
Ashraf yang tadinya kecewa sekaligus marah kepada Alice, mendapati Alice pingsan dengan tiba-tiba tentu saja langsung panik bukan main. Dengan perasaan yang khawatir dan juga kalut, Ashraf nampak melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi membelah jalanan Ibukota menuju ke salah satu Rumah sakit terdekat.
Entah apa yang terjadi kepada Alice saat ini, namun yang jelas Ashraf tidak mau sesuatu terjadi kepadanya meski semarah apapun ia kepada Alice saat itu.
"Aku mohon bertahanlah Al.. Jangan membuat ku khawatir seperti ini." ucap Ashraf sambil sesekali melirik ke arah Alice yang saat ini masih menutup matanya.
**
Rumah sakit
Di area ruang tunggu terlihat Ashraf tengah menanti seorang Dokter yang sedang mengecek kondisi Alice saat itu di ruang UGD. Dengan harap-harap cemas, Ashraf yang melihat seorang Dokter keluar dari area UGD. Lantas langsung membuatnya bangkit kemudian melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Dokter tersebut berada.
"Bagaimana keadaannya Dok? Apakah Alice baik-baik saja?" ucap Ashraf dengan raut wajah yang khawatir seakan tidak sabar menunggu jawaban dari Dokter tersebut.
Hanya saja Dokter itu bukannya menjawab malah tersenyum ketika mendapati raut wajah panik yang di tunjukkan oleh Ashraf saat ini.
"Tidak perlu khawatir Pak, ini biasa terjadi pada Ibu hamil dengan usia kehamilan trisemester pertama." ucap Dokter tersebut sambil tersenyum dengan simpul.
Sedangkan Ashraf yang mendengar perkataan dari Dokter tersebut bukannya bahagia malah menampilkan raut wajah yang muram. Mendapati hal itu tentu saja membuat Dokter tersebut penasaran, namun sayangnya ia sama sekali tidak punya kuasa akan hal tersebut.
"Hamil Dok? Jangan bercanda ini bahkan sama sekali tidak lucu! Apa Dokter adalah suruhan dari Laki-laki itu?" ucap Ashraf kemudian dengan raut wajah yang tidak enak, membuat Dokter tersebut semakin kebingungan karenanya.
"Tentu Pak, jika Bapak meragukan diagnosa saya. Anda bisa mengeceknya langsung pada Dokter kandungan sekarang juga." ucap Dokter tersebut dengan raut wajah yang yakin jika ia tidak salah mendiagnosa pasiennya.
__ADS_1
Mendengar kembali perkataan dari Dokter tersebut membuat Ashraf semakin merasa marah. Ia bahkan sudah curiga ketika tanpa sengaja mendengar perkataan Kafin dan juga Alice sebelumnya. Hanya saja sayangnya ia tidak menyangka jika buah dari hasil hubungan mereka bisa terbentuk secepat ini.
"Argh..." pekik Ashraf yang kesal akan kenyataan ini.
Dipukulnya area tembok Rumah sakit kala itu karena frustasi akan kenyataan yang baru saja ia terima. Sedangkan Dokter tersebut yang melihat jika Ashraf begitu marah karenanya, lantas terlihat mengambil langkah kaki seribu berlalu pergi dari sana. Dokter tersebut takut jika ia nantinya akan jadi sasaran dari kemarahan Ashraf yang entah karena apa. Hingga pada akhirnya membuat Dokter tersebut lantas langsung mengambil langkah kaki cepat berlalu pergi meninggalkan Ashraf saat itu
"Bukankah seharusnya seorang suami bahagia ketika mendapati istrinya sedang hamil? Mengapa dia berbeda? Benar-benar aneh!" ucap Dokter tersebut sambil terus membawa langkah kakinya berlalu pergi dari sana.
**
Ruang UGD
Cahaya lampu ruangan saat itu terasa begitu menembus retina Alice yang saat itu tengah memejamkan matanya. Dengan perlahan-lahan Alice nampak mulai membuka kelopak matanya dan menatap ke arah sekitaran, seakan mencoba mencari tahu di mana keberadaannya saat ini. Sampai kemudian ketika ia menyadari jika saat ini dia sedang berada di sebuah bangunan Rumah sakit, lantas membuatnya bangkit secara perlahan sambil memegang area tengkuknya yang sedikit terasa sakit saat itu.
