Merlinda ( Memulai Kembali)

Merlinda ( Memulai Kembali)
Ancaman Meili


__ADS_3

Bruuukkkkk " pintu terbuka begitu keras.


" Dimana Hannah ? " tanya Caren dengan wajah begitu marah , " saya masih mencoba menghubunginya sejak tadi " kata Vale menatap sekilas pada Caren lalu kembali fokus pada handphonenya.


" Dia benar benar sudah gila " geram Caren.


" Apa dia lupa jadwal fashion shownya hari ini , Vale kau harus menemukan dia sekarang" lanjut Caren.


Klek " pintu kembali terbuka dengan seseorang yang masuk.


" Hannah " panggil Vale dan Caren segera membalikkan tubuhnya , " bagus kau datang " kata Caren menatap tajam pada Hannah , namun Hannah terlihat begitu tidak peduli , ia terus berjalan melewati Caren tanpa menyapa atau meminta maaf atas keterlambatannya.


" Kau benar benar akan membuatku gila kalau sampai kau tidak datang hari ini " lanjut Caren yang terus melihat ke arah Hannah.


" Vale urus semua kesiapannya , kau tidak punya banyak waktu jadi lakukan dengan begitu cepat , dan kau Hannah jangan membuatku kecewa karena kau tahu ini bukan pekerjaanmu yang di bayar dengan murah " jelas Caren , Hannah masih bergeming , ia terus diam dan duduk di hadapan cermin dengan Vale yang sudah bersiap untuk merias wajah cantiknya.


Caren menarik nafasnya menahan rasa emosi melihat Hannah yang mengabaikannya dan dengan perasaan begitu kesal Caren meninggalkan ruangan dengan suara pintu yang di tutup begitu keras.


Vale mengurungkan niatnya untuk bertanya pada Hannah dan memilih untuk diam karena melihat keadaan Hannah yang terlihat tidak begitu baik.


" Terimakasih untuk kerja kerasnya menutupi mata sembabku Vale " ucap Hannah tertawa.


" Jangan memaksakan untuk tertawa Hannah , itu terlihat begitu mengerikan " kata Vale sembari memasangkan baju Fashion Show pada tubuh Hannah.


" Perfect , aku rasa kau memang di hidupkan untuk menjadi seorang model " ucap Vale dengan begitu kagum melihat pada Hannah yang terbalut gaun mewah tanpa lengan berwarna silver dengan brand ternama di dunia.


" Amazing Hannah , aku rasa kau bintangnya malam ini " ucapnya lagi yang baru selesai memasangkan anting dan kalung berlian yang terlihat begitu senada dengan gaun yang gunakan oleh Hannah.


" Kau berlebihan Vale " ucap Hannah sambil memastikan penampilannya di hadapan cermin " aku tidak pernah berbohong dalam memuji Hannah , dan sudah begitu banyak model dunia yang aku temui , tapi kau yang terbaik dan memiliki sinarnya sendiri " jelas Vale ,


" terimakasih Vale " ucap Hannah tertawa , namun diam diam ia menatap begitu dalam pada dirinya sendiri di balik cermin besar di hadapannya.


" Benarkah ? " gumamnya dengan masih menatap pada dirinya .


" Hannah ayo , kau sudah tidak punya waktu lagi " panggil Vale yang sudah bergegas , dan Hannah segera menyusul di ikuti dua orang yang membantu membawakan segala kebutuhannya.


****


" Merlinda " panggil lelaki paruh baya dengan kaca mata besar yang bertengger pada batang hidungnya.


" ya Mr. " jawab Elin dan berjalan mendekat dengan perasaan yang begitu gusar untuk menunggu hasil ajuan desainnya.

__ADS_1


" Perbaiki " ucap laki laki paruh baya yang berpropesi sebagai dosen dan memberikan kembali hasil desain Elin ,


Elin masih terdiam menatap bingung pada gambar besar di hadapannya , melihat Elin yang masih tidak beranjak , Mr.Lois mengangkat pandangannya menatap Elin.


" Kau harus memiliki karakter dalam desainmu , ini tidak buruk tapi aku tidak melihatnya sebagai hasil desain melainkan hanya sebuah gambar yang bisa di buat oleh siapa saja " jelas Mr.Lois.


" Anda harus tahu perbedaan sebuah gambar dan desain Nona Merlinda , aku memberimu waktu tiga hari untuk memperbaiki ini , jika tidak ada perubahan maka kau tidak bisa aku loloskan " lanjutnya.


" Baik Mr. "


" Temukan karaktermu , sebuah desain harus memiliki jiwanya " kata mr.Lois dan Elin mengangguk tersenyum " terimakasih atas kesempatannya Mr. " ucapnya begitu sopan lalu beranjak meninggalkan ruangan yang hampir saja membuatnya setres.


~


" Jangan di pikirkan " ucap Meili sambil menempelkan minuman dingin pada wajah Elin " kau mengejutkanku " kata Elin membuka matanya dan menormalkan kembali posisi duduknya setelah menyenderkan tubuhnya di sandaran kursi.


" Bagaimana hasilnya ? " tanya Meili.


