Merlinda ( Memulai Kembali)

Merlinda ( Memulai Kembali)
Selamat tinggal & Terimakasih ( Hannah )


__ADS_3

" Astaga aku lupa memberitahu Daniel " gumam Elin saat sudah berada di sisi pintu lobby , ia segera menggambil benda pipih miliknya untuk bisa terhubung lebih cepat pada laki-laki itu.


" Ayo Daniel " ucapnya cemas sambil menunggu teleponnya yang masih tersambung tapi belum terjawab oleh pemiliknya.


" Hallo sayang "


" ya hallo "


" Ada apa ? , kenapa kau terdengar begitu panik "


" Emm..apa kau sibuk ? "


" Katakanlah " ucap Daniel yang tidak bisa menunggu untuk tahu apa yang sudah membuat kekasihnya itu panik , " emm.. sekarang aku sedang berada di lobby dan akan pergi ke pengadilan kota "


" Tunggu aku di sana sekarang " ucap Daniel tanpa kembali bertanya apa yang sebenarnya ingin di lakukan oleh perempuan itu.


" Daniel dengarkan dulu , aku hanya ingin meminta izin padamu , kau bisa tetap disini "


" Tidak , aku harus ikut "


" Ada Meili disana , dia pasti akan menjagaku "


" Aku bilang aku harus pergi " ucap Daniel sedikit meninggikan nada suaranya.


" ya baiklah " jawab Elin mengalah.


" Kita bertemu di area parkir " tambahnya lalu menutup panggilannya dan segera berjalan menuju tempat dimana mereka akan bertemu.


~


Elin sudah berdiri disisi mobil sport miliknya yang sekarang sedang di gunakan oleh Daniel ,karena ia masih berpikir berulang kali untuk menggunakan mobil mewah itu untuk pergi ke tempat kerjanya , mengingat dia hanya karyawan magang disana.


tak tak tak " suara langkah cepat mulai terdengar menghampirinya , " maaf kau harus menunggu lama sayang , ada terjadi sedikit kendala tadi " jelas Daniel dengan nafas tersengal ,


" baiklah " sahut Elin tersenyum.


" Ada apa ? " tanya Daniel curiga , karena wanita itu menatapnya dengan senyuman yang sedikit berbeda.


" tidak , hanya saja aku sediki jelous "


" Jelous ? " ulang Daniel dengan mata yang sedikit membesar.


" Ya , kau selalu tergesa-gesa jika itu menyangkut tentang Hannah "


" Tentang Hannah " ulang Daniel semakin bingung , bahkan dahinya ikut berkerut dengan perkataan kekasihnya yang terdengar tidak masuk akal , " kenapa Hannah , aku tergesa-gesa karena khawatir kau marah akan karena telah lama menunggu " jelasnya serius.


" Dan kenapa Hannah harus di bawa-bawa " tambahnya.


" Karena kita akan pergi menemani Hannah di meja sidang "


" Apa kau tidak tahu akan kemana kita pergi ? " tambahnya heran dan Daniel segera menggelengkan kepalanya ,


" Sungguh aku tidak tahu jika kita akan mengunjunginya " .


" Apa kau ingin aku tidak pergi ? " tanya Daniel.


" Ceh " desis Elin tertawa , " tenanglah, aku tidak akan lagi menghilang seperti kemarin " ucapnya sambil terus tertawa.

__ADS_1


" Lebih tepatnya aku tidak ingin kau kembali salah paham " ucap Daniel begitu serius.


" Tentu , asalkan kau tidak melewati batasnya lagi " balas Elin dengan tawa yang sudah pudar berganti dengan tatapan yang begitu serius , " kau terlihat sangat menakutkan ketika seperti ini "


" Jadi jangan coba-coba membuatku cemburu "


" Jadi tadi kau cemburu ? " tanya Daniel menggoda dan Elin hanya berdelik lalu segera masuk kedalam mobil , " sayang katakan apa tadi kau cemburu ? " ulang Daniel yang ikut masuk dan duduk di kursi kemudi.


" Cepat jalankan mobilnya , semua orang sudah menunggu kita "


" Katakan dulu " ucap Daniel yang tidak ingin mengalah , " apa kau tidak bisa berpikir , tentu aku akan cemburu jika alasan kau tergesa-gesa adalah karena Hannah " jelasnya dengan nada bicara yang sediki meninggi.


" Baguslah " ucap Daniel tersenyum lalu menghidupkan mesin mobil dan melajukannya keluar dari area parkir.


