Move

Move
Sebuah hubungan


__ADS_3

"Aku menemukannya!" pekik Alice ketika berhasil mendapatkan ponsel tersebut.


Alice yang berhasil mendapatkannya lantas langsung berusaha untuk membuka ponsel tersebut. Hanya saja sayangnya meski Alice berusaha mengisi daya dan menekan power pada ponsel tersebut, tetap saja ponsel itu tak kunjung menyala juga membuat Alice lantas menjadi semakin kesal karena tak bisa melihat isi dari ponsel tersebut.


Alice yang tak mendapati apapun di sana lantas berusaha menarik napasnya dalam-dalam seakan berusaha untuk menenangkan hatinya saat itu. Dibukanya secara perlahan bagian samping ponsel itu setidaknya meski Alice tidak bisa menyalakan ponsel tersebut, bukankah ia masih bisa melihatnya lewat memory card ponsel tersebut?


"Dimana memory card ponsel ini? Mengapa tidak ada?" ucap Alice yang seakan terkejut dengan apa yang baru saja ia temui ketika berhasil membuka bagian samping ponsel tersebut.


"Apa jangan-jangan disk yang di maksud oleh Alex adalah memory card dalam ponsel ini? Jika memang benar, tapi dimana sebenarnya memory card tersebut?" ucap Alice lagi sambil menatap ke arah ponsel itu dengan tatapan yang menerka.


***


Malam harinya


Suasana makan malam di kediaman Kafin berlangsung seperti biasa tanpa pembicaraan dan hanya suara dentingan sendok dan juga garpu yang terdengar beradu di area meja makan.


"Alta dan Abel apakah ada pekerjaan rumah yang harus di selesaikan?" ucap Alice kemudian ketika melihat keduanya sudah menyelesaikan makan mereka.


"Tidak ada Bun..." ucap Altair dan juga Belinda hampir secara bersamaan.


"Kalau begitu cuci kaki, gosok gigi setelah itu pergi tidur agar besok tidak bangun kesiangan. Apa kalian bisa melakukannya tanpa Bunda?" ucap Alice yang lantas langsung di balas anggukan kepala oleh keduanya.

__ADS_1


"Tak perlu khawatir Bun.. Kami naik ke atas dulu... Selamat malam Ayah.. Bunda..." ucap Altair sebelum pada akhirnya melangkahkan kakinya naik ke atas bersama dengan Belinda, yang lantas membuat Alice langsung tersenyum dengan simpul setelah mendengar perkataan dari Altair barusan.


"Kedua anak itu benar-benar menggemaskan..." ucap Alice dalam hati sambil masih menatapi kepergian keduanya dari sana.


Sedangkan Kafin yang melihat interaksi ketiganya hanya menatapnya dengan tatapan yang intens tanpa berkomentar sama sekali. Sampai kemudian perubahan raut wajah Alice yang terlihat begitu jelas saat itu, lantas menimbulkan rasa penasaran dalam diri Kafin saat itu.


"Apa kamu pergi keluar tadi sebelum anak-anak pulang?" ucap Kafin kemudian mulai memancing Alice sekaligus mencari tahu kemana perginya Alice sebenarnya.


Mendapati pertanyaan yang tiba-tiba tersebut, lantas membuat Alice langsung mengernyit sambil menatap ke arah Kafin dengan raut wajah yang penasaran. Seakan bertanya-tanya bagaimana Kafin bisa mengetahui jika ia pergi keluar tadi.


"Alta tadi menelpon ku dan bertanya tentang keberadaan mu karena tidak mendapati kamu di rumah sepulang sekolah tadi." ucap Kafin mencoba mencari alasan yang seakan tahu jika Alice menatapnya dengan tatapan yang aneh saat ini.


Berbeda dengan Alice yang nampak begitu santai menjawab hal tersebut, lain cerita dengan Kafin yang mendengar perkataan dari Alice barusan tentu saja langsung gugup sekaligus khawatir karena takut jika Alice menemukan ingatannya di sana.


