Move

Move
Sebuah permintaan


__ADS_3

"Bisakah kamu memberi tahu ku siapa Alice sebenarnya?" ucap Tia dengan nada yang terdengar begitu polosnya, namun berhasil membuat Belinda terkejut bukan main ketika mendengar hal tersebut.


Mendengar satu nama keluar dari mulut Tia barusan, tentu saja membuat Belinda tak percaya jika yang baru saja di sebut oleh Tia adalah Alice. Entah apa yang ingin di ketahui oleh Tia saat ini, namun yang jelas hal itu membangkitkan rasa penasaran dalam dirinya.


"Apa katamu barusan? Siapa yang kau tanyakan?" ucap Belinda yang seakan memastikan jika telinganya tidak salah barusan.


"Alice, apa kau tahu sesuatu tentangnya?" ucap Tia yang mulai kesal akan sikap Belinda saat ini.


Belinda kembali terdiam dan menatap ke arah Tia ketika mendengar jawaban tersebut keluar dari mulutnya. Sampai kemudian rasa penasaran yang mendorongnya saat itu, membuatnya ingin sedikit bermain dengan Tia.


"Apa yang ingin kamu ketahui darinya?" ucap Belinda kemudian sambil berusaha se normal mungkin agar tidak membuat Tia curiga.


Mendapat pertanyaan tersebut membuat kelopak mata Tia menyipit, perubahan ekspresi raut wajah Belinda yang terkesan begitu cepat lantas membuat Tia menaruh curiga kepada Belinda saat ini.


"Dilihat dari wajah mu itu, aku tahu kamu sedang ingin menjebak ku bukan? Jangan kira aku tidak tahu!" ucap Tia dengan manik mata yang menelisik.


"Jangan bercanda, jika memang kamu tidak mau mengatakannya ya sudah. Aku bahkan sama sekali tidak rugi tuh..." ucap Belinda dengan nada yang terdengar santai sambil hendak berlalu pergi.


"Baiklah-baiklah aku akan mengatakannya, benar-benar menyebalkan!" ucap Tia sambil menahan tangan Belinda agar tidak berlaku pergi dari sana.


"Kalau begitu katakan sekarang!" ucap Belinda kemudian.


"Aku tidak terlalu tahu akan Alice, hanya saja nama itu belakangan ini sering di sebut oleh Papa. Aku hanya ingin tahu apakah dia yang menyebabkan hubungan keluarga ku menjadi tidak harmonis atau malah sebaliknya. Lagi pula tidak hanya nama Alice yang sering aku dengar melainkan juga Papa mu! Apa kamu tahu sesuatu tentang mereka?" ucap Tia kemudian mulai mengutarakan segalanya.


Mendengar hal tersebut Belinda kembali terdiam, perkataan Tia benar-benar membuatnya semakin penasaran. Belinda bahkan terkejut jika Alex mengetahui tentang Alice, tidak banyak orang yang tahu akan nama itu. Beberapa orang yang bertemu dengan Alice bahkan selalu menganggapnya sebagai Bianca. Hal itu bahkan juga terjadi kepada Altair dan juga Belinda waktu dulu, sebelum Belinda dan juga Altair mengetahui segalanya.


Disaat Belinda tengah mencoba menerka semuanya seorang diri, sebuah tepukan di pundaknya saat itu. Lantas membuyarkan semua lamunannya tentang perkataan Tia sebelumnya. Belinda nampak menoleh ke arah sumber tepukan tersebut.

__ADS_1


"Apa ada sesuatu Bel?" tanya sebuah suara yang ternyata berasal dari Altair.


Altair yang dari kejauhan melihat Belinda tengah berbicara berdua bersama dengan Tia, lantas memutuskan untuk menghampiri keduanya. Altair tahu betul jika keduanya selama ini tidak pernah bertegur sapa sejak kejadian itu, membuat rasa penasaran lantas hingga di hatinya ketika mendapati keduanya tengah berbicara saat ini.


"Apa Abang lapar? Abel ingin makan sekarang." ucap Belinda tiba-tiba yang tentu saja langsung membuat Altair dan juga Tia mengernyit ketika mendengar hal tersebut.


"Kedengarannya itu ide yang bagus, ayo kita pergi sekarang sebelum bel masuk mulai terdengar." ucap Altair kemudian yang tidak mau mengambil pusing akan ajakan dari Belinda yang terkesan tiba-tiba itu.


