Merlinda ( Memulai Kembali)

Merlinda ( Memulai Kembali)
Selamat Ulang Tahun Hannah


__ADS_3

" Huh " suara tarikan nafas Elin yang terdengar begitu berat , raut wajahnya kembali bersedih saat melihat layar handphonenya kosong tanpa pemberitahuan kabar dari kekasihnya , " aku benar-benar merindukannya " gumamnya lemah sambil membenamkan wajah di antara lipatan tangan yang bertumpu pada meja kerja.


" Cappucino ice " ucap seseorang membuat Elin harus mendongakkan wajahnya , " supaya kau lebih relax " tambahnya lagi.


" Thankyou David , tapi kau tidak perlu repot-repot membuatnya untuku "


" Itu tidak merepotkan , karena aku juga sedang menginginkan dan aku berinisiatif untuk sekalian membuatkannya untukmu " kata David mencoba menjelaskan dengan bibir yang terus tersenyum , " baiklah , terimakasih " ucap Elin yang tidak mungkin untuk menolak pemberian orang lain.


Drrrttt drrrtt " suara handphone yang di letakan di atas meja berdering , Elin yang kembali membenam kepalanya langsung begitu bersemangat saat mendengar suara yang begitu dia harapkan , " yah " desahnya kecewa , saat melihat nama panggilan dalam layar handphonenya tidak sesuai dengan harapannya , " Ya , Hannah " jawabnya lesuh.


" Apa kau sedang sakit nona Remkez ? " tanya Hannah dari balik telepon , " jangan memanggilku seperti itu Hannah "


" Kenapa ? , bukankah kau kekasih Daniel Remkez " ujar Hannah tertawa.


" Kekasih bukan istri "


" Ada apa kau meneleponku Hannah ? " tambahnya lagi.


" Jawab dulu pertanyaanku , apa kau sedang sakit ? "


" Tidak aku baik-baik saja , hanya sedikit kelelahan " jelasnya.


" Pantas saja kau tidak bersemangat "


" Apa nanti malam kau sibuk ? " tambah Hannah bertanya , " sepertinya tidak , ada apa Hannah ? Kau terlalu banyak basa-basi "


" Kau yang terlalu emosi " sahut Hannah tertawa.


" Nanti malam datanglah bersama Daniel di kafe pertama kali kita bertemu "


" Kafe pertama kita bertemu " ulang Elin dengan otak yang berusaha mengingat kembali dimana pertama kali mereka bertemu , " apa kau sudah lupa ? "


" Emm..ya aku ingat sekarang " sahutnya setelah mengingat kafe sederhana yang berada tidak jauh dari apartemennya , " jam 8 malam kita bertemu disana " ujar Hannah.


" Dalam rangka apa ini ? "


" Hanya perayaan kecil hari ulang tahunku " jelasnya dengan tertawa kecil , " astaga maafkan aku Hannah , aku sungguh tidak tahu hari ini ulang tahunmu "

__ADS_1


" Sebagai temanmu aku sungguh tidak berguna " lanjutnya begitu menyesal.


" Hey , santai Elin , aku bukan lagi anak kecil , hanya saja aku ingin merayakannya bersama orang-orang terdekatku " kata Hannah yang terus tertawa , " tapi sebagai temanmu aku sungguh tidak berguna "


" Berhentilah mengatai dirimu sendiri Elin , dan sampai bertemu nanti malam " ucap Hannah yang langsung menutup panggilan itu tanpa menunggu untuk pamit.


" Astaga , aku lupa mengatakan kalau Daniel sedang tidak ada " gumam Elin yang baru menyadari setelah panggilan itu berakhir , " itu berarti aku akan datang sendiri " lanjutnya dengan wajah yang kembali cemberut.


" Ada apa denganmu Elin ? " tanya Kasih yang sepanjang hari ini terus melihat perempuan itu begitu tidak bersemangat , " emm.. tidak , aku baik-baik saja Kas "


" Kau terlihat begitu kacau " tambah Bimo padanya , " ya , pekerjaan ini benar-benar menyita waktuku " keluhnya.


" Tenanglah , semua ini akan segera berakhir " ucap Kasih dan Elin hanya menanggapinya dengan anggukan tidak bersemangat , karena yang sesungguhnya membuat dia begitu lesuh karena hari ini dia belum menerima kabar dari seseorang yang begitu ia tunggu , " Apa yang akan aku lakukan selama meeting nanti ? " tanyanya.


" Kau cukup hadir dan mendengarkan apa yang menjadi pembahasan orang lain di sana "


" Sungguh , aku tidak akan melakukan apapun ? " tanyanya dengan tidak percaya,


Kasih menggelengkan kepalanya , " kau sudah cukup membantu dalam persiapannya Elin , dan kami benar -benar berterimakasih padamu " ucap Kasih di ikuti anggukan semua orang.


" Ah , benar-benar melegahkan " gumamnya tersenyum saat memikirkan tidak ada hal yang akan membuatnya gugup pada hari meeting besar nanti , " apa lagi yang harus aku lakukan ? " tanyanya dengan begitu senang.


" Kau terlihat begitu rajin menerima tugas ini Elin " ujar Kasih tertawa , di ikuti sepasang mata yang juga terus menatapnya dengan tersenyum.


~


" Terimakasih atas kerja kerasnya dan sampai bertemu besok " ucap Kasih sebelum mereka pulang dan untuk menutup hari yang begitu melelahkan.


" Semangat untuk besok " sahut Elin tak kalah bersemangat.


" Jangan lupa berdandan lebih cantik " tambah Kasih tersenyum.


