
Hannah tak benar benar pergi meninggalkan ruang rawat Elin , ia masih duduk di salah satu kursi yang berderet di lorong rumah sakit .
" Kenapa kau mengikuti aku ? " ucap Hannah pada seorang laki laki yang duduk di kursi yang berhadapan dengannya.
Mike melihat ke sekitarnya dan tidak menemukan siapa siapa selain dirinya sendiri dan matanya kembali melihat pada Hannah yang sedang menatap ke arahnya " Apa kau berbicara padaku ? "
" ceh " desis Hannah dengan ujung bibir yang tersungging.
" Tentu , siapa lagi kalau bukan dirimu " lanjutnya.
" Kau terlalu percaya diri Nona Hannah , aku tidak sedang mengikutimu " bantah Mike di ikuti tawa kecil dari bibirnya yang merah.
" Benarkah ? Lalu kenapa kau masih berada di sini ? "
" Aku sedang duduk dan aku rasa kursi ini bukan milikmu " lanjut Mike dengan santai , " jangan berkilah Mike " geram Hannah.
" Ada apa denganmu ? " tanya Mike dengan dahi yang sedikit berkerut " Aku tidak bisa pergi karena aku sebagai penanggung jawab Elin di sini , bukan ingin mengikutimu " jelas Mike membuat lidah Hannah keluh untuk kembali berbicara.
Tukk " suara pelan dari pantulan pintu yang kembali di tutup dengan Daniel yang baru saja keluar dari dalam kamar rawat Elin , ia juga memutuskan untuk ikut duduk di kursi lorong rumah sakit tanpa melihat ke arah sekitarnya terlebih dahulu.
dan dua manusia yang lebih dulu berada di sana , mendadak membungkamkan suaranya melihat Daniel ikut bergabung , dada Hanna mendadak sesak saat melihat laki laki yang masih memiliki separuh hatinya duduk di deretan kursi yang sama.
Drrrrttt drrttt " suara getaran panggilan telepon yang masuk pada handphone Hannah.
" Hallo Vale " jawab Hannah membuat wajah Daniel menoleh ke arahnya.
" Baiklah aku akan pulang sekarang " kata Hannah berbicara di telepon dengan wajah yang menunduk karena ia tahu kalau Daniel sedang melihat ke arahnya " tidak perlu Vale , aku bisa pulang sendiri " ucapnya lagi.
Mata Daniel silih berganti menatap kearah Mike dan Hannah bersamaan di ikuti ujung bibirnya tersungging , ia merasa tidak percaya kalau kini sedang berada di antara dua manusia yang sudah begitu menyakiti hatinya , " Kenapa kau masih disini ? " tanya Daniel pada Mike dengan nada suara yang begitu dingin.
Hannah yang sudah menutup sambungan teleponnya pada Vale , kini diam diam telinganya menyimak pada suara Daniel yang sedang berbicara pada Mike.
" Apa aku harus menjelaskannya padamu " ujar Mike , yang membenarkan posisi duduknya yang bersandar di kursi ,
" Tentu kalau itu menyangkut tentang Elin maka aku harus tahu , apalagi kalau bersangkutan denganmu " jelas Daniel.
" Ternyata kau belajar dari pengalamanmu , baguslah " ucap Mike tersenyum menantang , Hannah yang mendengar ikut membulatkan kedua matanya dan melihat pada reaksi Daniel " Tentu , aku tidak mungkin membiarkan wanitaku di ambil untuk kedua kalinya " sahut Daniel yang semakin menajamkan pandangannya pada Mike dan tidak peduli pada kehadiran Hannah masih berada di sana.
__ADS_1
" Baguslah , memang seperti itu jika kau benar benar mencintai wanitamu "
" Kau terlalu banyak bicara Mike " ucap Daniel dengan kedua tangan yang sudah mengepal.
" Aku sebagai penanggung jawab Elin di sini dan aku tidak mungkin meninggalkannya begitu saja " jelas Mike " Pergilah , biar itu menjadi urusanku "
" Aku rasa sekarang kau menjadi sedikit berlebihan " ujar Mike tertawa .
" Pergi jika aku masih berkata baik baik padamu Mike , kau sangat tahu kalau aku bisa melakukan apapun padamu dan jangan pernah berpikir kalau kesalahanmu sudah aku maafkan " ucap Daniel meninggikan suaranya dan menekan setiap perkataannya .
" Ternyata kau belum sepenuhnya merelakan Hannah "
" Mike " teriak Hannah.
Buukkk " suara pukulan yang kembali mendarat pada wajah Mike , membuat Hannah menjadi kalang kabut dan tidak ada satupun orang yang bisa membantunya untuk memisahkan pertengkaran Daniel dan Mike.
Buukk " suara pukulan kembali terdengar namun kali ini bukan lagi pada wajah Mike , melainkan pada wajah Daniel.
" Aku memang sudah bersalah karena telah mengkhianatimu , tetapi bukan berarti kau bisa melimpahkan segala kesalahannya padaku Daniel , kau harus sadar seperti apa kau selama ini , apa yang sudah kau lakukan untuk perempuan yang kau bilang sebagai Wanitamu " balas Mike berteriak setelah melayangkan satu pukulan pada wajah sepupunya sendiri.