"Lalu apa yang terjadi? Apa kamu mengingat sesuatu? Apa saja yang kamu ingat?" ucap Kafin kemudian yang langsung mencecarnya dengan berbagai pertanyaan, membuat Alice yang mendengar hal tersebut tentu saja langsung menatap bingung ke arah Kafin saat itu.


"Ada apa Kaf? Mengapa kamu heboh sekali? Jika kamu langsung bertanya banyak hal seperti itu, bagaimana aku bisa menjawabnya?" ucap Alice yang sedikit merasa aneh dengan sikap Kafin tepat setelah mendengar perkataannya sebelumnya.


"Maafkan aku, sepertinya aku hanya terlalu excited saja... Tak perlu terburu-buru kamu bisa menjawabnya secara perlahan." ucap Kafin kemudian dengan senyuman yang terlihat garing di wajahnya.


Alice menarik napasnya dalam-dalam begitu mendengar hal tersebut, dibanding membahas tentang ingatannya saat ini. Alice lebih penasaran dengan perkataan Alex yang sedari tadi terus memenuhi isi kepalanya tanpa bisa ia pecahkan sendiri. Nyatanya sebuah clue yang diberikan oleh Altair tentang ponsel tersebut sama sekali tidak bisa membantunya memecahkan masalah ini, malah membuat Alice semakin kebingungan ketika ia terus mendapati potongan puzzle secara terus menerus.

__ADS_1


"Aku masih belum bisa mengingatnya, hanya saja... Em bagaimana menanyakannya kepadamu ya? Aku benar-benar bingung..." ucap Alice kemudian namun terhenti karena bingung harus mengatakannya kepada Kafin bagaimana perihal pembicaraannya dengan Alex.


Mendengar jawaban aneh yang diberikan oleh Alice saat ini tentu saja membuat Kafin langsung mengernyit dengan seketika. Entah apa yang akan dikatakan oleh Alice sehingga membuatnya sedari tadi bersikap seperti itu tanpa mengatakan segala halnya dengan lebih jelas lagi agar Kafin mengerti perkataannya.


"Ada apa sebenarnya Al? Apakah ada sesuatu yang mengganggu mu? Katakan saja kepadaku agar aku bisa membantu mu." ucap Kafin dengan raut wajah yang bingung seakan menunggu jawaban dari Alice saat itu.


"Apa sebenarnya hubungan ku dengan Pria yang aku temui di ruang kerja mu sebelumnya? Apakah aku pernah melakukan sesuatu bersama dengannya?" ucap Alice kemudian yang semakin menambah kebingungan dalam pemikiran Kafin saat itu.


Kafin terdiam sejenak seakan berusaha mengingat sosok Pria yang baru saja dikatakan oleh Alice. Sampai kemudian ingatannya langsung tertuju kepada sosok Alex karena hanya Alex lah yang pernah bertemu secara langsung dengan Alice saat itu.


"Apakah maksud mu Alex?" tanya Kafin kemudian yang tidak terlalu yakin akan siapa sebenarnya sosok Pria yang dimaksud oleh Alice saat ini.


"Ya siapa pun itu namanya, yang jelas katakan sesuatu tentangnya. Apa aku berteman dekat dengannya atau semacamnya dengan dia? Mengapa rasanya aku tidak bisa mengingat satu hal apapun tentangnya?" ucap Alice lagi yang malah semakin membuat Kafin bingung karenanya.


Kafin jelas tahu hubungan Bianca dan juga Alex sedang tidak baik saat itu. Bahkan Bianca sempat mengatakan hal buruk tentang Alex kepadanya sebelum kecelakaan tersebut terjadi. Hanya saja untuk hubungan yang tiba-tiba dikatakan oleh Alice saat ini, benar-benar di luar pemikiran Kafin saat itu. Sedikit terdengar aneh namun berhasil membuat perasaan kesal mulai bergejolak di dalam hatinya. Lagi pula bagaimana bisa keduanya berhubungan dekat?


Sebuah pemikiran negatif mendadak terlintas dipikirannya saat itu, entah mengapa tiba-tiba Kafin berpikir jika Bianca ada hubungan khusus dengan Alex saat itu.


"Hubungan macam apa sebenarnya yang di tanyakan oleh Alice saat ini?"


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2