Merlinda ( Memulai Kembali)

Merlinda ( Memulai Kembali)
Di antara Cinta Segitiga


__ADS_3

" Ayo " ajak Daniel menarik tangan Elin untuk masuk ke dalam mobilnya , " bagaimana dengan mobilku , emm..maksudku mobil yang kamu berikan " katanya menghentikan.


" Mobilmu , apapun yang aku berikan itu sudah menjadi hakmu dan milikmu , jadi jangan pernah untuk merasa sungkan untuk mengatakan kalau itu milikmu " ucap Daniel menatap Elin , " Baiklah , bagaimana mobilku " katanya memperjelas.


" Biar orangku yang mengurusnya " kata Daniel begitu enteng dan kembali menarik tangan Elin tanpa membuat perempuan itu kembali membantah.


" Bukannya hari ini kau sibuk ? " tanya Elin ketika mobil yang membawa mereka sudah melaju di jalanan kota New York , Daniel mengangguk dan membalasnya dengan tersenyum lalu kembali menatap ke arah jalan , jantung Elin kembali berdegub pesona laki laki itu memang tidak bisa di ragukan hanya dengan melihatnya tersenyum namun mampu membuat pipih putihnya kembali merona.


" Lalu ? "


" Karena aku sangat merindukanmu , maka aku berusaha menyelesaikannya lebih cepat " jawab Daniel begitu serius dengan menatap ke arah Elin.


" Berhenti mengodaku Daniel , jantungku akan benar benar jebol dari tempatnya kalau kau terus membuatnya berpacu sangat cepat " kata Elin mendengus kesal namun membuat Daniel tersenyum.


" Kau selalu menggemaskan " ucap Daniel sambil mengacak gemas rambut Elin,


" hentikan , kau mengacaukannya " teriak Elin menarik tangan Daniel dari rambutnya , namun tangan besar itu tak menyerah ia semakin bersemangat untuk mengacak rambut itu karena wajah Elin yang terlihat semakin menggemaskan ketika sedang marah.


" Daniel hentikan , aku sudah susah paya mengaturnya dan kau malah mengacaukannya " gerutu Elin begitu kesal , sambil berusaha untuk kembali mengatur rambutnya , " kenapa di rapikan lagi ? , aku lebih suka melihatnya seperti tadi " ucap Daniel membuat Elin melemparkan tatapan tajam ke arahnya , " kau suka melihatku terlihat jelek seperti ini ? " kata Elin dengan membesarkan matanya menatap cermin kecil yang baru saja ia ambil dari dalam tasnya.


" Kau tidak pernah terlihat jelek di mataku " ujar Daniel membuat Elin menghentikan kegiatan bercerminnya.


" Ceh menggelikan , aku sudah bilang berhenti menggodaku Daniel " kata Elin kesal namun bibirnya tersenyum.


Cup " Daniel menarik tangan Elin dan mengecupnya.


" Aku tidak suka orang lain melihat kecantikanmu " katanya begitu serius.


" Jangan egois sayang , aku bersolek bukan untuk menggoda pria lain namun untuk menjaga harga dirimu "


" Harga diriku ? " kata Daniel mengulang dan Elin mengangguk dengan pasti , " Ya , supaya kau tidak malu membawaku dan aku bisa mengimbangi ke tampananmu dan yang paling penting perempuan lain tidak akan menghinaku karena kita teelihat cocok, kau tampan dan aku cantik " kata Elin menjelaskan dengan begitu percaya diri membuat Daniel tertawa tanpa bisa tertahan , " tidak akan ada yang berani melakukan itu pada kekasih Daniel " ucapnya dengan terus tertawa.


" Kau bicara seolah kau penguasa negara ini "


" Hampir " sahut Daniel namun Elin tidak lagi peduli.


" Emm.. kenapa kau mengirim Jordan dan Emily ke apartemenku ? " tanyanya lagi namun Daniel terlihat mengerutkan dahinya mendengar dua nama yang di sebut oleh Elin.


