Move

Move
Siapa kamu?


__ADS_3

"Apa yang terjadi?" ucap Alice yang seakan terkejut.


Alice benar-benar tidak tahu apa yang terjadi semalam dengannya, ketika ia bangun dan membuka kelopak matanya Kafin sudah memeluknya dengan begitu erat dan membawa tubuhnya ke dalam pelukan hangat miliknya dibawa selimut tebal yang membalut keduanya. Alice bahkan bingung dengan pemandangan yang baru saja terjadi di hadapannya, membuat Alice berkali-kali menutup kelopak matanya dan kembali membukanya untuk memastikan, apakah ia sedang bermimpi atau tidak saat ini?


"Bagaimana bisa ini terjadi? Bukankah kemarin aku tidur sendiri? Kenapa Kafin tiba-tiba memelukku seperti ini?" ucap Alice dalam hati bertanya-tanya tentang apa yang sedang terjadi sebenarnya.


Alice yang merasa ini sudah mulai tidak wajar, lantas berusaha untuk melepas pelukan yang dibuat oleh Kafin saat itu dan langsung mendorong tubuh Kafin agar melepaskan pelukannya. Namun karena tubuh Kafin yang ternyata lebih kuat dan juga lebih besar darinya, membuat Alice lantas berguling ke arah belakang beberapa kali sehingga ia langsung jatuh tepat ke bawah kasur dan menimbulkan suara yang keras.


Bug


"Aw...." pekik Alice tepat ketika tubuhnya menyentuh lantai saat itu.


Mendengar suara tersebut lantas langsung membuat Kafin terbangun dari tidurnya, Kafin benar-benar terkejut ketika mendengar suara benda jatuh yang cukup keras barusan. Kafin yang mencari keberadaan Alice sedikit tersentak ketika mendapati tubuh Alice tidak ada lagi di ranjang, melainkan sudah berada di lantai sambil meringis mengusap area pantatnya yang terasa sakit kala itu.


"Al apa kamu baik-baik saja? Apa yang terjadi? Mengapa kamu sampai jatuh?" ucap Kafin yang langsung bangkit dari posisinya karena terkejut mendapati Alice sudah berada di bawah saat itu.


Kafin yang mendapati Alice tengah berada di bawah saat ini, lantas mulai berusaha untuk membawanya naik ke atas dengan menyentuh kedua pundak Alice dan mengarahkannya untuk bangkit dari posisinya. Hanya saja sebuah teriakan yang berasal dari Alice saat itu, lantas langsung menghentikan gerakan tangannya dengan seketika.


"Berhenti! Jangan menyentuh ku..." ucap Alice kemudian sambil berusaha untuk menutupi area depan tubuhnya yang terekspos dengan nyata itu.


"Apa yang terjadi denganmu Al? Mengapa kamu menjadi seperti ini?" ucap Kafin dengan raut wajah yang bingung.


"Apa yang kamu lakukan padaku? Mengapa kamu melakukan ini? Harusnya kamu bertanya dulu kepadaku, apa aku siap melakukannya atau tidak. Mengapa kamu melakukannya dengan seenaknya dan tanpa menanyakannya terlebih dahulu kepadaku?" pekik Alice dengan nada yang histeris di sertai manik mata yang berkaca-kaca dan membuat Kafin tertegun begitu mendengar bentakan tersebut.

__ADS_1


"Aku hanya berusaha untuk membantumu, apakah hal itu salah? Lagi pula kau sudah menjadi istriku, apa yang membuatmu begitu histeris Al?" ucap Kafin kemudian dengan tatapan yang bingung ke arah Alice saat itu.


"Membantu apa? Membantu melepaskan baju?" sindir Alice dengan nada yang tajam.


Alice benar-benar tidak menyangka jika Kafin akan melakukan hal ini tanpa persetujuan darinya, di saat Alice masih bingung akan apakah ia benar-benar istri sah Kafin atau bukan. Kafin malah memanfaatkannya begitu saja tanpa bertanya terlebih dahulu kepadanya.


