Move

Move
Digigit serangga besar


__ADS_3

Kamar mandi


Tepat di depan kaca wastafel, saat ini terlihat Alice tengah menatap dirinya sendiri pada kaca tersebut. Ditatapnya area leher sampai batas dadanya, dimana saat ini terlihat begitu banyak tanda cinta dengan noda bekas berwarna kemerahan yang terlihat masih baru. Mendapati hal tersebut membuat setetes air mata, lantas terlihat menetes dan membasahi pipinya saat itu.


Tingkah Ashraf yang sama sekali tidak pernah Alice bayangkan hingga saat ini, lantas mendadak kembali terngiang-ngiang di kepalanya saat itu. Membuat Alice yang kembali mengingat akan hal tersebut, lantas langsung menundukkan kepalanya detik itu juga.


Pikirannya saat ini benar-benar kacau, tanda merah ini sungguh membuat hatinya terluka. Ashraf yang tidak pernah menuntut apapun, mendadak menjadi brutal dan melakukannya tanpa ijin.


"Mengapa semuanya jadi begini? Apa yang terjadi kepada Ashraf sebenarnya?" ucap Alice sambil menggenggam dengan erat keramik wastafel saat itu.


Dibasuhnya raut wajahnya selama beberapa kali dengan kasar tanpa jeda sekalipun, membuat mata Alice terasa begitu perih karenanya. Sampai kemudian suara ketukan pintu yang berasal dari area luar kamar mandi, lantas langsung mengejutkan Alice.


"Mama... Apa Mama di dalam... Mama..." ucap sebuah suara yang tentu saja berasal dari Caramel.


Mendengar panggilan tersebut lantas membuat Alice langsung mengambil beberapa tisu untuk mengusap raut wajahnya yang basah terkena air, kemudian setelah itu barulah Alice mulai membawa langkah kakinya menuju ke arah pintu kamar mandi.


Cklek...


"Ada apa Cara? Apa kamu tidak bisa tidur?" ucap Alice tepat setelah membuka pintu kamar mandi dan melihat putrinya sudah berdiri tepat di depan pintu kamar mandi saat itu.


Caramel yang mendengar pertanyaan tersebut, lantas menggeleng dengan perlahan seakan mengatakan jika ia memanggil Alice bukan untuk hal tersebut.


"Lalu kenapa? Apakah ada sesuatu yang lain?" tanya Alice lagi sambil mulai menuntun Caramel menuju ke arah ranjang dan mengangkat tubuhnya agar naik ke atas sana.


"Apa yang Papa beluang lakukan pada Mama menyakitkan? Cala lihat bekas itu tidak hilang di tubuh Mama, sepelti digigit selangga yang besal..." ucap Caramel sambil menunjuk ke arah leher Alice.


Mendengar perkataan Caramel barusan tentu saja langsung membuat Alice menarik jubah mandinya ke atas, seakan berusaha untuk menutupi tanda kemerahan yang terlihat jelas di sana.

__ADS_1


"Bukan, ini bukanlah ulah Papa beruang. Mama... Mama tadi masuk angin jadi ini adalah hasil dari kerokan, ya.. Kerokan!" ucap Alice mencoba untuk memutar otaknya mencari jawaban yang pas untuk pertanyaan putrinya saat ini.


"Mama bohong, aku bahkan melihatnya sendili tadi!" ucap Caramel dengan menggebu-gebu.


Deg...


Jantung Alice mendadak berdebar dengan kencang, entah bagaimana anak sekecil ini bisa mengetahui akan hal tersebut. Padahal jelas-jelas Alice menyuruhnya untuk masuk ke dalam kamar, namun bagaimana bisa Caramel malah mengetahui segalanya? Disaat perasaan trauma bahkan tengah menghampiri Alice saat itu.


"Bagaimana bisa?" ucap Alice dalam hati sambil menatap kebingungan.


Alice yang sedikit tersentak akan perkataan Caramel barusan, terlihat bangkit dari tempatnya sambil menatap lurus ke arah raut wajah polos Caramel saat itu.


"Apa Cara tidak mematuhi perkataan Mama? Bukankah Mama tadi mengatakan agar Caramel masuk ke dalam kamar? Katakan sekarang, Cara tidak mematuhi perintah Mama?" ucap Alice dengan nada yang tegas.


