Move

Move
Jangan bermain-main dengan ku!


__ADS_3

Di sebuah mobil yang di kendarai oleh Alex, terlihat Alex mulai mengemudikan mobilnya dengan laju yang kencang. Perkataan Cicil semalam benar-benar membekas di ingatannya, Alex bahkan sudah mulai muak akan wanita itu yang terus-terusan berusaha untuk menyudutkan dirinya.


Kembalinya Bianca bener-bener membuat separuh perasaan yang ada di dalam dirinya mulai merasakan gejolak lagi. Entah itu sebuah perasaan kesal, marah, maupun perasaan suka terhadap Bianca yang tak kunjung bisa ia sampaikan bertahun-tahun lamanya. Perbuatannya kepada Kafin benar-benar di luar batas kendalinya, namun ia yang iri atas pencapaian Kafin lantas membuat Alex melakukan segala hal agar bisa merebut segala yang dimiliki oleh Kafin termasuk dengan Bianca.


Kafin dan juga Alex memanglah berteman sejak lama dan juga membangun kerjasama dalam bisnis mereka sejak lama pula. Hanya saja keduanya yang membangun kerjasama mulai dari nol, mengapa hanya Kafin yang terkenal? Mengapa hanya Kafin yang berhasil? Dan mengapa hanya Kafin yang di sanjung?


Hal itu benar-benat membuat Alex semakin membenci segala hal tentang Kafin. Entah itu segalanya namun Kafin selalu mendapatkan apa yang ia inginkan, Kafin selalu mendapatkan semua hal yang sempurna dan itu adalah satu hal yang paling dibenci oleh Alex.


Alex menginjak pedal remnya dengan kuat kemudian berhenti sejenak di area bahu jalan, dihembuskannya napasnya dengan kasar seakan mulai berusaha untuk memenangkan dirinya saat ini yang tengah dalam keadaan kacau.


"Mengapa dia harus kembali lagi dan memporak-porandakan hati ku? Aku benar-benar hancur ketika kepergiannya namun kebangkitannya membuat ku semakin hancur karena harus kembali melihatnya bersama dengan Kafin!" ucap Alex sambil meremas stir mobilnya.


Alex benar-benar kesal bukan main ketika mendapati hal tersebut. Hidup bersama dengan wanita yang tak ia cintai saja sudah sangat sulit, apalagi ketika melihat kebahagian Kafin dan juga Alice.


"Arg benar-benar sialan!" ucap Alex kemudian.


***


Di salah satu tempat hiburan malam yang sama dimana Alice tengah berada saat ini, terlihat Alex baru saja keluar dari dalam mobilnya sambil mulai melangkahkan kakinya memasuki area bar tersebut.

__ADS_1


Alex yang memang datang untuk menenangkan pikirannya, lantas mulai melangkahkan kakinya semakin masuk ke dalam dan menuju area meja mini bar.


Hanya saja ketika Alex hendak melangkahkan kakinya menuju ke area bartender, ekor matanya menangkap sebuah sosok yang tak asing di ingatannya saat itu. Melihat hal tersebut membuat Alex yang tidak terlalu yakin akan apa yang baru saja ia lihat, lantas langsung menoleh ke arah sumbernya. Ada sedikit perasaan terkejut ketika mendapati Alice tengah duduk dengan termenung sambil mengedarkan pandangannya ke arah sekitar seperti tengah mencari sesuatu di sana.


Alex yang tadinya hendak menuju ke arah bartender, melihat Alive tengah duduk di salah satu bangku yang berada tidak jauh dari posisinya berada saat ini lantas langsung mulai membawa langkah kakinya mendekat ke arah di mana Alice berada saat ini.


"Apa yang sedang kamu lakukan di sini?" tanya Alex kemudian yang tentu saja langsung membuat Alice menoleh dengan seketika ke arah sumber suara.


Alice yang melihat jika suara tersebut berasal dari Alex, lantas langsung bangkit dari tempat duduknya. Alice tidak tahu harus menjelaskan apa kepada Alex saat ini, yang jelas Alice takut jika sampai Alex mengatakan sesuatu kepada Kafin nantinya tentang kedatangannya ke tempat ini.


"Ah maaf seperti saya harus pulang sekarang, permisi..." ucap Alice kemudian mulai mengambil langkah kaki melewati Alex saat itu.


"Kau pasti sedang menyelidiki sesuatu bukan? Katakan saja kepadaku apa yang kau temukan?" ucap Alex kemudian yang lantas membuat Alice terkejut dengan seketika begitu mendengar perkataan Alex barusan.


Alice yang mendengar perkataan dari Alex barusan tentu saja langsung terdiam dengan seketika. Alice bahkan tidak menyangka jika Alex mengetahui apa yang sedang ia lakukan saat ini. Padahal yang sebenarnya di tanyakan oleh Alex barusan bukanlah tentang ingatan Alice yang curiga akan segala kehidupannya, melainkan tentang sesuatu hal lain yang tentu saja Alice tidak akan mengetahui hal itu.


"Sial, apa yang harus aku katakan kepadanya saat ini? Sepertinya aku sudah benar-benar tertangkap basah kali ini!" ucap Alice dengan raut wajah yang kebingungan.


Sedangkan Alex yang melihat Alice hanya terdiam meski ia telah mengatakan sesuatu, lantas semakin memperkuat pemikirannya tentang Alice saat itu.

__ADS_1


"Katakan sekarang juga di mana kamu menyimpan disk itu, aku tahu kamu hanya pura-pura hilang ingatan bukan? Aku tahu kamu adalah wanita yang cerdik Bi, namun sayangnya kamu sama sekali tidak bisa menipu ku untuk hal ini!" pekik Alex kemudian yang lantas membuat Alice terkejut dengan seketika begitu mendengar perkataan dari Alex barusan yang malah membahas sebuah disk.


"Disk? Disk apa? Apa yang sebenarnya terjadi?" ucap Alice dalam hati sambil menatap ke arah Alex dengan tatapan yang mengernyit.


Alice yang merasa pembahasan Alex sama sekali tak membuatnya mendapat pencerahan malah semakin menambah beban pemikirannya, lantas membuat Alice mulai menghempaskan tangan Alex begitu saja.


"Aku tidak tahu, jangan ganggu aku karena aku hendak pulang saat ini." ucap Alice kemudian dengan nada yang tegas.


Setelah mengatakan hal tersebut kepada Alex, lantas membuat Alice mulai mengambil langkah kaki pergi meninggalkan Alex di sana dengan langkah kaki yang cepat. Hanya saja Alex yang masih yakin jika semua yang Alice lakukan hanya sebuah sandiwara belakang, lantas langsung mengejar langkah kaki Alice detik itu juga.


Ditariknya kembali tangan Alice sambil menyudutkan tubuh Alice ke tembok, yang tentu saja langsung mengejutkan Alice detik itu juga.


"Apa yang kau lakukan ha?" pekik Alice kemudian dengan tatapan yang marah akan tingkah dari Alex saat ini.


"Sudah ku bilang untuk tidak bermain-main lagi dengan ku Bianca, kau bahkan sudah mengambil keuntungan dari ku ketika kita berdua sama-sama bercinta saat itu! Kau menjebak ku dan sekarang kau mengatakan tidak tahu? Jangan gila kau!" ucap Alex dengan nada yang sedikit meninggi saat itu.


"Bercinta dengannya? Aku? Tapi kapan?" ucap Alice dalam hati dengan raut wajah yang bingung.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2