
" Selamat pagi " sapa Kasih yang baru saja tiba , Elin segera mengusap sisa air mata di pipinya.
" Apa itu ? " tanya Kasih yang penasaran pada kertas di tangan Elin , " tidak , ini hanya kertas tidak penting " jawabnya menyembunyikan bersama senyum yang ia paksakan.
Jantungnya masih berdegub , dengan perasaan yang menjadi begitu cemas memikirkan siapa yang sudah melakukan hal itu padanya , karena sepengetahuannya di gedung itu tidak ada yang mengetahui hubungannya bersama Daniel kecuali Kasih dan sepertinya perempuan itu sangat tidak mungkin melakukan hal itu.
" Hai " sapa David yang baru saja masuk ke dalam ruangan dan itu di tunjukkan pada perempuan yang terlihat cemas di tempat duduknya , " ada apa ? " tanyanya lagi sebelum melanjutkan langkah menuju meja kerjanya.
" Tidak ada apa-apa David , aku baik-baik saja " jelas Elin tersenyum.
" Benarkah ? , tapi kau terlihat tidak begitu "
" Emm.. mungkin karena aku memang sedang tidak enak badan "
" Istirahatlah di ruangan kesehatan "
" Iya David benar Elin, sebaiknya kau istirahat saja " timpal Bimo.
" Tidak aku tidak sampai harus seperti itu , aku baik-baik saja hanya sedikit pusing "
" Baiklah , kau bisa meminta bantuan kami jika membutuhkan apapun " ujar Daniel dan Elin mengangguk.
Pintu ruangan kembali di buka oleh Frans yang baru saja masuk dan tidak lama menyusul seseorang yang ikut masuk kedalam ruangan , " apa nona Merlinda sudah datang ? " tanya Laurent , melihat kedatang wanita itu semua orang yang berada di dalam ruangan langsung beranjak dan berdiri.
" Ya Miss " jawab Elin pelan.
" Baik semua sudah hadir sekarang " ucap Laurent setelah melihat ke beradaan Elin dengan raut wajah yang begitu serius.
" Saya ingin kalian semua membuat desain gaun dengan tema Floral " pintanya dengan suara lantang ,
" Membuat desain Miss ? " tanya Bimo memperjelas.
" Ya , dua minggu lagi semua harus di berikan pada saya dan saya akan memilih yang paling terbaik "
" Kenapa begitu mendadak Miss, bukankah perusahaan ini sudah memiliki perancang? " ujar Kasih.
" Bisa kau tidak terlalu banyak bertanya " sahut Laurent , membuat perempuan itu terdiam , " dan Nona Merlinda tolong ikut keruangan saya sekarang " tambahnya lalu segera meninggalkan ruangan itu.
"Ada apa ini ? , kenapa tiba-tiba kita di minta membuat desain " ujar Kasih sedikit kesal , " apa kau tahu sebabnya Elin ? " tanyanya lagi pada perempuan yang sedang merapikan pakaiannya , " emm.. ntahlah aku juga tidak tahu apa-apa " sahut perempuan itu.
" Apa kau yakin ? " tanya Kasih sedikit tersenyum dan Elin segera menggelengkan kepalanya.
" Pergilah , Miss Laurent sudah menunggumu " sambung Bimo dan Elin kembali mengangguk lalu ikut beranjak dari dalam ruangan.
" Ceh bagaimana ini , aku benar-benar tidak mengerti bagaimana membuat desain pakaian " ujar Kasih mengerutu.
" Lakukan saja , kau hanya bawahan disini " ucap Bimo membuat perempuan itu berdelik menatap kearahnya , " andai saja aku yang menjadi kekasih Daniel Remkez ,mungkin aku tidak akan serepot ini " sambungnya sambil menghela nafas.
~
Tok tok
" Masuk " teriak Laurent dari dalam ruangannya.
" Permisi Miss " ucap Elin begitu sopan.
" Ah , maaf aku benar-benar sedang kerepotan , masuklah nona " ujar Laurent yang terlihat begitu sibuk.
" Duduklah disana " tambahnya sambil menunjuk kearah soffa di dalam ruangannya.
