
" Anda hebat nona " ucap Maria , sambil melirik pada boss yang sudah terdiam mematung dengan wajah yang sulit di tebak , " tinggalkan kami " pinta Elin dan semua orang mengerti dengan langsung beranjak dari ruang kerja pemilik perusahaan itu.
~
Elin kembali beranjak menuju soffa , lalu duduk dengan tenang sambil membuka kotak makanan yang tadi ia bawa , " ayo makan " ajaknya pada laki-laki yang masih terdiam.
" Hei , ayo "
" Aku sudah tidak punya selera " jawab Daniel begitu ketus , Elin kembali beranjak dan berjalan mendekat pada laki-laki itu , " benarkah ? " tanyanya begitu manja , lalu bergerak mengarahkan telinganya pada bagian perut Daniel.
" Apa yang kau lakukan ? " tanya Daniel tersentak, namun tidak di hiraukan olehnya.
" Apa kau tidak kasihan pada cacing-cacing di perutmu , mereka terdengar meronta-ronta di dalam sana " ujarnya dan kembali berdiri tegak menghadap wajah laki-laki yang sedang menatap kearah jendela.
" Apa kau sedang mengabaikan aku ? " tanyanya lagi , sambil ikut bergerak untuk menghadang pandangan Daniel yang seperti enggan melihat kearahnya , laki-laki itu menunduk , " aku benar-benar tidak lapar " jelasnya.
" Kau berbohong " ucap Elin , lalu menarik paksa tangan kekasihnya itu menuju soffa dimana ia meletakkan semua makanan yang mereka buat bersama tadi pagi , ya walau ia hanya membantu lewat doa , karena hanya Daniel yang mengerjakan semuanya dan dia hanya menjadi penonton setia.
" Duduk dan jangan membantah " perintahnya begitu serius , membuat wajah Daniel menatapnya tanpa berkedip.
" Buka mulutmu " pintanya lagi , membuat laki-laki itu hanya bisa diam dan menuruti semua perintahnya.
" Kau juga makan " ucap Daniel yang mulai bersuara , " tentu , aku juga sangat lapar " sahutnya , dan langsung menyendokkan makanan kemulutnya sendiri , melihat itu tanpa sadar bibir Daniel langsung melengkung , " kau bisa begitu bijak seperti perempuan dewasa dan bisa menjadi anak kecil ketika sedang makan " ujarnya dengan terus tersenyum ,lalu mengambil sisa makanan yang berada di ujung bibir kekasihnya dan memasukkan ke dalam mulutnya sendri dan itu membuat mata Elin seketika membesar , " kenapa kau begitu jorok Daniel , buang , dan cepat muntahkan "
" Apa yang di muntahkan ? "
" Sisa makanan yang baru saja kau masukan kedalam mulutmu "
" Memangnya kenapa ? "
" Jorok , itu bekas mulutku "
" Ya , memangnya kenapa ? , bukankah kita sudah sering bertukar air liur " ucapnya begitu santai , berbeda dengan Elin yang terlihat begitu malu bersama wajah yang sudah merona , " kenapa kau begitu mesum " gerutunya.
" Mesum " ulang Daniel dengan sedikit meninggikan nada bicaranya.
" Aku berbicara fakta , bukankah setiap berciuman kita saling menelan ludah masing-masing "
" Daniel hentikan " teriak Elin.
" Tidak , kau harus menjelaskan dulu dimana kesalahanku " .
" Tidak-tidak , kau memang benar " sahutnya mengalah.
" Apa yang benar ? " tanya Daniel yang sengaja ingin menggoda kekasihnya , karena begitu gemas melihat wajah merona dari perempuan itu.
" Ya benar kita saling bertukar..." ucapnya ragu.
" Bertukar apa ? " .
" Daniel cukup "
__ADS_1
Klek " pintu ruangan tiba-tiba terbuka , membuat dua manusia itu langsung melihat ke asal suara , " maafkan saya telah menganggu , tapi ada hal mendesak yang harus saya sampaikan kepada tuan " ucap Reza dari balik pintu yang terbuka.
