
Sore harinya
Kafin yang baru saja selesai mandi dan membersihkan tubuhnya, lantas terlihat melangkahkan kakinya menuruni satu per satu anak tangga menuju ke arah ruang keluarga. Di mana saat ini terlihat Alice, Belinda dan juga Altair tengah bermain sesuatu di sana. Melihat hal tersebut membuat rasa penasaran lantas langsung berkumpul di hati Kafin saat itu.
Setelah kejadian yang terjadi kepada mereka berempat tadi siang, suasana di rumah saat kepulangan mereka benar-benar terasa hening. Tidak ada satupun dari mereka yang memulai pembicaraan, membuat Kafin lantas merasa semakin khawatir ketika melihat kedua putra dan putri mereka tampak merenung seakan tengah memikirkan sesuatu. Namun saat ini setelah waktu berlalu, ketika Kafin baru saja melangkahkan kakinya turun ke bawah ia melihat dengan baik Belinda maupun Altair terlihat telah melupakan kenangan buruk yang baru saja terjadi di taman tadi.
"Apa yang sedang kalian lakukan?" tanya Kafin kemudian sambil melangkahkan kakinya mendekat ke arah ketiganya berada.
"Aku dan juga Belinda sedang bermain bersama Bunda, Ayah kemarilah bergabung bersama kami." ucap Altair kemudian yang lantas membuat Kafin langsung melangkahkan kakinya dengan langkah kaki yang bergegas mendekat ke arah ketiganya.
Dengan seulas senyum yang mengembang Kafin lantas mulai mendudukkan pantatnya tepat di sebelah Alice saat itu, membuat Alice lantas langsung menunduk kemudian sepersekian detik berikutnya menetap ke arah Belinda dan juga Altair secara bergantian. Kecanggungan benar-benar terjadi diantara keduanya, baik Alice an juga Kafin tidak ada yang memulai pembicaraan antara satu sama lain yang mereka lakukan hanya melihat Altar dan juga Belinda bermain monopoli saat itu.
Belinda yang melihat Ayah dan Bundanya hanya diam sambil seperti malu-malu kucing, lantas langsung memberikan dua pion yang biasa di sebut dengan orang pada permainan monopoli kepada keduanya masing-masing satu. Membuat Kafin dan juga Alice langsung bertanya-tanya akan maksud dari Belinda memberikannya pion tersebut.
"Untuk apa ini Bel?" tanya Alice kemudian yang langsung membuat Belinda mendongak menatap ke arahnya.
"Tentu saja untuk bermain, bukankah Ayah dan juga Bunda datang dan bergabung untuk bermain bersama? Mengapa kalian hanya diam saja dan melihat kami?" ucap Belinda kemudian.
__ADS_1
"Itu benar, ayo Ayah.. Bunda mari kita mulai permainan ini dari awal dan menuju garis finish sama-sama." ucap Altair yang langsung membuat Kafin terkejut ketika mendengarnya.
Entah ini hanyalah sebuah kebetulan atau memang tanpa sengaja Altair ucapkan, namun yang jelas perkataan Altair benar-benar terasa mempunyai jawaban yang ambigu. Kafin sendiri tidak tahu apakah Altair benar-benar mengatakan hal tersebut untuk permainan monopoli di hadapan mereka atau untuk kehidupan mereka saat ini. Tapi yang pasti Kafin bersyukur karena keluarga kecilnya kembali seperti sedia kala.
"Memulai kembali ya? Tentu saja akan aku lakukan, lagi pula tidak ada yang bisa merusak segalanya milik Kafin termasuk takdir sekalipun!" ucap Kafin dalam hati sambil tersenyum simpul menatap ke arah Altair saat ini.
***
Di sebuah tempat hiburan malam terlihat Alma tengah melangkahkan kakinya dengan perlahan memasuki area tempat hiburan malam tersebut. Seulas senyum terlihat terbit dari wajah Alma, begitu mendapati jika Alex berada di area minibar dan tengah menikmati minuman beralkohol miliknya.
