Merlinda ( Memulai Kembali)

Merlinda ( Memulai Kembali)
Pesta BBQ


__ADS_3

" Aku menyukai ini " ucap Amel dengan mata berbinar dan senyum yang merekah menikmati suasana malam kota New York dengan pesta Barbeque yang di adakan oleh keluarga Remkez untuk menyambut kedatangan mereka , itu sangat berbeda dengan kondisinya beberapa jam yang lalu , " kau suka ? " tanya Alfin sambil mengibas anak rambut yang sedikit menutupi wajah istrinya ,


Amel mengangguk pelan dengan garis bibir yang terus melengkung , " dan aku lebih suka istriku seperti ini , tersenyum dan kembali bersemangat ",


Amel terdiam sesaat karena kalimat yang baru saja keluar dari mulut suaminya itu , seketika perasaan bersalah menyeruak begitu saja , " maaf aku telah mengabaikanmu " ucapnya penuh penyesalan dan menatap begitu dalam pada sorot mata teduh milik Alfin.


" Jangan meminta maaf , aku sangat mengerti perasaanmu tapi aku mohon jangan lagi seperti ini " ucap Alfin begitu dalam dan kembali mengibas anak rambut yang terus bermain di wajah halus Amel , " tolong tetaplah ceria seperti ini , melihatmu kemarin membuatku seperti kehilangan dua jiwa yang berharga dan hatiku benar-benar hancur " sambungnya penuh sesak.


Dengan mata yang berkaca-kaca Amel segera merengkuh tubuh suaminya dan menangis sejadi-jadinya disana , " maafkan aku , aku mohon " .


" Berhenti meminta maaf sayang , kau tidak salah apapun , aku hanya minta kau tidak lagi seperti itu untuk hal apapun yang akan terjadi di dalam rumah tangga kita nanti, kau pasti tahu aku sangat tidak bisa di abaikan terlebih darimu "


" Aku janji "


" Sekarang hentikan tangisannya , percayalah suatu hari Tuhan pasti akan memberikannya lagi pada kita " ujar Alfin berusaha memberi ketenangan , Amel melepas pelukannya dan mengusap sisa air mata yang masih mengalir , " Tuhan pasti akan menggantinya " ulangnya memberi keyakinan dan Alfin dengan cepat mengangguk , " waktu kita masih sangat panjang untuk terus mencoba " ujarnya dengan menahan senyum dan Amel segera berdelik.


" Ayolah sayang , kau sudah lama mengabaikan aku "


" Jangan tidak tahu malu Alfin , kau lihat ada banyak orang disini "


" Mereka tidak akan paham apa yang kita bicarakan "


" Tapi aku paham " sambung Nathan tiba-tiba menghampiri dengan satu gelas Wine di tangannya , " kenapa kau menguping pembicaraan orang lain " protes Alfin bercampur kesal.


" Aku tidak menguping , tapi kalian yang berbicara terlalu keras dan juga aku sangat tahu kalau kau terus di abaikan oleh istrimu.


" Ceh , pergilah kami sedang membicarakan masalah rumah tangga kami yang orang lain tidak boleh tahu "


" Aku bukan orang lain "


" Ada apa ini ? " sambung Green ikut menghampiri , " urus suamimu Green , dia sedang mencoba ikut campur dengan urusan kami " ucap Alfin mengadu , " tidak Green , sebaiknya kita saja yang pergi " timpal Amel yang bersiap beranjak dan menarik tangan Green untum pergi.


" Gara- gara kau aku kehilangan kesempatan untuk mengambil jatahku " protes Alfin begitu kesal pada Nathan yang sudah tertawa dengan begitu senang.


~


Wajah Viona tidak berhenti berbinar hari ini , ada banyak hal yang membuatnya begitu bahagia termasuk pesta kecil di istananya malam ini , " kerut matamu semakin terlihat kalau kau terus tersenyum " ujar Reymond sambil memberikan teh hangat , Viona berdecih dan menerima cangkir dari tangan suaminya , " aku terlalu bahagia Reymond ",


" Ya aku tahu dan aku senang melihatnya "


" Melihat ? " kata Viona mengulang dengan dahi yang sedikit berkerut.


" Ya , melihat kau tersenyum , aku sudah lama tidak melihat wajahmu seperti ini "

__ADS_1


Viona tidak membalas , hanya mata yang menatap sedikit lama pada Reymond serta bibir yang semakin melengkung,


" maafkan aku " ucap Reymond kembali.


" Untuk ? "


" Untuk semua hal yang selama ini membuat kau terluka " jelasnya di sertai emosi yang di penuhi dengan penyesalan , " jangan merusak hari bahagiaku dengan mengingkatkanku dengan semua kesalahanmu Reymond "balas Viona , namun wajahnya nampak begitu santai di sertai senyum yang seperti tidak berakhir dari wajah awetnya.


" Baiklah maafkan aku " ucap Reymond ikut tersenyum lalu tanpa permisi menggenggam tangan Viona , menggosoknya lembut untuk memberikan kehangatan karena angin malam yang terus berhembus , dan Viona menikmatinya tanpa penolakan meski ada sedikit perasaan canggung di hatinya.


" Maaf aku harus menganggu kalian ! " ujar Meili yang tiba-tiba mendekat dan langsung duduk di pangkuan Reymond tanpa permisi ,


" kau ini kenapa sangat manja huh "


" Karena hanya kalian yang akan memperdulikan aku disini , apa Daddy tidak melihat hanya aku yang tidak memiliki pasangan disini " protesnya sambil menunjuk ke semua orang-orang yang berada disana.


Belum sempat Reymond dan Viona membalas keluhan putri mereka , Elin menghampiri dengan hidangan BBQ yang baru saja selesai di panggang , " ini untuk kalian mam " ucapnya sambil meletakkan hidangan itu di atas meja.


