
" Sayang apa kau ingin aku terus berjongkok seperti ini hemmm.. " tanyanya pada wanita yang masih terdiam dan sesekali menyeka air mata bahagianya , " nona please , kami semua menunggu jawabanmu " timpal pembawa acara yang ikut tidak sabar untuk mendengar jawaban perempuan itu.
Dengan bibir yang bergetar ia menganggukkan pelan kepalanya , perasaan terharu dan bahagia yang luar bisa membuat lidahnya tidak lagi bisa berucap walau hanya sekedar untuk mengucapkan kata " iya " ,
" aku tidak mendengarnya " ujar Daniel yang merasa tidak puas dengan jawaban anggukan dari kekasihnya , " yess , i do Daniel " jawabnya dengan linangan air mata yang terus mengalir , laki-laki itu melebarkan senyumnya dan tidak lagi bisa menunggu untuk memeluk erat tubuh wanita pujaannya yang beberapa detik yang lalu resmi menerima lamarannya di hadapan semua orang , bahkan di hadapan semua penduduk kota New York yang menyaksikan acara Fashion Show itu lewat televisi.
" Aku mencintaimu " bisiknya di dalam pelukan dan tidak henti mengecup gemas puncak kepala kekasihnya , " aku juga mencintaimu , bahkan lebih " balas Elin yang masih terus menangis , ia tidak menyangka jika malam ini akan menjadi malam yang begitu mengejutkan untuknya.
" Aku akan membuktikan kalau cintaku lebih besar dari cintamu " ucap Daniel tidak mau kalah , dengan garis bibir yang terus melengkung.
" Oh my God , jantungku masih bergetar karena kejutan ini , aku rasa malam ini adalah malam yang paling berkesan di panggung cat walk ini " ujar pembawa acara dengan wajah yang tidak percaya , namun ikut merasakan kebahagiaan yang di rasakan oleh sepasang manusia yang menutup acaranya dengan sebuah kejutan kebahagiaan , " tolong akhiri pelukan ini , atau aku akan menutup paksa acaranya " sambungnya dengan guyonan yang membuat gedung itu kembali bergemuruh oleh suara tawa semua orang.
Daniel melepas pelukannya dan kembali menghadap ke semua orang yang sekarang menatapnya dengan penuh kebahagiaan , berbeda dengan Elin yang masih tidak berani menampakkan wajahnya dan menyembunyikannya di balik punggung kekar milik calon suaminya itu , " Selamat tuan , anda benar-benar menutup acara ini dengan sangat luar biasa " ucap pembawa acara memberi selamat.
" Terimakasih , padahal aku berpikir kalau aku sedang mengacaukan acaramu " balasnya dengan senyum semuringah ke bahagiaan.
" oh no , jangan sembunyikan wajah anda nona " ujarnya lagi yang kini sedang beralih pada kekasih dari pangeran kota Fashion itu , " wajahmu benar-benar memerah " godanya tidak henti pada Elin.
" Sekali lagi selamat untuk anda " ucapnya dan Elin hanya bisa mengangguk dengan tersipu malu ,
" jika ada yang ingin anda sampaikan , aku memberi kesempatan sekali lagi untuk anda berbicara tuan " katanya memberi tawaran pada lelaki tampan itu dan tanpa menunggu Daniel kembali mengangkat microphone di tangannya.
" emm.. sekali lagi terimakasih untuk semua orang yang telah memberi dukungan pada karya kami dan aku harap kalian semua bahagia seperti kami saat ini " ucapnya dengan senyum yang merekah ,lalu menarik tangan Elin untuk menyelipkan jemarinya pada sela jari milik perempuan itu.
Gerakan itu membuat Elin tersentak , yang akhirinya tanpa sadar mengangkat wajahnya dan menemukan semua mata menatap kearah mereka dengan tepuk tangan ke bahagiaan , " kebahagian kalian benar-benar menular " ujar pembawa acara dengan ikut tersenyum dan bertepuk tangan.
" i love you " bisik Elin pelan.
" i love you more " balas Daniel dengan menatap dalam pada sorot mata coklat miliknya.
__ADS_1
****
Acara Fashion baru saja di tutup , seiring sepasang kekasih yang melangkah pergi dari atas panggung dengan tangan yang terus bergandengan.
Elin tidak bisa menyembunyikan rona merah pipinya , walau ia sudah berusaha setengah mati menahan bibirnya yang ingin terus melengkung , " ada apa ? " tanya Daniel menghentikan langkahnya.
" emm... " sahutnya tersentak dan sedikit bingung.
" Kau terus menundukkan wajahmu ! " lanjut laki-laki itu dan Elin tahu ada tatapan sedikit kecewa dari sorot matanya.
" emmm.. aku sangat bahagia , dan aku malu untuk memperlihatkan wajah yang pasti sudah merona " jelasnya begitu yakin dan berhasil membuat bibir seksi milik Daniel kembali melengkung , " aku pikir kau tidak bahagia " ujarnya.
