Merlinda ( Memulai Kembali)

Merlinda ( Memulai Kembali)
Tabrakan


__ADS_3

" Sial " umpat perempuan yang sudah berjalan menuju pintu lift dengan tergesa-gesa , namun harus kembali lagi ke dalam apartemennya saat melihat kaki yang masih menggunakan sandal rumah , " hampir saja aku menjadi bahan tertawaan orang lain " ujarnya dengan menghela nafas dan segera mengganti alas kakinya dengan heels berwarna biru tua yang senada dengan warna tas dan pakaianya yang berwarna biru muda.


" Shitt " ucapnya kembali mengumpat , saat melihat waktu yang tidak lagi memungkin dirinya untuk memesan taksi online ,


ia kembali bergegas menuju parkir mobil apartemen , tidak ada pilihan lain saat ini , ia harus terpaksa menggunakan mobil sport mewah pemberian kekasihnya untuk mempersingkat waktu yang sudah sangat terlambat.


" Oh my God " geramnya saat menyadari ada sesuatu yang sangat ia lupakan , " astaga kenapa semua menjadi menyebalkan " tambahnya sambil memukul stir mobil untuk meluapkan kekesalannya yang begitu ceroboh , " bagaimana bisa aku sampai tepat waktu , kalau untuk melihat kearah jalan saja aku sulit " gerutunya ,


kepala yang masih pusing karena pengaruh alkohol tadi malam benar-benar telah membuatnya begitu sial pagi ini , di mulai dari bangun tidur yang terlambat dan beruntung kedua sahabatnya menelepon , kalau tidak mungkin dia masih tertidur dengan pulasnya di atas tempat tidur dan hampir saja menggunakan sandal rumah untuk berangkat ke kantor ,lalu yang terakhir , bahkan ini adalah kecerobohannya paling parah yaitu lupa menggunakan kontak lensa matanya , padahal itu adalah hal yang paling penting mengingat penglihatannya yang sudah rusak dan harus menggunakan benda lunak itu pada matanya , dan dia sedikit tidak percaya diri jika harus menggunakan kaca mata di depan umum dan lebih sialnya lagi , ia pun melupakan benda bergagang itu.


" Shiittt " umpatnya semakin kesal , saat melihat alroji dengan jarum jam yang menunjukan 8 menit menuju jam masuk kantor.


" Tuhan ampuni dosaku dan tolong lindungi aku , aku sungguh tidak ingin mati muda tapi ini sudah begitu genting " gerutunya sambil berdoa , dan kaki yang semakin menekan pedal gas mobil lebih dalam untuk menambah kecepatan mobilnya dengan mata yang melihat dengan samar karena kontak lensa minus yang lupa ia gunakan.


~


Garis senyum di bibir Daniel terlihat tidak pernah pudar sepanjang pagi , ia terus terlihat begitu senang menanti waktu pertemuan besar bersama semua karyawannya ,padahal ia baru saja tiba pagi ini dari perjalanan bisnis dan tadi malam ia harus lembur demi untuk tidak terlambat pagi ini.


" Tidur anda nyenyak Tuan ? " tanya Reza yang sedang duduk di sampingnya di dalam mobil yang sedang berjalan menuju kantor cabang miliknya , " ya , ada apa ? " tanya Daniel dengan kepala yang menangguk pelan.


Reza menggelengkan kepala , " tidak ada apa- apa , saya hanya penasaran melihat anda yang terlihat begitu segar dan bersemangat pagi ini "

__ADS_1


" padahal tadi malam anda tidur begitu larut , dan pagi sekali kita harus sudah kembali lagi kemari " tambah Reza , dan Daniel nampak terus tersenyum menyimak penjelasannya , " aku hanya tidak sabar menunggu waktu meeting besar kita nanti " sahutnya singkat dan senyum yang tak kunjung berakhir.


" Mari Tuan " ucap Reza sambil membukakan pintu mobil yang sudah berhenti tepat di depan pintu utama gedung yang menjadi tempat tujuannya ,


semua orang yang berada di dalam gedung langsung menundukan kepala untuk menyambut kedatangan pemilik gedung tempat mereka bekerja , " selamat datang tuan " ucap laki-laki paruh baya yang berstatus sebagai direktur di kantor cabang milik Daniel ,


dengan wajah dinginnya lelaki itu hanya mengangguk , namun matanya tak berhenti melihat satu persatu orang yang sedang menyambut kedatangannya ,


" Lima menit lagi meeting akan segera di mulai Tuan " ucap Reza memberitahu , " apa anda ingin langsung menuju ruang meeting tuan ? " tanyanya lagi , Daniel tidak menjawab dia hanya melihat sebentar kearah alroji yang melingkar di tangannya , lalu kembali melihat kearah semua orang , " sebaiknya kau tunjukkan dimana ruang kerja baruku Reza " perintahnya dan tanpa berani membantah lelaki itu hanya mengangguk dan menuruti perintah bossnya untuk melanjutkan langkah mereka menuju ruangan yang akan menjadi tempat kerja barunya , namun sebelum itu Reza masih menyempatkan untuk memberi perintah pada karyawan lain untuk segera mempersiapkan ruangan yang akan menjadi tempat meeting mereka nanti dan untuk memastikan tidak ada hal yang membuat tuannya itu mengamuk.


