
" Meili apa tidak ada yang cocok dengan seleramu ? " kata Green bertanya sebab perempuan itu nampak tidak bersemangat memilih pakaian di hadapan mereka.
" Bukan begitu... " sahut Meili lemah dan matanya terus melihat ke arah Daniel dan Elin yang baru masuk ke dalam tokoh , " syukurlah " ucapnya sambil menarik nafas kecil.
Perasaannya cukup legah saat melihat Daniel kembali tertawa karena yang membuatnya tidak bersemangat dari tadi karena melihat Daniel yang terus diam di sepanjang perjalanan.
" Hei Meil " seru Green kembali.
" Emmm ya . "
" Kau terus melamun , ada apa ? "
" Tidak, tidak ada apa-apa " sahutnya dengan kembali tersenyum , namun justru Green yang kini menjadi penasaran kenapa perempuan itu sejak tadi terus melihat ke arah kakak dan calon iparnya.
" Hei Ladies kemarilah , ada banyak bikini cantik disini " teriak Amel dan semua perempuan itu menjadi bersemangat menuju ke arahnya , kecuali Elin yang terlihat masih begitu serius bersama Daniel.
" Ya ampun ini sangat lucu sekali " seru Hannah pada bikini berwarna hijau yang ia pegang.
" Apa boleh itu untukku Hannah " kata Green merayu , matanya ikut teralih pada bikini yang berada di tangan temannya itu , " kau juga menyukainya ? "kata Hannah bertanya.
" Tentu dia menyukainya Hannah , dia menyukai semua warna hijau sesuai namannya Green "kata Amel menimpali , " tidak semuanya warna hijau juga Mel , buktinya aku tidak suka ulat keket " balas Green tertawa.
" Ini " kata Hannah seraya memberikn bikini di tangannya pada Green , mata perempuan itu sekejap saja berbinar " kau serius memberikannya padaku Hannah ? " katanya tidak percaya.
Hannah langsung saja tertawa , " Tentu , lagi pula aku hanya memberikannya padamu bukan membelikannya Green " katanya dan semua orang ikut tertawa.
" Ah aku kecewa aku kira tadi para gadis-gadis ternyata wanita-wanita bersuami " ujar seseorang yang baru saja tiba di antara mereka , Green dan Amel yang masih sibuk dengan pilihan mereka segera berbalik badan untuk melihat siapa yang baru saja berani berbicara demikian pada mereka.
" Jerry... " teriak Amel dengan wajah yang begitu terkejut saat melihat laki-laki berada di antara mereka.
" Haii.. " balasnya menahan tawa.
" Bagaimana kabarmu ? " tanya Green yang langsung memeluk singkat tubuh Jerry , lalu bergantian dengan Amel , " sangat baik seperti yang kalian lihat ".
" Bagaimana bisa kita bertemu disini ! " ucap Green tidak percaya dengan wajah yang begitu senang , " aku sudah hampir tiga bulan berada disini Green " kata Jerry.
" Apa kau sudah berpindah haluan menjadi anak pesisir hemm.. " ujar Green dengan tertawa, " tapi dia tidak terlihat seperti itu Green , kau lihat dasi dan kemejanya dia justru terlihat seperti pemilik Resort.. " timpal Amel membuat Jerry ikut tertawa.
" Kalian memang tidak berubah " katanya sambil menggelengkan kepala.
" Apa kau sudah menikah Jerry ? "tanya Green.
__ADS_1
" Sangat tidak sopan jika aku menikah tanpa mengundang kalian bukan "
" Hemm.. sebenarnya aku memang ingin memastikan itu dan akan memukulmu sekarang jika aku tahu kau menikah tanpa mengundang kami " seru Green dengan mata yang berdelik , " kau benar-benar tidak mengubah tingkahmu Green , kau sudah menjadi seorang ibu tapi masih saja bertingkah seperti murid Darma Wangsa " ucap Jerry membuat Amel ikut tertawa begitu lebar.
" Dia masih terus berkuasa sampai saat ini , tidak ada yang berubah " sambung Amel.
" Aku masih tidak habis pikir bagaimana bisa cerita persahabatan kalian begitu keren , dari sahabat dan sekarang berlanjut menjadi saudara ipar "
" Jalan ceritanya memang sudah seperti itu Jerry , tapi kau tidak tahu bukan kalau sebenarnya aku bisa memilih aku tidak ingin menjadi saudara iparnya " ucap Amel yang kemudian tertawa , berbeda dengan Green yang langsung menatapnya dengan bola mata yang membesar , " apa itu sungguh Mel ? "
" Aku hanya bercanda kakak ipar " sahurnya tertawa.
" Kau lihat bukan , dia masih sama seperti dulu selalu cepat emosi " sambungnya pada Jerry.
" Ceh " decih Jerry yang hanya bisa terus tertawa dengan tingkah kedua perempuan di hadapannya.
" Jadi apa kau sudah menikah Jerry ? " kata Green kembali bertanya.
" Tentu belum Green , tapi aku akan menikah jika kau menjodohkan salah satu temanmu ini padaku " tunjuk Jerry pada Meili dan Hannah yang sejak tadi ikut menyimak obrolan mereka seraya tetap sibuk dengan memilih pakaian.
