Move

Move
Cara Berterimakasih


__ADS_3

"Ce, Sorry ya, gara-gara gw manggil lu kerumah, lu jadi ikut-ikutan kena celakanya"


"Yaelah Nai, udah, gapapa. Lagian juga gw ga kenapa-kenapa."


"Makasih"


"Emang disini gaada pintu lain selain pintu depan Nai?" Tanya Cece


"Ga ada, lagian di lantai bawah cuma ada kamar gw sama kamar mama"


"Terus, lantai atas buat apa?" tanya Cece lagi


"Males jelasin ah, tidur yuk"


5 menit hening tanpa suara


"OMOO, NAAIII" Pekik Cece lagi.


"Ce, plis jangan bikin gw jantungan, gausah teriak-teriak"


"NAI KITA LUPA BILANG MAKASIH SAMA KAK GARAA" Ucap Cece sambil menatap kearah Nai.


"Astaghfirullah lupa. Gw juga ga inget, tadi udah kebelet rebahan jadi lupa" ucap Nai sambil menepuk jidatnya sendiri.


"Duhh Naii, gimana ini. Mana dia yang lukanya paling parah, udah baik mau nolongin, masa kita yang makasih doang ampe lupaa. Gw juga tadi lupa karena masih takut" Cece menunjukkan raut wajah yang sangat menyesal.


"Yaudah, gini aj, besok kita ucapin makasih di sekolah"


"Yaudah dehh, gw juga cape banget. Jangan sampai, besok kita ketiduran dikelas"


...


"Oke. Sekian dulu pembelajaran kita hari ini. Ingat ya, pertemuan depan ada praktek di lab, jadi sarapan dulu sebelum ke sekolah, kalau bisa minum susu juga" Ucap Pak Hendra yang merupakan guru kimia sebelum meninggalkan kelas.


"Baik, makasih pak" Ucap murid-murid serentak.


"Nai, cari kak Gara yuk" Ucap Cece excited sambil menarik tangan Nai.

__ADS_1


"Ayo, tapi janji dulu, gausah teriak-teriak lagi"


"Iyaa Nai, janji dehh"


Nai dan Cece kemudian pergi ke kelas 12 MIPA 1 untuk mencari Gara.


"Assalamu'alaikum kak, Kak Gara ada?" Tanya Cece kepada salah satu murid disitu.


"Gara? Sakit katanya, gamasuk sekolah hari ini" Jawab salah satu siswi.


Naira tertegun, dia sangat merasa bersalah kepada Gara. Bahkan, kalau tidak ada Gara, entah bagaimana nasibnya dan nasib rumahnya.


"Ce, kita kerumahnya aja yuk, pulang sekolah" Ucap Nai membisik dan dibalas anggukan kecil oleh Cece


"Kak, maaf. Boleh ga saya minta alamatnya kak Gara?" tanya Cece hati-hati.


"Kalian mau kesana? emang ada keperluan penting?" Tanya salah satu siswi yang merupakan teman kelas Gara. Tidak sedikit juga siswi lain yang menguping pembicaraan mereka.


"Iya kak ada keperluan penting, urusan pribadi" kali ini Naira yang menjawab


"Oke, gw kasih, tapi jangan yang aneh-aneh ya"


Setelah mereka mengambil alamat Gara, mereka kembali ke kelasnya.


...


Sepulang sekolah, Cece dan Naira berangkat menuju ke rumah Gara mengendarai sepeda motor milik Cece. Sebelum itu, mereka singgah di salah satu Supermarket untuk membeli sesuatu yang akan mereka bawakan untuk Gara.


Naira dan Cece telah sampai di rumah Gara. Di teras rumah itu, ada seorang pria paruh baya yang duduk sambil membaca koran.


"Assalamu'alaikum om." Ucap mereka berdua.


"Wa'alaikumussalam warahmatullah. Cari siapa kalian?" Ucap pria itu sembari membuka pagar.


"Cari kak Gara om" ucap Cece sembari tersenyum.


"Gara nya ada di dalam. Silahkan masuk" Ucap pria itu datar.

__ADS_1


Naira dan Cece pun memasuki rumah itu.


Naira pov


Aku dan Cece memasuki rumah ini. Rumah minimalis yang memiliki perpaduan warna antara abu-abu muda dan hitam. Suasana disini sangat tenang. Hanya suara daun dari pohon yang tertiup angin. Cukup lama aku menikmati suasana ini sebelum suara berat membuyarkan lamunanku.


"Ehh, kalian ngapain datang kesini." Ucap Gara setelah duduk di sofa didepanku dan Cece.


"Kita kesini mau ngucapin makasih sekaligus maaf kak. Gara-gara kita, kak Gara jdi gamasuk sekolah." Ujarku.


"Yaelah santai. Cuma sakit kepala biasa."


"Ohh, jadi kalian yang dibantuin Gara semalam." Ucap Papa Gara dengan nada datar.


Tiba-tiba saja suasana menjadi canggung. Gw gatau Papanya kak Gara lagi marah atau engga yang jelas nadanya super datar dan tanpa ekspresi.


Author pov


"Iya Pah, kan bagus kalo Gara bantuin orang" ucap wanita paruh baya yang berwajah cantik sambil membawa minuman lalu meletakkan dua gelas minum di depan Naira dan Cece.


"Makasih Ma" ucap Gara sembari tersenyum kepada mamanya


"Yaudah, Mama sama Papa masuk dulu, kalian lanjutin ngobrolnya."


Setelah mama dan papa Gara menghilang dari pandangan mereka. Gara kembali membuka pembicaraan.


"Kalian tau rumah gw darimana?"


"Dari kak Dhea" Jawab Cece.


Naira kemudian memberi kode kepada Cece untuk pamit pulang.


"Eeh.. kak, kita pamit pulang ya" Ujar Cece


"Eh, kenapa buru-buru"


"Rumah saya masih kosong kak, jadi mau cepet-cepet pulang"

__ADS_1


"Oh gitu, kalian hati-hati ya, makasih udah mau datang"


....


__ADS_2