Merlinda ( Memulai Kembali)

Merlinda ( Memulai Kembali)
Bertemu Lagi


__ADS_3

Drrrtt drrttt " handphone Nathan berdering dengan panggilan telepon.


" Hay tuan Remkez " sapa Nathan tertawa setelah sambungan telepon tersambung , semua orang menoleh kearah Nathan terlebih Elin, bahkan jantungnya langsung berdegub saat Nathan menyebut nama belakang Daniel , namun dengan segera dia kembali mengalihkan padangannya, sebelum semua orang menyadari ketidak biasaan dirinya saat mendengar nama Daniel di sebut.


" Jo , apa kau sedang sibuk ? " tanya Daniel di seberang.


" Sepertinya ada yang penting , apa yang ingin kau tahu " tanya Nathan langsung dengan bibir yang terus tertawa.


" jo.. emm " kata Daniel yang bingung ingin memulai pembicaraanya dari mana .


" Apa rem ? berbicaralah dengan jelas "


" Kau dimana ? "


" Di bandara , kita sedang mengantar Elin  "


deg " jantung Daniel kembali berdegub , tanpa bertanya pun , sesuatu yang ingin ia pastikan sudah terjawab.


" Apa kau ingin berbicara pada Elin " goda Nathan.


" Berikan handphonemu padanya " ujar Daniel tanpa sungkan , sekarang ia melupakan rasa malunya.


" Daniel ingin bicara padamu " jelas Nathan pelan dengan senyum usil pada Elin ,


dengan masih menatap bingung Elin menerima handphone Nathan " ya , ada apa Daniel , emm.. maksudku kak Daniel " ujar Elin basa basi dan berusaha untuk tetap terlihat biasa saja walau jantungnya sudah berdetak tak menentu.


" Hati hati dalam perjalanmu , dan sampai bertemu nanti " ucap Daniel dan Elin hanya terdiam dengan seribu kebingungan.


" Pastikan semuanya aman , tanpa ada yang tertinggal nanti dan jaga dirimu , sekarang berikan kembali handphonenya pada Nathan " lanjut Daniel tanpa mempersilahkan Elin untuk berbicara , dan masih di penuhi dengan kebingunganEelin mengembalikan handphone di tangannya pada Nathan .


" Apa maksudnya sampai bertemu nanti " gumam Elin yang masih nampak linglung untuk mencerna dengan baik baik perkataan Daniel.


" Ya rem " kata Nathan saat handphone sudah kembali berada di telingannya.


" Kenapa kau tidak menceritakan yang sebenarnya padaku jo ?  "


" wawww ternyata kau lebih cepat dari yang aku bayangkan " ujar Nathan tertawa sambil menatap kesemua orang , kemudian ia berjalan menjauh untuk menghindari pembicaraanya bersama daniel terdengar oleh orang lain.


" Kenapa kau tidak bilang , kalau dia


juga berada di New York "


" Aku hanya ingin memberikan kejutan padamu , atau lebih tepatnya aku begitu penasaran dengan takdir kalian berdua " jelas Nathan sambil terus tertawa.


" Ternyata kau yang mempermainkan takdir kam i" sahut Daniel dengan  nada bicara serius.


" ceh , apa kau kesal karena aku tidak memberi tahumu  ? "


" Bukan , tapi.. emm , maksudnya , ah sudahlah , intinya aku sangat terkejut saat tahu kami berada di kota yang sama , dan kau tahu rem , ternyata Elin adalah sahabat meili adikku "


" Really ? " ucap Nathan yang yang berbalik terkejut.


" waww.. ini baru namanya takdir rem ,


astgaa aku masih tidak bisa menyangka , dunia seluas ini dan ternyata kalian berdua dalam lingkungan orang yang sama " ujar Nathan semakin tidak percaya.


" Iya , aku pun masih tidak bisa percaya jo , ternyata seperti ini takdir "


" Apa kau serius ? "


" Maksudmu ? " tanya balik Daniel


" Maksudku , apa kau serius berbicara soal takdir ini rem , jangan coba mempermainkannya , jika memang kau tidak bersungguh sungguh tolong jangan mendekatinya , kau sudah tahu apa yang pernah terjadi padanya "


Daniel berdesis " Jo , aku sudah bilang , jika aku bertemu dengannya lagi aku anggap ini perjodohan dari Tuhan, dan ternyata kami di pertemukan kembali dengan jalan yang sangat tidak terduga , aku memang masih belum yakin dengan perasaanku , tapi yang pasti aku tidak pernah mempermainkan takdir " jelas Daniel.