" Sedikit mengecewakan dan beruntung karena memiliki kesempatan untuk memperbaikinya " jelas Elin yang langsung membuka minuman dingin dari tangan Meili dan segera meneguknya, " ya itu memang tidak mudah , setidaknya kau tahu dimana kesalahanmu dan bisa berusaha untuk memperbaikinya " kata Meili memberi semangat,


" ya kau benar Meili " ucapnya sambil menganggukkan kepala membenarkan apa yang di katakan oleh Meili.


Elin merubah posisi duduknya menjadi lebih fokus menghadap pada Meili dan Meili yang menyadarinya tersenyum.


" Apa ceritaku begitu menarik ? " goda Meili dan Elin hanya bisa tersenyum dengan menahan rasa malu.


" Kemaren aku ketiduran begitu lama " jelas singkat Elin " pantasan , dia pikir kau pergi dan begitu khawatir karena tidak ada kabar darimu " jelas Meili , tanpa sadar bibir Elin tersenyum mengingat kejadian tadi malam , dimana Daniel datang dan langsung memeluknya .


" dan itu membuatku ikut cemas " lanjut Meili.


" Maafkan aku karena telah merepotkan kalian " ucap Elin.,


" kau tidak perlu meminta maaf , Daniel lah yang berlebihan " kata Meili tertawa.


" Ya aku juga berharap kau tidak akan melakukan itu lagi karena Daniel akan menjadi panik dan semua orang akan di repotkan olehnya " lanjut Meili dengan terus tertawa.


" Dia begitu mencintaimu Elin " ucap Meili kembali serius dan menoleh pada Elin.


Elin terdiam , bibirnya tidak bisa berkata apapun untuk menanggapi kata kata Meili ,


" aku tidak pernah melihatnya seperti ini , panik hanya karena tidak ada kabar darimu dan tersenyum hanya dengan menyebut namamu saja " lanjut Meili dengan bibir yang tersenyum karena ikut merasakan kebahagian Daniel.

__ADS_1


Jantung Elin menjadi berdetak tak menentu mendengar Meili menceritakan tentang Daniel yang begitu menyukainya.


" Apa kau menyukainya Elin ? " tanya Meili dan kembali menatap begitu serius pada Elin.


Elin kembali terdiam , pertanyaan Meili benar benar membuatnya tidak berkutik ,


" aku sedang bertanya sebagai teman dekatmu bukan sebagai adik dari Daniel , jadi kau tidak perlu merasa tertekan untuk mengatakan tentang perasaanmu" lanjut Meili , Elin menghela nafas begitu pelan dengan mata yang menatap kosong.


" Aku sungguh masih ragu dengan perasaanku sendiri Meili , itu bukan karena tidak memiliki rasa padanya tapi aku harus meyakinkan terlebih dahulu perasaanku " jelasnya dan Meili menyimak dengan fokus.


" Masa laluku sangat pahit dan benar benar membuatku begitu terpuruk " lanjutnya dengan hati yang kembali perih karena harus mengingat kembali luka lama atas kepergian Gery.


" Aku tidak lagi mengenal cinta selama hampir empat tahun ini dan kehadiran Daniel merubahnya , dia merubah hidupku Meili , aku kembali tersenyum , aku kembali merasakan hidup lagi berkat Daniel " jelas Elin dengan suara yang mulai serak karena begitu terbawa emosi.


" Tapi aku butuh waktu untuk benar benar memastikan bagaimana perasaanku yang sebenarnya pada Daniel , karena sulit untuk membedakan perasaan cinta dan sekedar rasa nyaman , dan yang aku takutkan ini hanya perasaan nyaman yang baru kembali aku rasakan " lanjutnya.


" Kau berhak untuk menentukan perasaanmu sendiri Elin , kau yang tahu apa yang terbaik untuk hidupmu " kata Meili tersenyum dan menepuk lembut pada pundak Elin.


" dan ya kau benar , rasa nyaman dan rasa cinta sangat sulit untuk di bedakan dan aku yakin jika Daniel benar mencintaimu , dia akan menunggu sampai kau benar benar siap menerimanya " lanjut Meili ,


" dia juga mengatakan seperti itu padaku Meil "


" Ya itu karena dia benar benar mencintaimu " kata Meili tertawa.


" dan sekarang aku kembali berbicara menjadi adik Daniel padamu " kata Meili membuat Elin tertawa kecil ,


" Tolong jangan membuatnya kecewa Elin , jika suatu hari hatimu memang masih tidak bisa untuk dia , pergilah tanpa harus menyakitinya , aku tidak ingin dia kembali terluka lagi " kata Meili begitu santai namun dengan permohonan yang begitu dalam.


" Apa ini sebuah ancaman ? " tanya Elin bercanda.


" Mungkin , itu karena aku begitu menyayanginya dan caraku yang sedikit memaksa agar kau cepat membuka hatimu pada Daniel " jelas Meili yang ikut tertawa.


" Aku tidak mungkin membuat orang lain kecewa Meili , karena aku sangat tahu seperti apa rasanya " kata Elin kembali serius,


" untuk kali ini aku pegang ucapanmu " kata Meili.


" Sekarang kau benar benar seperti sedang mengancamku " ucap Elin tertawa.


jangan lupa vote , like dan coment🤗


dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚

__ADS_1


__ADS_2