Merlinda ( Memulai Kembali)

Merlinda ( Memulai Kembali)
Pagi Penuh Kejutan


__ADS_3

Drrttt drrtttt " suara Handphone di atas nakas terus berbunyi , Elin menggeliat di balik selimut tebal yang membungkus tubuhnya , tidur nyenyaknya terganggu oleh suara deringan telepon dari benda pipih miliknya.


Dengan masih memejamkan mata tangan Elin menggapai benda yang masih berdering di atas nakas , mata minus yang masih mengantuk miliknya tidak mampu melihat dengan jelas nama panggilan di layar handphone , yang ia lakukan hanya menjawab tanpa peduli siapa orang yang sedang menghubunginya sekarang.


" Hallo " jawabnya dengan suara serak.


" Apa kau masih tidur Nona " tanya perempuan di balik telepon.


" Oh kau Meili " kata Elin yang baru menyadari siapa yang sedang berbicara dengannya ,


" Ya , kau pikir siapa yang sedang meneleponmu huh " sahut Meili tertawa.


" Bangunlah Nona , apa kau lupa kalau pagi ini kau memiliki jam mata kuliah " lanjut Meili.


" astaga terimakasih Meili , hampir saja aku lupa " ucap Elin yang langsung beranjak dari tidurnya , " Yaya , cepatlah bersiap kau sudah tidak memiliki waktu yang banyak dan aku sudah tidak sabar ingin bertemu denganmu " ucap Meili yang terdengar begitu bersemangat , " emmm..bye Meili " sahut Elin dan menutup panggilan teleponnya.


Sesaat ia terdiam menatap ke segala arah dalam ruangan tidurnya " Apa aku hanya bermimpi " gumamnya sambil terus berusaha mengingat kejadian yang begitu manis yang terjadi antara dirinya dan Daniel yang terasa begitu nyata , namun setelah terbangun dan mendapati dirinya di atas tempat tidurnya sendiri membuatnya ragu dan berpikir semua hal yang begitu romantis hanya terjadi di alam mimpi tidurnya.


" Mengecewakan " ucapnya dengan helaan nafas yang terdengar begitu berat , ia segera beranjak menuju kamar mandi membawa rasa kecewanya dan melepas lewat guyuran air yang akan membasahi tubuhnya.


Elin telah kembali duduk di atas tempat tidurnya dengan menggunakan piyama mandi serta rambut yang terlilit handuk , di sempatkannya untuk kembali membuka handphone namun lagi lagi ia kecewa karena tidak menemukan sesuatu yang ia harapkan , dengan langkah gontai ia beranjak menuju ruang pakaiannya walau moodnya sedang buruk namun ia harus tetap berangkat ke kampus pagi ini.


Elin tertegun saat melihat letak Walk-in Closet miliknya sudah berubah , di penuhi barang barang baru yang tersusun begitu rapi ,


ia berjalan mendekat menuju rak " ini bukannya barang barang yang ada di mimpiku tadi malam ? " ucapnya tak percaya ," Jadi itu bukan mimpi " lanjutnya dengan begitu bahagia di ikuti garis bibir yang terangkat sempurna.


Elin sudah berpakaian rapi dan keluar dari dalam kamar tidurnya sambil menatap sibuk ke layar handphone yang berada di tangannya , " tapi kenapa dia tidak menghubungiku " ucapnya karena melihat tidak ada pesan atau panggilan masuk Daniel dalam handphonenya.


" Astaga " ucapnya terkejut saat melihat beberapa orang sedang berdiri tidak jauh dari meja makannya , " Selama pagi Nona " ucap Mereka bersamaan , Elin mengangguk dengan ragu merasa begitu bingung kenapa tiba tiba ada dua orang wanita berpakaian pelayan dan satunya lagi menggunakan pakaian formal di dalam apartemennya.


" Maaf kami mengejutkan anda , apa Nona masih mengingat saya ? " tanya perempuan yang menggunakan pakaian formal , Elin tidak menjawab namun dahinya berkerut berusaha untuk mengingat siapa perempuan di hadapannya sekarang karena memang begitu tidak asing untuk penglihatannya ,


" saya Maria Nona , kita bertemu di apartemen Tuan kemarin siang " jelas Maria tersenyum , " oh astaga maafkan aku , aku memang sedikit pelupa " jelas Elin begitu sungkan.


