Move

Move
Apa kamu baik-baik saja?


__ADS_3

"Apa kamu butuh bantuan ku Al?" ucap Alex dengan nada yang terdengar begitu dingin.


Mendengar sebuah suara yang sama sekali tidak ingin ia dengar saat ini, lantas membuat Alice langsung mendongak menatap ke arah sumber suara dengan seketika. Tatapan Alex saat itu benar-benar membuat bulu kuduk Alice merinding dengan seketika.


Alice yang melihat hal tersebut lantas tanpa ingin menunda apa yang ia lakukan sedari tadi, lantas membuat Alice tetap meneruskan gerakannya yang mencoba untuk membuka ikatan di kakinya saat itu.


"Berhenti di sana dan jangan mendekat! Kau kira bisa menakuti ku ha?" ucap Alice dengan nada yang meninggi, membuat langkah kaki Alex langsung terhenti dengan seketika.


Alex tersenyum menatap ke arah Alice yang saat ini tengah berusaha keras membuka ikatan di kakinya saat itu. Namun detik berikutnya ia kembali meneruskan langkah kakinya dan mendekat ke arah di mana Alice berada saat ini.


"Oh ya? Memangnya apa yang akan kau lakukan kepadaku jika aku mendekat ke arah mu ha?" ucap Alex dengan nada yang terdengar begitu santai.


"Sudah ku bilang untuk berhenti dan jangan mendekat." teriak Alice kembali.


Satu ikatan di kakinya berhasil terlepas dari kakinya, membuat Alice yang melihat Alex kian mendekat lantas langsung bangkit dari ranjang berukuran king size tersebut. Namun sayangnya Alice sepertinya lupa jika kaki yang satunya masih terikat dan belum bisa lepas sepenuhnya. Membuat Alice lantas terjatuh dalam posisi tersungkur dan membentur sudut ranjang.


Bagian kaki Alice menggantung tetap di ujung ranjang, sedangkan tubuhnya menggantung di bawah ranjang saat itu. Dunianya seketika berputar saat itu juga disertai rasa sakit yang mendera kaki dan sekujur tubuhnya.


"Aw hhhhh" rintihnya dengan nada yang terdengar pilu.


Tak tak tak


Suara langkah kaki terdengar dengan jelas menggema di telinganya saat itu, membuat Alice hanya bisa terdiam di tempatnya sambil mencoba untuk mengumpulkan kesadarannya. Alice tidak lagi bisa mengelak karena ikatan di kaki satunya benar-benar kuat dan juga menyakitkan. Dalam dunianya yang tengah berbalik itu, Alex terlihat mengambil posisinya jongkok di hadapannya saat itu.


"Bukankah aku sudah menawarkan bantuan kepadamu? Mengapa kamu kekeh sekali?" ucap Alex sambil membelai lembut pipi Alice saat itu.

__ADS_1


"Jangan menyentuh ku" ucap Alice sambil menghempaskan tangan Alex dari area pipinya.


"Hahahaha ternyata meski kalian berbeda orang, tingkah kalian yang sok jual mahal itu tetaplah sama dan juga serupa. Membuat ku semakin penasaran akan diri kalian, apakah ini cara bagi para wanita untuk merayu seorang Pria?" ucap Alex sambil menggerakkan jari tangannya di area wajah Alice saat itu.


Alex yang begitu menginginkan Alice lantas terlihat mendekatkan area wajahnya ke arah wajah Alice sambil memegangi kedua tangan Alice saat itu.


"Pergi! Pergi dari ku!" ucap alice sambil terus meronta-ronta.


Perilaku Alex saat ini benar-benar telah keterlaluan, namun sayangnya tenaga Alex yang lebih besar lantas membuat Alice sama sekali tidak bisa berkutik karenanya.


"Diam lah sayang, akan aku pastikan kamu menyukainya..." ucap Alex sambil mulai menjamah area leher Alice saat itu.


"Tidak jangan mendekat, pergi!" ucap Alice berusaha sekuat tenaga mendorong tubuh Alex untuk berlalu pergi dari sana.


Brak...


