
" Selamat malam tuan " sapa salah satu perempuan cantik di hadapan empat pria yang menatap fokus ke arah dance Floor , pandangan mereka teralihkan dan menatap sedikit bingung dengan hadiran empat wanita cantik dengan pakaian yang seksi kini tiba-tiba berada di hadapan mereka , " maaf kami di minta tuan Ken untuk berada disini ".
" Oh ya , duduklah dan jangan lakukan apapun " ujar Nathan menanggapi sementara yang lain hanya menatap sekilas lalu kembali melihat ke arah lantai dansa.
" Maksudnya tuan ? "
" Duduklah di antara kami dan jangan melakukan apapun , emmm..maksudku jangan coba-coba untuk lebih dekat atau menyentuh kami " jelas Nathan mempertegas , walau ada semburat kekecewaan dari para perempuan itu namun mereka tetap tidak menolak untuk duduk dengan santai di antara lelaki-lelaki tampan itu , karena walau hanya demikian untuk duduk begitu dekat bersama pangeran kota New York malam ini adalah sebuah keajaiban yang harus mereka syukuri.
Dahi Nathan berkerut saat melihat wanita yang menjadi fokusnya kini telah berjalan keluar dari dance Floor , " sepertinya Green mabuk " ujar Alfin yang ikut memperhatikan gerak gerik saudara iparnya itu , " berani-beraninya dia minum tanpa aku " geramnya walau begitu kesal namun matanya tidak berhenti mengawasi wanita itu untuk memastikan tidak ada satu pun laki-laki disana yang berani mengambil kesempatan untuk menyentuh istrinya.
" Apa dia pacarmu ? " tanya salah satu perempuan yang memilih duduk di samping Nathan dan ikut memperhatikan pandangan laki-laki itu , " dia istriku " jelasnya singkat namun begitu memperjelas setiap katanya , " benarkah tapi dia masih terlihat begitu muda " balas terkejut perempuan itu dan sedikit tidak percaya.
" Dia memang masih muda dan kami sudah memiliki gadis kecil yang cantik " lanjut Nathan sambil memperlihatkan wallpaper dari layar handphonenya dengan gambar keluarga kecil mereka , " woww ini menakjubkan dan istrimu begitu cantik " .
" Itu sebabnya aku berada disini sekarang "
" Apa kalian bertengkar ? ".
" Tidak , dia hanya mencoba mencurangiku dengan datang kemari tanpa seijinku"
"Dan sekarang kau hadirkan kami kemari untuk membalasnya ! "
" Ya begitulah " sahut Nathan sedikit tertawa bersama bahu yang sedikit terangkat.
" Ini kenyataan menyakitkan untuk kami tapi kami sudah sering terlibat dalam hal ini dan semoga istrimu tidak begitu menyeramkan "
" Berdo'alah " kata Alfin menyambung , membuat Nathan kali ini benar-benar tertawa , " aku memang sudah lama tidak melihat istriku cemburu "ujarnya di sela tawa.
" Rem sepertinya calon istrimu juga sudah menyerah " kata Alfin sambil menunjuk ke arah Elin yang kini telah keluar dari lantai dansa dan berjalan menuju meja dimana Green telah duduk lebih dulu disana , " seharusnya dia sudah melakukan itu sejak tadi " sahut Daniel datar dengan arah mata yang terus mengikuti setiap langkah kaki dari calon istrinya.
" Oh astaga " ucap terkejut perempuan yang duduk disisi Nathan , " pantas saja dia berada disini " lanjutnya saat mengamati lebih lama wajah perempuan yang menjadi pembicaraan laki-laki itu , " ya dia calon istrinya " sambung Nathan.
" Ya tentu aku tahu , beberapa hari ini wajahnya terus berada di tv dan sosial media " balas wanita itu tanpa berhenti melihat kearah Elin , " Dia terlihat begitu mencintai tunangannya " katanya lagi ketika menyadari Daniel tidak berhenti melihat ke wanitanya.
" Tentu , kami tidak akan berada disini jika kami tidak mencintai pasangan kami dengan sepenuh hati "
__ADS_1
" Kalian benar-benar hanya membayar kami untuk duduk disini " kata wanita itu tertawa " tapi pastikan kalian akan membayar sepuluh kali lipat jika ada yang cidera di antara kami malam ini "
" Tentu " sahut Nathan cepat dengan tertawa.
