Move

Move
Ashraf Matthew


__ADS_3

Hampir satu jam berdiri dan ikut berbicara bersama pebisnis lainnya, membuat kaki Alice merasa sedikit kebas. Alice menghela napasnya dengan panjang ketika merasakan tumitnya yang sedikit sakit saat itu.


Kafin yang menyadari jika Alice merasa tidak nyaman, lantas terlihat melirik sekilas ke arah Kafin dan membisikkannya sesuatu.


"Apa kamu lelah? Bagaimana jika kita istirahat sebentar dan mengambil beberapa cemilan?" bisik Kafin kemudian.


"Jangan Kaf, acara ini pasti akan membawa dampak positif untuk perusahaan mu. Sebaiknya kamu lanjutkan biar aku pergi istirahat sebentar." ucap Alice yang lantas membuat Kafin mengernyit ketika mendengarnya.


"Apa kamu yakin? Aku bisa menemani mu..." ucap Kafin sekali lagi.


Namun Alice yang mendengar perkataan dari Kafin barusan lantas menggeleng sambil tersenyum dengan simpul. Baru setelah itu Alice ijin kepada lawan bicara Kafin untuk pergi sebentar dan meminta maaf karena tidak bisa menemani mereka mengobrol. Mendapati hal tersebut pada akhirnya membuat Kafin mau tidak mau membiarkan Alice pergi dan beristirahat sejenak.


**


Alice terlihat melangkahkan kakinya menghampiri ke arah meja yang terisi begitu banyak makanan, untuk mengambil sebuah minuman bersoda atau bahkan jus yang mungkin bisa meredakan rasa haus di tenggorokannya saat ini.


Di ambilnya sebuah minuman berwarna kuning yang terletak di atas meja dan mulai meminumnya secara perlahan.


"Tidak buruk, tapi rasanya sedikit aneh..." ucap Alice dalam hati sambil menatap minuman berwarna itu.


Di saat Alice tengah sibuk mencicipi beberapa cake yang tersedia di sana. Sebuah suara yang asing di pendengarannya saat itu, lantas langsung membuat Alice menoleh ke arah sumber suara dengan seketika.


"Alice?" ucap sebuah suara yang langsung membuat Alice berbalik badan begitu mendengar panggilan tersebut.


"Siapa ya? Apa aku mengenal mu?" ucap Alice kemudian ketika mendapati sosok asing saat ini tengah berdiri tepat di hadapannya.


"Ini aku Ashraf Matthew? Apa kamu tidak mengenal ku? Kemana saja kamu setelah kecelakaan itu? Aku benar-benar merindukan mu Al..." ucap Ashraf sambil memeluk tubuh Alice dengan erat.

__ADS_1


Mendapati seorang Pria asing memeluk dirinya dengan erat, membuat Alice langsung terpaku di tempatnya saat itu. Alice benar-benar tidak mengingat Pria ini, namun aroma Pria ini yang begitu khas membuat Alice merasa tidak asing dengan aroma Pria ini. Rasanya seperti sudah tak asing pada indra penciumannya.


Ashraf yang tak mendapati tanggapan apapun dari Alice saat itu, lantas mulai melepas pelukannya dengan perlahan. Ditatapnya Alice dengan tatapan yang intens sambil senyuman yang merekah di wajahnya saat itu.


"Maafkan aku, aku benar-benar terlalu excited dengan kembalinya kamu saat ini. Setelah berbulan-bulan kamu menghilang karena sebuah kecelakaan, membuat hidup ku hancur berantakan. Aku benar-benar tidak bisa hidup tanpa mu Al.." ucap Ashraf mulai menceritakan segalanya, membuat Alice lantas mengernyit begitu mendengar penuturan dari Ashraf barusan.


Entah mengapa cerita yang dikatakan oleh Kafin dan juga Ashraf memiliki sebuah kesamaan, dimana dalam cerita mereka berdua Alice mengalami sebuah kecelakaan. Hanya saja mengapa Ashraf mengatakan jika dirinya telah menghilang selama berbulan-bulan lamanya. Bukankah selama ini ia bersama dengan Kafin?


