Move

Move
Tenggelam


__ADS_3

Di tepi Danau terlihat Kafin, Altair dan juga Belinda tengah bermain lempar tangkap. Ketiganya nampak melakukannya dengan raut wajah yang bahagia. Kafin benar-benar bersyukur karena pada akhirnya keluarganya kembali utuh seperti semula, ya tawa dan suasana ini benar-benar ia rindukan sangat lama.


Disaat ketiganya sedang asyik bermain saat itu Belinda yang melihat seorang anak kecil membawa balon karakter, lantas membuat Belinda langsung berlarian ke arah dimana Kafin berada sambil menunjuk anak kecil tersebut.


"Ayah.. Abel mau itu.. Mau itu...." ucap Belinda sambil menunjuk ke arah balon karakter tersebut.


Mendengar permintaan Belinda lantas membuat Kafin menoleh ke arah tunjuk Belinda kemudian tersenyum.


"Kamu mau itu?" tanya Kafin kemudian yang lantas di balas Belinda dengan anggukan kepala sambil tersenyum dengan simpul.


"Abang jaga adek ya, Ayah mau membelikan balon itu dulu." ucap Kafin kemudian yang dibalas anggukan kepala oleh Altair saat itu.


Setelah mengatakan hal tersebut Kafin kemudian mulai melangkahkan kakinya pergi dari sana untuk mencari balon yang diminta oleh Belinda tadi.


Sedangkan Altair dan juga Belinda lantas kembali melanjutkan permainan lempar tangkap tersebut. Keduanya asyik bermain sambil tertawa riang di sana, melempar dan menangkapnya dengan gerakan yang cepat kemudian tertawa lagi. Sampai kemudian ketika Altair tak sengaja melemparnya cukup jauh, Belinda terlihat langsung cemberut ketika mendapati hal tersebut.


"Abang akan mengambilkannya untuk Abel, Abel tunggu di sini sebentar ya?" ucap Altair kemudian.


"Jangan lama-lama Abang." ucap Belinda yang dibalas Altair dengan senyuman.


Altair kemudian lantas melangkahkan kakinya untuk mengambil mainan mereka yang terlempar cukup jauh dari sana. Belinda yang di tinggal sendiri tentu saja langsung mengedarkan pandangannya ke arah sekitar mencoba mencari kesibukan sambil menunggu kedatangan Altair maupun Kafin di sana.


Gadis kecil itu nampak jenuh menunggu di sana seorang diri, hingga kemudian sebuah balon seorang anak kecil yang terlihat melayang ke arah tepi danau membuat manik mata Belinda lantas terlihat begitu cerah.

__ADS_1


"Aku mau balon itu..." ucapnya sambil berlarian mengejarnya hingga mendekat ke arah tepi danau.


***


Sementara itu di sisi lain, Alice yang mendapati seseorang memanggilnya dengan nama yang berbeda tentu saja terkejut bukan main sekaligus penasaran akan hal tersebut. Ditatapnya seseorang tersebut dengan tatapan yang menelisik sambil mengingat-ingat siapa kiranya seseorang di hadapannya saat ini.


"Bianca! Kamu Bianca kan?" ucap sebuah suara yang tentu saja langsung membuat Alice mengernyit dengan seketika.


"Siapa Bianca?" ucap Alice dengan raut wajah yang seakan kebingungan ketika mendapati hal tersebut.


"Kamu Bianca istri Kafin bukan? Ini aku Alma teman kuliah mu dulu, apa kamu tidak mengingat ku Bi?" ucap Alma dengan raut wajah yang bingung ketika melihat Alice seperti tidak mengenalinya.


"Iya.. Hanya saja aku..." ucap Alice hendak bertanya namun terpotong ketika mendengar teriakan seseorang.


"Ada yang tenggelam... Tolong..." teriak seseorang yang lantas membuat Alice dan juga Alma terkejut dengan seketika.


