
Beberapa hari di rumah Sindy dan Jack membersih seisi rumah serta halaman yang sangat kotor dari memungut sampah sampai menyapu halaman rumah.
Ketika berkunjung ke rumah ibu sindy, Jack sangat asyik untuk membakar sampah yang di biarkan menumpuh.
Mungkin karena terlalu sibuk dengan sawah, sehingga ibu sindy sendiri tidak sempat untuk membakatnya.
"Aku mau bakar sampah dulu sayang, seperti nya sudah sangat menumpuh deh." ucap Jack sambil menyiapkan kan korek dan membawa sampah yang ada di tong sampah di dalam rumah.
"Iya bakar saja sayang, aku lihat juga tadi seperti nya ibu belum sempat untuk membakarnya." jawab Sindy sambil menggendong lea.
"Pinjam korek dong sayang!." pinta Jack karena ia tidak merokok jadi ia tidak menyimpan korek api.
"Sebentar."
"Din! di mana korek api kalian?." tanya sindy kepada Dinda.
__ADS_1
"Coba cari di laci dapur kak, biasa ibu simpan nya di situ. Untuk apa memang nya?." tanya Dinda santai.
"Tu abang mau bakar sampah yang di belakang rumah, sudah menumpuk ngak pernah di bakar ya?." tanya sindy sedikit menyakitkan.
"Gimana mau bakar , baru hari ini yang panas cuaca nya. biasa nya hujan terus kok." jawab Dinda dengan nada tinggi.
"Oh ya. begitu ya." jawab sindy juga.
"Iya lah, iya kan bu, baru hari ini yang panas cuacanya." tanya Dinda ke ibunya.
Saat itu sindy langsung meninggalkan nya karena ingin memberikan korek apinya kepada Jack yang sudah menunggu di luar rumah.
"Bisa, apa sih yang tidak bisa." jawab Jack sambil berjalan ke arah pembuangan sampah.
"Oke lah kalau bisa." ucap sindy kembali.
__ADS_1
Ketika Jack berjalan menuju pembuangan sampah, ibu sindy sempat mendengar pembincangan mereka.
"Sin, Jack ngapain sih bakar sampah, kalian baru saja sampai, jangan sibukkan dengan hal seperti itu, kemarin ibu tidak sempat bakar nya, di tambah lagi cuaca yang tidak bagus, jadi sampai pada basah semua, baru hari ini loh panas." ucap ibunya.
"Ngak tahu bu, ayah lea emang asyik yang begituan, mungkin kurang enak jika di pandang bu, jangankan di sini, di rumah ibu di sana saja sampah ngak sempat ada, pasti korek api yang ia cari duluan kalau bangun tidur. Sudah terbiasa begitu bu, jadi ibu jangan kecil hati ya." pinta Sindy khawatir ibu nya akan berkecil hati.
"Ya tidak enak ibu dong, masa' kalian baru sampai sudah sibuk ngurusin sampah." ucap ibu nya lagi.
"Biarin saja bu, kan ibu ngak capek mau bakar lagi." ucap Dinda dengan pelan.
"Ih kamu ini, ngak ngerti kalau ayah lea capek ya! tuh lihat wajah mereka terlihat lelah, baru juga sampai sudah mau bakar sampah rumah.
" Hehe, sekali-sekali bu biarin saja." saut Dinda acuh tak acuh.
"Ih kamu ini." jawab ibu nya sambil memukul ****** nya Dinda.
__ADS_1
Dinda pun berlari meninggalkan ibunya dan berhenti membahas soal sampah dan korek api.
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