Merlinda ( Memulai Kembali)

Merlinda ( Memulai Kembali)
Panggilan video


__ADS_3

" Apa bisa kita akhiri pelukan ini , aku sedikit sulit bernafas " ucap Elin begitu malu , mendengar itu Daniel menjadi sadar dengan apa yang sudah di lakukan dan segera melepas pelukan eratnya pada tubuh Elin " maafkan aku , aku benar benar tidak sengaja " kata Daniel yang menjadi salah tingkah.


" Masuklah " ajak elin dengan raut wajah yang sudah merona.


" Apa yang sedang kau lakukan , aku terus menghubungimu sejak tadi dan tidak ada jawaban " tanya Daniel dengan begitu cemas


" Aku hanya tertidur , bukan mengabaikanmu " jawab Elin begitu lembut , dengan sedikit tersenyum.


" Harusnya kau mengatakan kalau mau tidur , biar aku tidak begitu khawatir menunggu kabarmu " lanjutnya , Elin menautkan kedua alisnya " apa tidak lucu tiba tiba aku mengirim pesan padamu dan mengatakan aku ingin tidur , sedangkan kita tidak lagi saling betukar pesan " kata Elin dengan tertawa kecil.


" Itu karena aku masih sibuk dengan pekerjaanku , tapi aku langsung menghubungimu setelah semuanya selesai " jelas Daniel.


" Baiklah maafkan aku karena telah membuat kau begitu panik , aku sudah terbiasa tanpa memberi kabar pada siapapun " jelas Elin tersenyum.


" Jangan lakukan itu lagi , dan kau harus tahu kalau sekarang ada seseorang yang selalu ingin tahu tentang kabarmu " kata Daniel begitu serius dengan mata yang menatap begitu dalam pada Elin.


" Hallo , apa masih ada orang di sana ? " ucap Green di balik panggilan video , mendengar itu Daniel menjadi begitu kaget dengan Elin yang baru menyadari kalau ia sedang meninggalkan obrolannya bersama Amel dan Green.


" Elin , apa kau akan terus membiarkan kami menatap langit langit apartemenmu ? " teriak Amel , karena letak handphone dengan camera yang mengarah ke atas jadi yang terlihat dari mereka hanya langit langit apartemen Elin.


" Kenapa aku bisa lupa kalau mereka sedang menunggu " kata Elin yang menjadi kalang kabut , " siapa ? " tanya Daniel.


" Green dan Amel , kita sedang melakukan panggilan video " jelas Elin begitu pelan


" benarkah ? " tanya daniel yang semakin terkejut.


" Kenapa dia begitu lama , lin , apa kau baik baik saja " teriak Green semakin tidak sabar


" Mama yin " panggil Naina ikut ikutan dengan kedua ibunya.


" Ya " jawab Elin dan segera mengambil handphone yang masih di letakan di atas meja dan kembali mengarahkan wajahnya pada layar " ada apa ? , Kenapa kau begitu lama ? " tanya Green.


" Aku sedang menerima tamuku Green " jelas Elin dan sesekali matanya melirik ke arah Daniel yang masih berdiri , " siapa yang datang ke apartemenmu ? , bukannya di tempatmu sekarang sudah malam ? " sambung Amel.


" emm ya sudah malam " kata Elin sedikit gusar " aku tanya siapa tamumu ? dan dimana sekarang ? " tanya Green yang begitu ingin tahu.


" Hay Naina , ada apa dengan wajahnya Green ? " tanya Elin yang ingin berkilah dari pertanyaan Green dan kebetulan melihat sesuatu yang aneh pada wajah cantik Naina.


" Oh itu bekas luka , dia habis jatuh , tapi tidak apa apa " jelas Green ,


" Kenapa kau begitu lalai Green , bekasnya sedikit merusak wajah cantik anakku " kata Elin sedikit marah.


" Itu bisa di hilangkan dengan mudah " ucap Green tertawa.


" Mudah darimananya ? , itu terlihat jelas Green " katanya lagi,


" berhenti mengalihkan pembicaraan Elin " ucap Amel yang menatap tajam.


" Siapa yang sedang mengalihkan pembicaraan , aku hanya ingin memastikan ada apa dengan wajah Naina " katanya mencoba berkilah.


" Ceh , kau pikir kami tidak mengenalmu ? " kata Amel dan Elin hanya diam dengan mata yang terus melirik kearah Daniel.


" Katakan siapa tamumu ? " sambung Green yang ikut penasaran.


" Temanku Green , kenapa kalian begitu penasaran ?

__ADS_1


" Sikap anehmu yang membuat kita menjadi penasaran " kata Green yang menyipitkan tatapannya pada Elin.


