
"Bercinta dengannya? Aku? Tapi kapan?" ucap Alice dalam hati dengan raut wajah yang bingung.
Alice yang mendengar perkataan gila dari Alex lantas langsung mendorong tubuh Alex cukup kuat agar menjauh dari dirinya. Sambil menatap tak suka ke arah Alex saat ini, yang lantas membuat Alex langsung tersenyum dengan tipis begitu melihat perlawanan dari Alice barusan.
"Jangan gila kamu! Jika kamu melakukan hal ini lagi aku akan mengatakannya kepada Kafin, kau pikir aku takut kepadamu? Jangan pernah bermimpi!" ucap Alice mencoba untuk melawan Alex, lagi pula ia bahkan sama sekali tak mengerti akan perkataan dari Alex saat ini.
Keingintahuan Alice tentang kehidupan masa lalunya malah menuntun dirinya akan tingkah absurd dari Alex saat ini. Entah apa yang terjadi kepada Alex hingga ia bersikap seperti ini, namun yang jelas Alice sama sekali tidak mengetahui arah dari pembicaraan Alex yang terus mengatakan tentang disk yang sama sekali tidak Alice ketahui.
"Aku tanya sekali lagi dimana kamu menyimpan disk tersebut? Atau aku akan.." ucap Alex namun terpotong oleh perkataan Alice saat itu.
"Akan apa? Apa kau akan mencoba untuk menghabisi ku?" ucap Alice kemudian yang lantas membuat raut wajah Alex berubah dengan seketika.
Raut wajah Alex benar-benar berubah menjadi aneh ketika kalimat tersebut keluar dari mulutnya saat itu. Membuat Alice yang melihat hal tersebut lantas langsung menatapnya dengan tatapan yang bingung sekaligus bertanya-tanya akan maksud dari perubahan ekspresi yang di tunjukkan oleh Alex saat ini.
"Jangan bilang kau yang melakukannya, bukan? Kau takut jika akau membongkar semua rahasia mu sehingga kau mencoba untuk melenyapkan diriku? Katakan saja aku benar, bukan?" ucap Alice mencoba untuk menerka padahal ia sendiri belum terlalu ingat akan kecelakaan itu, yang ia tahu dari Kafin jika ia sempat mengalami kecelakaan bersama dengan Kafin saat itu.
Alex yang mendengar tuduhan tersebut tentu saja langsung membuat manik matanya membulat dengan seketika seakan terkejut ketika mendengarnya langsung dari mulut Alice barusan.
__ADS_1
"Kau jangan seenaknya menuduh! Segila-gilanya aku, aku tidak akan sanggup untuk menghabisi mu karena aku..." ucap Alex namun tercekat seakan tidak sanggup untuk meneruskan ucapannya saat ini.
"Karena apa?" ucap Alice dengan raut wajah yang penasaran.
"Karena aku mencintai mu!" ucap Alex di dalam hati.
Alex benar-benar tidak bisa mengatakan hal ini secara langsung, namun yang jelas Alex mencintai segala hal yang dimiliki oleh Kafin karena keduanya yang telah bersama sejak lama membuat Alex begitu terobsesi dengan segala hal yang bersangkutan dengan Kafin.
Keluarga Alex adalah keluarga yang terpandang dan entah karena apa, hari itu orang tua Alex mendadak membawa Kafin remaja pulang ke Rumah mereka. Sejak hari itu Kafin resmi di berikan nama keluarga Sanjaya di belakang namanya, Alex yang masih remaja sama sekali tidak tahu akan alasan mengapa hari itu kedua orang tuanya membawa Kafin untuk tinggal bersama dengan mereka.
Kafin yang tak ingin nama Sanjaya menjadi bayang-bayang dalam pekerjaannya, lantas memutuskan untuk tidak menggunakan nama Sanjaya dan berdiri di atas kakinya sendiri. Dan hal itu juga di dukung langsung oleh keluarga besar Sanjaya.
