Merlinda ( Memulai Kembali)

Merlinda ( Memulai Kembali)
Dia Lelaki Beristri


__ADS_3

****


" Tunggu disini " pinta Elin sambil menghentikan laju mobilnya di halaman parkir di sebuah swalayan ,


Daniel mengangguk , namun matanya tidak lepas menatap kearahnya yang sedang berjalan masuk ke dalam tokoh.


" Apa yang sebenarnya ia rencanakan " ujar Daniel tersenyum.


Selang beberapa menit, Elin sudah keluar dari dalam tokoh dengan membawa banyak kantong belanjaan , Daniel yang melihat segera bergerak dari dalam mobil untuk menghampiri kekasihnya yang terlihat kesusahan ," Daniel tetap di tempatmu " teriak Elin , dengan langkah sulitnya.


Namun Danile terlihat tidak peduli , ia segera mengambil alih semua kantong belanjaan dan membawanya menuju mobil , " aku sudah bilang tetap di dalam mobil " kesal Elin sambil mengikuti langkah besar laki-laki itu.


" aku tidak mungkin melihat kekasihku kesusahan " ucap Daniel begitu lembut.


" Ceh " desis Elin tersipu , lalu membantu Daniel meletakan barang belajaannya di bagasi mobil , " apa di apartemen kehabisan stock makanan ? " tanya Daniel yang masih bingung melihat begitu banyak makanan snack dan berbagai macamnya di dalam kantong , " tidak , aku bahkan baru mengisi kulkasku "


" Lalu ini ? "


" ini untuk kita hari ini " jelasnya singkat , lalu segera menutup kembali bagasi setelah menyusun semua belanjaannya dengan tepat , " jangan lagi bertanya " ucap Elin langsung saat melihat bibir Daniel kembali ingin bergerak.


" Diam dan duduk di tempatmu dengan manis , oke " tambahnya mengatur , membuat bibir seksi milik laki-laki itu kembali melengkung , " kau memang penuh kejutan " ujarnya.


" Tentu , itu yang membuat semua orang sangat nyaman berada di dekatku "


" Semua orang " ulang Daniel, dengan ujung alis yang sedikit terangkat.


" Ya , seperti keluarga , sahabat-sahabatku dan kamu " jelasnya , lalu mendekatkan tubuhnya pada Daniel , " jadi jangan salah paham " katanya pelan dengan senyum yang menggoda.


" Ceh " desis Daniel di sertai tawa kecil.


" Belum apa-apa aku sudah berhasil " ujar Elin tersenyum bangga dan itu membuat Daniel menautkan kedua alisnya.


" Berhasil " ulangnya tidak paham.


" Ya berhasil membuat kau kembali tersenyum " jelas Elin.


" Aku benar-benar membenci wajah kusutmu " tambahnya , lalu kembali berjalan menuju kursi kemudi , " ayo Daniel " teriaknya , saat melihat laki-laki itu tidak beranjak.


Dengan bibir yang terus melengkung Daniel bergerak menuju kursi penumpang , " kau sangat keren sayang " ucapnya pada Elin.


" Ya , apa kau baru menyadarinya sekarang " sahut Elin dengan wajah yang begitu angkuh , namun itu terlihat sangat menggemaskan untuk Daniel yang begitu jatuh cinta padanya.

__ADS_1


~


" Apa kita sedang menuju rockaway ? " tanya Daniel di sela mobil yang sedang melaju , sambil mengamati suasana jalan yang sedang mereka lalui , " emm.. kau benar sekali " jawab Elin , namun tetap fokus menatap ke arah jalan.


" Ceh " desisnya dengan bibir yang menyeringai dan menggelengkan kepalanya karena tidak habis pikir dengan tingkah kekasihnya yang penuh dengan kejutan dan ia beruntung memiliki perempuan itu di saat seperti ini.


~


" Syukurlah tidak begitu banyak pengunjung " ucap Elin legah bersama mesin mobil yang baru saja ia matikan ,


" Ayo " ajaknya tidak sabar dan segera membuka pintu mobilnya.


" Sayang , pakaianku tidak cocok untuk berada disini " keluh Daniel sambil berjalan menyusul kekasihnya yang sedang berada di sisi bagasi , " jangan khawatir aku sudah menyiapkannya " sahut perempuan itu dengan begitu santai.


" Sekarang bantu dulu kekasihmu membawa semua kantong-kantong ini " pintanya dan Daniel menurut dengan mengambil alih semua kantong belanjaan yang berada di dalam bagasi.


~


" ah... ini pasti akan benar-benar menyenangkan " ujar Elin begitu bahagia , sesampainya di pesisir pantai ia segera membentangkan kain pantai yang tadi ia beli di swalayan dan itu satu-satunya alas yang bisa mereka gunakan untuk menikmati deru ombak dan semilir angin , " gunakan ini " katanya lagi, sambil memberikan goddyba kepada Daniel.


Daniel menyeringai setelah melihat isi di dalam goddybag yang di berikan oleh kekasihnya , " sepertinya itu muat untukmu dan maaf itu bukan barang branded " tambahnya tanpa melihat kearah laki-laki itu , karena ia sedang sibuk menata makanan dan minuman yang akan mereka nikmati nanti , " tanpa baju ? "


" Sayang " panggilnya tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar dari mulut kekasihnya itu , " emm... " sahut Elin yang masih berkutat dengan kesibukannya , " ada apa ? " tanyanya lagi karena Daniel tidak lagi terdengar melanjutkan bicaranya.


" Tidak "


" Cepatlah ganti pakaianmu , supaya aku juga bisa segera berganti pakaian " ujar Elin , " kau juga membawa ganti pakaianmu ? "


" Tentu , tidak mungkin aku akan menggunakan blazer tebal ini di pantai "


" Ternyata kau benar-benar sudah mempersiapkannya " ucap Daniel tertawa.