" Ceh " desis Elin yang kembali tertawa karena tingkah Daniel yang tidak ubah seperti anak kecil.


~


Mobil yang membawa Elin dan Daniel baru saja tiba di kantor pengadilan kota , dan tanpa menunggu Elin segera keluar dari dalam mobil karena tidak sabar untuk mendengar bagaimana hasil dari persidangan dari teman sekaligus mantan kekasih pacarnya itu.


" Sayang tunggu " panggil Daniel dan Elin menghentikan geraknya dengan tersenyum , " hampir saja aku lupa dengan kehadiranmu " ucapnya.


" Kalian terlambat " ucap tiba-tiba seseorang , membuat dua manusia itu segera melihat ke arah suara , " Meili , dimana Hannah ? " tanya Elin setelah mengetahui kalau yang menghampiri mereka adalah sahabatnya sendiri.


" Dia masih berada di dalam untuk menandatangi beberapa berkas "


" Aku akan menemuinya " ucap Elin yang kembali bergegas , namun terhenti karena tangan Meili yang lebih dulu menariknya , " sidangnya sudah selesai nona " jelasnya.


" Benarkah ? " tanya Elin tidak percaya dan Meili menganggukkan kepalanya.


" Semua berjalan lancar dan Hannah mendapatkan haknya " tambahnya lagi.


" itu karena aku terlalu panik "ucapnya lemah.


" Kalian juga disini " ucap Hannah tiba-tiba yang baru saja datang bersama Mike dan begitu bahagia saat melihat kehadiran Elin dan Daniel di sana.


" maaf aku terlambat " balas Elin dan langsung memeluk tubuh perempuan tinggi itu.


" Seharusnya kau memberitahuku " tambahnya dengan begitu menyesal.


" Aku tahu kau pasti begitu sibuk , dan sekarang semua sudah baik-baik saja jadi kau tidak perlu khawatir lagi "


" Tapi kau membuatku seperti tidak berguna "


" Hentikan omong kosong itu Elin , sekarang kita harus pergi merayakannya " ucap Hannah.


" Maaf Hannah , tapi kami harus kembali karena di kantor masih banyak pekerjaan yang kami tinggalkan " ucap Elin penuh penyesalan.


" Benarkah itu Daniel ? " sambung Meili pada Kakaknya dan laki-laki itu hanya diam dengan mata yang menatap pada kekasihnya , " kenapa kau begitu khawatir Elin , kau pergi bersama pemilik perusahaannya " lanjut Meili membuat semua orang tertawa.


" Apa tidak apa-apa ? " tanyanya pada Daniel dan laki-laki itu mengangguk , " tidak lebih dari dua jam " ucapnya dan Hannah segera mengangguk setuju , lalu memeluk dengan girang tubuh perempuan di hadapannya.


" Ayo " ajak Meili tak kalah bersemangat.


" Dimana Vale ? " tanya Elin karena tidak melihat kehadiran perempuan itu sejak tadi , " dia sedang menyelesaikan urusannya , tapi nanti akan segera menyusul kita " jelas Hannah dan perempuan itu mengangguk mengerti.


" Ayolah , aku sudah lelah berdiri " keluh Meili , membuat semua orang tersenyum lalu setuju untuk meninggalkan tempat yang sudah membuat semua orang itu begitu cemas terlebih pada perempuan yang memang paling terlibat.

__ADS_1


" Tunggu " ucap Hannah menghentikan.


" Ada apa ? " sambung Mike , lalu ikut mengikuti arah pandangan mata kekasihnya itu , " tunggu sebentar , ada yang ingin aku bicarakan padanya " ucap Hannah pada semua orang.


" Aku harus ikut " pinta Mike yang langsung memegang pergelangan tangan perempuan itu , namun segera di lepas oleh pemiliknya , " aku hanya sebentar " ucapnya dengan menatap dalam bola mata coklat milik Mike dan sekejap saja hati laki-laki itu meluluh seraya melepas pegangan tangannya.


" Hanya sebentar " ucapnya lagi pada semua orang , lalu berjalan menuju Caren yang juga sedang berjalan menuju parkir mobilnya.


" Ms.Caren " panggil Hannah seraya menghampiri , namun wanita itu terlihat mengacuhkannya , " hanya sebentar " tambahnya dan berhasil membuat Caren menghentikan langkahnya dan berbalik menatapnya.