Jika kalian tanya bagaimana keadaan Alex, Alex juga berhasil dalam memimpin perusahaan keluarganya hanya saja sayangnya Alex tidak secerdas dan juga secerdik Kafin, sehingga membuatnya harus mengalami kebangkrutan tepat setelah kedua orang tuanya mengalami kecelakan dan tewas dalam kondisi yang tragis.
Perusahaan Sanjaya benar-benar bangkrut dan tidak bisa di selamatkan kala itu, membuat Alex mau tidak mau harus menerima tawaran bantuan dari Kafin untuk kembali merintis bisnisnya dari nol lagi. Kafin menawarkan dana bantuan kepada Alex dan berusaha untuk menyokong perusahaan Sanjaya agar bisa kembali bangkit dan berjaya seperti dulu lagi. Dan dengan bantuan dari Kafin itulah, perusahaan yang tadinya hampir saja roboh dan bangkrut kini mulai perlahan-lahan bangkit dan mengembangkan sayapnya di dunia bisnis ini.
Tidak ada yang pernah tahu apa yang akan terjadi ke depannya, namun Alex sungguh membenci kehidupannya sendiri. Bagi Alex, Kafin benar-benar telah merebut segala hal dalam kehidupannya. Entah itu kasih sayang, popularitas, kejayaan, Bianca dan juga termasuk kedua orang tuanya. Semua hal yang Alex impikan dan juga cita-citakan selalu saja terdapat bayang-bayang Kafin di dalamnya, membuat Alex begitu membenci Kafin.
__ADS_1
Semua hal yang harusnya ia dapatkan dengan susah payah, malah di dapatkan dengan begitu mudahnya oleh Kafin tanpa usaha dan juga kerja keras yang seperti dirinya lakukan selama ini. Hal itu benar-benar membuat Alex begitu muak terhadap segala hal yang berhubungan dengan Kafin.
"Apa yang ingin kau katakan sebenarnya?" pekik Alice kemudian yang lantas membuyarkan segala lamunan Alex dengan seketika.
Alex mengusap raut wajahnya dengan kasar kemudian mengambil napasnya dalam-dalam, seakan mencoba untuk menenangkan hatinya ketika bayangan masa lalunya kembali terulang dan berputar di kepalanya layaknya sebuah kaset yang rusak.
Ditatapnya manik mata Alice yang saat ini tengah menatap manik matanya dengan kebingungan kemudian menghela napasnya dalam-dalam. Meski ia begitu membenci Kafin bagaimanapun juga, namun Alex tidak akan pernah sanggup jika untuk menghabisi nyawa Bianca dengan tangannya sendiri.
Sebuah pertanyaan mendadak muncul di benak Alex saat itu ketika ia menyadari ada sesuatu yang aneh dari perkataan Alice kepadanya. Dimana Alice menuduhnya jika Alex lah yang telah melenyapkan nyawanya, padahal jelas di ketahui jika kecelakaan satu tahun yang lalu di karenakan oleh kelalaian Kafin saat itu. Hanya itu informasi yang ia dengar tahun lalu, selebihnya Alex tidak tahu apa-apa termasuk bagaimana peristiwa kecelakaan tersebut terjadi.
"Kau boleh pergi sekarang! Aku sedang malas hari ini, jangan sampai aku bertemu dengan mu lagi karena tidak ada lain kali ketika kita bertemu kembali. Pergi sekarang!" ucap Alex sambil berbalik badan dan berlalu pergi meninggalkan Alice begitu saja.
Sedangkan Alice yang melihat kepergian Alex begitu saja dari hadapannya, tentu saja terkejut sekaligus bingung akan apa yang membuat Alex berubah dengan tiba-tiba seperti itu.
"Apa yang terjadi sebenarnya? Dia benar-benar aneh!" ucap Alice dengan raut wajah yang kebingungan menatap kepergian Alex dari hadapannya.
Bersambung
__ADS_1