Move

Move
Dimana Mama?


__ADS_3

"Aku tidak menyangka kita akan bertemu di sini." ucap sebuah suara yang tentu saja langsung membuat Alice menoleh ke arah sumber suara dengan seketika.


Seseorang yang sama sekali tidak ingin Alice temui, setelah ia mengetahui jika perempuan yang saat ini berada di hadapannya adalah istri dari Alex.


Alice mendengus dengan kesal ketika menyadari jika ia malah harus bertemu dengan Cicil di tempat ini. Padahal ia bahkan sama sekali tidak pernah menginginkan hal tersebut.


"Sepertinya kita tidak terlalu saling kenal, jadi abaikan saja aku dan silahkan lanjutkan aktivitas mu Nyonya Capres." ucap Alice dengan nada yang datar.


"Hahahaha ternyata aku cukup di kenali rupanya, aku kira kau akan melupakan ku mengingat ternyata kau bukanlah Bianca!" ucap Cicil dengan nada yang menyindir, namun malah membuat Alice memutar bola matanya dengan jengah ketika mendengar perkataan Cicil barusan.


"Satu hal yang perlu kau tahu, sejak dulu aku bukanlah Bianca! Ingat itu baik-baik di kepala mu, agar kamu tidak salah dalam mengenali seseorang." ucap Alice dengan nada yang terdengar begitu kesal.


"Wah wah wah santai lah sedikit Nona, aku tahu akan hal itu jadi tidak perlu di perjelas lagi." ucap Cicil dengan raut wajah yang mengejek.


Mendengar hal tersebut lantas membuat Alice langsung menoleh dengan seketika. Berbicara dengan Cicil maupun Alex sama sekali tidak berguna, jika Alice terus meladeninya ia yakin bahwa hanya akan menimbulkan kekesalan dalam dirinya. Membuat Alice pada akhirnya memilih untuk berlalu pergi begitu saja meninggalkan Cicil menuju ke arah kamar mandi, tanpa mengucapkan sepatah kata apapun kepada Cicil.


Mendapati hal tersebut yang dilakukan Cicil hanya tersenyum sambil menatapi kepergian Alice dengan langkah kaki yang lebar. Sampai kemudian sebuah suara yang asing di telinganya mendadak menyapa dan membuyarkan segala pemikirannya saat itu.


"Apakah ada sesuatu? Mengapa saya melihat Alice pergi dengan raut wajah yang kesal? Apa yang kamu lakukan kepadanya," ucap Ashraf dengan raut wajah yang penasaran.


Interaksi dan juga raut wajah Alice yang terlihat tidak nyaman, memunculkan rasa penasaran dalam dirinya. Membuat Ashraf yang saat itu tengah bermain dengan Caramel, kemudian memutuskan untuk mendekat ke arah dimana Cicil dan juga Alice berada.


"Aku rasa ini tidak ada hubungannya dengan mu jadi aku akan pergi..." ucap Cicil dengan raut wajah yang datar sebelum pada akhirnya berlalu pergi begitu saja meninggalkan Ashraf di sana.


Ashraf yang mendapati hal tersebut hanya bisa menatap kepergian Cicil dengan tanda tanya besar di kepalanya. Entah apa hubungannya Alice dengan wanita tersebut, namun hal itu mengundang rasa penasaran dalam dirinya.


"Sebenarnya apa hubungan antara Alice dan wanita itu? Bagaimana bisa Alice mengenalnya?" ucap Ashraf sambil masih menatap punggung Cicil yang terlihat semakin menjauh saat ini.


**


Kamar mandi


Dari arah bilik kamar mandi terlihat Alice tengah melangkahkan kakinya keluar menuju ke arah wastafel. Raut wajahnya benar-benar terlihat tidak enak, pertemuan Alice dan juga Cicil adalah sesuatu yang sama sekali tidak ia inginkan.

__ADS_1


Di ambilnya beberapa lembar tisu untuk menyeka wajahnya yang basah saat itu.