" Daniel hentikan " teriak Meili yang kini sudah mendekap pada tubuh kakaknya yang kekar dan bersiap untuk kembali melayangkan pukulan pada Mike , namun tenaganya tak cukup untuk menghentikan tenaga Daniel yang jauh lebih kuat darinya.
Buukk "
" Hannah " teriak Meili saat melihat Hannah tiba tiba menghadang pukulan tangan Daniel pada Mike.
Brukkk " tubuh Hannah terhempas di lantai.
" Kau gila Daniel " teriak Meili yang langsung mendekat pada tubuh Hannah , " aku jelaskan padamu , ini bukan lagi tentang perselingkuhan kalian " ucap Daniel menekankan setiap kata katanya dan tidak peduli pada tubuh Hannah yang terhempas di lantai karena pukulannya .
" Aku sudah berharap banyak padamu selama ini dan ternyata kau mengkhianatiku , rasa sakit di khianati oleh cinta tidak akan sebanding dengan rasa sakit oleh pengkhianatan seorang saudara Mike " lanjut Daniel yang sangat menjelaskan rasa kecewanya selama ini.
Meili benar benar tercengang dengan apa yang baru saja ia dengar , setelah membantu Hannah duduk , ia memutar tubuhnya dan menatap kearah Mike " Apa yang di katakan Daniel itu benar Mike ? " tanya Meili dengan menahan sedikit nafasnya " Jawab aku Mike " teriak Meili.
" Ya , apa yang kau dengar semuanya benar Meili , aku... "
Plaakkk " tangan Meili mendarat di wajah Mike.
__ADS_1
" Kau benar benar tega Mike dan aku sungguh tidak menyangka kau akan melakukan ini pada kakakku " ucap Meili yang tidak kalah kecewa dan Mike tidak lagi bisa berkata apapun , apalagi untuk membelanya sendiri.
Hannah sudah menangis dengan ujung bibir yang sedikit mengeluarkan darah " Ini kesalahanku Meili " ucapnya di dalam tangisan .
Daniel menghela nafas kasar dan berjalan meninggalkan suasana yang terlihat begitu kacau , hatinya hancur setelah kembali mengingat kekecewaannya pada Mike ,
Sesaat tatapan matanya terhenti pada perempuan yang tanpa mereka sadari sudah berada di sana sejak tadi dengan pakaian pasien yang masih ia gunakan.
Namun rasa kecewa di hatinya tidak lagi bisa membuat otaknya berpikir dengan benar , ia berjalan begitu saja melewati Elin yang masih berdiri di sisi pintu ruang rawatnya.
" Maafkan aku Meili , ini kesalahanku , maafkan aku " ucap Hannah di dalam isak tangisnya , " kata maaf dan tangisanmu sungguh tidak lagi berguna Hannah " ucap Meili pelan namun begitu menusuk , membuat air mata Hannah semakin tidak terhalang untuk jatuh di pipinya " Aku sungguh merasa bersalah Meili , tolong ampuni kesalahanku , kau bisa membenciku tapi aku mohon maafkan aku "
" Aku sudah mengatakan padamu , kesalahanmu bukan padaku tapi pada Daniel " jawab Meili , yang kemudian ikut pergi meninggalkan Hannah yang masih menangis dan Mike yang masih terdiam.
" Masuklah , dan anggap yang kau lihat tidak pernah terjadi " ucap Meili menghampiri Elin yang masih berdiri di sisi pintu.
" Jangan pikirkan aku , sekarang kau harus pergi mengejar Daniel , dia butuh kau untuk menenangkannya " ucap Elin begitu panik
" jangan khawatir dan serahkan padaku " ucap Meili yang kemudian berjalan begitu cepat menyusul Daniel .
" Hannah " panggil Elin pelan dan berjalan mendekat.
" Ayo masuk "
" Dan kau sebaiknya pulang Mike, obati memar pada wajahmu " lanjutnya , sesaat mata Mike menatap pada Hannah yang terdengar masih menangis " Biar aku yang mengurusnya " ucap Elin supaya Mike tidak terbeban untuk meninggalkan Hannah.
" Jangan pernah lagi menyalahkan dirimu sendiri Hannah , akulah yang bersalah karena telah memaksa untuk masuk di antara hubungan kalian " ucap Mike menarik nafas dan berjalan pergi meninggalkan Hannah dan Elin.
" Kemarilah , bibirmu harus di obati " ucap Elin.
" Jangan terlalu baik padaku lin , aku sudahmelakukan kesalahan " ucap Hannah lirih yang terdengar kembali terisak " Kesalahanmu bukan padaku Hannah dan aku tidak berhak membencimu " ucap Elin.
"dan jika kau benar benar tidak ingin aku benci sebaiknya sekarang kau ikut masuk denganku" Lanjutnya memberi ancaman pada Hannah , Dan Hannah dengan sedikit terpaksa menuruti permintaan Elin , rasanya ia sudah tidak pantas mendapat perlakuan baik dari perempuan bermata indah di hadapannya ini , namun lagi lagi ia tidak ingin membuat Elin kembali kecewa dan memutuskan untuk menuruti permintaan Elin yang memaksanya masuk kedalam ruang rawatnya.
jangan lupa vote , like dan coment🤗
dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚
__ADS_1