" Ya , masuklah Reza " pinta Elin dan Daniel ikut beranjak dari tempatnya.
" Tunggu sayang, kemari sebentar " pintanya pada Daniel , membuat laki-laki itu kembali memutar tubuhnya dengan sedikit bingung , dan Elin segera mengambil beberapa tissue yang tersimpan di atas meja , dan membawanya mendekat pada Daniel , " lain kali setelah makan , kau harus memastikan kalau mulutmu sudah bersih dari sisa makanan " ujarnya begitu lembut , sambil membersihkan bibir seksi milik kekasihnya itu dengan tissue yang ia bawa.
" Ceh " desis Daniel tersipu , laku melayangkan kecupan pada bibir perempuan itu.
" Kau gila Daniel " ucapnya terkejut , di tambah rasa malu karena kehadiran Reza di antara mereka.
" Terimakasih sayang " ucap Daniel tanpa rasa bersalah dan kembali berjalan menuju meja kerjanya dengan Reza yang sudah menunggu.
Elin hanya bisa menggelengkan kepala dan menghela nafas karena ulah Daniel yang begitu tidak tahu aturan , dan kembali mendekat ke arah soffa untuk membersihkan bekas makan siang mereka , namun telinganya tetap berusaha menyimak apa yang sedang di bicarakan oleh Daniel dan asistennya.
" Kenapa bisa terjadi perubahan jadwal seperti ini ? " ucap Daniel yang terdengar ingin marah , namun tetap berusaha untuk ia tahan , " saya juga tidak tahu pasti apa penyebabnya tuan , yang saya tahu mereka sudah memajukan waktu fashion show itu dengan begitu awal "
" Bagaimana ini Reza ?, tidak mungkin di waktu yang begitu singkat seperti ini kita bisa kembali meyakin semua perancang "
" Bagaimana dengan Laurent , apa dia sudah menerima hasil desain semua karyawan " tambahnya dengan begitu panik , dan Reza menghela nafasnya begitu dalam sebelum menjawab pertanyaan laki-laki di hadapannnya , " dia baru saja memberi tugas itu beberapa hari yang lalu tuan , jadi mana mungkin tugas itu sudah selesai " jelasnya dengan begitu tenang.
Daniel mengerang bersama pikirannya yang begitu kacau , " tidak ada lagi harapan untuk membuat perusahaan ini kembali stabil dengan cepat " ujarnya begitu prutasi.
" ini di luar dugaan kita semua tuan "
Elin yang dari tadi menyimak, akhirnya ikut mendekat bersama perasaan yang ikut hancur melihat wajah putus asa dari orang yang ia cintai , " percayalah semua akan baik-baik saja " ucapnya dengan langsung merengkuh tubuh gagah Daniel , ia melupakan rasa malunya di hadapan Reza demi membuat laki-laki itu lebih tenang.
" itu mustahil sayang , kau lihat tidak ada lagi harapan untuk membuat semua klien kita percaya " ucap Daniel begitu lemah , " Reza boleh aku minta semua file hasil desain semua perancang yang pernah bekerja sama dengan kita ? "
" Dan..emm , apa konsep utama dalam acara tahun ini " tambahnya.
" Floral dan Summer " jelas Reza , dengan raut wajah yang begitu bingung.
Elin menarik nafas , namun dengan raut wajah yang tetap tenang , " bisakah kau pilihkan beberapa karyawan terbaik di bagian desain untuk membantuku ? " tanyanya lagi , membuat Daniel dan Reza menatap penuh tanya padanya.
" Aku tidak tahu seperti apa hasilnya , tapi kita tidak boleh putus asa , produk kita harus tetap ada di sana " ucapnya memberanikan diri dengan bibir yang bergetar .