" Pelayan " kata Elin memperjelas , membuat laki laki itu akhirnya mengerti , karena akan sangat wajar ketika seorang Daniel Remkez tidak mengingat nama pelayan , karena sudah begitu banyak manusia yang ia pekerjakan.


" Untuk apalagi kalau bukan membantumu "


" Tapi aku tidak membutuhkannya , aku masih bisa membersihkannya sendiri "


" Emmm.. ya aku tahu , aku hanya tidak ingin kau kelelahan , jadi kau hanya mengerjakan tugas kuliahmu dan memberi kabar padaku " jelas Daniel , " hanya karena itu ? " tanya Elin yang merasa tidak masuk akal dan Daniel mengangguk dengan pasti.


" Kau sangat berlebihan " katanya lagi.


" aku sudah bilang tidak ada kata berlebihan untuk orang yang di cintai " ucap Daniel tersenyum.


" Aku sangat lapar " sambungnya , membuat Elin kembali menatap ke arahnya dengan cemas " Apa kau belum makan ? " tanyanya cepat dan Daniel menganggukkan kepalanya.


" Kenapa begitu bodoh , bagaimana kalau kau sakit "


" Aku tidak akan sakit hanya karena tidak makan siang , tapi aku akan sakit kalau harus menahan rindu padamu lebih lama "


" Daniel " panggil Elin kesal dengan membesarkan kedua matanya , " sekarang kita mampir di restoran " ajaknya lagi.

__ADS_1


" Aku tidak lapar sayang , sungguh "


" Itu tidak mungkin , jangan membuatku marah Daniel , sekarang cari restoran yang bisa mengisi perutmu lebih cepat " kata Elin tanpa ingin di bantah namun Daniel terlihat Diam , ia tidak mungkin mengatakan kalau ia tidak bisa makan di tempat yang memiliki banyak pengunjung kecuali tempat itu sudah di reservasi untuknya terlebih dahulu.


" Aku ingin makanan buatanmu " ucap Daniel tiba tiba membuat Elin kembali melihat kearahnya , " jangan bercanda sayang , aku tidak bisa membuat apapun "


" Kalau begitu kita membuatnya berdua "


" Oke baiklah " jawab Elin menyetujui , " Apartemenku apa apartemenmu ? " tanya Daniel.


" Apartemenku " jawab Elin cepat.


" Sepertinya kau sangat takut aku akan menahanmu "


" itu salah satunya " jawab Elin tertawa , di ikuti Daniel.


" Apa kita harus belanja terlebih dahulu ? "


" Tidak , aku mempunyai banyak persediaan makanan di lemari pendinginku "


" Bagus sayang , kau membuatnya semakin mudah " ucap Daniel dan melajukan lebih cepat mobilnya menuju apartemen kekasihnya.


****


" Bagaimana ini ? " ucap Hannah begitu panik , ia bingung apa yang harus ia lakukan pada tubuh Mike yang tergeletak di lantai.


Segera ia mencari benda pipih miliknya dan mencari kontak telepon Meili yang ia pikir orang yang sangat tepat untuk membantunya , dan sudah berapa kali suara sambungan telepon itu terdengar namun tidak kunjung ada jawabannya , membuatnya harus kembali mengulang panggilan itu , namun tetap tidak ada jawaban.


" Elin " ucapnya ketika tersadar kalau perempuan itu bisa di harapkan untuk membantunya , setelah kembali menelepon nomor Elin namun ia kembali kecewa karena nomor perempuan itu juga ikut tidak bisa di hubungi.


" Apa aku menghampirinya saja " gumamnya lagi.


" tidak ada pilihan lain " katanya lagi dengan langsung bergegas menuju pintu apartemen dan ia sempatkan terlebih dahulu untuk memeriksa pasword pintu apartemen itu lewat tombol yang terletak di sisi pintu untuk mempermudahnya nanti saat kembali nanti.