"Tunggu sebentar, aku rasa kamu salah paham dengan hal ini. Kemarin malam kamu demam dan mengalami hipo, jadi aku membantumu dengan cara skin to skin. Apakah itu salah? Mengapa kau begitu marah? Aku bahkan hanya berusaha untuk membantumu tidak lebih dari itu!" ucap Kafin kemudian mulai menjelaskan segala situasinya.


"Jangan bercanda, hipo apa? Kamu pikir aku sedang berada di pegunungan?" ucap Alice dengan nada yang terdengar meremehkan perkataan Kafin barusan.


"Mengapa kamu..." ucap Kafin hendak kembali membantah namun terhenti ketika mendengar Alice kembali bersin saat itu.


Hacim.. Hacih... Hacih...


"Lihatlah kamu bahkan masih flu tapi kamu menganggap aku melakukan yang tidak-tidak kepadamu kemarin, mari sini biar aku bantu kamu bangun dari sana. Lantai keramik sangatlah dingin ketika terkena pendingin ruangan, nanti flumu semakin bertambah berat." ucap Kafin kemudian sambil menuntun Alice untuk bangkit dari posisinya dan kembali naik ke atas ranjang.


"Ah benar-benar memalukan!" ucap Alice kemudian dalam hati sambil mencengkram dengan erat baju bagian depan miliknya.


Kafin yang melihat Alice terdiam tanpa melakukan sesuatu, lantas langsung berusaha mengambil selimut yang tadi dilempar oleh Alice dan mulai menutupi tubuh Alice dengan perlahan, membuat Alice lantas langsung menatapnya dengan tatapan yang bertanya.


"Aku minta maaf jika kamu merasa apa yang aku lakukan semalam itu adalah sebuah kesalahan, aku benar-benar tidak bisa berpikir dengan jernih semalam, yang ada di kepalaku saat itu adalah berusaha untuk meredakan demam mu." jelas Kafin dengan nada yang lembut, membuat Alice semakin merasa bersalah karena telah membentaknya tadi karena mengira jika Kafin meminta haknya tanpa bertanya lebih dahulu kepadanya.


"Aku minta maaf, aku benar-benar tidak menyadari akan hal itu." ucap Alice kemudian dengan nada yang lirih sambil menundukkan kepalanya karena malu untuk mengatakan hal tersebut secara langsung kepada Kafin.

__ADS_1


Kafin yang mendengar perkataan dari Alice barusan lantas hanya tersenyum kemudian mengusap pundak Alice dengan lembut, membuat kepala Alice perlahan-lahan lantas mulai mendongak dan menatap ke arahnya.


"Aku mengerti, tak perlu khawatir dan juga bersikap seperti itu. Bukankah dalam rumah tangga kesalahpahaman sering terjadi?" ucap Kafin yang lantas membuat Alice langsung mengangguk seakan menyetujui perkataan Alice barusan.


"Baiklah jika begitu kamu istirahat saja hari ini, aku sudah meminta Bibi untuk memasakkan sup dan juga bubur untukmu mungkin sebentar lagi ia datang kemari. Aku akan pergi melihat anak-anak dan mempersiapkannya untuk berangkat ke sekolah." ucap Kafin kemudian sambil mulai bangkit dari posisinya saat itu dan hendak melangkahkan kakinya dari sana namun perkataan Alice kembali menghentikan langkah kakinya.


"Terima kasih.." ucap Alice yang lantas di balas senyuman oleh Kafin, sebelum pada akhirnya Kafin berlalu pergi dari sana.


.


.


.


.


Tok tok tok


"Permisi Nyonya, saya datang membawakan sarapan untuk anda." ucap sebuah suara dari luar pintu kamarnya.


"Masuklah..." jawab Alice kemudian.


Tak berapa lama seorang wanita paruh baya nampak mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar sambil membawa nampan di tangannya.

__ADS_1


"Siapa kamu? Mengapa aku baru melihat mu di sini?" ucap Alice kemudian ketika melihat wajah asing di rumah ini.


Bersambung


__ADS_2