__ADS_1


" Ya , aku pegang kata katamu dan jangan membuatku kecewa rem , kau tahu aku sudah menganggap dia adikku sendiri "


" Ya aku tahu , dan aku akan jadi adik iparmu jika kami berjodoh " ujar Daniel tertawa dan Nathan ikut tertawa.


" Baiklah kau sudah mengetahui segalanya , sekarang aku tutup teleponmu , karena sebentar lagi penerbangannya akan segera berangkat "


" jo , jangan mengatakan tentang ini padanya "


" Apa kau ingin memberi kejutan ? "


" Kau masih cukup pintar walau sudah menjadi seorang ayah "


Cceh , baiklah aku tutup teleponmu "


" Katakan salam rinduku pada Naina "


" iya , aku titip Elin paadamu rem, tolong jaga dia nanti " pinta Nathan yang kembali serius dengan ucapannya.


" Tidak perlu kau minta , itu sudah pasti akan aku lakukan jo " sahut Daniel yang juga sangat serius dengan ucapannya.


" Baiklah , bye , sampai bertemu kembali " pamit Nathan menutup sambungan teleponnya dan segera bergabung pada semua orang.


~


" Jaga dirimu baik baik , jika semuanya sudah siap kami akan menyusulmu nanti " ucap Amel yang kini sedang  memeluk erat tubuh Elin.


Panggilan keberangkatan pesawat yang membawa Elin sudah di umumkan dan mereka akan segera kembali berpisah.


" Buatkan aku ponakan yang lucu dan jaga kesehatanmu di sini , ah aku pasti akan merindukan kecerewetanmu nanti " ucap Elin dengan mata yang sudah berkaca kaca.


" Tidak banyak yang ingin aku katakan , kau sudah sangat dewasa sekarang , sudah lebih bisa menjaga dirimu sendiri , jangan lupa untuk terus mengabari kami di sini , dan yang pasti aku akan sangat merindukkanmu " ucap Green saat pelukan Elin sudah beralih padanya.


" Ternyata kecerewetanmu sudah berkurang " ujar Elin tertawa dalam pelukan Green.


" Jaga dirimu juga di sini , jaga anakku dan bila perlu tambahkan satu lagi " lanjut Elin , hari ini Naina tidak ikut mengantar Elin ke bandara , karena saat mereka berangkat gadis kecil itu sedang tertidur dengan begitu nyenyak.


" Jaga dirimu disana dan jangan khawatir tentang sahabatmu , aku pasti akan menjaganya dengan baik " ucap Alfin sambil memeluk Elin.


" dan doakan semoga ponakanmu , bisa secepatnya di terbitkan " lanjut Alfin dengan berbisik , " istrimu bukan penulis " sahut Elin tertawa dan melepas pelukkan mereka.


" Kak Nathan , astaga aku masih cukup geli saat mengatakan ini " ujar Elin yang tidak berhenti tertawa " tidak ada yang ingin aku sampaikan , kau sudah terbukti menjadi ayah dan suami yang luar biasa , aku hanya minta , tolong tambahkan satu ponakan lagi untukku " ujar Elin yang kini sudah beralih memeluk Nathan.


" Bilang pada sahabatmu untuk tidak menggunakan kontrasepsi lagi , biar keinginanmu bisa segera terwujud " bisik Nathan tertawa.


" Jaga dirimu dengan baik , walau nanti pasti akan ada yang menjagamu di sana " lanjut Nathan dan Elin menautkan kedua alisnya karena merasa bingung dengan perkataan Nathan.


" Baiklah sampai bertemu lagi kak , sepertinya aku sudah terbiasa dengan panggilan ini " ujar Elin dan melepas pelukannya bersama Nathan..


" Kau harus terbiasa karena aku memang kakakmu " ucap Nathan.


" Baiklah kakak " ucap Elin tertawa.


" Apa kalian tidak ingin memelukku lagi ? " pinta Elin pada Green dan Amel , maka tanpa basa basi kedua perempuan itu pun langsung memeluknya.


" Aku benci saat kita berpisah " ucap Amel yang sudah menangis.


" Jaga dirimu lin , dan saat bertemu nanti , aku harus mendengar kabar bahagia darimu , " sambung Green.


" Jangan menangis lagi , sekarang kau sudah menjadi Nyonya muda keluarga Vernandes , tidak lucu jika besok pagi wajah jelekmu ini terpampang di media " ujar Elin mengusap lembut puncak kepala Amel " aku tidak peduli " sahut Amel yang masih terus terisak.