Matanya membesar saat melihat tanggal lahirnya sebagai pasword yang di buat oleh Mike untuk pintu apartemennya , namun ia mengabaikan keterkejutannya lalu kembali melanjutkan langkahnya untuk menuju apartemen Elin.


Ting " pintu apartemen yang membawa Hannah baru saja terbuka dan ia segera keluar karena sekarang ia sudah berada di lantai apartemen Elin.


sudah berapa kali ia menekan tombol pintu apartemen temannya itu namun tidak kunjung terbuka dan tidak ada tanda tanda kalau penghuninya sedang berada di dalam ,


" bagaimana ini ? " gumamnya semakin bingung , dan yang membuatnya kesal ia meninggalkan handphonenya di dalam apartemen Mike dan ia harus kembali kedalam apartemen itu untuk mencari kontak orang yang bisa membantunya.


" Hannah " panggil seseorang dari balik pintu lift yang terbuka.


" oh syukurlah kau pulang " ucap Hannah menghela nafas legah , " Ada apa Hannah , kenapa kau terlihat begitu panik ? " tanya Elin khawatir.


" Tolong bantu aku .. " kata Hannah menggantung saat matanya menemukan Daniel yang sedang berdiri di samping Elin ,


" ada apa Hannah ? " tanya Elin semakin khawatir , " emm.. Mike sedang pingsan di dalam apartemennya " jelasnya gugup tanpa berani menegakkan pandangannya.


" Astaga kenapa kau baru mengatakannya , ayo cepat kita harus membawanya kerumah sakit " ajak Elin menjadi panik dengan menarik tangan Hannah menuju pintu lift.


" Daniel ayo " ajaknya lagi pada laki laki yang masih berdiri di lorong tanpa bergerak.


" Daniel " ulangnya , dan akhirnya laki laki itu ikut masuk ke dalam lift dengan raut wajah yang tidak bisa di tebak.


~

__ADS_1


Mike masih terbaring seperti tadi ketika Hannah kembali ke dalam apartemennya bersama Elin dan Daniel , " astaga Mike " ucap Elin terkejut dan segera menghampiri tubuh tidak sadarkan diri Mike.


" Apa yang terjadi Hannah ? " tanyanya lagi.


" Aku tidak tahu , ketika aku mau pulang tiba tiba dia terjatuh dan tidak sadarkan diri seperti ini dan kondisinya memang sedang sakit , tapi tadi sebelum aku mau pergi dia sudah terlihat lebih baik " jelas Hannah begitu takut , " kita harus membawanya segera kerumah sakit " ajak Elin.


" Sayang bantu membawa tubuh Mike ke dalam mobil , atau panggilkan ambulance kemari " kata Elin kepada Daniel yang terlihat sedang sibuk dengan benda pipihnya , " tetapi kalau memanggil ambulance kita harus menunggu dan Mike sudah tidak sadarkan diri sejak tadi " kata Hannah menahan panik.


" Kalau begitu kita harus membawanya kerumah sakit "


" Sayang apa yang sedang kau lakukan ? , kita harus segere membawa Mike kerumah sakit " teriak Elin yang menjadi kesal karena Daniel terlihat tidak peduli , " sayang " ulangnya.


" Tenanglah , aku sedang meminta Dokter untuk lebih cepat datang kemari " kata Daniel tanpa melihat ke arah Elin dan tetap sibuk dengan benda pipihnya , " apa kau serius ? " tanya Elin yang sedikit ragu.


" Dia tidak mungkin bercanda Elin " sambung Hannah yang sangat mengerti siapa Daniel ,


" kalau begitu bantu membawa tubuh Mike ke tempat tidurnya " kata Elin lagi dan tanpa bicara Daniel segera mendekat dan mengangkat dengan susah payah tubuh saudaranya itu menuju ruangan yang di tunjukkan oleh Hannah.


Tidak lama dokter pun datang , dan segera memeriksa tubuh Mike , " bagaimana kondisinya dokter ? " tanya Daniel mendekat.