"Apa kamu benar-benar mengenal ku? Jika ia bukti apa yang kamu miliki? Aku bahkan sama sekali tidak bisa mengingat mu!" ucap Alice dengan raut wajah yang bingung begitupula dengan Ashraf saat ini.


"Sebuah bukti katamu? Apakah hubungan kita yang telah berjalan selama tiga tahun tidak bisa membuktikan besarnya cintaku kepadamu? Ayolah Al apa kamu saat ini sedang mencoba untuk menge-prank diriku?" ucap Ashraf yang seakan terkejut ketika mendapati jika Alice memintanya sebuah bukti.


"Sepertinya anda salah orang, saya permisi." ucap Alice kemudian ketika mendapati jika perkataan Ashraf semakin tidak ia mengerti.


Ashraf yang melihat kepergian Alice dari sana, lantas langsung berusaha untuk mengejarnya sambil menarik tangan Alice agar menghentikan langkah kakinya.


Diberikannya ponsel tersebut kepada Alice agar ia bisa melihat bukti yang baru saja Alice minta. Alice yang mengira jika Ashraf hanya berbohong tentang hubungannya, lantas mengambil ogah-ogahan ponsel itu dan mulai melihat bukti apa yang hendak di tunjukkan oleh Ashraf saat itu.


Manik mata Alice langsung membulat dengan seketika disaat ia melihat begitu banyak foto berdua antara dirinya dan juga Ashraf di sana. Tidak hanya foto, bahkan juga ada beberapa vidio yang menunjukkan kemesraan keduanya di sana. Jika melihat dari foto dan juga vidio tersebut, sungguh mustahil jika ini semua hanyalah rekayasa Ashraf semata.


"Ba...bagaimana bisa ini terjadi? Aku.. Aku bahkan tidak mengenalnya?" ucap Alice dalam hati sambil terus menatap ke arah layar ponsel milik Ashraf.


Disaat perasaan bingung menyelimuti dirinya, sebuah ingatan mendadak terlintas begitu cepat memasuki otaknya. Sehingga membuat kepala Alice langsung terasa berdenyut dengan seketika karena tak siap akan sepenggal demi sepenggal ingatan yang terlintas begitu saja di kepalanya saat ini.


"Sayang kamu dari mana aku begitu merindukan mu..."


"Sayang bukankah ini lucu?"

__ADS_1


"Apa ini untuk ku?"


"Tentu saja, bukankah kamu akan di promosikan minggu depan?" ucap Ashraf sambil tersenyum dengan simpul.


"Benarkah? Terima kasih banyak..."


Satu persatu potongan puzzle mendadak berterbangan dengan cepat di kepalanya. Membuat kaki Alice langsung melemas dengan seketika dan terhuyung, hanya saja tangannya yang berhasil menggenggam badan meja saat itu. Membuat Alice tidak sampai terjatuh di sana.


"Aw.. Ah kepala ku..." ucap Alice merintih kesakitan ketika mendapati kepalanya yang terasa sangat berdenyut saat itu.


"Alice apakah kamu baik-baik saja? Jangan membuat ku takut Al.. Apa yang terjadi kepadamu?" ucap Ashraf sambil berusaha untuk memegangi tubuh Alice yang terlihat hampir terjatuh barusan.


Di saat Ashraf tengah bingung akan apa yang tengah terjadi dengan Alice saat ini. Sebuah tarikan tangan yang berasal dari area belakangnya, lantas langsung mengejutkan Ashraf dan membuatnya melepaskan tubuh Alice dengan begitu saja.


Bug


Sebuah pukulan tiba-tiba mendarat tepat di area rahang Ashraf saat itu, hingga membuatnya terhuyung dan jatuh tersungkur ke lantai. Beberapa orang yang melihat kejadian tersebut tentu saja langsung terkejut dan membuat situasi di area sana menjadi tak terkendali saat itu.


"Apa yang kau lakukan kepadanya ha?" pekik Kafin yang lantas membuat Ashraf mengernyit ketika mendapati Kafin yang marah besar kepadanya.


"Siapa kau?" ucap Ashraf sambil berusaha bangkit dari posisinya.


"Harusnya aku yang bertanya? Siapa kau yang berani-beraninya menyentuh istri ku!" pekik Kafin dengan nada yang kesal.


"Istri kau bilang?"


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2