" Oh Mike ternyata wanita kita yang masih bertahan " ujar Alfin dengan tatapan semakin kesal karena Amel yang masih belum beranjak , " Apa kita harus kesana untuk menarik mereka " balas Mike tak kalah kesal.
" Tunggu tahan dulu brother sebentar lagi mereka akan turun dengan sendirinya " ujar Alfin bersama senyum dingin yang memiliki penuh arti.
" Hei lihat , wanita kalian menangis " kata perempuan itu lagi sambil menunjuk ke arah meja dimana Elin dan Green kini tengah berpelukan , melihat itu Daniel langsung beranjak dari duduknya namun segera di cegah oleh tangan Alfin , " duduklah mereka sungguh tidak apa-apa Rem , itu memang drama mereka ketika salah satu di antara mereka sedang mabuk ".
" Tapi wanitaku menangis dan aku tidak bisa melihatnya ".
" Sungguh mereka tidak apa-apa Rem, percayalah kami sudah sering mengalami ini dan kau akan melihat yang lebih parah jika istriku telah bergabung " jelas Alfin mencoba memberi pemahaman , " kau yakin ? " .
" Tentu , kami sudah bertahun-tahun melihat ini "
" Ya Alfin benar Rem , mereka mungkin hanya sedang bercerita " tambah Nathan yang akhirnya membuat lelaki itu kembali duduk , namun matanya tetap menatap tidak berhenti pada calon istrinya untuk memastikan jika memang tidak terjadi apa-apa pada wanitanya itu , " Oke peperangan di mulai " ujar Alfin tertawa saat melihat mata Elin kini telah menatap kearah mereka di ikuti Green.
" Persiapkan diri kalian ladies " ujarnya lagi.
" Bahkan dua puluh kali lipat jika memang benar-benar ada cidera di antara kalian " kata Daniel menyambung sebelum sempat Nathan menjawabnya.
" Kau lihat istrimu sudah melepas sepatunya , ingatlah brother menghadirkan perempuan bukanlah rencanaku jadi terima resikonya " kata Alfin dengan tawa yang semakin keras dan tidak sabar melihat pertunjukan yang sebentar lagi akan terjadi.
Pandangan Alfin dan Mike tidak lagi fokus pada wanitanya yang masih berada di atas lantai dansa , fokus mereka sudah teralihkan oleh dua wanita yang kini tengah berjalan kearah mereka dengan wajah yang di penuhi kemarahan ," ntah mengapa aku seperti merasa akan di hampiri oleh malaikat maut " ujar Mike begitu polos dan berhasil membuat Alfin tertawa semakin keras , berbeda dengan Daniel dan Nathan yang kini terlihat sedikit panik hingga membuat mereka harus menarik nafas begitu dalam.
Prang " suara hempasan botol yang terjatuh di lantai karena hantaman sepasang sepatu yang melayang dari tangan Elin , dengan terkejut Daniel kembali menarik nafasnya ia benar-benar tidak menyangka jika wanitanya akan bertingkah seberani ini , sedangkan Green berlari kearah Nathan dan langsung menarik rambut perempuan yang duduk begitu dekat dengan suaminya , " berapa kau di bayar oleh suamiku huh " teriaknya tanpa ampun dan tidak peduli dengan perempuan itu yang sudah meringis kesakitan , " sayang lepaskan tanganmu dia tidak salah " ucap Nathan mencoba untuk menenangkan emosi istrinya yang benar-benar di luar perkiraannya , " jadi kau membelanya huh" .
" Bukan begitu dia sungguh dia tidak tahu apa-apa sayang , akulah yang meminta mereka untuk berada disini "
" Oh jadi kau dengan sengaja menghadirkan perempuan-perempuan ini untuk menemani kalian , bagus kau Nathan kau benar-benar akan mati di tanganku malam ini " ujar Green dengan emosi yang semakin memuncak dengan tangan yang akhirnya melepas erat rambut yang berada di tangannya , " pergi atau sepatuku ini akan menghantam kepala kalian semua " teriaknya pada ke empat wanita yang masih duduk dengan wajah yang sedikit memucat dan mereka tidak ingin mengambil resiko untuk tetap berada disana.