"Ayo Bang..." ucap Belinda kemudian sambil menggandeng tangan Altair hendak berlalu pergi dari sana.


"Tunggu sebentar, apa yang kamu lakukan? Bukankah kamu berjanji akan memberitahu ku?" pekik Tia ketika melihat keduanya mulai melangkahkan kakinya berlalu pergi dari sana.


Mendengar teriakan tersebut lantas membuat keduanya menghentikan langkah kakinya dengan seketika. Altair dan Belinda saling tatap antara satu sama lain, sampai kemudian Belinda mengangkat bahunya tanda tidak tahu, membuat Altair kian mengernyit karenanya.


"Memangnya kapan aku pernah berjanji kepadamu, aku kan hanya mengatakan kepadamu untuk segera berbicara. Jadi bukan salah ku jika aku tidak ingin memberikan jawabannya." ucap Belinda dengan nada yang datar sambil menarik tangan Altair agar segera berlalu pergi dari sana.


**


Kediaman Ashraf


Alice yang tadinya sedang sibuk bermain dengan Caramel sambil menyiapkan makan siang, lantas dikejutkan dengan kedatangan Ashraf yang tiba-tiba saat itu. Entah ada angin dari mana Ashraf mendadak pulang dan mengatakan ingin makan siang bersama. Padahal sebelumnya Ashraf bahkan terbilang jarang pulang ke Rumah hanya untuk sekedar makan siang saja.


Suasana meja makan saat itu terasa begitu hening, tidak ada percakapan apapun selain hanya dentingan piring yang terdengar menggema di area ruang makan tersebut. Sejak kepulangannya semalam dari rumah Kafin, Alice dan juga Ashraf belum mengobrol lebih banyak lagi. Ada sedikit rasa canggung dalam diri keduanya entah karena apa, membuat keduanya mengurangi pembicaraan yang tidak penting bagi keduanya.


Keheningan terjadi hingga makanan ketiganya hampir habis saat itu, sampai kemudian sebuah suara yang berasal dari Caramel lantas membuat Ashraf dan juga Alice langsung menoleh ke arah sumber suara.


"Apakah Papa Beluang sibuk?" ucap Caramel dengan tiba-tiba yang lantas membuat keduanya mengernyit ketika mendengar hal tersebut.

__ADS_1


"Tidak terlalu, ada apa?" tanya Ashraf dengan raut wajah yang penasaran.


"Bolehkah Cala meminta sesuatu kali ini saja, please..." ucap Caramel dengan nada yang memohon.


"Cara lain kali ya nak, Papa Beluang sedang sibuk sekarang. Atau kalau enggak kamu minta saja sama Mama, bagaimana?" ucap Alice seakan tahu apa yang akan diminta oleh Caramel saat ini.


Mendengar hal tersebut tentu saja langsung merubah raut wajah Caramel yang semula sumringah menjadi murung, membuat Alice yang mendapati hal tersebut hanya bisa menghela napasnya dengan panjang.


"Sudahlah Al.. Biarkan saja, lagi pula aku hari ini sedang kosong." ucap Ashraf yang tentu saja membuat Caramel langsung mendongak menatap ke arah Ashraf dengan gembira.


"Tapi..."


"Sudahlah, oh ya Cara katakan apa permintaan mu sekarang?" ucap Ashraf pada akhirnya.


"Aku..."


***


Di salah satu Mall yang terletak di Ibu kota, nampak Caramel tengah berlarian ke sana kemari di arena bermain yang terletak di Mall tersebut. Alice yang melihat raut wajah bahagia dari Caramel hanya bisa geleng-gelang kepala akan kelakuan dari Caramel saat ini.


"Aku pergi sebentar untuk mengangkat telpon, aku janji tidak akan lama." ucap Ashraf kemudian yang lantas membuat Alice mengangguk ketika mendengar perkataan Ashraf barusan.


Alice bahkan tidak terlalu yakin jika kali ini Ashraf tidak benar-benar sedang sibuk, membuat Alice hanya bisa menatap ke arah punggung Pria itu yang terlihat kian melangkah semakin jauh dari pandangannya.


"Aku tidak menyangka kita akan bertemu di sini." ucap sebuah suara yang tentu saja langsung membuat Alice menoleh ke arah sumber suara dengan seketika.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2