
" Astaga aku lupa memberitahu Daniel " gumam Elin saat sudah berada di sisi pintu lobby , ia segera menggambil benda pipih miliknya untuk bisa terhubung lebih cepat pada laki-laki itu.
" Ayo Daniel " ucapnya cemas sambil menunggu teleponnya yang masih tersambung tapi belum terjawab oleh pemiliknya.
" Hallo sayang "
" ya hallo "
" Ada apa ? , kenapa kau terdengar begitu panik "
" Emm..apa kau sibuk ? "
" Katakanlah " ucap Daniel yang tidak bisa menunggu untuk tahu apa yang sudah membuat kekasihnya itu panik , " emm.. sekarang aku sedang berada di lobby dan akan pergi ke pengadilan kota "
" Tunggu aku di sana sekarang " ucap Daniel tanpa kembali bertanya apa yang sebenarnya ingin di lakukan oleh perempuan itu.
" Daniel dengarkan dulu , aku hanya ingin meminta izin padamu , kau bisa tetap disini "
" Tidak , aku harus ikut "
" Ada Meili disana , dia pasti akan menjagaku "
" Aku bilang aku harus pergi " ucap Daniel sedikit meninggikan nada suaranya.
" ya baiklah " jawab Elin mengalah.
" Kita bertemu di area parkir " tambahnya lalu menutup panggilannya dan segera berjalan menuju tempat dimana mereka akan bertemu.
~
Elin sudah berdiri disisi mobil sport miliknya yang sekarang sedang di gunakan oleh Daniel ,karena ia masih berpikir berulang kali untuk menggunakan mobil mewah itu untuk pergi ke tempat kerjanya , mengingat dia hanya karyawan magang disana.
tak tak tak " suara langkah cepat mulai terdengar menghampirinya , " maaf kau harus menunggu lama sayang , ada terjadi sedikit kendala tadi " jelas Daniel dengan nafas tersengal ,
" baiklah " sahut Elin tersenyum.
" Ada apa ? " tanya Daniel curiga , karena wanita itu menatapnya dengan senyuman yang sedikit berbeda.
" tidak , hanya saja aku sediki jelous "
" Jelous ? " ulang Daniel dengan mata yang sedikit membesar.
" Ya , kau selalu tergesa-gesa jika itu menyangkut tentang Hannah "
" Tentang Hannah " ulang Daniel semakin bingung , bahkan dahinya ikut berkerut dengan perkataan kekasihnya yang terdengar tidak masuk akal , " kenapa Hannah , aku tergesa-gesa karena khawatir kau marah akan karena telah lama menunggu " jelasnya serius.
" Dan kenapa Hannah harus di bawa-bawa " tambahnya.
" Karena kita akan pergi menemani Hannah di meja sidang "
" Apa kau tidak tahu akan kemana kita pergi ? " tambahnya heran dan Daniel segera menggelengkan kepalanya ,
" Sungguh aku tidak tahu jika kita akan mengunjunginya " .
" Apa kau ingin aku tidak pergi ? " tanya Daniel.
" Ceh " desis Elin tertawa , " tenanglah, aku tidak akan lagi menghilang seperti kemarin " ucapnya sambil terus tertawa.
__ADS_1
" Lebih tepatnya aku tidak ingin kau kembali salah paham " ucap Daniel begitu serius.
" Tentu , asalkan kau tidak melewati batasnya lagi " balas Elin dengan tawa yang sudah pudar berganti dengan tatapan yang begitu serius , " kau terlihat sangat menakutkan ketika seperti ini "
" Jadi jangan coba-coba membuatku cemburu "
" Jadi tadi kau cemburu ? " tanya Daniel menggoda dan Elin hanya berdelik lalu segera masuk kedalam mobil , " sayang katakan apa tadi kau cemburu ? " ulang Daniel yang ikut masuk dan duduk di kursi kemudi.
" Cepat jalankan mobilnya , semua orang sudah menunggu kita "
" Katakan dulu " ucap Daniel yang tidak ingin mengalah , " apa kau tidak bisa berpikir , tentu aku akan cemburu jika alasan kau tergesa-gesa adalah karena Hannah " jelasnya dengan nada bicara yang sediki meninggi.
" Baguslah " ucap Daniel tersenyum lalu menghidupkan mesin mobil dan melajukannya keluar dari area parkir.