Ditatapnya area sekitar seakan mencoba mencari keberadaan Belinda dan juga Altair di sana. Entah mengapa Alice sama sekali tidak mendapati keduanya atau bahkan Kafin berada di dekat mereka menggelar karpet di sana, membuat Alma yang melihat Alice begitu panik lantas langsung menatap ke arah Alice dengan tatapan yang bingung dan juga bertanya-tanya.


"Apa yang terjadi Bi? Ada apa?" tanya Alma dengan raut wajah yang bertanya-tanya.


Sedangkan Alice yang mendengar pertanyaan dari Alma barusan, bukannya menjawab malah langsung berlarian ke arah danau ketika ia tanpa sengaja melihat seseorang dengan baju yang tak asing di ingatannya nampak seperti hampir tenggelam di area danau.


"Kau mau kemana Bi.. Bianca..." teriak Alma begitu melihat Alice berlarian dengan gerakan yang cepat menuju ke arah kerumunan.

__ADS_1


Alice benar-benar yakin jika yang tenggelam saat ini adalah Belinda, membuatnya tanpa berpikir panjang langsung membelah ke arah kerumunan dan berlarian masuk ke dalam air mencoba untuk menyelamatkan Belinda Putri kecilnya.


Byur...


Suara air yang terdengar begitu Alice masuk ke dalamnya, lantas membuat beberapa orang langsung berbisik saling membahas seseorang yang tenggelam tersebut tanpa membantu ataupun menolong Alice untuk menyelamatkannya.


**


Sementara itu Kafin yang baru saja selesai membeli balon karakter sesuai dengan permintaan Belinda, lantas mulai melangkahkan kakinya kembali ke tempat mereka semula berada. Hanya saja ketika sampai di sana, Kafin yang melihat beberapa kerumunan nampak menatap ke arah Danau, lantas langsung mengernyit dengan tatapan yang bingung sekaligus penasaran. Sambil melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana kerumunan itu berada Kafin mencoba melihat apa yang sedang mereka lihat saat ini.


Sampai kemudian pandangannya lantas membulat ketika ia tanpa sengaja melihat Alice sudah berada di tengah-tengah Danau seperti mencoba untuk menyelamatkan seseorang di sana. Melihat hal tersebut tentu saja langsung membuat Kafin ikut masuk di air dan menuju ke arah dimana Alice berada saat ini sambil menggendong tubuh Belinda saat itu.


Kafin yang berusaha menyusul keduanya di air, lantas langsung menarik tangan Alice dan juga Belinda agar segera berenang ke arah tepian danau. Beberapa orang langsung mengerumuni area tepi danau begitu melihat Kafin dan juga Alice berhasil membawa Belinda ke permukaan.


Dengan gerakan yang cepat Kafin mulai melakukan CPR secara manual dan memberikan Belinda napas buatan secara berulang kali. Kafin berusaha semampunya mengeluarkan air yang sudah terlanjur di minum oleh Belinda saat tenggelam. Sampai kemudian setelah beberapa kali percobaan suara batuk di sertai air yang keluar dari mulut Belinda perlahan-lahan mulai membuat Belinda tersasar saat itu.


Uhuk uhuk....


"Kamu benar-benar membuat Ayah terkejut nak..." ucap Kafin yang langsung terduduk lemas sambil memeluk dengan erat tubuh Belinda yang baru saja tersadar itu.


"Syukurlah kamu selamat.." ucap Alice yang lega ketika melihat Belinda sudah siuman dan berhasil selamat.


Di saat yang lainnya tengah fokus kepada Belinda, di balik kerumunan beberapa orang yang tengah berdiri menatapi ketiganya. Sosok Altair yang terkejut ketika mendapati Belinda sudah terkapar di tanah dengan baju yang basah kuyup, sedangkan kedua orang tuanya tengah menolongnya karena tenggelam. Lantas membuat sosok Pria kecil itu merasa gagal menjadi seorang kakak karena tidak berhasil melindungi adiknya sendiri.

__ADS_1


"Apa yang telah aku lakukan..." ucap Altair sambil melangkahkan kakinya mundur secara perlahan.


Bersambung


__ADS_2