Suara derap langkah kaki yang berasal dari area pintu, lantas langsung membuat Alice menatap ke arah sumber suara. Terlihat dari sana Ashraf tengah melangkahkan kakinya dengan perlahan, namun dengan raut wajah yang datar. Entah apa yang terjadi kepadanya, namun hal tersebut lantas mengundang begitu banyak pertanyaan di dalam kepalanya saat ini.
"Apa ada sesuatu yang terjadi?" ucap Alice kemudian dengan raut wajah yang penasaran.
Namun Ashraf yang mendengar pertanyaan dari Alice barusan, bukannya menjawab malah terus melangkahkan kakinya mendekat ke arah di mana Alice berada. Mendapati hal tersebut membuat Alice lantas langsung mengernyit dengan tatapan yang bingung ketika melihat tingkah Asraf saat ini.
"Ayo kita pulang sekarang, aku sudah mengurus administrasinya." ucap Ashraf dengan nada yang datar sambil mengulurkan tangannya ke arah Alice.
"Katakan dulu ada apa? Jangan membuat ku bingung seperti ini." ucap Alice sambil menatap penuh telisik ke arah Ashraf.
__ADS_1
"Aku bilang pulang sekarang, aku tidak ingin membahasnya di sini." ucap Ashraf yang masih mencoba untuk bersikap tenang.
Alice yang seakan tahu ada sesuatu yang terjadi dengan Ashraf, lantas langsung menatapnya dengan intens dari atas hingga bawah. Sampai kemudian pandangannya terhenti pada tangan Asraf saat itu yang terlihat memerah dan sedikit mengeluarkan darah di sana, meski tidak terlalu nampak namun Alice yakin jika tangan Asraf saat ini sedang terluka.
"Apa yang terjadi dengan tangan mu? Apakah ini sakit?" ucap Alice sambil mencoba untuk melihat punggung tangan Ashraf.
"Sudahlah tidak perlu khawatir, kita pulang saja sekarang!" ucap Ashraf lagi sambil mulai menarik tangan Alice agar turun dari ranjang pasien dan melangkahkan kakinya berlalu pergi dari sana.
Alice yang ditarik tangannya tentu saja tidak bisa berbuat apa-apa, selain hanya mengikuti langkah kaki Ashraf dengan tatapan yang bingung. Sepanjang perjalan menuju ke arah parkiran bahkan terus membuat Alice bertanya-tanya, akan apa yang sedang terjadi kepada Ashraf saat ini? Sehingga membuat perlakuannya begitu dingin kepadanya.
"Apa yang terjadi kepada Ashraf sebenarnya? Apa aku sudah berbuat salah tanpa aku menyadarinya?" ucap Alice dalam hati bertanya-tanya pada diri sendiri, seakan mencoba untuk menggali ingatannya saat ini.
Ditatapnya punggung Ashraf saat ini, dimana terlihat Ashraf yang terus menggenggam tangannya agar mengikuti langkah kakinya tanpa menjelaskan apapun kepada Alice. Mendapati hal tersebut membuat helaan napas terdengar berhembus dengan jelas, ketika Alice tidak bisa menemukan tentang permasalahan keduanya.
Hingga kemudian ketika keduanya sampai di area parkiran, Alice yang sudah tidak bisa menahan lagi perasaan bertanya-tanya dan juga penasaran di dalam dirinya. Lantas menghempaskan tangan Ashraf begitu saja, membuat Ashraf yang mendapati hal tersebut lantas langsung berbalik badan dan menatap ke arah Alice dengan tatapan yang kesal.
"Berhenti membuat ku penasaran! Katakan ada apa sebenarnya?" ucap Alice kemudian yang lantas kembali membuat perasaan marah menyelimuti hati Ashraf saat itu.
Ashraf yang mendapati kata-kata Alice barusan lantas langsung melangkahkan kakinya mendekat ke arah di mana Alice berada, kemudian menyudutkannya ke arah badan mobil dan menatapnya dengan tatapan yang tajam. Alice yang mendapat perlakuan tersebut tentu saja langsung di buat bingung.
"Kau telah mengkhianati ku Alice!" ucap Ashraf dengan nada penuh penekanan.
"Apa?"
__ADS_1
Bersambung