Merlinda ( Memulai Kembali)

Merlinda ( Memulai Kembali)
Will You Marry Me !


__ADS_3

" Selamat datang tuan " ucap pembawa acara dan dengan penuh hormat menjabat tangan CEO perusahaan itu , ia merasa begitu beruntung bisa berbincang bersama pangeran tampan di kotanya.


" Aku tidak menyangka anda menyempatkan waktu untuk datang kemari " tambahnya dengan begitu bersemangat.


Daniel menanggapinya dengan tersenyum , memperlihatkan senyum manis yang pernah meluluhkan hati perempuan yang berdiri tidak jauh darinya , " ceh " desis kesal Elin tanpa sadar , membuat Daniel harus mengulum bibirnya untuk tertawa , karena ia sangat tahu kekasihnya itu pasti akan sangat kesal ketika ia menunjukan senyum terbaiknya pada semua orang.


" Anda nampak begitu bahagia tuan " ucap pembawa acara menyela , karena sejak tadi laki-laki itu terus tersenyum.


" Ya aku memang sangat bahagia malam ini " jelasnya sambil menahan bibirnya untuk tersenyum , lalu bergerak untuk lebih dekat dengan kekasihnya.


Elin yang tidak terbiasa dengan keadaan ini menjadi gelisah , jantungnya berdetak tak menentu bersama tenggorokkan yang seperti terkecekat oleh sesuatu dan membuatnya tidak bisa mengeluarkan suara , " aku yakin anda sangat bangga dengan nona Merlinda " ujar pembawa acara dan Daniel mengangguk dengan pasti , " tentu , bahkan lebih dari itu " sahutnya begitu serius sambil tersenyum ke arah perempuan yang kini menatapnya dengan penuh tanya.


" Kami begitu tersanjung karena anda bisa hadir disini , dan aku yakin anda mempunyai ucapan untuk semua orang yang sudah mendukung kemenangan anda pada hari ini "


" Ya , aku memang hadir disini untuk memberi kabar gembira pada semua orang " balas Daniel tersenyum dan sesaat matanya melirik pada Elin yang terlihat membisu di tempatnya , " kabar gembira ? , sepertinya anda sedang merencanakan sebuah kejutan untuk malam ini " .


" Bukan kejutan , aku hanya ingin membalas dukungan semua orang dengan berita bahagianku " jelasnya begitu bahagia.


Deg " jantung Elin semakin berdetak tak menentu , ia bisa menerka apa yang ada di pikiran lelaki di hadapannya saat ini , " apa yang sudah dia rencanakan " gumamnya pelan dengan menggenggam erat tangannya sendiri.


Sorot matanya ia tajamkan saat mata abu-abu milik Daniel sedang membalas tatapannya , namun laki-laki itu terlihat begitu santai lalu tersenyum licik padanya , dan kemudian tertawa kecil seperti tidak peduli jika mereka sedang menjadi tontonan semua orang.


" Oh God , please selamatkan aku " batinnya memohon.


" Nona Merlinda ".


" emm..ya " jawabnya tersentak.


" Kenapa anda termenung ? ,apa tuan Daniel begitu mempesona " sergah pembawa acara , membuat semua orang yang berada disana ikut tertawa , termasuk Daniel yang melempar tatapan nakal padanya , " emm..aku sedang tidak melihat kearahnya " katanya membantah dengan bahasa yang begitu santai dan itu terdengar sangat tidak sopan jika kalimat itu di tunjukan untuk seorang CEO di tempatnya bekerja , dan beruntungnya ia langsung menyadari , " maaf aku sedikit gugup , maksudku aku sedang tidak melihat kearah tuan Daniel " jelasnya begitu malu.


" Benarkah ? , padahal semua perempuan disini pasti sedang ingin berada di tempatmu saat ini , karena bisa menatap pangeran tampan kota ini dengan begitu dekat ".

__ADS_1


" Ya , jika mereka ingin disini aku bisa menukar tempatku " balasnya dengan begitu dingin , bahkan tanpa sadar matanya berdelik kearah Daniel dan lupa akan keberadaan mereka saat ini.


" Sepertinya anda pernah di kecewakan oleh tuan Daniel " tuduh pembawa acara tertawa karena ia memergoki pandangan tidak bersahabat Elin pada laki-laki tampan itu , " jangan menggodanya " pinta Daniel membuat MC itu langsung menutup rapat mulutnya ," maaf saya hanya bercanda nona " ucapnya pada Elin.