"Benar-benar menyebalkan, mengapa aku terus saja bertemu dengan hal-hal yang tidak aku inginkan? Bisakah aku untuk hidup dengan tenang sekali saja?" ucap Alice dengan raut wajah yang kesal menatap ke arah cermin wastafel.


Di saat Alice tengah menggerutu di depan cermin, sebuah suara bariton yang seharusnya tidak ada di tempat itu lantas terdengar dan mengejutkan Alice detik itu juga.


"Aku rasa tidak akan bisa!" ucap sebuah suara yang lantas membuat Alice langsung berbalik badan ketika mendengarnya.


"Apa yang..."


Bruk...


Tubuh Alice jatuh begitu saja ke lantai ketika sebuah pukulan cukup keras mengenai tengkuknya saat itu.


Dua orang Pria yang mengenakan pakaian berseragam hitam, nampak mulai memasukkan tubuh Alice ke dalam dus box berukuran besar yang terletak di atas troli dan menutupnya dengan rapat.


"Lakukan dengan rapi dan pastikan tidak ada satupun yang tahu tentang ini." ucap salah seorang Pria yang tenyata adalah Rafi.


**


Arena bermain


Caramel yang mulai kelelahan karena bermain sedari tadi, lantas memutuskan untuk menghampiri Ashraf yang tengah duduk tak jauh dari tempatnya berada.


Sambil memasang raut wajah yang cemberut, Caramel nampak menghampiri Ashraf yang terlihat duduk sendiri di sana tanpa Alice.


"Papa Beluang dimana Mama?" ucap Caramel yang lantas membuat Ashraf langsung mengernyit begitu mendengar pertanyaan tersebut dari Caramel.


Ashraf yang baru menyadari jika Alice belum kembali kemudian terlihat bangkit dari tempat duduknya dan menatap ke arah sekeliling.


"Sepertinya tadi Mama ke kamar mandi, apa kita susul saja ke sana? Cara lapar ya?" ucap Ashraf yang seakan tahu maksud dan tujuan Caramel menghampirinya.


Mendapat pertanyaan tersebut lantas membuat Caramel mengangguk sambil tersenyum dengan garing, membuat Ashraf tersenyum dengan simpul ketika melihat reaksi Caramel barusan.

__ADS_1


"Kalau begitu ayo kita susul Mama kemudian cari makan." ucap Ashraf sambil menggandeng tangan Caramel berlalu pergi menuju ke arah kamar mandi.


"Oke..." ucap Caramel dengan raut wajah yang bahagia mengikuti arah tarikan tangan Ashraf saat ini.


**


Kamar mandi


Tepat di area depan kamar mandi terlihat Ashraf dan juga Caramel menghentikan langkah kakinya tepat di pintu depan area kamar mandi.


"Sekarang Cara masuk ke dalam dan susul Mama, Papa Beluang akan menunggu kalian berdua di sini. Cara bisa melakukannya?" ucap Ashraf memberikan pengertian kepada Caramel.


"Tentu saja Pa.." ucap Caramel sambil tersenyum dengan simpul.


"Anak pintar..." ucap Ashraf sambil mengusap lembut puncak kepala Caramel saat itu, sebelum pada akhirnya gadis kecil itu mulai membawa langkah kakinya masuk ke dalam area kamar mandi dan mencari keberadaan Alice di dalam sana.


.


.


.


Beberapa menit menunggu di luar, tak lama kemudian Caramel nampak melangkahkan kakinya dengan langkah kaki yang tergesa-gesa menghampiri Ashraf saat itu.


Sedangkan Ashraf yang melihat Caramel tengah berlarian menuju ke arahnya, tentu saja langsung mengernyit dengan raut wajah yang penasaran. Sambil menatap ke arah belakang seakan tengah mencari keberadaan Alice saat ini, namun sayangnya ia malah tidak mendapati Alice di mana pun.


"Dimana Mama Cara?" ucap Ashraf dengan raut wajah yang penasaran.


"Mama tidak ada!" pekik Caramel dengan tatapan yang panik.


"Apa?"


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2