" Sayang aku bisa jelaskan " ucap Daniel pada Elin yang kini menatapnya dengan penuh kemarahan , " apa yang ingin kau jelaskan huh "
" Aku sudah melihat semuanya dengan kau berada disini bersama wanita-wanita lain , lalu apa yang ingin kau jelaskan Daniel Remkez " teriak Elin tanpa peduli jika mereka akan menjadi santapan dari tatapan para pengunjung Bar milik Ken , " kau benar-benar membuat aku marah Daniel " tambahnya dengan begitu geram .
__ADS_1
" Kau juga telah membuat aku marah Elin " balas Daniel yang kini tidak mau kalah.
" Apa , apa yang telah aku perbuat hingga membuat kau marah padaku huh "
" Oh apa harus aku perjelas kesalahanmu hemm , apa apartemenmu sudah pindah kemari huh "
Kemarahan Elin tiba-tiba seperti memudar saat laki-laki di hadapannya kini telah mengungkit kesalahannya , " ya tapi..." ucapnya begitu gugup dan bingung mencari alasan untuk perlawanannya kali ini , " kami memang salah tapi setidaknya kami tidak membawa pria lain di antara kami " sambung Green dan Elin dengan cepat mengangguk " ya Green benar , disini masalahnya adalah kalian bersama wanita lain" ucapnya dengan begitu tegas namun tersenyum dalam batinnya karena memiliki senjata untuk memojokkan Daniel.
" Kami sungguh tidak melakukan apapun dan mereka hanya duduk disini "
" Belum bukan tidak Daniel , tidak ada yang menjamin saat kalian mabuk dan kalian tidak akan menyentuh mereka "
" Kami memang tidak akan mabuk ,kami kemari hanya untuk melihat kalian yang sudah bersenang-senang telah membohongi kami "
" Kami tidak bersenang-senang , kami datang kemari untuk mencari Meili "
" Ya ya alasan yang tepat sayang , mencari Meili apa dengan harus bergoyang di hadapan semua orang huh ".
Mata Green dan Elin saling bertatapan berusaha mencari ide untuk pembelaan mereka saat ini , " ada apa ini ? " tanya Amel dan Hannah bersamaan , mereka begitu terkejut saat menemukan laki-laki mereka kini sudah berada disana , " apa sudah puas bergoyang sayang ? " tanya Alfin begitu santai dan justru membuat Amel kelagapan, berbeda dengan Mike yang tak lagi banyak bicara namun langsung bangun dari duduknya lalu menarik tangan Hannah dan membawa wanita itu pergi dari sana.
" Mel tadi mereka disini bersama para wanita " timpal Green membuat Amel yang semula diam tak berkutik kini membesarkan kedua matanya , " wanita lain Green ? ".
" Ya Amel , kau lihat botol-botol itu berserakan karena Elin mengamuk "
" Dimana sekarang wanita-wanita itu ? "
" Aku sudah mengusirnya "
" Beraninya kau Alfin " teriak Amel dengan bola mata yang hampir keluar dari tempatnya , lalu berjalan begitu cepat ke arah suaminya bersama jari-jari yang sudah mengepal begitu erat , " kau akan mati di tanganku malam ini " ucapnya sambil melayangkan tinjuan tanpa henti pada lengan Alfin.
" Sayang berhenti , ini semua rencana Nathan " teriak Alfin di tengah kesakitannya , " kenapa aku bukankan datang kemari adalah rencanamu " balas Nathan membela diri.
" Ya itu rencanaku , tapi menghadirkan wanita-wanita itu adalah rencanamu Jo "
" Kau memang saudara yang tidak setia Alfin " kesal Nathan sebelum akhirnya tangan Green kini menyerang lengannya tanpa henti seperti yang di lakukan Amel pada Alfin.
__ADS_1
Berbeda dengan Daniel dan Elin yang kini hanya saling bertatapan tajam dengan penuh kemarahan ,namun tidak bisa menyerang karena tidak ada pembelaan dan pembenaran atas kesalahan masing-masing.