" Silahkan tuan , semua orang disini pasti sudah menunggu anda untuk berbicara " katanya mengalihkan suasana yang mulai terasa dingin di antara mereka.


Laki-laki itu masih terdiam dengan microphone di tangannya , sebelum maju satu langkah ke depan ia masih menyempatkan untuk melihat sesaat ke arah wajah perempuan di sampingnya , walau ia tahu saat ini perempuan itu pasti sedang menahan kesal padanya.


" Terimakasih telah memberi kesempatan saya untuk berada di panggung ini dan saya mengucapkan banyak terimakasih untuk semua dukungan kalian , ini benar-benar di luar perkiraan saya " ucapnya dengan penuh hormat kepada semua orang , " dan saya sangat berterimakasih pada nona Hannah , karena kesuksesan ini tak lepas dari pengaruhnya " lanjutnya dan itu mendapat teriakan gemas oleh semua penonton yang masih mengharapkan dua manusia itu kembali bersama.


" dan aku berharap kita akan kembali bekerja sama " sambungnya di sela teriakan histeris semua penonton , " tapi jangan mencoba berpikir kalau kami akan kembali menjadi sepasang kekasih karena aku dan nona Hannah mempunyai hubungan yang jauh lebih menyenangkan dari itu " jelasnya pada semua orang dan itu menimbulkan suara kekecewaan dari beberapa penonton , namun ia tidak memperdulikan hal itu karena kebahagiaannya tidak di tentukan oleh restu semua orang.


Daniel memutar arah tubuhnya menghadap perempuan yang masih berdiri tidak jauh darinya , " dan ucapan terimakasih sepertinya tidak cukup untuk mewakilkan rasa syukur saya untuk hasil kerja keras anda malam ini" ucapnya begitu serius dan bersamaan dengan itu suara teriakan begitu keras dari beberapa orang terdengar , " kau harus berterimakasih dengan menciumnya Daniel " teriak Meili begitu keras , membuat semua orang melihat kearahnya.


" Ya , aku setuju "


" Ya , aku juga " tambah dua perempuan yang baru saja duduk di kursi penonton ,dan mereka tidak peduli dengan tatapan aneh semua orang.


" Apa yang mereka lakukan " gumam pelan Elin dengan wajah sudah memerah karena begitu malu , lalu kembali melihat pada Daniel dan berharap laki-laki itu memberi penjelasan padanya , " ya anda seperti mendapat sebuah berkat memiliki karyawan magang seperti nona Merlinda " ucap pembawa acara menyela ,


" dia bukan karyawan magang " katanya tidak terima dan itu terlihat jelas dari raut wajahnya yang langsung berubah.


" Dia kekasihku "sambungnya begitu serius tidak ada raut bercanda dari wajahnya , membuat semua orang terdiam dan menatap tidak percaya.


" Good Daniel " Teriak Meili dari tempatnya.


Garis bibir CEO tampan itu kembali melengkung , perasaannya begitu bahagia setelah akhirnya ia mempunyai kesempatan untuk memperkenalkan wanita yang memiliki seutuh hatinya pada semua orang , " bahkan saat ini kami sedang dalam pembicaraan pernikahan , bukankah begitu nona Merlinda ? " tambahnya , mata coklat milik Elin membulat dengan sempurna karena begitu syok dengan apa yang baru saja ia dengar , bibirnya tidak lagi bisa berucap apapun karena lidah yang tiba-tiba menjadi keluh oleh keadaan mengejutkan yang baru saja terjadi padanya dan bersamaan dengan suara penonton yang tiba-tiba menjadi hening.


" Jangan bercanda tuan , apa anda tidak melihat nona Merlinda sangat syok dengan ucapan anda " ucap pembawa acara yang masih mengira kalau ucapan yang keluar dari mulut laki-laki itu hanya sebuah kalimat godaan , " saya tidak bercanda , dia... " ucap Daniel yang kali ini kembali serius , lalu menarik tubuh Elin untuk masuk ke dalam pelukannya , " apa yang kau lakukan ? " tanya Elin semakin panik.


" Kali ini biarkan aku yang mengambil keputusan untuk hubungan kita " sahutnya tanpa ingin di bantah dan tidak peduli pada suara keterkejutan beberapa orang yang kembali terdengar , " perempuan yang berada di pelukan saya saat ini , bukanlah karyawan magang di kantor saya melainkan calon nyonya muda di keluarga Remkez ".

__ADS_1


" yang berarti sebentar lagi akan menjadi istri saya "tambahnya dengan begitu yakin , dan berhasil membuat semua orang kembali tercengang , " kau benar-benar membuat kejutan malam ini tuan "kata pembawa acara menyela.


