
Setelah selesai membersihkan kotoran Lea, Sindy kembali melanjutkan pekerjaannya.
"Yey, sudah selesai." ucap Sindy.
"Yey, Lea sudah wangi, sayang dulu! sayang kakak!." pinta Najwa setelah Lea bersih.
"Sayang nenek juga!." pinta ibu mertua Sindy juga.
Batin Sindy, " Tuh kan, begitu lagi, giliran sudah wangi aja, baru mau deketin Lea, saat ia bau keduanya main kabur-kabur aja."
"Lea main yuk! kita ke rumah kak marsa yuk!." Ajak Najwa agar Lea tidak mengganggu Sindy menyelesaikan buket nya.
"Iya main sama kakak ya, mak mau selesaikan ini dulu, habis ini baru kita mandi ya sayang." ucap Sindy kepada Lea.
"Yuk main yuk!." ajak Najwa sekali lagi.
Tanpa menolak, Lea langsung mau pergi bersama dengan Najwa kakak sepupunya.
"Yeey.. Ayam mana ayam." Najwa mengajarinya agar Lea pandai dalam mengenal hewan.
Lea menunjuk dua ekor ayam yang berada tepat di depan mereka.
"Yee benar." ucap Najwa memuji Lea sambil bertepuk tangan.
__ADS_1
"Bebek." Tiba-tiba Lea mengatakan dengan sebutan hewan lain, tetapi Najwa tidak menyadari kalau memang ada Bebek di sekitar mereka.
"Mana Bebek, tidak ada kok Lea." ucap Najwa sambil menuju rumah marsa teman nya.
"Bebek." ucap Lea sekali lagi dan memandang ke samping kiri mereka.
Saat itu baru Najwa menyadari bahwa memang ada Bebek di sekitar nya.
"Wekwekwekwekwek." Tiba-tiba terdengar suara beberapa Bebek.
"Oh itu Bebek nya, pantesan Lea sebut Bebek terus. ternyata memang ada Bebek ya." ucap Najwa baru menyadarinya.
"Marsa." panggil Najwa karena mereka sudah sampai di rumah teman nya.
"Lea tadi di jalan melihat Bebek, ia bilang Bebek, Bebek. Aku kira ngak ada Bebek di sekitar kami, eh ketika Bebek nya bunyi baru tahu kalau memang ada. pantes saja Lea bolang Bebek terus." Najwa menceritakan kepada najwa.
"Haha, kakak Lea memang payah ya, masa' ngak tahu kalau ada Bebek. ya kan Lea." Ejek marsa kepada Najwa.
"Ya kan ngak kelihatan, kirain Lea yang ngaur, ya ngak sih. Maklum Lea kan belum bisa bicara dengan benar, jadi nya susah menterjemahkan cara bicara nya hehe." Elak Najwa agar tidak malu.
"Ah alasan saja ya kan Lea." ucap Marsa kepada Lea, tetapi Lea tidak menjawab karena ia tidak mengerti apa yang di maksud oleh marsa.
"Sa, mau ngak kalau nanti sore kita jalan-jalan santai, sambil menikmati senja." ajak Najwa untuk refresing otak.
__ADS_1
"Mau sesore apa lagi Naj, kan sekarang sudah sore?." tanya Marsa ketika Najwa mengajak nya pergi.
"Bentar lagi lah, maklong lagi selesaikan buket, habis itu mandi kan Lea, aku juga mau mandi, habis itu kita pergi." jawab Najwa.
"Ya sudah, aku juga mau mandi." ucap marsa karena dirinya juga belum mandi sore.
"Oke lah, kami pulang dulu ya, mungkin maklong sudah selesai juga." pamit Najwa untuk pulang dan mandi karena ia mengajak marsa pergi.
"Oke."
"Ayo Lea kita pulang, mak sudah selesai tu." ajak Najwa lagi sambil menggendong lea yang tidak mau pulang.
Dalam perjalanan pulang, dari kejauhan ia melihat kalau sindy sudah selesai membuat buket pesanan pelanggannya yang akan di ambil tanggal 10.
"Maklong, sudah selesai ya?." tanya Najwa ketika sedang berjalan.
"Sudah, cepat pulang kita mandi dulu." jawab Sindy.
Setelah sampai Najwa menyerahkan lea kepada sindy dan ia langsung mengambil handuk, bergegas untuk mandi.
"Sama mak ya, mandi sana! kakak juga mau mandi." ucap Najwa.
Lea berlari karena tidak mau mandi saat itu. Ia berlari dengan sangat kencang, smampai-sampai ia hampir menabrak segi meja.
__ADS_1
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