" Memangnya ada apa ? " tanya Elin yang tidak mengerti , " apa kau lupa kalau besok hari meeting besar itu " jelas Kasih.


" Benarkah , astaga kenapa otakku begitu linglung ,aku baru saja berpikir kalau besok hari off kerjaku "


" Baiklah sampai bertemu besok dan jangan lupa untuk berdandan lebih cantik karena besok akan begitu banyak pemuda-pemuda tampan disini " ujar Kasih dengan begitu bersemangat , " terlebih untuk menyambut boss besar kita " tambahnya , namun berbeda dengan reaksi Elin yang hanya menanggapinya dengan tersenyum , ia hanya cukup penasaran seperti apa rupa boss besar yang sepertinya begitu di gilai oleh kaum perempuan di tempatnya bekerja , " baiklah sampai bertemu besok semuanya " ucapnya sebelum berjalan lebih dulu keluar dari dalam ruangan kerja mereka.

__ADS_1


~


" Elin " teriak seseorang memanggil namanya , padahal ia baru saja tiba di pintu masuk kafe tempat Hannah merayakan pesta ulang tahunnya , " Hey kakak ipar " sapa Meili mendekat dan langsung menyeret tangan wanita itu menuju meja dengan kerumunan orang , " Hay Elin " sapa Hannah yang menggunakan gaun mini berwarna mustard yang tampak begitu cocok pada tubuhnya yang tinggi dan segera beranjak untuk menyambut kedatangan sahabatnya , " selamat ulang tahun Hannah and please forgive me " ucap Elin begitu merasa bersalah sambil memberikan sebuket mawar kuning , " Terimakasih Elin , ini terlihat begitu serasi dengan pakaianku " ucap Hannah begitu senang , " dan jangan lagi merasa bersalah " tambahnya dengan langsung memeluk tubuh Elin.


" Ceh , aku terlihat paling menyedihkan disini " ujar Elin tertawa sambil duduk pada salah satu kursi yang masih kosong , " Dimana Daniel ? " tanya Meili dan Mike bersamaan.


" Dia sedang berada di luar kota karena tugas kantor " jawab Elin lesuh.


" Benarkah ? pantas saja kau datang sendiri , kalau tahu begitu akan akan menjemputmu lebih dulu " ucap Meili.


" Tidak , kau sudah cocok datang bersama Brian " sahut Elin.


" Kau masih mengingat namaku nona ? " tanya laki-laki yang datang bersama Meili , " tentu, aku selalu mengingat hal yang membuat orang terdekatku bahagia " jelasnya sambil menyenggol tubuh Meili yang duduk di sebelahnya , " Kau membuatku malu kakak ipar " ucap pelan Meili , membuat semua orang tertawa , termasuk Vale yang juga sudah berada disana bersama tunangannya Billy.


" Kau bisa membuka blazermu jika merasa gerah Elin " ujar Meili setelah beberapa jam mereka menikmati minuman anggur di dalam pesta sederhana ulang tahun Hannah , " Jangan gila Meili , Daniel akan benar-benar membunuh nanti " sambung Mike.


" Tapi dia tidak disini " sahut Meili tertawa , namun matanya tiba-tiba membesar saat melihat Elin yang langsung membuka blazernya , " apa dia sudah begitu mabuk ? " tanya Hannah , " sepertinya begitu " sahut Meili diikuti anggukan kepalanya.


" Pakaikan kembali blazermu Elin , pendingin di Kafe ini begitu kuat " kata Hannah sambil ingin mengenakan kembali blazer pada tubuh Elin yang hanya tertutup oleh tang top berwarna hitam dan itu benar-benar membuatnya terlihat begitu seksi bersama pipih yang sudah memerah karena pengaruh minuman anggur yang begitu banyak masuk dalam tubuhnya.


" Hannah biarkan saja , tidak ada orang lain disini selain kita , dan dia sangat gerah dengan pakaian tebal itu " ujar Meili menghentikan.


" Elin berhenti , kau sudah sangat mabuk " kata Hannah yang ingin mengambil alih gelas yang berada di tangannya , " tidak aku masih baik-baik saja " jawabnya dengan berusaha untuk menormalkan posisi duduknya , namun terhenti karena tubuh yang sudah tidak mampu lagi untuk bergerak dengan normal dan wajahnya kembali terbaring di atas meja.


" Sebaiknya kita pulang Mike , dia sudah sangat mabuk " kata Hannah pada kekasihnya , " biar kami saja yang mengantarnya pulang Hannah , kalian lanjutkan saja pestanya " timpal Meili , namun Hannah segera menggelengkan kepalanya , " ini sudah sangat larut Meili dan kalian juga pasti sudah lelah , sebaiknya kita semua pulang "


" Baiklah kalau begitu " sahut Meili pasrah.


" tapi biar kami saja yang mengantarnya pulang Hannah , mungkin setelah ini Mike masih ingin memberikan hadiah padamu " ujar Meili setengah mabuk dan melirik kearah Mike.


" Baiklah selamat tinggal semuanya "sambungnya sambil membantu tubuh Elin untuk berjalan.


Brian yang awalnya ingin membantu segera ia hentikan bukan karena dirinya tidak rela tapi karena akan menjadi runyam jika Daniel sampai mengetahui tubuh kekasihnya di bawa oleh pria lain ,walau itu kekasih adiknya sendiri, lelaki posesif itu sungguh tidak akan pernah rela tubuh wanita tercintanya di sentuh oleh laki-laki lain.


jangan lupa vote , like dan coment🤗


dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚

__ADS_1


__ADS_2