" Apa kau masih.. maksudku nona apa kau masih.. "
" Tolongkan panggil saja namaku " potong Elin.
__ADS_1
" Baiklah , apa kau masih menyimpan buku yang aku berikan ? " tanyanya tanpa kembali banyak bertanya.
" Tentu Miss " sahut Elin dengan begitu lantang.
" Baguslah "
" Ada apa , kenapa anda terlihat begitu panik ? "
" Kau pasti akan tahu kabarnya dari Tuan Daniel " jelas singkat Laurent ,
" aku ingin kau mempelajari buku itu "ucapnya tiba-tiba dan begitu seirus.
" Ya aku memang terus mempelajarinya "
" Untuk kali ini lebih tekun " tambahnya membuat Elin terdiam sesaat.
" Keadaan begitu genting nona , dan sepertinya aku akan sangat membutuhkan bantuanmu " ucapnya lagi dengan wajah yang berubah menjadi cemas.
Elin yang tidak mengerti hanya menangguk pelan kepalanya dengan dahi yang berkerut , " apa aku sudah boleh kembali keruangan " ucapnya setelah merasa semua sudah selesai.
" Ya silahkan nona , maaf sudah merepotkan anda "
" Jangan sungkan Miss , aku disini hanya karyawan magangmu yang harus siap menerima perintah apapun " sahut Elin tersenyum sambil memegang lembut tangan Laurent.
" Kau begitu dermawan nona " ucap Laurent yang ikut tersenyum.
****
Wajah Daniel menegang setelah melihat kurva permintaan Klien yang begitu menurun , bahkan ada beberapa dari mereka yang tidak ingin lagi melanjutkan kerja sama dan menyatakan kekecewaan beratnya pada perusahaan milik laki-laki itu.
" Kenapa semua harus terjadi secara bersamaan " geramnya sambil mengepal erat tangannya.
dan Reza hanya bisa terdiam tanpa berani untuk banyak bertanya sebelum kekesalan lelaki itu semakin meluap , " apa kau sudah mengamankan semua barang-barang bukti Reza ? "
" Sudah tuan "
" Baik tuan "
" Tutup semua akses mereka di perusahaan mana pun , mereka benar-benar telah menggali kuburannya sendiri "katanya semakin geram
.
" Bagaimana dengan putri Mr.Sam , nona Sharen tuan "
" Keluarkan dia , aku benar-benar tidak ingin kutu-kutu itu berada disini "
" Baik tuan " jawab Reza tanpa berani membantah.
" Kalau begitu saya akan undur diri " tambah Reza sambil beranjak dan Daniel kembali sibuk pada layar computer di hadapannya , " emm .. Reza " panggilnya.
" Ya tuan "
" Tolong minta kekasihku kemari " pintanya.
" Baik tuan " sahut Reza lagi , lalu segera menuju meja kerja sekretaris Daniel yang berada di sisi pintu untuk menyambungkan teleponnya pada ruangan Elin.
~
Telepon ruangan berbunyi dan semua nampak sibuk dengan pekerjaannya masing-masing , setelah memastikan tidak ada yang bergerak Elin segera beranjak untuk menggapai telepon yang berada di atas meja tidak jauh dari pintu masuk ruangan , " Hallo ruang Director disini , ada yang bisa di bantu " jawabnya begitu sopan.
" Apa ini Nona Elin "
" Ya dengan saya sendiri "
__ADS_1
" Nona , tuan meminta anda keruangannya " ucap langsung dari seberang telepon.
" Reza " katanya menebak , dan lupa untuk memelankan bicaranya , namun segera ia tersadar dan bernafas legah setelah melihat semua orang tetap sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.
" Sekarang " balasnya dengan begitu pelan.
" Ya nona "
" Ada apa ? , aku sedang ada pekerjaan "
" Saya tidak berani bertanya nona , yang pasti tuan meminta anda untuk datang keruangannya sekarang "
" Emm..katakan pada yang lain jika anda sedang di panggil oleh sekretasi kantor " tambah Reza memberi solusi , " baiklah , terimakasih Reza " .