" Saya memang tidak pantas anda ingat nona " ucap Maria ikut tertawa.


" Sarapan anda sudah kami persiapkan " lanjutnya menunjuk meja makan yang sudah tersaji dengan beberapa piring makanan , " Tuan meminta dua pelayan membantu anda disini " jelasnya lagi.


" Membantu ? " ulang Elin dan Maria mengangguk , " Ini Jordan dan ini Emily " jelasnya lagi memperkenalkan dua pelayan yang berdiri di dekat mereka.


" Jordan akan membantu membersihkan apartemen anda sedangkan Emily akan menyiapkan makanan untuk anda "


" Semoga kami tidak mengecewakan anda " ucap Emily dan Jordan bersamaan sambil menundukkan tubuhnya pada Elin.


" Terimakasih , tapi Maria.. " ucap Elin menggantung.

__ADS_1


" Ya Nona "


" Ruangan apartemenku tidak begitu besar dan makanku juga tidak begitu banyak , sepertinya aku bisa mengerjakan semuanya sendiri Maria , eemmm maafkan aku , aku tidak bisa menerima mereka disini " ucap Elin begitu sungkan.


" Saya mengerti Nona , tapi kami tidak bisa membantah perintah Tuan Muda , mungkin anda bisa membicarakan penolakan ini padanya nanti " jawab Maria menjelaskan,


" dan lagi pula mereka tidak akan berada di apartemen anda sepanjang hari , Jordan dan Emily akan datang di pagi hari untuk menyiapkan sarapan dan membersihkan ruangan anda dan setelah itu mereka akan pulang lalu sorenya Emily akan kembali untuk menyiapkan makan malam untuk anda , sepertinya itu tidak akan terlalu menggangu waktu anda Nona , namun jika masih tidak ingin anda bisa membicarakannya pada Tuan nanti " lanjutnya.


" Baiklah Terimakasih Maria "


" Maaf telah merepotkan kalian " ucap Elin pada kedua pelayan di hadapannya.


" Tidak perlu merasa terbeban Nona , kami sudah di bayar untuk melayani anda " ucap lembut Jordan dengan tersenyum.


" Tapi maaf aku tidak bisa mencicipi makanan kalian pagi ini , karena aku sudah terlambat " lanjut Elin , " Baik Nona " jawab mereka.


" Apa ada sesuatu yang anda ingin kami kerjakan ? " tanya Jordan membuat Elin terdiam sesaat , " sepertinya tidak ada dan seperti inilah kondisinya , jika kalian melihat ini kotor maka bersihkanlah namun jika ini sudah cukup baik , maka kalian aku persilahkan untuk duduk manis disini " jelas Elin tertawa.


" Anda begitu baik Nona "


" Jangan berlebihan , kalian belum mengenalku " sahut Elin ," baiklah maaf aku harus pergi " lanjutnya lagi sambil ingin beranjak.


" Tunggu sebentar Nona " ucap Maria menghentikan langkah Elin.


" Tuan meminta saya untuk mengatakan ini pada anda , pertama untuk satu hari ini beliau tidak bisa menghubungi anda karena tiba tiba saja ada pekerjaan penting yang harus beliau kerjakan dan kemungkinan akan kembali nanti malam atau besok pagi namun jika ada waktu beliau akan berusaha menghubungi anda , kedua Tuan meminta Nona untuk tidak menolak apapun pemberiannya dan ke tiga ... " ucap Maria menggantung lalu berjalan menuju soffa ,


" yang ketiga ini " lanjutnya sambil mengangkat sebuket penuh mawar merah , " dimana saya akan meletakannya Nona ? " sambungnya dengan wajah yang tak terlihat karena tertutup bunga mawar.


" Letakkan di situ saja Maria , atau kau bisa meletakkan di meja itu " tunjuk Elin pada meja kaca berbentuk bundar di sudut ruangan.


" Jordan letakan ini di tempat yang Nona katakan "


" Bisakah kalian memanggilku Elin saja , aku sedikit risih dengan kata Nona "


" Maaf Nona kami tidak bisa , anda kekasih Tuan kami jadi akan sangat tidak sopan jika kami hanya memanggil nama anda " jelas Maria dan Elin hanya pasrah sambil menghela nafasnya.


