
Keesokan harinya Jack baru pergi bekerja kembali, dan meninggalkan Sindy dan Lea di rumah mertuanya untuk sementara waktu.
Sungguh sangat gembira perasaan Sindy karena bisa kembali di rumah ibu kandung nya dan melakukan kebiasaan seperti waktu ia belum menikah.
"Sayang, hari ini aku kerja ya. Nanti jika kerjaan sudah selesai, aku akan pulang menjemput mu dan Lea." ucap Jack ketika mau mandi.
"Ia sayang, kamu yang semangat kerja nya, tenang saja, nanti Lea banyak yang jaga kok di sini." jawab Sindy sambil menyiapkan sarapan untuk suaminya.
"Iya sayang, aku mau mandi dulu." Jack langsung menuju kamar mandi.
Sindy meninggalkan Lea yang sedang tidur di kamar nya.
"Lea masih tidur ya Sin?." tanya ibunya kebetulan juga ada di dapur.
"Masih bu, mumpung Lea masih tidur, Sindy mau bikin sarapan untuk ayah Lea." jawab Sindy.
"Itu kopi nya sudah ibu bikin, kamu mau bikin sarapan apa?." tanya ibunya lagi.
"Aku mau bikin nasi goreng bu, karena ayah Lea sangat suka nasi goreng pake kecap manis dan kecap asin + telur mata sapi." jawab Sindy.
"Oh ya sudah, kamu bikin saja dulu, ibu bantu jagain Lea, takut ia terbangun." ucap ibunya.
"Iya bu kebetulan sekali, tolong jagakan sebentar ya bu." pinta Sindy.
"Iya." tanpa menunggu lama ibunya langsung melihat di depan kamar Sindy, tetapi Lea masih tertidur.
Kemudian Jack datang dan melihat ada ibunya di depan pintu.
"Eh ibu, kenapa cuma di depan? kalau mau lihat Lea, masuk saja bu, tidak apa kok." ucap Jack.
"Tidak, ibu hanya melihat saja, takut nanti terbangun, soalnya Sindy masih di dapur, ngak ada orang yang jaga Lea di kamar." jawab ibu mertua Jack dan dengan cepat ia menjauhi kamar Sindy.
"Sebentar ya bu saya tutup dulu, selesai saya berpakaian nanti ibu boleh kok masuk lagi mau lihat Lea." ucap Jack.
"Iya iya lanjut saja." ibu Sindy pergi menghampiri Sindy.
"Belum selesai ya Sin?." tanya ibunya ketika menghampirinya.
"Hampir selesai bu, apa Lea bangun bu?." tanya Sindy .
"Tidak, sudah ada Jack di kamar jadi ada yang jagain kok." jawab ibunya santai.
"Oh baiklah bu, ini Sindy sudah selesai, ini ada lebih silahkan di makan bu." sambil menyiapkan sarapan untuk Jack yang sudah selesai Sindy kerjakan.
"Iya iya, hantar saja dulu, suami mu sudah lapar itu." ucap Ibu Sindy.
"Iya ibu." ucap Sindy dan melewati ibunya untuk mengantarkan sarapan kepada jack.
***
"Sayang, sarapan dulu ya!." pinta sindy.
__ADS_1
"Kenapa banyak sekali sayang, itu kebanyakan." ucap Jack ketika melihat sarapannya.
"Ah gampang, kalau tidak habis biar Sindy yang bantu habiskan. Oke." ucap Sindy.
Jack pun mengambil sarapan yang ada di tangan Sindy.
"Kalau bisa di habiskan ya sayang." pinta Sindy.
"Sebanyak ini, aku tidak yakin yang." jawab Jack sambil mengunyah makanannya.
"Semampunya saja sayang." Ucap jack.
Ketika Jack mencoba ingin menghabiskannya, ternyata memang ia tidak bisa menghabiskan porsi yang di berikan Sindy, hanya mampu setengah nya saja.
"Sayang, aku tidak bisa menghabiskan nya, ini kebanyakan, maaf ya." ucap Jack lalu menyerahkannya kepada Sindy.
"Iya tidak apa sayang, sini biar aku yang habiskan." Sindy langsung mengambil dari tangan Jack dan menghabiskannya.
"Terimakasih sayang."
"Iya sama-sama."
Jack kemudian meminum seteguk demi seteguk segelas kopi yang di sajokan Sindy sampai detik penghabisan.
"Sayang seperti nya aku berangkat sekarang nih." ucap Jack buru-buru takut terlambat.
"Oh iy sayang, kopi nya habis tidak?." tanya Sindy.
"Oh syukur lah kalau sudah habis, aku aku tidak perlu menghirup kopi nya lagi." ucap Sindy.