" Sebenarnya aku sudah ingin mengumumkan hal ini sejak dulu memperkenalkan dia kepada semua orang, tapi dia selalu menolaknya , dan kali ini aku tidak bisa lagi untuk menyembunyikannya "


" Ini benar-benar kolaborasi yang luar biasa , bagaimana mungkin mantan kekasih dan calon istri anda bisa bekerja sama dengan baik ".


" Itu karena kami tidak menyimpan dendam untuk masa lalu dan memberi dukungan untuk masa depan kami masing-masing " sambung Hannah yang tiba-tiba kembali ke atas panggung , " maaf aku berbicara di luar ranaku , tapi aku ingin semua orang tidak lagi salah paham tentang hubungan di masalalu kami dan jangan lagi mengungkit hal itu ".


" Nona Merlinda adalah sahabatku dan juga calon istri Daniel Remkez , tidak ada masalah dalam hubungan kami ini dan aku harap kalian juga begitu "tambahnya yang di tunjukan untuk semua orang yang melihat mereka malam ini , suara tepuk tangan dari beberapa orang mulai terdengar lalu kemudian di ikuti oleh semua orang yang akhirnya bisa menerima kabar mengejutkan itu , " jadi nona Merlinda , kenapa anda berbohong dengan mengatakan kalau anda hanya karyawan magang di perusahaan kekasih anda ? " lanjut pembawa acara yang masih penasaran dengan hal itu.


" Aku memang hanya karyawan magang di kantornya dan aku ingin semua orang menghargai kerja kerasku dengan hal itu , bukan karena aku kekasih dari pemilik perusahaan " jelasnya begitu jujur dan tepuk tangan kembali bergemuruh untuknya.


" Kau sungguh perempuan yang rendah hati " puji pembawa acara padanya.


" Itu sebabnya kenapa aku begitu ingin cepat menikahinya " sambung Daniel , dan pembawa acara langsung mengangguk setuju untuk ucapan itu.


" Anda membicarakan rencana pernikahan , tapi aku tidak melihat adanya cincin tunangan di jari nona Merlinda " sindir pembawa acara pada Daniel , " kami belum sempat melakukan..... " sahut Elin yang ingin menjelaskan , namun kalimatnya terpotong oleh tindakan Daniel yang tiba-tiba berlutut di hadapannnya.


" oh My God " teriak semua orang dari tempatnya.


" Daniel i love you " teriak histeris Meili yang saat ini begitu bangga pada kakaknya.


" Maaf aku mesabotase acara kalian , tapi aku rasa ini waktu yang tepat " ucapnya sedikit gugup sambil mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku celananya.


" Daniel apa yang kau lakukan , bangunlah " pinta Elin dengan perasaan gugup , cemas , malu yang menjadi satu , namun Daniel tidak menghiraukan keinginannya , ia masih terus berlutut dan mencoba menenangkan perasaannnya yang sedikit gugup sebelum melanjutkan rencana besarnya malam ini , " maaf , mungkin cara ini sedikit mengewakanmu , karena aku tidak lagi ingin banyak berpikir setelah menyadari kalau malam ini adalah waktu yang tepat untuk semua orang tahu kalau kamu adalah milikku dan aku adalah milikmu " ucapnya yang terhenti sesaat untuk menarik nafas , " emm.. will you marry me ? " lanjutnya bersama kotak kecil yang baru saja di buka dan menampilkan sebuah cincin dengan permata yang indah.


Teriakan histeris semua orang kembali terdengar , terlebih dari tempat dimana orang-orang terdekat mereka duduk , " Yess , Elin " teriak dari dua orang sahabatnya.


Teriakan itu membuat Elin kembali menyadari kehadiran mereka , dengan mata yang sudah berkaca-kaca ia melihat kearah dua sahabatnya , memastikan jika dua orang itu memberi restu padanya , " Yess Elin " ulang Green dengan mata yang sudah ikut berkaca-kaca , sedangkan Amel sudah tidak lagi bisa berucap karena air mata haru yang terus mengalir di wajahnya.


" Kenapa kalian menangis ? , bukankah ini moment bahagia " ucap bingung Alfin pada tingkah istri dan saudara iparnya.

__ADS_1


" Itu karena kami terharu , bisakah kau tidak merusak moment ini Alfin " sahut Amel begitu kesal , dan laki-laki itu segera menutup rapat mulutnya lalu berdelik kearah Nathan yang sedang mentertawakan dirinya.


__ADS_2