lembut dan berhasil membuat emosi itu meluluh seketika dan berganti dengan pipi yang merona , " ayo kita pulang " ajaknya lagi , sambil menarik pelan tangan kekasihnya , " ceh " desis Elin yang tidak lagi bisa menahan senyumnya dan bergerak menurut mengikuti langkah laki-laki di hadapannya.

__ADS_1


__ADS_2