
Setelah adzan ashar tiba, Sindy bersiap untuk memandikan Lea dan juga dirinya sendiri.
Setelah selesai mandi dan shalat mereka pun pergi, seperti yang Jack bilang kepada Sindy sebelum nya.
"Sayang, sudah mandi belum." tanya Jack menghampiri Sindy.
"Ini lah selesaikan lea dulu, baru aku menyusul. Kamu mandi saja duluan, nanti habis mandi jagain lea." pinta Sindy.
"Baiklah, aku mandi duluan." Jack bergegas mengambil handuk.
"Ayo sayang kita mandi." ucap Sindy.
"Ndak." jawab lea sambil berlari ke arah ruang tamu.
"Kita mau pergi lea mau ikut tidak?." ucap Sindy, lea mengangguk ingin ikut dan berhenti berlari.
"Aa mak."ucap Lea sambil menggoda ibunya.
" Kenapa? lea mau ikut? maka nya harus mandi dulu." ucap Sindy lagi.
__ADS_1
Lea lagi-lagi mengangguk ingin ikut bersama ibunya.
"oke sekarang kita mandi." ucap Sindy lagi sambil memandang wajah Lea yang tersenyum kepadanya.
Saat itu juga Jack selesai mandi dan kemudian ia shalat sambil menunggu anak dan istri nya selesai bersiap.
"Oke, sekarang saat nya Mak mandi, Lea sama ayah dulu ya." ucap Sindy ketika selesai memakaikan Lea pakaian dan memberinya wewangian.
"Sini sama ayah dulu. Kita ke sana yuk." ajak Jack ke luar rumah sambil menunggu Sindy bersiap.
Sekitar setengah jam Jack dan Lea menunggu, barulah Sindy keluar.
"Lama juga ya Yang?." tanya Jack saat Sindy keluar kamar dan menghampirinya.
"Iya iya." Jack mengiyakan saja, ia tidak mau Sindy kembali marah kepada nya, hanya karena hal sepele.
"Ya sudah, pergi sekarang, aku sudah siap." ucap Sindy setelah sedikit berdebat kepada Jack.
"Oke siap tuan putri." jawab Jack menggoda.
__ADS_1
"Ih lebay banget. biasanya juga ngak pernah bilang begitu. Ada apa ini? pasti ada maunya." ucap Sindy sensitif kepada Jack.
"Ya ampun sayang, di puji sedikit sudah begitu jawab nya, di mana-mana orang kalau di puji dan di sanjung itu suka. Eh ini tidak, malah jutek begitu jawab nya. heran deh." jawab Jack sambil memutar sepada motor nya.
"Lagian aku heran sama kamu. Ngak pernah tu puji aku, malah yang ada kamu itu sering nya ngejek aku." Sindy mengingat kan Jack.
"Ya berarti ada perubahan dong, sekarang aku sudah bisa beri pujian kepada kamu sayang. Biasa nya nih ya, wanita paling suka kalau di puji. Kamu jangan marah begitu dong." Jack kembali membuat Sindy santai dan tidak emosi lagi.
"Aku ngak marah, hanya heran saja." jawab Sindy lagi.
"Ya sudah, kita jadi pergi apa tidak ini?." tanya Jack saat sudah menyalakan sepeda motor nya.
"Ya jadi lah, aku sudah rapi begini terus ngak jadi pergi. bisa marah beneran aku." jawab Sindy membuat Jack cemas.
"Iya iya, santai dong sayang, perasaan dari tadi suka nya marah terus ya kamu." ucap Jack saat sudah mulai berkendara.
"Ngak."
"Eh, Lea senang ya?." Lea tersenyum di saat Sindy dan Jack bicara, Lea yang tidak mengerti apa yang di ucapkan ayah dan ibunya, tersenyum, karena ia sudah merasakan kendaraan yang ia tumpangi sudah berjalan.
__ADS_1
"Lea tertawa? pasti Lea ketawa lihat kamu marah terus Yang." Lagi-lagi Jack mengganggu Sindy.
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