" Kondisi tubuhnya memang sedang drop Tuan , faktornya mungkin karena kelelahan atau bisa jadi karena terlalu banyak pikiran , dan secara bersamaan nutrisi di tubuhnya berkurang karena pola hidup yang tidak sehat atau karena sering terlambat makan "


" Tapi anda tidak perlu khawatir tidak terjadi hal yang serius pada tubuhnya dan sebentar lagi dia akan kembali sadar " jelas Dokter , membuat dua perempuan di dalam ruangan itu menjadi bernafas legah , " apa dia harus di bawa kerumah sakit dokter " tanya Elin membuat Daniel melihat ke arahnya , " tidak perlu Nona , istirahat dirumah sudah sangat baik namun harus ada yang menemaninya untuk mengontrol makan dan obatnya nanti dan saya akan kembali dua hari lagi untuk mengontrol perkembangan kesehatannya " kata dokter itu kembali menjelaskan , " baik terimakasih dokter " ucap Elin.


" Kalau begitu saya permisi dulu Tuan , jika terjadi sesuatu anda bisa menghubungi saya kembali " kata Dokter itu kepada Daniel dan Daniel mengangguk .


" Saya permisi Nona " pamitnya lagi kepada Hannah dan Elin sebelum meninggalkan apartemen Mike.


" Mike " ucap Elin terkejut saat melihat mata laki laki itu tiba tib terbuka.


" Kau sudah bangun ? " tanyanya mendekat ke arah tempat tidur , namun langkahnya terhenti karena tangan Daniel lebih dulu menghenitkannya.


" Kita pulang " ajaknya tiba tiba , " apa kau gila , tidak mungkin kita meninggalkan Mike seperti ini " ucap Elin menjadi kesal.


" Tidak apa apa Elin , ada aku di sini yang akan menjaganya " samnbung Hannah " kau dengar sayang , kekasihnya yang akan menjaganya , jadi kau tidak perlu repot repot " ucap Daniel menatap tajam ke arah Mike.


" apa yang kau katakan Daniel , aku dan Mike tidak memiliki hubungan apapun " kata Hannah membantah , " Ceh " desis Daniel dengan ujung bibir yang terangkat ,


" benarkah yang kau katakan , kalau benar tidak memiliki hubungan apapun , kenapa kau berada di sini ? " .


" Dia kemari untuk megambil barangnya yang tertinggal di mobilku saat membawanya pulang dari club Ken malam kemarin " kata Mike yang ikut menjelaskan walau harus berbohong.


" Terserahlah , aku sudah tidak percaya dengan dua manusia yang pernah berkhianat " ucap Danie dingin , namun tiba tiba terdengar suara tawa di tengah situasi yang mulai dingin , " ada apa kau tertawa Elin ? " tanya Hannah bingung , di ikuti Mike dan Daniel yang ikut menatap heran ke arahnya.


" Aaaaku..hanya baru menyaaadari kaaalau aku sedang berada di tengah cinta segitiga " jelas Elin dengan terus tertawa , " dan sangat lucu saat melihatnya langsung seperti ini " lanjutnya.


Semua orang hanya terdiam dan tanpa sadar saling melempar pandangan , " kita pulang " ajak Daniel lagi.


" Apa kau sedang cemburu karena Hannah berada di apartemen Mike ? " tanyanya dengan tertawa pada Daniel.


" apa yang kau katakan ? "


" Elin apa yang kau katakan ? " ucap Hannah secara bersamaan dengan Daniel , membuat Elin semakin tertawa karena merasa sangat lucu ketika menyadari kalau ia sedang berada di antara cinta segitiga Daniel , Hannah dan Mike.


" Hentikan ketawamu itu sangat tidak lucu " ucap Daniel yang terlihat sudah kesal dan menarik tangan Elin untuk keluar dari kamar tidur Mike.


" Bye " teriak Elin pada Mike dan Hannah yang masih tertegun .

__ADS_1


jangan lupa vote , like dan coment🤗


dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚


__ADS_2