Move

Move
Berhenti Pak!


__ADS_3

"Sudah selesai... Ayo segera kemasi barang-barang kalian sebelum nanti kalian berdua akan terlambat ke Sekolah." ucap Alice kemudian sambil mulai melangkahkan kakinya meninggalkan Belinda di meja rias menuju ke arah ponsel miliknya.


Alice benar-benar penasaran akan balasan dari Ashraf tentang pesan singkat yang ia kirim beberapa menit yang lalu. Sampai kemudian pandangan mata Alice, lantas terhenti ketika mendapati Altair yang menatap ke arah ponselnya dengan tatapan yang serius. Mendapati hal tersebut Alice langsung mempercepat langkah kakinya menuju ke arah dimana Altair berada saat ini.


"Apakah ada sesuatu di ponsel Bunda Alta?" tanya Alice kemudian yang tentu saja langsung mengejutkan Altair dengan seketika.


"Tidak Bun, Alta sama sekali tidak membaca pesan itu!" ucap Altair yang terkejut akan kehadiran Alice yang tiba-tiba.


"Apa yang Abang katakan? Bunda bahkan tidak menanyakan tentang sebuah pesan tapi Abang mengatakan tidak membacanya, apa jangan-jangan Abang..." ucap Belinda kemudian yang tentu saja langsung membuat sadar Altair jika ia telah salah bicara.


Altair yang tahu Alice saat ini tengah menatapnya dnegan tatapan yang aneh, kemudian mulai memotong pembicaraan Belinda saat ini.


"Aku ini kan orangnya peka, tadi ada suara notifikasi di ponsel Bunda dan tanpa sengaja melihatnya di jendela layar ponsel Bunda. Aku mengatakan hal tersebut karena takut jika Bunda mengira aku telah membaca pesan singkat di ponsel milik Bunda." ucap Altair mencoba untuk menjelaskan segalanya.


Alice yang mendengar hal tersebut lantas menghela napasnya dengan panjang kemudian melangkahkan kakinya mendekat ke arah Altair. Diusapnya rambut Altair dengan lembut kemudian tersenyum dengan simpul.


"Tidak apa Alta.. Bunda ngerti kok.." ucap Alice kemudian sambil mengambil ponsel miliknya dan meletakkannya pada saku celananya.


"Sekarang kalian bersiap berangkat, pak Arman pasti sudah menunggu kalian di bawah." ucap Alice lagi yang lantas di balas anggukan kepala oleh keduanya.


Setelah mendengar perkataan dari Alice barusan, baik Altair maupun Belinda lantas terlihat mulai melangkahkan kakinya berlalu pergi meninggalkan kamar utama dengan langkah kaki yang perlahan.


Alice yang memastikan kedua anaknya sudah pergi dari sana, kemudian mulai melihat ke dalam layar ponsel miliknya dan membaca isi pesan singkat dari Ashraf sebelumnya.


"Semoga saja kali ini aku tidak salah dalam mengambil langkah." ucap Alice tepat setelah membalas pesan singkat yang berasal dari Ashraf.

__ADS_1


**


Sementara itu setelah keluar dari kamar utama, Altair dan juga Belinda nampak berjalan dengan beriringan. Pikiran Altair benar-benar terpecah saat ini, ia jelas-jelas tahu jika Ashraf yang mengirim pesan singkat pada ponsel Alice adalah seorang Pria. Tentu saja demikian, bukankah jika itu wanita pasti namanya akan menjadi Asri atau bahkan Arsi?


Hal tersebutlah yang membuat Altair menaruh curiga jika Alice sedang melakukan sesuatu di belakang Kafin. Altair yang terus menerus memikirkan hal tersebut lantas langsung menghentikan langkah kakinya dengan seketika, membuat Belinda yang melihat Altair berhenti lantas ikut menghentikan langkah kakinya dengan spontan.


"Ada apa? Jika kita terus berhenti seperti ini, kita bisa terlambat ke Sekolah!" pekik Belinda kemudian dengan raut wajah yang kesal.