" Aku selalu tidak pernah main-main , walau itu hanya sebuah rencana kecil " ucapnya Serius.


" Baiklah , tunggu sebentar " kata Daniel yang segera beranjak menuju kamar ganti yang sudah di sediakan di Rockaway Beach.


" Ceh " desis Elin begitu kesal saat melihat beberapa pengunjung menatap kekasihnya yang sedang berjalan tanpa berkedip ,


" hei nona ,dia lelaki beristri " teriaknya pada sekumpulan perempuan yang masih terus melihat ke arah Daniel , dan seketika orang-orang itu mengalihkan pandangannya dengan wajah yang memerah karena begitu malu.


" Mereka belum tahu siapa kekasih Daniel Remkez ini " ujarnya , namun sesaat bibirnya langsung melengkung saat kembali teringkat dengan tingkah bar-barnya di waktu remaja , " ah aku jadi merindukan Green dan Amel " gumamnya lagi saat wajah dua perempuan itu terlintas di pikirannya.

__ADS_1


Sambil menunggu kembalinya Daniel , Elin mengadahkan wajahnya ke arah langit dengan mata yang terpejam , cahaya matahari sore dan semilir angin benar-benar membuatnya begitu tenang , " Hei , aku sudah selesai " ucap seseorang yang membuatnya tersentak dari kenikmatannya.


" Baiklah , sekarang ka..." katanya terhenti saat melihat tubuh atletis Daniel yang terlihat begitu seksi bersama celana pantai pemberiannya , " ada apa ? , apa tidak cocok ? " tanya Daniel karena Elin menatap tidak berkedip padanya.


" Tidak , malah kau terlihat begitu seksi " ucapnya tanpa sadar dengan wajah yang melongo , membuat Daniel mengulum bibirnya menahan untuk tersenyum , " benarkah ? " tanya menggoda.


Dan Elin segera menggelengkan kepalanya setelah menyadari ucapannya sendiri , " tidak , maksudku kau cocok " katanya berkilah.


" Dan seksi " tambah Daniel , namun dengan berbisik di telinganya , membuat wajah putih itu merona seketika.


" Ayo ganti pakaianmu " katanya lagi dan Elin hanya mengangguk dan langsung beranjak , dengan perasaan yang begitu malu , " sayang kau meninggalkan pakaianmu " teriak Daniel tertawa sambil memegang goddybag yang berisikan pakaian perempuan itu.


Elin memutar langkanya dan menyambar goddybag itu dengan cepat , dan kembali berlari menuju kamar ganti.


Sudah hampir setengah jam berlalu dan perempuan itu belum kembali ,


Daniel yang sejak tadi menunggu sudah sedikit risih dengan tatapan semua perempuan yang juga sedang bersantai di sepanjang pantai yang tidak jauh dari tempatnya , " Maaf , boleh aku mengambil gambar denganmu ? " ucap perempuan yang tiba-tiba datang mengahampirinya ," maaf nona , saya laki-laki beristri " ucap Daniel berusaha untuk menolak dengan sopan.


" Aku hanya ingin berfoto , bukan ingin merebutmu " ujar perempuan itu , yang masih berusaha untuk Daniel mengabulkan keinginannya.


" Hei nona apa kau tuli ? , suamiku sudah menolakmu " ucap tiba-tiba dari arah belakang dan Daniel segera memutar tubuhnya , lalu tersenyum saat memastikan kalau suara itu berasal dari kekasihnya.


Namun tiba-tiba pandangannya tertegun pada tubuh seksi yang hanya berbalut bikini berwarna merah terang yang terlihat begitu cocok dengan warna kulit yang menggunakannya.


" Ceh , kalian begitu sombong " ucap perempuan itu yang sedikit kesal karena menerima penolakan , " apa kau bilang " ucap Elin yang mulai geram dan berjalan dengan cepat menghampiri perempuan itu.


Daniel yang mengerti dengan kondisi segera menghadang gerak kekasihnya , " nona tolong pergi , kalau anda tidak ingin terjadi apa-apa disini " pintanya dan perempuan itu segera menurut karena ikut ketakutan melihat wajah Elin yang sudah memerah dan menatap penuh emosi padanya.


" Daniel lepaskan aku , perempuan tidak tahu malu itu harus aku beri pelajaran " ucap Elin memberontak di dalam rengkuhan tubuh Daniel.


" Sayang , dia sudah pergi "


" Tidak aku masih belum terima dia menggoda calon suamiku "


" Dia harus tahu siapa kekasihmu ini " tambahnya dengan begitu kesal dan terus memberontak supaya terlepas dari rengkuhan tubuh besar itu , namun justru membuat Daniel semakin memperat pelukannya dan membuat tubuh minim pakaian itu saling bersentuhan.


" Sayang hentikan , dia sudah pergi dan aku juga tidak tertarik padanya " ujar Daniel berusaha menghentikan tingkah bar-bar dari kekasihnya , yang tiba-tiba saja kembali setelah sekian lama terpendam.


Daniel sedikit bingung saat Elin tiba-tiba saja tidak lagi memberontak , " tolong lepaskan aku Daniel " pintanya begitu lemah dengan wajah yang menunduk, membuat laki-laki itu menurunkan tatapannya dan ikut tersentak saat melihat kulit yang ternyata saling bersentuhan , " maaf " ucapnya , sambil melepas rengkuhannya dengan wajah yang ikut memerah.


" Tolong jangan bereaksi di waktu yang tidak tepat " gumamnya pada benda pusaka yang berada di tubuhnya.

__ADS_1


__ADS_2