" Hussshhh "
" Mereka mengerti ucapanmu " ujar Green dan Jerry langsung tertawa dengan begitu lebar , " aku kira mereka bule asli " katanya dengan masih tertawa.
" Meili " balas Meili walau dengan sedikit enggan membalas uluran tangan lelaki di hadapannya.
Lalu uluran tangan Jerry berpindah ke hadapan Hannah , " Jerry .. " katanya kembali mengulang namanya.
" Hannah.. " jawabnya tersenyum.
" Dia sudah memiliki kekasih Jer , jadi jangan berpikir kau akan berlanjut meminta nomor teleponnya " timpal Amel tertawa.
" Ceh, padahal baru saja aku ingin melakukannya "
" Jangan coba-coba , bahkan kekasihnya juga ada sini " sambung Green.
" Jadi apa hanya Nona Meili yang tidak mempunyai kekasih " seru Jerry sambil mencuri pandang pada Meili yang kini kembali sibuk memilih pakaian , " anda salah Tuan , bahkan aku sudah memiliki calon suami " balas Meili sedikit ketus dan semua orang menjadi nampak terkejut dengan ucapannya itu " Benarkah Meil ? " seru semua orang bersamaan tak terkecuali Hannah yang lebih ikut terkejut ," Kau tidak mengatakan pada kami kalau kau juga akan menikah " ujarnya.
Sementara Meili terlihat menghela nafasnya , " kenapa kalian tidak bisa berkompromi sih " gerutunya kesal yang kemudian berjalan meninggalkan semua orang yang masih menatapnya dengan kebingungan.
" Maksud dia apa ? " gumam Amel tak mengerti.
__ADS_1
Sementara Jerry kini telah tersenyum sambil terus melihat ke arah Meili yang sudah pergi , " maksud dia adalah , dia sengaja mengatakan sudah mempunyai calon suami karena tidak ingin aku mendekatinya " katanya menjelaskan arti dari tingkah Meili dan semua orang mengangguk mengerti.
" Tapi justru kau membuatku tertantang untuk mendekatimu " gumam Jerry pelan dengan bibir yang tersenyum penuh arti.
" Temanmu benar-benar sangat menarik Green " lanjutnya pada Green , " Buang jauh-jauh pikiranmu untuk mendekatinya sebelum kau siap menghadapi Elin " kata Green tertawa.
Mendengar itu dahi Jerry sedikit berkerut , " kenapa begitu , apa hubungannya dengan Elin " ucapnya begitu bingung.
" Karena dia adalah calon adik ipar Elin " jelas Amel dengan lantang dan secara bersamaan Elin kini terlihat sedang berjalan ke arah mereka , " panjang umurnya " lanjut Amel tertawa.
" Kau benar-benar dalam masalah sekarang " timpal Green ikut tertawa.
" Lin kau lihat siapa ini "serunya sambil menunjuk pada Jerry yang kini telah terdiam , " ya aku sudah melihatnya dari kejauhan " sahut Elin.
" Bagaimana kabarmu ? " sapanya seraya memeluk tubuh Jerry yang kini terdiam mematung.
" Tentu tidak baik-baik saja setelah tahu kau sudah bertunangan " balasnya dengan muka yang memelas.
" Jangan menyebalkan Jerry " umpat Elin lalu melepas pelukannya , " sungguh , bahkan kau tidak mengundangku di hari pertunanganmu kemarin "
" Semuanya sangat mendadak Jerry , yang pasti kau harus datang di hari pernikahanku nanti "
" Justru aku tidak akan datang di hari itu "
" Memangnya kenapa ? "
" Mana mungkin aku sanggup melihat wanita yang aku inginkan bersanding dengan orang lain di pelaminan " ucap Jerry dengan bibir yang terlipat menahan tawa.
" Menggelikan " umpat Elin dan ia tersentak saat tubuhnya kembali di tarik oleh Jerry ke dalam pelukannya , " ini serius selamat untuk pertunanganmu dan semoga semuanya di lancarakan tanpa hambatan apapun " ucapnya begitu serius.
Elin yang awalnya ingin memberontak kini tersenyum dan membalas pelukannya , " terimakasih Jerry , semoga kau juga segera menemukan kekasih hatimu "
" Tentu , baru saja aku menemukan kekasih hatiku bahkan sepertinya kita akan menjadi saudara setelah ini " kata Jerry sambil melepas pelukannya.
" Maksudmu ? " balas Elin yang tidak mengerti
" Maksudnya adalah dia menginginkan adik iparmu Meili " kata Green menjelaskan dan itu berhasil membuat mata Elin membesar seketika , " jangan gila , aku sungguh tidak ingin bersaudara denganmu Jerry " sahutnya tidak terima dan itu membuat semua orang kembali tertawa.
" Kau mana tahu kalau ternyata takdir kita memang menjadi saudara ipar "
" Aku orang pertama yang akan menentang takdir itu "
__ADS_1
" Jangan bercanda Elin ,kau bisa apa jika memang itu takdirnya " kukuh Jerry dengan bibir yang tersenyum begitu lebar , " ada banyak perempuan cantik di dunia ini ,mengapa harus saudara iparku huh "
" Ntahlah aku juga tidak tahu mengapa adik iparmu menjadi nampak menarik di mataku " ucapnya dengan mata yang kembali melihat pada Meili yang berada di kejauhan.