" Saya harap ini sesuai dengan keinginan anda " ucap Reza sambil membuka pintu ruangan yang sudah tertata dengan begitu rapi, " ini sedikit lebih kecil dari kantor lama anda Tuan " tambahnya memberi penjelasan pada laki-laki yang belum berbicara tentang kantor terbarunya , namun ia nampak cukup puas karena tidak ada complain yang keluar dari mulut pedasnya ," apa ada sesuatu yang harus di tambah lagi di dalam ruangan ini tuan ? " tanya Reza begitu detail , karena ia tidak ingin mendapat complain pada waktu yang tidak tepat nanti.


Reza mengerutkan dahi , " meja kerja tuan ? " katanya mengulang dan Daniel menganggukkan kepalanya , " ruang kerjaku berada di sebelah ruangan ini " ujar Reza yang salah paham dan Daniel yang terlihat tidak peduli , " dekor meja itu dengan warna merah muda " pintanya lagi yang semakin membuat dahi Reza berkerut dan mata yang sedikit membesar.


" Aku rasa sudah waktunya kita memulai meeting " ucap Daniel setelah kembali melihat kearah alroji tangannya , " dan jangan lupa untuk menambahkan letak meja kerja disana " tambahnya sambil melihat kembali kearah yang ia maksud.


" Baik tuan " sahut Reza , lalu mempersilahkan Daniel berjalan lebih dulu dan ia mengikutinya dengan otak yang di penuhi dengan kebingungan.


~


Lelaki tampan itu terlihat begitu gagah dalam langkahnya menuju ruang meeting dengan mata yang fokus pada benda pipih di tangannya , dan sesekali melihat kearah depan , untuk memastikan langkah kakinya tetap aman ,

__ADS_1


" tuan awas "


Brukkk " suara tabrakan yang sudah terlambat untuk di cegah.


" Maafkan saya , saya sedang buru-buru " ucap perempuan yang terlihat begitu tergesa-gesa sambil memungut benda benda yang berhamburan di lantai dan tanpa banyak bicara ia segera kembali berlari menuju pintu lift ,


Daniel masih nampak terkejut dengan tabrakan yang baru saja di lakukan oleh kekasihnya sendiri , yang juga tidak menyadari kehadirannya , " pantas saja dia tidak membalas pesanku " gumam Daniel dengan bibir tersenyum.


" Anda baik-baik saja Tuan ? "


" Ya , saya baik-baik saja " jawabnya tenang dan tidak lepas menatap ke arah pintu , dan ia sedikit kesal ketika asistennya terlihat begitu berlebihan pada tabrakan yang baru saja terjadi.


Daniel menarik nafas begitu dalam sambil merapikan pakaiannya sebelum masuk kedalam ruangan yang sudah di penuhi banyak orang , " apa ada yang kurang pada penampilan saya ?" tanyanya pada Reza , membuat laki-laki itu semakin kebingungan , sejak kapan tuannya ini begitu peduli dengan penilaian orang lain , " tidak tuan , anda selalu tampan dan gagah " jawab Reza begitu jujur , dan Daniel kembali percaya diri untuk segera masuk kedalam ruangan dan berjalan menuju podium yang sudah di siapkan untuknya.


Sebelum mulai bicara , matanya terus mencari-cari dimana letak duduk perempuan yang begitu ia rindukan beberapa hari ini , dan garis bibirnya langsung melengkung saat menemukannya dengan pakaian berwarna biru muda, " dia selalu terlihat cantik " ucapnya pelan sambil menatap pada perempuan yang telihat sedang sibuk dengan pakaiannya , tanpa menyadari jika ada seseorang yang sedang melihat kearahnya ,namun selang beberapa detik pandangannya terbalas oleh perempuan yang kini sedang menatap terkejut kearahnya , bahkan saking terkejutnya sampai membuat dua bola mata yang nyaris keluar dari tempatnya.


" Aku yakin setelah ini dia akan memukulku " ucapnya lagi dengan bibir yang terlipat menahan untuk tersenyum.


jangan lupa vote , like dan coment🤗


dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚

__ADS_1


__ADS_2