" Elin kau mau jujur sekarang , atau aku dan Amel yang akan mencari tahu sendiri , jangan kau pikir kami tidak bisa melakukan itu " kata Green begitu serius , " kalian terlalu berlebihan " kata Elin tertawa.


" Mama yin apa di sana ada papa Daniel ? " tanya Naina tiba tiba , membuat Elin begitu terkejut , " Ada apa dengan wajahmu , kenapa kau begitu terkejut saat Naina menyebut nama kak Daniel " tanya Amel curiga.


" emmm .. tidak , wajahku biasa aja , kau yang terlalu mencurigaiku mel " bantah Elin dengan bibir yang tersenyum kecut.


" Mama yin , Naina ingin bicara dengan papa Daniel " kata Naina lagi , " papa Daniel tidak bersama mama yin nak " jelas Green pada putri kecilnya.


" Benarkah ? " jawab Naina lemah , melihat itu Elin menjadi tidak tega " naina pikir mama yin bersama papa Daniel " sambungnya dengan raut wajah yang sudah menunduk sedih.


" Mama yin tidak tinggal di tempat yang sama dengan papa Daniel , nanti kita minta daddy untuk menelepon pada Daniel yaa , sekarang Naina jangan sedih , oke " bujuk Green pada putrinya.


Elin menarik nafasnya " apa Naina ingin berbicara dengan papa Daniel ? " tanya Elin dengan segenap keberaniannya , karena ia yakin setelah ini , ia akan menerima begitu banyak pertanyaan dari kedua sahabatnya dan ia juga harus siap untuk menjadi bahan godaan dari Nyonya Nyonya dan Tuan Vernandes.


" Jngan membohonginya Elin , dia akan kecewa nanti " sambung Green.


Elin mengalihkan sorot camera dari wajahnya , " kemarilah " panggilnya pelan pada Daniel.


" Lin kau sedang apa ? " tanya Amel karena tidak lagi melihat wajah Elin di balik video.


" Hallo Naina " sapa Daniel seraya mengambil alih handphone Elin dan mengarahkan wajahnya pada layar , Amel dan Green begitu terkejut saat melihat wajah Elin yang sudah berganti dengan Daniel , " Lapa Daniel " teriak Naina begitu senang.


" Hay , cantik " balas Daniel dengan tersenyum begitu manis , Amel dan green masih terdiam dengan saling melempar pandangan , mereka nampak masih bingung dengan apa yang terjadi , kenapa tiba tiba ada wajah Daniel di balik camera.


" Wait kak " ucap Green sambil mengarahkan wajahnya begitu dekat pada layar " tapi sambungan ini masih bersama Elin kok" katanya sambil memastikan nama Elin masih tertera di layar handphonenya.


" Whaaattttt " teriak merema bersamaan , Elin yang mendengar hanya bisa menutup kupingnya begitu rapat " oh my God " ucap Green tidak percaya.


" Elin dimana kamu , sekarang tolong jelaskan pada kami " teriak Green , Daniel hanya bisa menahan senyumnya saat melihat wajah kedua sahabat Elin yang begitu terkejut dan panik " jadi kak Daniel tamu yang kamu sembunyikan dari kita " timpal Amel.


" Jangan berpikir terlalu jauh " ucap Elin , yang akhirnya kembali bergabung dan duduk begitu dekat di samping Daniel supaya wajahnya ikut terlihat dari sorot camera " bagus ya , kau sudah mulai tidak jujur pada kami " kata Green.


" Aku tidak menyembunyikan apapun dari kalian " bela Elin.


" Benarkah , lalu ini apa ? "


" Ceh , kenapa sekarang kalian malah terlihat begitu serasi " lanjut Green tertawa , mendengar itu tanpa sadar Elin dan Daniel saling bertatapan dengan jarak wajah yang begitu dekat " oh my God , tolong hargai kami di sini dan ingat di sini masih ada Naina " sambung Amel kesal.


" Jika Elin tidak mau menjelaskan berarti kak Daniel yang harus menjelaskan pada kami " lanjut Green.


" Yang ingin bicara pada Daniel itu Naina bukan kalian " timpal Elin ,


" wawww wawww Daniel , bukan lagi kak Daniel ya lin " goda Green dan Amel tertawa.


Elin hanya bisa diam dengan wajah yang sudah memerah karena menahan malu " jadi kak Daniel ? " tanya Green lagi.


" Apanya yang jadi Green ?" sahut Daniel tertawa " ceh , jadi kalian berdua bersekongkol untuk menutupinya dari kami "


" Oke baiklah " lanjut Green.


" Apa yang ingin kau tahu ? " tanya Daniel sedangkan Elin sudah memilih untuk diam ,


" apa kalian berdua pacaran ? " tanya Green langsung.

