
Pintu rumah terbanting dengan keras. Dari lantai atas, seorang gadis kecil yang berlari cepat dengan langkah kecilnya untuk mengejar ayahnya itu.
"Ayaahh. . . Jangan tinggalkan nai" Begitulah gadis itu berteriak sambil ter isak.
Tapi, apa yang bisa ia perbuat? Ia hanya lari dengan langkah kecilnya mengejar sosok yang dia sebut Ayah itu. Tak lama kemudian, badannya terguncang.
"Naii, bangun nak, kamu mimpi buruk lagi?" Ya, itu adalah bundanya Nai. Dia langsung datang ke kamar Nai setelah mendengar anaknya itu meracau tidak jelas.
"Astaghfirullah" Nai mengerjapkan matanya perlahan. Nai mulai sadar dari mimpi buruknya yang sudah sering terjadi.
"Yasudah. Sekarang kamu mandi dulu, terus sarapan. Bunda sudah siapkan makananmu di bawah." Ucap bunda nai sembari senyum tipis.
"Astagaa, bundaaa, hari ini hari pertamaku sekolah disini kan. Astagaa kenapa aku bisa lupaa." Ucap nai sambil membulatkan bola matanya yang sebelumnya masih mengantuk.
Nai langsung lompat dari kasur nyamannya itu, dia langsung berlari mencari handuk dan masuk ke kamar mandi. Bundanya hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, melihat anak sematawayangnya yang ia besarkan sendiri sudah tumbuh besar.
Skip.
Naira pindah dari sekolah lamanya di Banyuwangi karena bundanya sudah membeli rumah di daerah Bintaro. Bagi Nai, tidak masalah untuk beradaptasi dengan orang baru lagi, karena Nai termasuk orang yang ramah dan pandai bergaul.
•••
Naira menyusuri koridor sekolah menuju ke ruang guru. Guru yang akan menjadi wali kelasnya.
"Assalamu'alaikum." Ucap Nai saat memasuki ruang guru.
"Ehh, wa'alaikumussalam. Ini pasti Naira ya. Mari, saya antar ke kelasnya" Sapa Bu Meli sambil menyambut Nai dengan senyum hangat.
__ADS_1
Nai pun ikut mengulumkan senyumnya sambil mengikuti langkah Bu Meli.
Langkah mereka pun terhenti di depan kelas yang bertuliskan XI IPA 3.
"Anak-anak, kalian kita kedatangan siswa baru. Ibu harap, kalian bisa berteman baik dan tidak saling membeda-bedakan. Nai, silahkan perkenalkan diri kamu"
"Hai, nama saya Naira Kinaya. Saya pindahan dari Banyuwangi. Saya pindah kesini karena ikut orang tua. Terima kasih" Ucap Nai memperkenalkan dirinya singkat
"Bagus. Nai, kamu bisa duduk di sebelah Chelsea. Anak², sebentar lagi Pak Dadang akan masuk, jangan ada yang bolos ya. Awas"
"Siap buu." Semua anak dalam kelas menjawab dengan nada malas.
Bu Meli segera meninggalkan kelas, dan Nai segera duduk disamping siswi yang bernama Celshea itu. Celshea dengan ramah menyambut Nai dengan senyum tipis.
"Hai, nama gw Celshea. Panggil aja Cece." Sapa Jessica ramah.
Tak lama kemudian, Pak Dadang yang merupakan guru Matematika itu.memasuki kelas. Dan pembelajaran segera dimulai.
•••
Kriinggg
Bel istirahat telah berbunyi. Para siswa bergegas ke kantin, ada juga yang masih tetap duduk diam di kelas sambil menyelesaikan tugas.
"Nai, lu mau ikut gw ke kantin ga?" Ujar Cece menawari Naira untuk ke kantin bersama.
Nai tersenyum sambil berdiri. "Ayo, gw juga lapar nih."
__ADS_1
Mereka berdua pun berjalan menuju kantin
•••
Di ruang guru.
"Lohh, ini kok ada nama baru di kelas XI IPA 3. Kok saya ga sadar ya." Ucap Pak Dadang yang menyadari kehadiran siswa baru setelah memeriksa buki tugas siswa.
"Yah, kan emang ada pak. Dia baru masuk tadi pagi. Masa bapak ga sadar." Sahut Bu Meli.
"Lohh, tidak bisa dibiarkan ini. Saya mau liat orang nya yang mana. Haduh haduh. Kamu, yang disana. Gara ya? Tolong panggilkan Naira Kinaya kelas XI IPA 3. Aku kepengin weruh rupane"
Pak Dadang meminta tolong kepada Gara yang saat itu kebetulan ada di ruang guru.
"Ohh, iya pak. Siapp" Gara tersenyum tipis sembari melangkah ke arah kelas XI IPA 3.
"Assalamu'alaikum" Ucap Gara sesampainya ia di kelas XI IPA 3.
"Waahhh, tumben Kak Gara kesini. Ada apa nih kakk." Ucap Risa yang merupakan salah satu siswi kelas itu.
Gara tersenyum. "Gw cari siswa baru atas nama Naira Kinaya. Bner kan kelasnya disini?"
"Ohhiya kak bener. Tapi, tadi dia keluar sama Chelsea. Kalau ga salah ke arah perpus."
"Ohh gitu ya. Yaudah thanks." Ucap Gara sambil menuju ke arah perpus.
"*****. Itu anak baru keren amat. Belum nyampe sehari disini udah dicariin sama ketos. Lah gue, udah setaun. Boro-boro dicariin, dia tau gue aja engga." Ucap Risa sinis.
__ADS_1
"Yaelah Ris, palingan juga cuma buat isi data siswa." Sahut Dian yang merupakan teman dekat Risa