Merlinda ( Memulai Kembali)

Merlinda ( Memulai Kembali)
Ternyata Aku Masih Manusia


__ADS_3

" Hannah " panggil Vale , dan semua orang mengalihkan tatapannya ke arah pintu ruangan tempat dimana Hannah di introgasi lebih dari 8jam.


" Apa yang terjadi ? " tanya Elin yang tidak tersampaikan karena pertanyaan itu lebih dulu keluar dari mulut Daniel yang berjalan begitu cepat menghampiri Hannah , " Caren menuntutku atas pelanggaran kontrak kerja " jawab Hannah lemah dengan raut wajah yang begitu kacau.


" Lalu bagaimana selanjutnya ? " tanya Meili mendekat.


" Ntahlah , tapi dia ingin masalah ini berlanjut dalam meja sidang "


" Bagaimana ini , apa yang harus aku lakukan " ucap Hannah yang sudah menangis dengan penuh ketakutan.


" Tenanglah kau akan baik baik saja dan aku akan melakukan apa saja untuk membantumu " ucap Daniel dengan memeluk tubuh Hannah.


Deg


Jantung Elin seperti meninggalkan tempatnya secara tiba tiba , matanya tak berkedip menatap sesuatu yang menenangkan , namun menjadi menyakitkan untuknya.


" Ya Daniel benar Hannah , kau tak perlu takut kami akan melakukan apa saja untukmu " timpal Meili yang mengusap lembut lengan Hannah yang terus menangis.


" Kau harus tenang , semua pasti akan baik baik saja " ucap Daniel mengusap punggung mantan kekasihnya itu , berusaha untuk memberi ketenangan, ia sangat tahu tidak ada yang bisa di harapkan olehnya tidak ada keluarga yang akan peduli dengannya dan ia juga sangat tahu kalau hati perempuan itu begitu rapuh.


" Vale " panggil Hannah pelan setelah melepas pelukannya bersama Daniel , " Tenanglah , kau lihat kami ada disini dan akan melakukan apapun untukmu " ucap Vale saat tubuh Hannah beralih memeluknya " kau tidak sendiri Hannah , kita akan melewati ini bersama- sama " lanjutnya memberi ketenangan.


" Jangan lagi menangis , aku sungguh tidak bisa melihatmu seperti ini " ucap Vale yang ikut menangis dan memperat pelukannya.


" Dimana Mike ? " tanya Hannah dengan air mata yang berusaha ia hentikan , " Mike , dia pergi sebentar , mungkin ada sesuatu yang harus ia lakukan , tapi kau tidak perlu khawatir dia pasti akan kembali " kata Meili menjelaskan , " lalu dimana Elin ? " tanya Hannah lagi , saat matanya tidak lagi menemukan perempuan itu , padahal saat dia keluar senyum teduh Elin-lah yang pertama kali ia lihat.


Semua mata membalikkan arah pandangannya dan Hannah benar , tidak ada lagi Elin disana , Daniel terlihat kembali sibuk dengan benda pipihnya , " Shiitt " umpatnya saat mendengar suara operator yang memberitahukan kalau nomor yang sedang ia hubungi berada di luar jangkauan , atau tepatnya sudah tidak aktif.


" Ada apa ? " tanya Meili yang menjadi ikut panik saat melihat raut wajah Daniel, " nomor Elin tiba tiba tidak aktif " jelas Daniel.


" Tenanglah , mungkin dia sedang berada di toilet "


" Tunggulah disini aku akan mencarinya " sambung Meili yang langsung beranjak menuju tempat dimana ia berpikir kalau Elin sedang berada disana.

__ADS_1


****


" Elin " panggil Mike , laki laki itu baru saja tiba dengan membawa begitu banyak barang.


" Oh kau Mike " jawab Elin tersenyum namun bukan senyuman yang ia perlihatkan seperti biasanya , " apa kau mau pergi ? " tanya Mike dengan dahi yang sedikit berkerut karena menatap wajah sendu perempuan itu.


" Emm iya , ada sesuatu yang harus aku kerjakan tapi aku akan kembali lagi nanti " jelasnya.


" Maaf aku harus pergi Mike " lanjutnya lagi dengan begitu tergesa-gesa , " apa kau mau aku mengantarmu ? "


" Tidak Mike , cepatlah masuk Hannah juga membutuhkanmu "


" Lalu kau ? "


" Aku akan kembali lagi nanti " jawabnya ,lalu kembali melanjutkan langkahnya tanpa kembali berbicara , membiarkan Mike menatapnya dengan penuh kebingungan.


~


" Dia tidak ada di toilet " ucap Meili dengan bibir bergetar , ia begitu takut apa yang menjadi ketakutannya terjadi ,karena ia hampir lupa kalau seorang Elin juga manusia yang mempunyai hati dan perasaan ,dan hati perempuan manapun akan terluka saat melihat kekasihnya memeluk tubuh orang yang pernah di cintai walau itu hanya sekedar memberi ketenangan.