" Doakan yang terbaik untukku Green , aku juga ingin kembali merasakan kebahagiaan "


" itu pasti , berhati hatilah dan sampai bertemu kembali " ucap Green lalu melepas pelukan mereka , " berhentilah menangis , nanti matamu akan bengkak dan semua orang akan berpikir kau tidak bahagia dengan pernikahanmu " lanjut Green yang menarik tubuh Amel kedalam pelukkannya .


" Mel jangan menangis lagi , kau yang selalu membuatku berat untuk pergi "

__ADS_1


" Pergilah , aku tidak apa apa " kata Amel dengan suara serak karena hidung yang mulai tersumbat karena menangis.


" Aku pasti akan merindukan kalian " ucapnya sebelum ia melangkah pergi.


" Kami juga , bye " sahut Green.


" daa lin , hati hati " sambung Amel yang berusaha menyudahi tangisannnya.


" Kabari kami jika kau sudah sampai nanti " ujar nathan dan Elin menganggukkan kepalanya.


" dadaa sampai bertemu lagi , aku menunggu kalian mengunjungiku " teriak Elin seraya menghapus air mata yang ingin terjatuh di pipinya , tidak mungkin ia tidak sedih saat kembali meninggalkan orang orang yang begitu ia sayangi , dan beruntung Bimo dan Mala tidak ikut mengantarnya ke bandara karena mereka sudah berpamitan dirumah , dan Elin yang juga meminta untuk tidak mengantarnya , karena ia yakin , kepergiannya akan semakin berat saat melihat wajah ke dua orang tuanya.


" Sampai bertemu lagi Jakarta " ucap Elin ,


ia sudah duduk di cabin dan pesawat yang membawanya akan segera berangkat .


****


" Elin " teriak Meili melambaikan kedua tangannya pada gadis yang baru saja keluar dari pintu bandara.


" Meili " balas teriak Elin dan segera menghampiri perempuan berambut coklat itu.


" Ternyata kau benar benar menjemputku " ucap Elin yang langsung memeluk Meili.


" Kemarikan kopermu , kau pasti sangat lelah karena penerbangan yang sangat lama dan membosankan ini " ujar Meili yang mengambil alih koper di tangan Elin.


" Terimakasih Meili "


" Aku belum mengantarmu sampai tujuan " sahut Meili tertawa.


" Apa kau menjemputku sendiri ? " tanya Elin yang melihat tidak ada orang lain yang menemani Meili " kau berharap aku bersama siapa ? " tanya Meili tertawa dan Elin menggelengkan kepalanya " aku hanya berpikir terlalu merepotkanmu Meili , kau bahkan datang sendiri ke bandara hanya untun menjemputku " jelas Elin yang merasa tidak enak.


" Berhenti mengatakan kata merepotkan Elin , tidak ada kata sialan itu dalam persahabatan , dan kau tidak perlu khawatir karena aku tidak datang sendiri menjemputmu "


" Dia memang sungguh merepotkan , tapi kenapa dia begitu memaksa ingin ikut denganku " gumam Meili pelan dengan kedua alis yang saling bertautan.


" Kau mengatakan apa Meili ? " tanya E.lin yang tidak jelas mendengar


" Tidak ada , ayo lin , sebelum laki laki itu membuat onar dengan berteriak karena terlalu lama menunggu kita " ujar Meili yang langsung menarik tangan Elin menuju mobilnya.


~


" Pak masukkan barang barang ini di bagasi " pinta Meili pada sopir yang membawanya tadi


" Baik Nona "


" Terimakasih pak " ucap Elin lembut , dan Meili tersenyum melihat sikap sopan Elin.


" lin masuklah , aku akan duduk di depan " kata Meili yang meminta Elin untuk masuk kedalam mobil.


" Terimakasih Meil " ucap Elin yang kemudian segera masuk kedalam mobil dengan tangan yang terus mencari cari benda pipih miliknya di dalam tas yang ia bawa sejak tadi.


" Berhenti mengucapkan terimakasih Elin "


" oh ya , lin perkenalkan ini kakaku , maaf sudah membuatmu tidak nyaman karena membawanya " jelas Meili.


" Tunggu sebentar meil , aku masih mencari dimana handphoneku " ujar Elin yang terus mengobrak obrik isi di dalam tasnya.


" Akhirnya ketemu " ucap legah Elin setelah menemukan benda yang sangat penting untuknya itu.


" Maaf , Elin " ucap Elin mengulurkan tangan  dan mengalihkan pandangannya dari tas menuju seseorang yang berada di sampingnya..


deg " jantung Elin seketika ingin lepas dari tempatnya dengan mata yang membulat sempurna.


" Hay , kita bertemu lagi " ucap Daniel yang tersenyum begitu manis pada Elin.

__ADS_1


jangan lupa vote , like dan coment🤗


dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚


__ADS_2