" Terimakasih calon menantu " ucap Viona tersenyum dan berhasil membuat wajah Elin merona seketika , " segera di coba Dad , mam menantu kalian memanggang itu spesial untuk kalian " sambung Daniel yang ikut menghampiri sambil membawa Naina di dalam gendongannya ,


" Tentu " balas Reymond yang langsung menusuk potongan steak ke dalam mulutnya , " emmm.. ini memang lebih enak dari yang biasa aku makan "


" Jangan berlebihan Dad , tidak ada yang berbeda " ucap Elin malu dan semua orang nampak tertawa.


" Ya ada apa denganmu Meil , apa kau tidak suka dengan pesta ini ? " timpal Elin menyambung.


" Tidak Elin , aku hanya sedang kesal ? "


" Kesal ? , apa itu karena kau tidak memiliki pasangan malam ini ? " sambung Reymond tertawa yang membuat Meili semakin kesal , " padahal aku sudah mengundangnya kemari , tapi dia tidak mau datang "


" Brian ? " tebak Elin.


" Ya siapa lagi kalau bukan dia Elin , padahal aku ingin memperkenalkan dia pada keluarga kita "


" Siapa Brian ? " tanya Reymond dan Viona bersamaan.


" Kekasih Meili mam , apa dia tidak memberitahunya ? " jelas Elin tanpa sengaja , namun Meili terlihat sedikit panik untuk hal yang baru saja ia ucapkan , " maafkan aku telah lancang Meil " ucapnya penuh penyesalan.


" Apa kau sungguh punya pacar Meil ? " tanya Viona , dan raut wajahnya berubah sedikit lebih serius , " emm.. hanya teman dekat mam "


" Ya maksudku teman dekat Meili mam , tapi aku terbiasa menggodanya dengan menyebut Brian kekasih Meili ,ya seperti itu " timpal Elin ikut memberi penjelasan.


" Baguslah , kau jangan lupa kalau kau sudah di jodohkan Meili "

__ADS_1


" Mam , kau serius kalau Meili telah di jodohkan ? "


" Ya Daniel "


" Mam , aku aku kira kau hanya bercanda tentang perjodohanku yang kau katakan dulu "


" Mommy tidak pernah bercanda untuk hal yang serius Meili " tegas Viona , membuat semua orang terdiam dengan perasaan yang terkejut termasuk Elin , " tapi mam , aku belum menyetujui tentang hal ini " protes Meili yang terlihat semakin kesal.


" Bicarakan lagi ini nanti , jangan merusak pesta malam ini dengan obrolan yang serius " ujar Reymond ,namun Meili nampak tidak bisa mengubah raut wajah kesal yang sudah bercampur kemarahan , " maaf aku sudah ngantuk " ucapnya yang langsung beranjak dan meninggalkan semua orang.


" Meili , tunggu " panggil Elin mencoba menghentikan.


" Elin biarkan saja ,biar dia menjadi urusan Mommy ,kamu nikmati saja pestanya " cegah Viona dan Elin menurutinya , namun matanya terus melihat ke arah punggung Meili yang terus berjalan menuju bangunan rumahnya , " jangan di pikirkan " ucap Daniel sambil menarik tubuh kekasihnya.


" Maaf kami terlambat " ucap Hannah yang baru saja datang bersama Mike dan Vale.


" Owh aku sudah menunggu kalian sejak tadi " sahut Elin begitu senang dan pikiran tentang Meili pun akhirnya sedikit teralihkan , " maaf , ada perkerjaan yang harus aku selesaikan " jelas Hannah sambil memeluk tubuhnya begitu erat , " sekali lagi selamat untukmu "bisik Hannah


" Untukmu juga "


" Tidak ini bukan tentang Fashion Show ,tapi tentang lamaranmu ".


" Ceh , jangan menggodaku "


" Aku memberi ucapan yang sangat tulus Elin , sekarang perlihatkan cincinnya padaku " ujar Hannah yang langsung mengakhiri pelukkannya lalu beralih pada jari jemari Elin , " oh Tuhan , ini sangat indah " ucapnya kagum pada benda yang melingkar di jari sahabatnya.


" Seharusnya kau yang memiliki itu Hannah " ucap Reymond tertawa , namun cubitan dari tangan Viona langsung mendarat di bagian perutnya , " Daddy hanya bercanda " sambungnya sambil meringis karena rasa perih di bekas cubitan istrinya.


" Daddy harus tanggung jawab kalau setelah ini calon istriku marah " ujar Daniel sambil melihat kearah Elin yang memang terlihat tenang , namun ia sangat tahu tidak dengan tatapannya ," ya aku juga tidak akan tanggung jawab om " sambung Hannah.


" Apa kau marah nak ? "


" itu tidak mungkin Dad , perkataan itu tidak mungkin mengalahkan restu semua orang untuk pernikahan kami nanti " sahut Elin dengan begitu santai membuat Daniel langsung tersenyum dan menatap gemas padanya ,


" Kau memang calon menantuku " ucap bangga Reymond pada Elin , membuat semua orang tertawa , " takdir aku dan Hannah ternyata menjadi keluarga bukan membuat keluarga " kata Daniel menggoda membuat Mike yang diam dan sedang menikmati hidangan sedikit bereaksi , " ya itu yang benar Daniel , dan itu hubungan yang lebih baik " sahut Hannah setuju.


" Walau di mukai dengan cara yang tidak baik " balasnya lagi.


" Hentikan Daniel " sambung Elin.


" Aku hanya bercanda sayang "


" Ya Elin , kami tidak lagi masalah jika dia mengungkitnya " ujar Hannah tertawa , membuat semua orang kembali ikut tertawa.

__ADS_1


__ADS_2