" Tenanglah Daniel , mungkin dia masih berada di sekitar ini " ucap Meili , yang mencoba untuk meredahkan sedikit kepanikannya.


" Mike " panggil Hannah , dan langsung beralih memeluk tubuh lelaki itu , " tenang oke , semua akan baik baik saja " ucap Mike , " jangan lagi menangis, percayalah semua akan berlalu dan semua akan kembali baik baik lagi " lanjutnya dengan terus memberi ketenangan pada perempuan yang begitu di cintainya , " aku akan terus berada disisimu " sambungnya.


Tatapan mata Daniel tertegun saat melihat Hannah dan Mike yang saling berpelukan , " bagaimana perasaanmu ? " tanya Meili mendekat dan bicara dengan begitu pelan , " kita mencoba menenangkan satu orang tapi kita lupa ada satu hati yang akan tersakiti " lanjutnya , " cari dia Daniel , aku tahu sekarang hatinya sedang terluka " ucap Meili dengan penuh penyesalan.


" Kenapa Elin pergi ? " tanya Mike tiba tiba membuat Daniel menghentikan langkahnya saat ingin pergi mencari perempuan itu , " kau bertemu dengannya ? " tanya Hannah yang kemudian melepas pelukannya dan semua orang menjadi menatap begitu serius pada Mike , " apa yang terjadi ? " tanyanya bingung.


" Katakan dimana kau melihatnya ? " tanya Daniel yang tidak bisa menunggu.


" Di depan pintu utama dan dia seperti tergesa-gesa , apa yang terjadi " tanyanya yang semakin tidak mengerti dengan keadaan yang terasa dingin , " dia pasti sudah salah paham padaku " ucap Hannah dan Daniel sudah terlihat berlari menuju pintu keluar.


" Elin , aku mohon aktifkan teleponmu " ucap panik Meili dengan handphone yang terus mengarah pada telinganya.

__ADS_1


" Apa yang sebenarnya sedang terjadi ? " tanya Mike yang membutuhkan penjelasan , " Daniel mencoba menenangkan aku dan aku lupa kalau itu akan melukai hati Elin , mungkin dia salah paham tentang itu " kata Hannah menjelaskan , " tentu dia pasti akan terluka " sahut Mike.


" Tapi sungguh ini hanya perhatian seorang teman kepada temannya "


" itu hanya terlihat jika kalian berdua bukanlah dua orang yang pernah saling mencintai " sahut Mike , membuat Hannah benar benar terdiam , " Maafkan aku Elin , aku sungguh tidak bermaksud membuat kau terluka " gumam Hannah dengan penuh penyesalan.


" Nona Hannah " panggil seseorang dari balik pintu dengan seragam tugasnya.


" Mohon untuk kembali sebentar , ada sesuatu yang harus anda tanda tangani "


" Bisa saya menemaninya ? " tanya Mike dan laki-laki itu menganggukkan kepalanya.


" Tenanglah , semua akan baik baik saja ucap Vale memberi semangat , begitu pun Meili yang kemudian kembali sibuk dengan benda pipih miliknya.


****


Elin duduk terdiam di dalam sebuah taksi yang membawa tubuhnya , matanya tak beralih dari tatapan luar kaca jendela mobil yang sedikit berembun oleh hawa angin dingin menuju malam.


Semua orang yang kini melihatnya akan langsung mengerti kalau perempuan itu sedang tidak baik baik saja , memang tidak ada air mata yang menetes , namun helaan nafas beratnya mampu menjelaskan hatinya yang hancur.


" Maaf nona , bolehkah saya berhenti sebentar di ujung jalan itu " ucap pak sopir yang umurnya jika di perkirakan mungkin sudah memasuki usia 60tahun , " silahkan pak " ucap Elin tersenyum.


" Mungkin sedikit lama nona , saya harus menebus obat untuk istri saya , karena saya takut jika menundanya lagi tokoh obat ini sudah tutup "


" Tidak apa apa pak , saya akan menunggu "


" Jika anda bosan , anda bisa pergi ke taman itu Nona " ucap pak sopir sambil menunjuk ke arah taman di sisi jalan dengan penerangan yang sederhana yang tidak semegah lampu taman di tengah kota , Elin menganggukkan kepalanya dengan mata yang menatap ke arah taman " jika sudah selesai saya akan mencari anda disana " ucap pak sopir sebelum meninggalkan Elin dan masuk kedalam tokoh obat.


Elin mengadahkan wajahnya ke arah langit dan membiarkan angin malam menusuk tubuhnya yang mulai terasa dingin.


test " cairan cristal tanpa pamit jatuh dari sela mata yang terpejam , " ternyata aku masih manusia " ucapnya tersenyum namun dengan air mata yang tidak berhenti menetes.


jangan lupa vote , like dan coment🤗

__ADS_1


dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚


__ADS_2