" maksudmu sayang ? , tolong jelaskan dengan benar "
" emmm.. aku akan membuat desain pakaian dengan cepat "
" Tolong beri kepercayaan padaku , sungguh aku akan berusaha " katanya meyakinkan , padahal tanpa memohon pun laki-laki itu tidak mungkin akan menolaknya walau mungkin hasilnya masih belum bisa di pastikan.
" Kau yakin sayang , waktunya begitu singkat " ucap Daniel.
" Memang singkat , tapi kita masih mempunyai waktu walau hanya sedikit "
" Baiklah "
" Kau setuju ? "
" Tentu , bahkan seharusnya aku berterimakasih " ucap Daniel , membuat bibir perempuan itu melengkung dengan sempurna , " terimakasih , terimakasih telah percaya " ucapnya dan kembali merengkuh tubuh gagah itu dengan butiran kristal yang siap tumpah dari matanya.
__ADS_1
" Aku yang harusnya mengatakan itu sayang , terimakasih untuk semangatnya dan kau benar-benar seperti mukjizat untukku " ucap Daniel penuh haru dan merengkuh tubuh kekasihnya itu lebih erat.
" Reza siapkan semuanya , beberapa karyawan yang akan membantu nona muda nanti dan para penjahit terbaik kita "
" Baik tuan , dan terimakasih nona , aku benar-benar mengagumimu " ucap Reza yang begitu bangga pada kekasih tuannya , " kau berlebihan Reza , aku belum menghasilkan apapun " tukas Elin tersenyum.
" Tapi semangat anda luar biasa nona , di saat kami semua putus asa tiba-tiba saja anda memberi solusi yang luar biasa "
" Reza cukup , kau membuatku menjadi takut " ujar Elin.
" Kau pasti bisa " ucap Daniel memberi semangat.
" Apapun hasilnya , yang terpenting kita ada di sana seperti apa yang kau katakan tadi " tambahnya memberi keyakinan , " tapi bagaimana jika hasilnya mengecewakan " ujar Elin.
" Yang terpenting kita sudah mencoba sayang, dan aku percaya padamu " ucap Daniel , membuat bibir Elin kembali sedikit melengkung.
" Kalau begitu saya harus menyiapkan semuanya " ujar Reza yang mulai siap beranjak dari ruangan yang terasa mulai romantis oleh sepasang manusia yang saling menguatkan , " terimakasih Reza " ucap Elin di sela pelukannya bersama Daniel.
" Seharusnya saya yang berterimakasih nona , berkat anda perusahaan ini kembali mempunyai harapan "
" Kau memang selalu berlebihan , emm .. tapi boleh aku minta kau merahasiakan rencana ini dari semua orang "
" Kenapa ? " tanya Daniel cepat.
" Aku akan sangat malu jika berita ini tersebar dan ternyata hasilnya mengecewakan " .
" Tapi aku yakin tidak akan mengecewakan "ujar Daniel.
" itu hanya keyakinanmu " ucap Elin tertawa.
" Jadi Reza tolong rahasiakan ini "
" Baik nona "
" emmm..boleh saya memberi pendapat tentang permintaan anda yang meminta karyawan terbaik di bagian desain ? "
" Tentu Reza "
" Emm..selama ini yang saya tahu , nona Sharen cukup handal di bagian ini dan dia orang yang paling berperan di setiap event produk kita "
" jadi mungkin dia akan sangat membantu anda nanti , tapi itu jika anda setuju nona " tambahnya , dan Elin terlihat berpikir sejenak.
" Baiklah , aku setuju " ucap Elin langsung.
" Kau serius sayang ? "
" Tentu , bukankah aku sudah bilang kalau dia harus bekerja keras setelah kau memberi kesempatan padanya "
" tapi aku belum memberikan kesempatan "
" Kalau begitu sekarang kau harus memberi kesempatan padanya , karena seperti yang kau dengar dia satu-satunya orang yang akan membantu kekasihmu nanti "
__ADS_1
" Kau terdengar sangat licik sayang " ujar Daniel , membuat Elin tertawa , " itu bukan licik tapi cerdik sayang " bantahnya dengan ikut tertawa.