__ADS_1


" Green " teriak Elin dengan membesarkan kedua matanya.


" Dia hanya sekedar main ke apartemenku " jelas Elin yang menjadi semakin malu pada Daniel karena tingkah kedua sahabatnya.


" Aku bukan hanya sekedar main , tapi aku datang karena merindukanmu " potong Daniel yang tidak peduli dengan keberadaan Amel dan Green ,


" ya ampun to the point banget ini bule " teriak Amel kegirangan.


" Itu belum terjadi tapi sekarang aku sedang berusaha , apa kalian mendukungku ? " lanjutnya dengan terus berbicara pada Amel dan Green , yang membuat Elin melebarkan kedua matanya.


" Tentu , kami pasti mendukung kakak , bahkan sangat mendukung , ya kan mel ? " ucap Green begitu bersemangat dan Amel menganggukkan kepalanya.


" Do'akan aku " pinta Daniel pada kedua sahabat Elin ,


" itu pasti , semangat kak " ucap Green di ikuti dengan gaya tangannya ,


" Kak Daniel harus sabar , Elin memang begitu kak , suka acuh padahal cinta " timpal Amel.


" Wah kalian berdua memang sudah gila , apa kalian ingin menjatuhkan harga diriku ? " kata Elin kesal ,


" Tidak apa apa aku suka , setidaknya itu membuatku berusaha begitu keras untuk mendapatkan hatinya " ucap Daniel bersungguh sungguh lalu menatap wajah Elin ,


Elin terdiam mendengar perkataan Daniel dan tanpa sadar matanya ikut membalas tatapan mata Daniel.


" Permisi , maaf Nona dan Tan , kita masih ada di sini , jika ingin saling bertatapan tolong lakukan nanti setelah panggilan ini berakhir " kata Green yang begitu kesal melihat tingkah sepasang manusia di dalam video di hadapannya.


" Kak Daniel , kami padamu " ucap Amel yang di ikuti oleh Green dan si kecil Naina.


" Jangan gila " kesal Elin.


" Naina jangan ikutan Mommy dan Bunda " sambungnya pada putri cantik mereka ,


" harus nak , Naina juga harus mendukung papa Daniel " sambung Daniel pada Naina " tentu papa " jawab Naina yang sebenarnya ntah mengerti atau tidak.


" Bagus sayang , Naina memang anak papa " ucap Daniel dan tersenyum penuh kemenangan pada Elin .


Elin hanya berdelik dan menatap kesal pada Daniel yang memiliki banyak dukungan dari orang orang terdekatnya.


" Sepertinya kami menjadi pengganggu , bye " ucap Green dan langsung mengakhiri panggilan video mereka tanpa pamit terlebih dahulu.


" Kenapa kau terlihat begitu senang ?" tanya Elin karena setelah panggilan berakhir Daniel terus tersenyum , " tentu aku menjadi senang , kedua sahabatmu sudah memberi dukungan padaku , dan sekarang yang harus aku pikiran adalah bagaimana caranya membuat kau jatuh cinta padaku " kata Daniel begitu serius.


" Sepertinya kau tidak perlu lagi melakukan itu " gumam Elin tanpa sadar.


" Kau mengatakan apa ? " tanya Daniel memastikan ,


" tidak aku tidak mengatakan apa apa " kata Elin berkilah dan segera beranjak untuk menutupi rasa malunya.


" Aku mendengarnya dengan jelas " ucap Daniel dan menarik tangan Elin hingga tubuhnya kembali terduduk dengan jarak wajah yang begitu dekat pada wajah Daniel , Ia cepat cepat mengalihkan wajahnya namun tertahan oleh tangan Daniel yang lebih dulu menangkup kedua pipinya.


" Dengarkan aku , kau tentu tahu aku sangat mencintaimu , dan aku juga tahu kalau kau sudah memiliki rasa padaku , tapi aku juga tahu kalau itu belum sepenuhnya dan jauh di hatimu kau masih belum yakin untuk kembali menjalin hubungan bersamaku , tapi kau tidak perlu khawatir Elin , aku akan menunggu sampai kau benar benar siap membuka hatimu untukku , aku akan menunggu waktu itu " ucap Daniel dengan bersungguh sungguh dan menatap begitu dalam pada kedua mata Elin.


Cup " Daniel mencium dahi Elin begitu lama dan sangat dalam , bahkan tanpa sadar Elin memejamkan kedua matanya karena hatinya yang menjadi menghangat bersamaan dengan ciuman Daniel di dahinya.


" Aku sungguh mencintaimu " ucap Daniel lagi.

__ADS_1


jangan lupa vote , like dan coment🤗


dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚


__ADS_2