My Sweet Baby

My Sweet Baby
Episode 60


__ADS_3

Setelah selesai makan malam, sindy kembali menghampiri Jack dan lea yang sedang asyik bercanda.


"Sayang, besok aku jadi pulang ya. Kalau kamu banyak kerjaan di sini , tolong antar kami saja ya." pinta sindy kepada Jack.


"Besok?." tanya Jack.


"Iya, kenapa? kamu ngak bisa ya besok." tanya sindy kembali.


"Bisa, ia besok aku antar." jawab jack.


"Lea, mak kamu mau pergi ke rumah nenek, lea mau ikut?." tanya Jack kepada lea.


Lea mengangguk, merespon pertanyaan Jack.


"Mau kan, emang anak Mak lea nih." ucap sindy.


"anak ayah juga kok." saut Jack juga.


"Iya anak mak dan ayah." jawab sindy.


***

__ADS_1


Keesokan harinya Sindy dan lea di antar ke rumah ibunya, sesampainya di sana mereka di sambut dengan hangat oleh ibu nya tetapi seperti biasa kesan dari ayah sindy yang terkadang cuek.


"Assalamualaikum." ucap Sindy dan Jack.


"Waalaikum salam." saut ibu dan adik-adik nya.


"Lea apa kabar sayang, salam dulu sama nenek." ucap ibu Sindy sambil menunjukkan tangapannya.


Lea menyambut tangan nenek dan yang lainnya.


"Pintar nya lea." ucap nenek nya sedangkan kakeknya biasa saja.


"Pinjam kunci motor jack." tanpa menolak jack pun memberikan kunci motor Sindy kepada ayah mertuanya.


Setelah mendapat kunci motor Sindy ia langsung saja keluar. bukan nya mengajak menantu bicara dulu untuk sekedar terlihat ramah saja.


"Ih kamu sayang kok di kasih kunci nya." ucap Sindy setelah mengetahui motor nya di gunakan ayahnya sendiri.


"Ada apa sih sayang, ayah mau pinjam katanya." tanya jack penasaran kenapa sikap Sindy begitu ketika motor pribadinya di pinjam ayahnya sendiri.


"Aku sakit kalau ayah yang menggunakan sepeda motorku, karena dulu ketika aku membelinya di bulan pertama aku bekerja di bayar selama 3 bulan saja, dan tiba-tiba aku berhenti bekerja ia selalu marah dengan cicilannya siapa yang akan membayarnya. Sekarang giliran sudah lunas dan lebih bagus dari motornya, selalu saja di pinjam." ucap sondy merasakan kekesalan, padahal ia baru saja sampai.

__ADS_1


"Sayang tidak baik begitu sama orang tua." ucap jack mengingat kan.


"Mau bagaimana, ayah sudah menggoreakan luka yang dalam bagiku." jawab Sindy.


"Begitulah ayahmu, gengsi terlalu tinggi, motor yang ada tidak di perbaiki." saut ibunya.


"Kenapa dengan motor ayah bu?." tanya jack lagi.


"Rusak, tapi tidak di perbaiki sama sekali. Ibu sudah bilang, coba lah di perbaiki. tapi jawabnya mahal, ya karena tidak diperbaiki dari rusak yang kecil-kecil, akhirnya sekarang merempet ke mana-mana ya tambah mahal lah." jawab ibunya juga kesal.


"Ih tambah sakit aku bahas sikap ayah ini. sudah lah sayang, besok cepat-cepat ya pulang bawa motor pulang ke sana." Sindy meminta jack agar segera pulang dan kembali bekerja agar ia tidak melihat ayahnya menggunakan sepeda motor miliknya.


"Kok ngusir sih kamu sayang?." tanya jack.


"Dari pada lama di sini tapi ayah selalu memangsa motor ku, dulu aku yang selalu di marah, dan dulu pernah di bilang tidak berguna hanya karena tidak bekerja. Bagaimana mungkin seorang ayah bisa mengatakan hal seperti itu? aku dari dulu sangat sakit hati dengan sikap dan perkataan ayah. Apa tidak malu dan tidak ingat, perkataan nya untuk anak nya sendiri."


"Sudahlah sayang, tidak baik begitu, cobalah untuk mengikhlaskan karena segala sesuatunya baik itu rezeki atau pekerjaan kita akan sukses karena ridho orang tua, jadi jangan bersikap seperti itu." pinta jack.


"Iya itu semua benar. Kalau misalnya ayah pinjam motor isi bensin nya masih bisa aku Terima. Ini tidak! di gunakan saja tapi tidak pandai untuk mengisi bensin nya." Belum hilang luka yang di simpan Sindy, ini di tambah lagi dengan luka baru.


Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰

__ADS_1


__ADS_2