"Apa yang terjadi dengan Ibu muda kita? Mengapa tiba-tiba ia datang ke bar ini?" sindir Alex begitu mendapati Alma tengah duduk di sebelahnya.
"Jangan menggoda ku!" ucap Alma dengan nada yang kesal menatap ke arah Alex saat itu.
"Cih ayolah Alma... Aku bahkan tahu, kamu pasti ada sesuatu kan yang hendak kamu katakan kepada ku, iya kan? Sehingga membuatmu jauh-jauh datang kemari dan menemui ku, aku tidak lah sebodoh itu." ucap Alex kemudian kembali dengan nada yang menyindir Alma, membuat Alma langsung menoleh ke arah Alex dengan seketika.
Mengetahui jika Alex sudah tahu maksud kedatangannya saat ini, membuat Alma lantas menarik nafasnya dalam-dalam kemudian menatap ke arah Alex dengan tatapan yang menelisik. Entah bagaimana Alma menjelaskannya kepada Alex, hanya saja yang jelas mungkin Alex berhak untuk mengetahuinya juga. Lagi pula Alex dan juga Kafin adalah rekan bisnis dan juga sahabat, tentu saja Alex pasti akan mengetahuinya juga cepat atau lambat.
__ADS_1
"Apa kamu sudah bertemu dengan Bianca?" ucap Alma pada akhirnya, membuat Alex lantas langsung mengernyit dengan tatapan yang bingung mendengar pertanyaan dari Alma barusan.
Alex yang mendengar perkataan dari Alma secara tiba-tiba itu tentu saja langsung kebingungan tak tahu harus menanggapinya secara bagaimana. Alex jelas tahu jika yang dimaksud oleh Alma saat ini adalah Bianca istri dari Kafin, hanya saja bukankah Bianca telah meninggalkan dalam kecelakaan yang terjadi beberapa tahun yang lalu? Mengapa Alma malah membicarakan tentang Bianca seolah-olah Bianca masih hidup hingga saat ini?
"Kau pasti sedang mengerjai ku lagi ya? Aku benar-benar lelah, jadi jangan lakukan itu dan segera pergi temui anak dan juga suamimu saat ini di Rumah." ucap Alex kemudian sambil meminum minuman beralkohol di gelas miliknya.
Sedangkan Alma yang melihat Alex tidak mempercayai perkataannya, lantas hanya tersenyum dengan simpul kemudian meminum minuman beralkohol di gelasnya.
"Kau pasti tidak akan mempercayai ku tapi cepat atau lambat kau akan mengetahui hal itu secepatnya. Soal anak dan suami ku kau tidak perlu takut karena aku mengurusnya dengan baik. Lagi pula aku datang kemari hanya untuk menyampaikan berita ini." ucap Alma sebelum pada akhirnya berlalu pergi meninggalkan Alex begitu saja.
Setelah kepergian Alma dari sana Alex nampak terdiam di tempatnya. Entah pikiran apa yang saat ini tengah memenuhi isi kepalanya, namun yang jelas ada sebuah rasa khawatir dan juga gelisah ketika mendengar berita yang baru saja disampaikan oleh Alma.
Alex menggenggam dengan erat gelas berisi minuman beralkohol di tangannya kemudian meminumnya dengan sekali teguhkan dan meletakkan gelas tersebut di atas meja mini bar dengan cukup keras, hingga membuat bartender di sana lantas menatap ke arahnya begitu mendengar suara tersebut.
"Jika sampai apa yang dikatakan oleh Alma baru saja adalah sebuah kebenarannya, maka aku harus lebih berhati-hati lagi atau Bianca akan membuka kartu As ku kepada Kafin cepat atau lambat!" ucap Alex kemudian sambil menatap lurus ke arah depan.
Bersambung
__ADS_1