" Ada apa ? , Apa sekarang kau ingin menyombongkan diri huh ? " ucap wanita itu begitu ketus , namun Hannah membalasnya dengan senyuman yang begitu teduh dan berjalan semakin dekat pada tubuh wanita yang pernah sangat berjasa untuknya , " aku tidak akan pernah melakukan hal memalukan itu Caren , dan lagi pula tidak ada yang bisa aku sombongkan padamu " ucapnya dengan begitu begitu lembut , lalu tanpa menunggu persetujuan ia langsung memeluk erat tubuh wanita itu , " terimakasih Caren , aku sungguh berterimakasih untuk banyak hal yang pernah kau lakukan untukku selama ini " ucapnya begitu emosi , membuat gerak Caren yang ingin memberontak menjadi terhenti.


" Bertemu denganmu salah satu hal yang paling aku syukuri di hidupku " tambahnya dengan suara bergetar.


" dan aku juga tahu , kau pasti sangat membenciku ..." ucapnya terpotong oleh helaaan nafas yang begitu berat , " maafkan aku Caren , bukan aku tidak tahu diri hanya saja aku ingin menjalani hidup yang benar-benar hidup , terimakasih untuk segalanya dan aku berharap kau akan selalu menemukan talent yang jauh lebih baik dariku " ucapnya lagi sembari melepas pelukannya , lalu beralih dengan memegang kedua tangan wanita itu dengan begitu lembut.


" Sekali lagi maafkan aku dan terimakasih " ucapnya menatap dalam pada mata Caren , dengan mata yang berkaca-kaca ,namun tidak memudarkan senyum teduhnya.


" Ceh , aku benar-benar membencimu " ucap Caren yang terlihat melemah bersama garis bibir yang melengkung.


" Jangan muncul di hadapanku , jika kau tidak lebih sukses dari pada saat bersamaku " ucapnya lagi , membuat bibir Hannah ikut melengkung.


" Akan aku buktikan nanti " ucapnya tertawa.


" Kau begitu sombong Hannah "


" Ya , tapi semua orang akan tahu kalau kau lah yang paling berjasa di dalam karierku " tambahnya membuat bibir Caren benar-benar terbuka oleh senyuman.


" Baik-baiklah dimanapun , walau aku pernah mengatakan untuk mengembalikanmu di plat kumuhmu dulu , tapi aku sungguh tidak ingin itu terjadi , jadi berjuanglah Hannah , aku sungguh ingin melihat kau bahagia dan sukses lebih dari ini " ucap Caren dengan suara yang ikut bergetar.


Hannah kembali memeluk tubuh perempuan itu dengan air mata yang tidak bisa lagi untuk terbendung , " aku sangat tahu kalau hatimu begitu baik Caren " ucapnya bersama tangisan , membuat Caren tertawa kecil, namun membalas pelukannya tak kalah erat.


" Kenapa kau menjadi begitu cengeng huh "


" Itu karena aku terharu, dan berjanjilah untuk menyapaku di setiap kita bertemu "


" Aku tidak bisa berjanji " ucap Caren tertawa.


" Sampai bertemu lagi Caren " ucap Hannah seraya kembali melepas pelukan mereka dan mulai beranjak untuk kembali pada teman-temannya.


" Maafkan aku " ucap Caren tiba-tiba dan menatap begitu serius , membuat Hannah menghentikan gerakknya , " aku sudah memaafkanmu di jauh hari Caren " sahutnya tersenyum.


" Selamat tinggal dan sekali lagi terimakasih Caren " tambahnya .


" Hannah Come on " teriak Meili.


" Aku harus pergi "


" Ya , berhati-hatilah "


" Kau juga Caren " balas Hannah , setelah kembali melemparkan senyuman teduhnya pada perempuan itu , ia segera berlari menuju beberapa orang yang terlihat menunggunya dengan cemas.


" Aku baik-baik saja " ucapnya tersenyum pada semua orang.


" Kau yakin ? " tanya Elin dan ia mengangguk.


" Ayo , waktu kita sudah terpotong 15menit " ucapnya tertawa setelah melihat alroji di tangannya , " aku harap Daniel berbaik hati untuk menambahkan satu jam lagi " ujarnya laki dan laki-laki itu hanya tersenyum dengan menatap wajah kekasihnya.

__ADS_1


" Aku akan coba merayunya " timpal Elin serius , membuat semua orang tertawa lalu berpencar menuju letak mobilnya masing-masing.


__ADS_2