" Baik Nona "
Elin masih terdiam di sisi meja walau telepon yang tersambung sudah berakhir , " siapa ? " tanya Kasih , membuatnya terkesiap.
" Sekretaris kantor memintaku keruangannya "
" Ada apa ? "
" ntahlah , aku juga tidak tahu " jelasnya.
" Pergilah cepat , jangan biarkan dia menunggu " timpal Bimo dan Elin memang segera beranjak , namun langkahnya begitu santai karena yang memanggilnya bukanlah seorang petinggi perusahaan , melainkan kekasihnya sendiri.
" Cepat Elin , wanita itu sangat tidak suka menunggu " ujar Bimo khawatir , membuat Elin mempercepat langkahnya , namun sebelum pergi ia masih sempat untuk tersenyum pada laki-laki itu.
~
Elin sedikit panik saat melihat beberapa orang berdiri di sisi pintu ruangan Daniel , " Nona Elin " sapa wanita yang terlihat begitu mengenali dirinya , lalu segera menghampirinya , " tuan sudah menunggu anda " tambah perempuan itu , sambil menarik tangan Elin.
Elin masih terdiam , karena tidak lagi mengingat siap perempuan yang kini sedang menggandeng tangannya , dan cukup membuatnya canggung karena semua mata yang berada disana ikut melihat kearahnya , " saya Maria nona , apa anda lupa " ujar wanita itu karena melihat Elin yang nampak kebingungan.
" Kita pernah bertemu beberapa kali , pertama kalinya di apartemen tuan " tambahnya namun dengan suara yang begitu pelan.
" Oh ya , astaga maaf aku benar- benar lupa "
" Tidak apa-apa nona "
" Ayo " ajaknya dan tanpa sungkan menarik tangan kekasih majikannya itu.
" Ap kau sekretaris kantor itu ? " tanya Elin di sela langkahnya , Maria mengangguk sambil tersenyum.
" Tapi kau terlihat tidak begitu menyeramkan ,emm..maksudku aku mengira sekretaris kantor adalah wanita paruh baya yang tegas , tapi kau sangat berbeda " jelasnya.
" Aku memang tegas pada yang lain tapi tidak pada anda "
" Kenapa ? , aku juga karyawan di kantor ini "
" Iya karyawan yang spesial " ucap Maria tertawa , " masuklah nona tuan sudah menunggu anda sejak tadi " tambahnya setelah berada di ambang pintu CEO perusahaan.
" Terimakasih Maria " ucap Elin dan perempuan itu mengangguk.
~
Klek " suara pintu yang terbuka dan Daniel segera beranjak dari duduknya untuk menghampiri pintu yang terbuka bersama perempuan yang begitu ia tunggu.
" Daniel" panggil pelan Elin , namun belum sempat ia melihat ke dalam ruangan sebuah tubuh besar tiba-tiba langsung merengkuh tubuhnya , " Daniel hentikan , ada beberapa karyawanmu yang sedang berada di luar " ucapnya , namun laki-laki itu seperti tidak peduli bahkan semakin mengeratkan pelukkannya ," bebanku sedang begitu banyak dan pelukanmu adalah solusinya " ucap Daniel begitu pelan , bahkan suara berat itu terdengar begitu lirih dan berhasil membuat hati Elin melemah.
" Baiklah , hanya sebentar " ucapnya sambil mengelus lembut punggung tegap yang sedang merengkuh tubuhnya.
Hai Reader😊 maaf untuk kekecewaanya karena sering terlambat update , akhir-akhir ini pekerjaan di luar menulis sedang menumpuk , karena sering kelelahan jadi otak juga tidak bisa bekerja dengan baik , yang akhirnya pikiran menjadi stuck untuk berimajinasi🙏😩 sekali lagi mohon maaf dan minta doanya untuk saya selalu di berikan kesehatan dan semoga wabah ini cepat berlalu , jadi saya bisa kembali fokus pada novel dan saya berharap kalian semua juga selalu sehat🤗
__ADS_1
Terimakasih untuk semua dukungannya dan komentar baiknya🙏
I love you all💚