"Iya sayang, terimakasih, kopi nya enak." sambil mencium kening Sindy.
Batin Sindy, iya emang enak karena itu bikinan ibu." sambil menutup mulutnya.
"Lalu nasi goreng nya tidak enak ya?." tanya nya bercanda.
"Enak dong." jawab Jack sambil mengambil tas dan kaos kakinya.
"Terus kenapa tidak di habiskan?." berpura-pura memasang wajah cemberut.
"Yah gimana mau habiskan porsi nya jumbo begitu, kan kamu tahu sendiri sayang, aku tidak biasa sarapan, hanya tergantung perut jika sudah lapar sekali.Lagian tadi sebelum makan aku sudah makan sedikit kue yang manis, jadi sudah kenyang." ucap jack panjang lebar agar Sindy tidak kecil hati.
"Ya baiklah, aku Terima alasan mu." jawab nya lemes.
"Jangan marah sayang. sekarang aku mau berangkat tolong jangan pasang wajah cemberut mu." pinta Jack.
"Iya sayang, aku tidak marah kok, Hati-hati ya di jalan." sambil tersenyum dan bersalaman kepada Jack, kembali Jack berikan ciuman di kening, pipi kanan, pipi kiri dan di bibir manis nya Sindy.
Kemudian Jack berpamitan dengan ibu dan ayah mertuanya.
Sungguh bahagia perasaan Sindy, belum jauh Jack pergi, eh Lea menangis karena ia sendirian tanpa ada yang menunggu.
__ADS_1
"Cup... cup... cup.. sayang sudah bangun. Tapi ayah nya baru saja berangkat kerja." ucap Sindy ketika menghampiri Lea di kamar nya.
Mendengar ibunya bicara ia semakin menangis, mungkin ia mengerti apa yang di katakan ibunya.
"Kenapa Sin?." tanya ibunya mendengar tangisan Lea.
"Tidak bu, mungkin Lea sedih di tinggal ayah nya." ucap Sindy sambil tersenyum kepada ibunya.
"mmm... mana dia mengerti." jawab ibunya.
"Ya bisa saja kan bu, kan ia ada ikatan bathin." ucap Sindy.
"Iya benar. Tapi itu nangis karena haus tu." ucap ibunya
"Sini sayang." Sindy menggapai nya dari kasur nya dan menyusukan Lea.
Dengan cepat Lea menyusu dan terlihat sangat haus.
"Eh anak mak beneran haus ya, semangat sekali nyusu nya." ucap Sindy merasakan Lea menyusu begitu cepat mengalir asi nya.
"Tu kan ibu benar, ia pasti haus. sudah lama tidak di susukan." kemudian ibunya meninggalkan Sindy dan Lea di kamar.
Sambil menyusukan Lea, Sindy pun ikut terbaring dan akhir nya tertidur kembali karena suasana pada pagi hari sangat dingin sehingga mudah mata tertidur.
Beberapa menit kemudian Jack menelpon untuk mengabarkan kalau ia sudah sampai tujuan.
Drrrrtt... Drrrrtt... Drrrrtt...
HP Sindy pun bergetar ketika di telpon Jack.
"Iya Hallo sayang." dengan suara pelan karena susah membuka mata nya.
"Sayang aku sudah sampai. Kenapa suara begitu? kamu tidur lagi ya sayang?." tanya Jack penasaran.
"Oh syukurlah sayang. Iya tertidur Yang, soalnya Lea menyusu, posisi aku kan terbaring jadi tak sadar lagi, ternyata aku tidur sayang he." jawab Sindy sambil tersenyum tipis.
"Jangan dibiasakan yang seperti itu sayang." pinta Jack.
"Ngak apa lah sekali-sekali sayang, ntar kalau sudah pulang ngak bisa seperti ini Hee." Sindy mengatakan unek-unek nya selama tinggal dengan mertua nya.
"Jangan begitu sayang ngak baik. Coba sekarang bangun dulu, mandi dan kerjakan apa yang perlu di kerjakan, habis itu kan terserah mau tidur lagi. Toh di rumah juga begitu, mau tidur ngak ada yang larang, asal kerjaan beres dulu." ucap Jack kembali mengingat kan.
"Iya sayang, bentar lagi bangun, ini Lea masih menyusu." Jawab Sindy singkat.
"Ya sudah sayang, aku tutup dulu ya telpon nya, soalnya bentar lagi masuk kerja." pamit Jack via telpon
"Iya sayang, semangat ya kerjanya." Sindy memberi semangat.
"Iya sayang." Jack langsung menutup telponnya.
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰
__ADS_1