My Sweet Baby

My Sweet Baby
Episode 56


__ADS_3

Sindy belum puas mendengar jawaban Jack kepada nya, sindy selalu berusaha merayu Jack agar ia mau tinggal di rumah yang berbeda dengan ibu nya.


"Lea, sini nak." Sindy merangkul Lea, ingin melindungi tetesan air mata nya.


Entah mengapa setiap mendengar penolakan dari suaminya, Sindy selalu sedih dan beranggapan suami nya tidak mengutamakan dirinya.


Saat Sindy menghapus air matanya, Tiba-tiba Jack menyadari.


"Ada apa? kamu nangis?." tanya Jack setelah melihat Sindy menghapus air mata nya dan memeluk Lea.


"Tidak." jawab Sindy singkat karena tidak ingin membahas nya.


"Bagaimana tidak? kamu sedang menangis." ucap Jack.


Sindy tidak mampu berkata, ia hanya terdiam dan air mata nya selalu mengalir tanpa henti.


"Apa karena tinggal di sini? Sayang, aku bukan nya tidak mau tinggal di rumah sendiri, tapi aku mengkhawatirkan orang tua ku, mereka sudah sangat tua, apa kamu tega?." Jack membuat Sindy semakin sedih.


"Iya tidak perlu di bahas lagi." pinta Sindy


"Sayang, aku mohon mengerti." tetapi Sindy tidak menjawab nya.


Ia hanya terdiam tanpa kata, Jack akhirnya pergi meninggalkan Sindy agar Sindy melupakan soal rumah lain.

__ADS_1


Tetapi itu tidak mungkin, semakin Jack terlihat tidak peduli, semakin membuat Sindy sedih.


"Ya Allah kuatkan lah aku, agar aku bisa bertahan di sini." Batin Sindy.


"Jack, sindy belum makan, ngapain di kamar?." tanya ibu mertuanya.


"Ada bu, lea lagi menyusu di kamar." Jack terpaksa berbohong untuk menutupi kesedihan sindy.


Jack akhirnya kembali ke kamar menghampiri sindy dan mengajak nya keluar untuk makan.


Sreek... pintu kamar terbuka.


"Sayang, ibu bilang makan dulu, ayo! lea biar najwa yang jaga." ucap Jack.


"Lea.. sini!." Panggil najwa dengan semangat lea keluar menghamoiri najwa.


Ketika sudah setengah makanan di habiskan tiba-tiba najwa ke dapur untuk mengambil minuman nya yang tersisa.


"iiiii maklong bogoh. Makan nya banyak." ucap Najwa membuat sindy sakit hati.


"Kenapa ngomong begitu Naj." ucap Jack sementara sindy hanya terdiam.


"Bercanda paklong, iya kan maklong." saut Najwa.

__ADS_1


"Uum." jawab Sindy


Jack memandang Sindy dan berpikir pasti Sindy sakit hati mendengarnya. Karena ia pernah mengadu tentang topik yang sama mengenai perkataan ponakannya.


"Sayang, tolong maafkan Najwa. Mungkin maksud nya hanya bercanda." pinta Jack antas nama Najwa.


"Terlalu sering ucapan itu ku dengar, tetapi biar lah ini menjadi motivasi kepada diriku agar lebih memfokuskan diri untuk diet." Sindy akhirnya berniat diet setelah beberapa kali mendengar ucapan "Bogoh" untuk dirinya.


"Apa serakus dan sebanyak binatang itu aku makan". Batin Sindy.


" Rasanya aku ingin pulang ke rumah ibu lagi." ucap sindy sendirian tetapi tak sengaja di dengar Jack.


"Apa? mau pulang lagi? kan kemarin baru saja pulang." tanya Jack sedikit tidak mengenakan bagi sindy.


"Tidak, kan aku bilang rasa nya, tapi tidak harus hari ini." jawab sindy.


"Tapi kita baru beberapa hari di sini. masa' harus pulang ke sana lagi." ucap Jack.


"Iya tidak." sindy tersinggung.


"Sayang, aku tidak melarang mu untuk pulang, tapi tidak secepat sekarang, 3 minggu sekali begitu. soalnya perjalanan kita ke sana lumayan jauh, dan sekarang capek nya saja belum hilang jika mau ke sana lagi sayang. Sesekali ajak lah ibu dan ayah di sana ke rumah sini." pinta Jack agar mertuanya berkunjung ke rumahnya.


Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰

__ADS_1


__ADS_2