Mendengar hal tersebut lantas membuat Caramel menundukkan kepalanya. Alice yang seakan tahu jawaban dari pertanyaannya, lantas terlihat menghembuskan napasnya dengan kasar. Entah bagaimana Alice harus menjelaskannya kepada Caramel, namun apa yang dilihat oleh Caramel tidak sepantasnya terjadi dan dilihat oleh anak seusianya.


"Karena Caramel tidak menuruti perkataan Mama, maka malam ini Mama akan menghukum Caramel untuk tidur sendiri. Mama harap Cara biasa merenungi kesalahan Cara dan tidak mengulanginya lagi!" ucap Alice sambil mulai membawa langkah kakinya menuju ke arah lemari dan mengambil setelan baju tidur di sana.


Setelah mengatakan hal tersebut sesuai dengan perkataannya sebelumnya, Alice terlihat mulai membawa langkah kakinya keluar dari kamar Caramel. Ini adalah pertama kalinya Alice meninggalkan Caramel untuk tidur seorang diri di kamarnya. Entah ini adalah hukuman yang baik atau tidak, namun yang jelas Alice harus mengajarkan kepada Caramel untuk mendengarkan perkataan orang tua.


"Mama...." ucap Caramel dengan nada yang lirih namun tidak berani untuk menghentikan langkah kaki Alice saat itu.


Bruk


Suara pintu yang tertutup lantas membuat manik mata Caramel berkaca-kaca, ditatapnya area sekitar kamarnya dengan tatapan yang sendu. Pertama kalinya tidur sendiri tentu saja membuat gadis kecil itu merasa sedikit takut. Sambil menelan salivanya dengan kasar, Caramel yang takut akan situasi di kamar lantas bangkit dan melompat bersembunyi di balik selimut.


Ingin rasanya Caramel berteriak dan memanggil Alice untuk meminta maaf, tapi sayangnya Caramel begitu takut jika sampai ia melakukan itu. Nantinya Alice akan semakin marah kepadanya dan tidak ingin lagi tidur bersama dengannya.

__ADS_1


"Mama Cala takut.. Mama please come back... Mama... I am soly" rintih Caramel sambil bersembunyi di balik selimut saat itu.


***


Sementara itu di kamar Ashraf, tepatnya di area kamar mandi. Terlihat Ashraf tengah mengguyur tubuhnya dengan air dingin di tengah dinginnya suhu malam itu. Pikirannya yang kacau membuatnya memutuskan untuk mengguyur tubuhnya, sekaligus merefresh otaknya saat itu.


Entah apa yang ada di pikirannya tadi, hingga ia tanpa sadar melakukan hal tersebut kepada Alice. Emosi dan juga amarah yang mendadak menjalar di dalam dirinya, lantas membuat Ashraf hilang kendali dan tanpa sadar melakukan hal yang tidak senonoh kepada Alice tadi.


Ashraf mengusap raut wajahnya yang saat ini basah terkena guyuran air shower saat itu. Sambil menghela napasnya dengan panjang Ashraf terlihat mematikan shower tersebut.


"Sepertinya aku sudah benar-benar gila tadi.. Apa yang ada dipikiran mu sebenarnya As?" ucap Ashraf pada diri sendiri dengan rut wajah yang kesal.


Ashraf yang menyesal dengan perbuatannya lantas terlihat mulai melangkahkan kakinya keluar dari area kamar mandi saat itu. Di edarkannya area kamarnya saat itu tepat ketika langkah kakinya keluar dari area kamar mandi.


Sampai kemudian ketika Ashraf baru mengingat ponsel miliknya, ia terlihat berdecak dengan kesal.


"Sepertinya ponsel ku terjatuh di bawah tadi." ucap Ashraf dengan raut wajah yang malas.


***


Area ruang tengah


Ashraf yang hendak mengambil ponselnya terlihat mulai membawa langkah kakinya menuju ke area ruang tengah. Hanya saja ketika langkah kakinya baru saja sampai di ujung anak tangga, sebuah pemandangan yang aneh lantas menghentikan langkah kakinya dengan seketika.


"Apa yang dia lakukan di sana?" ucap Ashraf dengan raut wajah yang bingung.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2