Sosok Ashraf nampak terlihat masuk dengan langkah kaki yang lebar, Asraf benar-benar marah melihat keadaan Alice saat ini. Ditatapnya Alex yang saat itu tengah menatap ke arahnya dengan raut wajah yang terkejut, sepertinya keduanya sama-sama terkejut saat itu.


"Laki-laki b3r3ngs3k! Dasar binatang!" pekik sebuah suara yang berasal dari Ashraf di sana.


"Bagaimana kau bisa masuk ha? Dimana para penjaga ku berada?" ucap Alex sambil bangkit dari posisinya saat itu.


Ashraf yang sama sekali tidak berniat menanggapi pertanyaan dari Alex barusan, lantas berlarian menuju ke arah Alex dan langsung memukul wajah Alex cukup keras. Hingga membuat Alex tersungkur dari posisinya saat itu.


Alex yang tak bersiap sama sekali saat itu, cukup terpental akibat pukulan dari Alex barusan. Terlihat noda darah sedikit mengalir dari sudut bibirnya saat, membuat Alex lantas berdecak dengan kesal ketika mendapati hal tersebut.

__ADS_1


"Kurang ajar Kau!" pekik Alex sambil bangkit dan berlarian hendak membalas perbuatan yang terjadi diantara Alex dan juga Ashraf saat itu.


Pertengkaran di antara keduanya sama sekali tidak bisa di hindarkan, membuat Alice yang tidak punya waktu untuk mengurusi mereka lantas terlihat mulai mencoba untuk bangkit. Dengan gerakan yang perlahan Alice mulai membenarkan posisinya dan perlahan membuka ikatan yang masih melingkar di kakinya saat itu.


Brak...


Tubuh Alex terpelanting dan membentur meja rias saat itu, namun nyatanya tak membuat Alex kalah saat itu. Alex terlihat bangkit dan kembali menyerang Ashraf dengan gerakan balasan, membuat Ashraf hingga berguling-guling beberapa meter dari posisinya saat itu.


Alice menutup matanya saat itu, pertengkaran keduanya benar-benar membuat Alice mulai khawatir. Jika Alice tidak segera memisahnya entah apa yang akan terjadi kepada keduanya. Dengan sekuat tenaga Alice mencoba untuk melepas ikatan tersebut.


Sampai kemudian sebuah suara yang berasal dari pintu masuk, lantas membuat Alice langsung menoleh ke arah sumber suara dengan seketika.


"Jangan bergerak angkat tangan kalian semua dan diam di tempat!" ucap sebuah suara yang berasal dari pintu masuk.


Beberapa pria dengan seragam polisi, lantas terlihat mulai memasuki area kamar tersebut. Dua orang polisi menyergap Alex saat itu, sedangkan dua orang lainnya menarik Ashraf dari sisi Alex dan mencoba untuk memisah keduanya.


Alice yang melihat beberapa polisi lantas masuk ke dalam kamar, tentu saja langsung mengernyit dengan tatapan yang bingung. Entah datang dari mana polisi-polisi tersebut, namun yang jelas mereka semua datang di saat yang tepat.


Seorang petugas polisi nampak melangkahkan kakinya mendekat ke arah Alice, kemudian membantu Alice terbebas dari ikatan yang sedari tadi coba ia lepaskan.


"Alice, aku benar-benar mengkhawatirkan mu... Sungguh aku benar-benar khawatir. Apa kamu baik-baik saja?" ucap Ashraf yang tiba-tiba langsung memeluk tubuh Alice dengan begitu eratnya.


Alice yang mendapat pelukan tersebut lantas semakin mempererat pelukannya, ia bahkan juga terkejut akan apa yang terjadi kepadanya. Membuatnya begitu hanyut ke dalam pelukan Ashraf saat itu.


Alice yang dalam posisi ketakutan, lantas semakin membenamkan kepalanya ke area dada bidang milik Ashraf. Hingga tanpa menyadari jika seseorang pria juga tengah berada di sana dan menatapnya dengan raut wajah yang kecewa.

__ADS_1


"Sepertinya Alice lebih bahagia bersama dengannya."


Bersambung


__ADS_2