"Bel, menurutmu... Ada hubungan apa jika seorang Pria mengirim pesan pada seorang wanita dan mengajaknya untuk bertemu?" ucap Altair kemudian yang lantas membuat Belinda langsung mengernyit begitu mendengar pertanyaan dari Altair barusan.


"Kata Erika jika seorang Pria menghubungi wanita dan mengajaknya untuk makan bersama, itu tandanya dia menyukainya. Apakah Abang mengajak seseorang untuk makan bersama?" ucap Belinda kemudian sambil menatap dengan raut wajah yang penasaran ke arah Altair saat itu.


Mendengar perkataan dari Belinda barusan lantas membuat Altair langsung terdiam seketika. Jika yang di katakan oleh Belinda barusan adalah benar, tentu saja itu artinya jika Alice tengah berselingkuh dengan seseorang di belakang Kafin.


"Jika memang perkataan mu benar berarti Bunda saat ini sedang berselingkuh dengan Ashraf di belakang Ayah!" pekik Altair kemudian yang langsung membuat bola mata Belinda membulat dengan seketika.


"Mmmmm"


"Jangan berisik nanti ada yang mendengar mu..." ucap Altair dengan nada yang berbisik tepat di telinga Belinda saat itu.


Sampai kemudian di saat keduanya tengah sibuk sendiri di sana, sebuah suara yang tak asing di pendengaran keduanya lantas terdengar dan mengejutkan mereka berdua.


"Apakah kita sudah bisa berangkat Non.. Den... Nanti kalian berdua keburu telat ke Sekolahnya." ucap sebuah suara yang berasal dari pak Arman yang terlihat muncul dari arah tangga.


"Oh astaga Bapak mengejutkan saja tau gak!" pekik Altair sambil melepas pegangan tangannya yang membekap mulut Belinda sebelumnya.

__ADS_1


"Apa yang sedang kalian lakukan?" tanya Arman kemudian dengan raut wajah yang kebingungan.


"Tidak ada pak, ayo sebaiknya kita segera pergi sekarang!" ajak Altair kemudian sambil menggeret tangan Belinda agar segera mengikuti langkah kakinya.


"Tapi tadi katamu..." ucap Belinda namun langsung di potong oleh Altair.


"Sudah lah jangan protes terus!" potong Altair sambil terus menarik tangan Belinda agar mengikuti langkah kakinya.


Sedangkan Arman yang melihat tingkah laku aneh keduanya saat ini, hanya bisa menatapnya dengan tatapan yang kebingungan. Entah apa yang terjadi dengan sepasang saudara kembar tersebut, membuat Arman hanya bisa mengikuti langkah kaki keduanya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


***


Di sebuah mobil yang di kendarai oleh Arman terlihat Altair tengah terdiam sambil menatap ke arah luar kaca jendela. Pikiran Altair saat ini benar-benar di penuhi dengan Alice yang akan bertemu dengan Ashraf di sebuah Cafe. Helaan napas terdengar dengan jelas berhembus kasar dari mulut Pria kecil tersebut.


"Jika Bunda benar-benar berselingkuh apa yang akan terjadi kepada Ayah, aku dan juga Belinda? Tidak.. Tidak... Tidak ada yang boleh mengambil Bunda!" ucap Altair dalam hati dengan tatapan yang penuh keyakinan.


Altair yang seakan mempunyai tekad tidak ingin kehilangan Alice, kemudian mulai memutar otaknya berusaha mencari cara agar menggagalkan pertemuan itu. Sampai kemudian seulas senyuman lantas terlihat dari wajah Altair saat itu, ketika sebuah ide brilian terlintas begitu saja di kepalanya saat ini.


"Berhenti pak!" pekik Altair kemudian yang lantas langsung mengejutkan Arman yang sedang berkendara saat itu.


Ckittt.....


Suara decitan rem yang di injak secara mendadak, lantas mengejutkan Belinda yang hampir tersungkur karenanya. Beruntung sabuk pengamannya terpasang dengan benar, jika tidak mungkin ia sudah tersungkur ke bawah kolong mobil.


"Ada apa sih Abang?" ucap Belinda dengan nada yang kesal karena teriakan Altair yang begitu memekakkan telinga.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2