" itu tidak mungkin , walau sebenarnya tadi aku sempat kecewa ".
" Aku memang sengaja melakukannya " jawab Daniel begitu jujur dengan senyum lebar yang spontan saja keluar.
" Jadi ini sudah rencanamu ? "
" Dia benar-benar memberikan malam ini untukmu " tambahnya tersenyum teduh.
Elin terdiam sejenak , kata-kata Daniel berhasil membuatnya tersentuh dan merasa begitu beruntung karena Tuhan begitu baik padanya , " kenapa diam ? " tanya Daniel.
" Aku hanya sedang merasa begitu beruntung " .
" Apa itu karena memilikiku " balasnya begitu percaya diri dengan tawa kecil yang begitu menggoda.
" Ya itu salah satunya ".
" Sayang " ujar Daniel yang terlihat sedikit terkejut dengan jawaban Elin yang terlihat begitu jujur , " apa kau yakin , padahal aku hanya sedang menggodamu ".
__ADS_1
" Tentu aku yakin , kehadiranmu memang salah satu anugerah di hidupku "
" oh my God "ujarnya tidak percaya dengan apa yang ia dengar , " kau membuatku tidak sabar untuk menikahimu " tambahnya dengan wajah memelas , membuat Elin tertawa dan gemas bersamaan.
" Apa kau melupakan kedatangan kami huh ? " tandas seorang perempuan yang baru saja datang menghampiri mereka , " ya , sepertinya dia benar-benar tidak lagi peduli pada kita Green " sambung satu perempuan lagi dengan wajah yang begitu kesal.
Elin tidak sempat lagi untuk mengalihkan pandangannya untuk melihat kearah dua perempuan yang baru saja datang , karena tanpa melihat pun ia sudah sangat tahu siapa yang baru saja menghampirinya dengan nada kemarahan , " mereka benar-benar surprise yang paling istimewah " ucapnya pada Daniel dengan mata yang kembali berkaca-kaca , lalu segera melihat ke arah dua perempuan yang kini sedang menatapnya dengan penuh kesal ,
" aku sangat merindukan kalian " ucapnya dengan air mata yang sudah menetes di pipi halusnya lalu melangkah dengan begitu cepat untuk mencapai tempat dimana dua perempuan itu berdiri.
Sesaat suasana hening , hanya sebuah pelukan erat dari tiga perempuan yang begitu saling merindukan , " kau menyebalkan " ucap Amel di sela air mata yang sudah menetes di wajahnya , " tapi aku juga sangat merindukanmu " tambahnya yang kini menangis dengan tersedu-sedu , sedangkan Green tidak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya hanya pelukan erat dan air mata kerinduan yang tidak henti menetes dari wajahnya.
Dan tidak jauh dari sana , Nathan ikut mengusap mata yang mulai berair oleh tontonan keharuan dari tiga sahabat yang saling merindukan dan ia sangat tahu seperti apa berhargnya persahabatan itu untuk istrinya , " apa kau juga menangis " kata Alfin menggoda dengan mata yang ikut berkaca-kaca.
" Aku benci menjadi saudaramu " geram Nathan kesal , membuat laki-laki itu tertawa begitu puas , lalu kembali melihat kearah tiga perempuan yang masih berpelukan dengan menangis , " mereka masih seperti dulu , penuh drama namun cantik " ujarnya tersenyum kecil , dan perasaan yang begitu bahagia karena akhirnya bisa melihat tiga sahabat itu kembali bertemu ,dan itu adalah keinginan yang selalu di ucapkan hampir setiap malam oleh istrinya.
" Kau harus mulai terbiasa dengan drama ini " ucapnya sambil berjalan mendekat ke arah Daniel.
Daniel yang sempat ikut terharu kembali tertawa oleh perkataan Alfin , " Drama ? " tanyanya mengulang.
" Ya , kau menikahi Elin berarti kau menikahi istriku dan istri Jo, "
" Maksudnya ? "
" Maksudnya , masalahmu bersama Elin akan menjadi masalah Green dan Amel , dan mereka akan ikut menyerangmu , jadi kau seperti menikahi tiga perempuan sekaligus " jelas Nathan mengambil alih dan Alfin membenarkan dengan mengangguk.
" Menikahi tiga perempuan sekaligus " ujar Daniel yang belum paham.
" Itu hanya per-umpamaan Daniel " geram Alfin sedikit kesal.
__ADS_1
" Saat kalian sudah menikah , kau pasti akan tahu apa yang sedang kami bicarakan saat ini " tambah Nathan.
" Untungnya kita sudah terbiasa " ujar Alfin dengan sedikit menghela nafas dan Daniel terdiam sesaat , " jangan takut , itu tidak begitu mengerikan ,dan kita bisa bergabung untuk membalas mereka " ucap Nathan tertawa sambil menepuk pundak Daniel.