" Ceh " desis Elin yang kembali tertawa karena tingkah Daniel yang tidak ubah seperti anak kecil.
~
Mobil yang membawa Elin dan Daniel baru saja tiba di kantor pengadilan kota , dan tanpa menunggu Elin segera keluar dari dalam mobil karena tidak sabar untuk mendengar bagaimana hasil dari persidangan dari teman sekaligus mantan kekasih pacarnya itu.
" Sayang tunggu " panggil Daniel dan Elin menghentikan geraknya dengan tersenyum , " hampir saja aku lupa dengan kehadiranmu " ucapnya.
" Kalian terlambat " ucap tiba-tiba seseorang , membuat dua manusia itu segera melihat ke arah suara , " Meili , dimana Hannah ? " tanya Elin setelah mengetahui kalau yang menghampiri mereka adalah sahabatnya sendiri.
" Dia masih berada di dalam untuk menandatangi beberapa berkas "
" Aku akan menemuinya " ucap Elin yang kembali bergegas , namun terhenti karena tangan Meili yang lebih dulu menariknya , " sidangnya sudah selesai nona " jelasnya.
" Benarkah ? " tanya Elin tidak percaya dan Meili menganggukkan kepalanya.
" Semua berjalan lancar dan Hannah mendapatkan haknya " tambahnya lagi.
" itu karena aku terlalu panik "ucapnya lemah.
" Kalian juga disini " ucap Hannah tiba-tiba yang baru saja datang bersama Mike dan begitu bahagia saat melihat kehadiran Elin dan Daniel di sana.
" maaf aku terlambat " balas Elin dan langsung memeluk tubuh perempuan tinggi itu.
" Seharusnya kau memberitahuku " tambahnya dengan begitu menyesal.
" Aku tahu kau pasti begitu sibuk , dan sekarang semua sudah baik-baik saja jadi kau tidak perlu khawatir lagi "
" Tapi kau membuatku seperti tidak berguna "
" Hentikan omong kosong itu Elin , sekarang kita harus pergi merayakannya " ucap Hannah.
" Maaf Hannah , tapi kami harus kembali karena di kantor masih banyak pekerjaan yang kami tinggalkan " ucap Elin penuh penyesalan.
" Benarkah itu Daniel ? " sambung Meili pada Kakaknya dan laki-laki itu hanya diam dengan mata yang menatap pada kekasihnya , " kenapa kau begitu khawatir Elin , kau pergi bersama pemilik perusahaannya " lanjut Meili membuat semua orang tertawa.
" Apa tidak apa-apa ? " tanyanya pada Daniel dan laki-laki itu mengangguk , " tidak lebih dari dua jam " ucapnya dan Hannah segera mengangguk setuju , lalu memeluk dengan girang tubuh perempuan di hadapannya.
" Ayo " ajak Meili tak kalah bersemangat.
" Dimana Vale ? " tanya Elin karena tidak melihat kehadiran perempuan itu sejak tadi , " dia sedang menyelesaikan urusannya , tapi nanti akan segera menyusul kita " jelas Hannah dan perempuan itu mengangguk mengerti.
" Ayolah , aku sudah lelah berdiri " keluh Meili , membuat semua orang tersenyum lalu setuju untuk meninggalkan tempat yang sudah membuat semua orang itu begitu cemas terlebih pada perempuan yang memang paling terlibat.
__ADS_1
" Tunggu " ucap Hannah menghentikan.
" Ada apa ? " sambung Mike , lalu ikut mengikuti arah pandangan mata kekasihnya itu , " tunggu sebentar , ada yang ingin aku bicarakan padanya " ucap Hannah pada semua orang.
" Aku harus ikut " pinta Mike yang langsung memegang pergelangan tangan perempuan itu , namun segera di lepas oleh pemiliknya , " aku hanya sebentar " ucapnya dengan menatap dalam bola mata coklat milik Mike dan sekejap saja hati laki-laki itu meluluh seraya melepas pegangan tangannya.
" Hanya sebentar " ucapnya lagi pada semua orang , lalu berjalan menuju Caren yang juga sedang berjalan menuju parkir mobilnya.
" Ms.Caren " panggil Hannah seraya menghampiri , namun wanita itu terlihat mengacuhkannya , " hanya sebentar " tambahnya dan berhasil membuat Caren menghentikan langkahnya dan berbalik menatapnya.