" Baiklah aku pergi dulu , " pamit Elin , " emmm , kalian bisa istirahat di kamar itu " lanjutnya pada Jordan dan Emily sambil menunjuk salah kamar tidur yang kosong di dalam apartemennya.


" Terimakasih Nona , tapi setelah membersihkan apartemen anda kami akan segera pulang "


" Kalian bisa menggunakan ruangan itu untuk beristirahat setelah kalian bekerja " jelas Elin lagi dan kedua pelayan itu kembali mengangguk.


" Mari Nona , saya juga harus turun " ajak Maria dan Elin mengiyakan sambil berjalan menuju pintu.


" ini yang ke empat " ucap Maria tiba tiba saat mereka berada di dalam lift yang akan membawa mereka ke lantai lobby , Maria membuka tasnya dan kembali memberikan satu tangkai mawar merah.

__ADS_1


Wajah Elin merona saat membaca tulisan pendek dari kartu ucapan yang tertempel di tangkai mawar merah di tangannya " I LOVE YOU SO MUCH ~ Daniel " kalimat yang begitu pendek namun mampu membuat ujung bibir Elin melengkung sempurna.


" Kalian terlihat saling jatuh cinta " ucap Maria tersenyum karena wajah Elin yang merona.


Ting " pintu lift terbuka.


" Mari Nona " ucap Maria mempersilahkan Elin untuk lebih dulu keluar.


" Kau terlalu sungkan Maria " ucap Elin tersenyum , " itu karena anda calon majikan saya " sahut Maria santai namun membuat Elin sedikit terkejut.


" Mari Nona " katanya lagi.


Dahi Elin tiada habis berkerut pagi ini , begitu banyak hal yang membuatnya bingung dan terkejut bersamaan , di tambah semua petugas apartemen yang di lewatinya di lobby tiba tiba menyapanya begitu sopan bahkan menundukkan kepalanya persis seperti yang di lakukan oleh Jordan dan Emily padanya , selama tinggalkan di Leonard Street dia tidak pernah di perlakukan sangat sopan seperti ini , mereka hanya menyapa lalu pergi namun pagi ini terlihat beberapa petugas berdiri berjajar di ujung pintu bahkan kemungkinan petinggi apartemen pun juga ikut berada disana yang sengaja datang hanya untuk menyapa kekasih Daniel Remkez.


" Apa terjadi sesuatu di sini ? " tanya Elin pelan pada Maria yang berjalan di sampingnya , " sepertinya tidak ada nona , mereka hanya sedang menyambut anda di sini " jelas Maria.


" Menyambut ? " ulang Elin dan perempuan itu kembali menganggukkan kepalanya.


" Selamat pagi nona " sapa semua orang dan Elin hanya mengangguk dan tersenyum dengan penuh ke bingungan sambil terus berjalan melewati beberapa orang itu.


" Dan ini ke lima " ucap Maria lagi , untuk kali ini mata Elin benar benar membulat sempurna menatap mobil mewah dua pintu terbaru berwarna merah muda metalik yang sedang di tunjukan oleh Maria.


" Ini hadiah terakhir hari ini yang Tuan titipkan pada saya Nona " kata Maria.


" Hadiah ? " ulang Elin.


" emmm.. ini milik anda " jelas Maria.


" Milikku ? " ulangnya lagi.


" Sejak tadi anda terus mengulang kata kata saya Nona " ucap Maria tertawa.


" ini hadiah ke tiga emm ke empat Tuan untuk anda hari ini " lanjutnya lagi , " aku tidak bisa menerimanya Maria , ini sangat berlebihan " kata Elin menolak.


" kembali lagi ke permintaan Tuan yang kedua , beliau tidak ingin anda menolak apapun pemberiannya " jelas Maria membuat Elin terdiam ," tapi ini berlebihan Maria "


" Mobil ini tidak ada apa apanya dibandingkan anda Nona , jadi jangan menolaknya atau Tuan akan sangat kecewa "


Lagi dan lagi Elin menghela nafas pagi ini , baru dua puluh empat jam menjadi kekasih Daniel , namun jantungnya terus di buat tidak tenang karena harus berpacu lebih cepat oleh kejutan kejutan yang di lakukan oleh Daniel.


" Lelaki seperti apa yang sedang menjadi kekasihku ini " gumam Elin tidak habis pikir.


jangan lupa vote , like dan coment🤗


dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚

__ADS_1


__ADS_2