" Ada apa ? , Apa sekarang kau ingin menyombongkan diri huh ? " ucap wanita itu begitu ketus , namun Hannah membalasnya dengan senyuman yang begitu teduh dan berjalan semakin dekat pada tubuh wanita yang pernah sangat berjasa untuknya , " aku tidak akan pernah melakukan hal memalukan itu Caren , dan lagi pula tidak ada yang bisa aku sombongkan padamu " ucapnya dengan begitu begitu lembut , lalu tanpa menunggu persetujuan ia langsung memeluk erat tubuh wanita itu , " terimakasih Caren , aku sungguh berterimakasih untuk banyak hal yang pernah kau lakukan untukku selama ini " ucapnya begitu emosi , membuat gerak Caren yang ingin memberontak menjadi terhenti.
" Bertemu denganmu salah satu hal yang paling aku syukuri di hidupku " tambahnya dengan suara bergetar.
" dan aku juga tahu , kau pasti sangat membenciku ..." ucapnya terpotong oleh helaaan nafas yang begitu berat , " maafkan aku Caren , bukan aku tidak tahu diri hanya saja aku ingin menjalani hidup yang benar-benar hidup , terimakasih untuk segalanya dan aku berharap kau akan selalu menemukan talent yang jauh lebih baik dariku " ucapnya lagi sembari melepas pelukannya , lalu beralih dengan memegang kedua tangan wanita itu dengan begitu lembut.
" Sekali lagi maafkan aku dan terimakasih " ucapnya menatap dalam pada mata Caren , dengan mata yang berkaca-kaca ,namun tidak memudarkan senyum teduhnya.
" Ceh , aku benar-benar membencimu " ucap Caren yang terlihat melemah bersama garis bibir yang melengkung.
" Jangan muncul di hadapanku , jika kau tidak lebih sukses dari pada saat bersamaku " ucapnya lagi , membuat bibir Hannah ikut melengkung.
" Akan aku buktikan nanti " ucapnya tertawa.
" Kau begitu sombong Hannah "
" Ya , tapi semua orang akan tahu kalau kau lah yang paling berjasa di dalam karierku " tambahnya membuat bibir Caren benar-benar terbuka oleh senyuman.
" Baik-baiklah dimanapun , walau aku pernah mengatakan untuk mengembalikanmu di plat kumuhmu dulu , tapi aku sungguh tidak ingin itu terjadi , jadi berjuanglah Hannah , aku sungguh ingin melihat kau bahagia dan sukses lebih dari ini " ucap Caren dengan suara yang ikut bergetar.
Hannah kembali memeluk tubuh perempuan itu dengan air mata yang tidak bisa lagi untuk terbendung , " aku sangat tahu kalau hatimu begitu baik Caren " ucapnya bersama tangisan , membuat Caren tertawa kecil, namun membalas pelukannya tak kalah erat.
" Kenapa kau menjadi begitu cengeng huh "
" Itu karena aku terharu, dan berjanjilah untuk menyapaku di setiap kita bertemu "
" Aku tidak bisa berjanji " ucap Caren tertawa.
" Sampai bertemu lagi Caren " ucap Hannah seraya kembali melepas pelukan mereka dan mulai beranjak untuk kembali pada teman-temannya.
" Maafkan aku " ucap Caren tiba-tiba dan menatap begitu serius , membuat Hannah menghentikan gerakknya , " aku sudah memaafkanmu di jauh hari Caren " sahutnya tersenyum.
" Selamat tinggal dan sekali lagi terimakasih Caren " tambahnya .
" Hannah Come on " teriak Meili.
" Aku harus pergi "
" Ya , berhati-hatilah "
" Kau juga Caren " balas Hannah , setelah kembali melemparkan senyuman teduhnya pada perempuan itu , ia segera berlari menuju beberapa orang yang terlihat menunggunya dengan cemas.
" Aku baik-baik saja " ucapnya tersenyum pada semua orang.
" Kau yakin ? " tanya Elin dan ia mengangguk.
" Ayo , waktu kita sudah terpotong 15menit " ucapnya tertawa setelah melihat alroji di tangannya , " aku harap Daniel berbaik hati untuk menambahkan satu jam lagi " ujarnya laki dan laki-laki itu hanya tersenyum dengan menatap wajah kekasihnya.
__ADS_1
" Aku akan coba merayunya " timpal Elin serius , membuat semua orang tertawa lalu berpencar menuju letak mobilnya masing-masing.