
Beberapa minggu kemudian, Sindy dan najwa sibuk dengan orderan buket yang melimpah ruah, sehingga mereka kewalahan.
Belum lagi sindy yang sering di ganggu oleh lea saat menyelesaikan pesanannya.
"Maklong, minggu ini ada banyak orderan yang harus kita selesaikan, apa maklong bisa?." tanya najwa karena ia tidak mungkin menyelesaikannya sendiri.
"Ada berapa orderan memang nya?." Sindy penasaran seberapa banyak yang najwa maksud.
"Untuk minggu ini saja terhitung 38 buah buket, belum termasuk minggu depan nya maklong, apa maklong sanggup? soalnya yang paling banyak pesen buket bunga, maklong kan tahu sendiri, najwa ngak bisa kalau bunga." ucap najwa kepada Sindy.
"Wow, ini sih kita pecah telur nih, baru kali ini orderan sebanyak itu dalam seminggu." Sindy kaget mendengar penyataan Najwa.
"Ya maka dari itu, Najwa buru-buru bilang ke maklong." ucap najwa lagi.
"Sanggup dong, mana fto nya. mereka mau yang seperti apa?." Sindy meminta Najwa menunjukkan contoh buket yang customer inginkan.
"Oke, sebentar!." jawab Najwa sambil melihat chat dari para pelanggan.
Sambil menunjukan nya kepada Sindy, Najwa menghibur lea yang mulai mengganggu ibu nya.
__ADS_1
"Maklong lihat saja, di situ ada beberapa chat dari pelanggan baru dan ada kirim foto buket yang mereka ingin kan." ucap najwa sambil menyerahkan HP nya kepada Sindy.
Sindy membuka chat di HP najwa 1/1 dan mulai memikirkan untuk bahan yang mereka perlukan.
"Oke, hari ini tugas najwa belanja bahan-bahan nya dulu ya, dan besok baru kita kejar buat buket nya. Karena sekarang juga kesorean mau buat buket nya." pinta Sindy kepada najwa.
"oke siap, sini uang nya, biar najwa belanja sekarang." pinta Najwa juga.
"Iya, maklong ambil uang nya dulu." jawab Sindy dan bergegas masuk ke dalam kamar untuk mengambil uang untuk belanja.
Ketika Najwa juga masuk mengambil jilbab dan jaket untuk pergi belanja, Tiba-tiba lea datang menghampiri Najwa untuk ikut bersama nya.
"kemana? kakak ngak ke mana-mana kok." ucap Najwa mencoba untuk membohongi Lea.
"aaaaaa aagi." ucap Lea lagi sambil mengikuti langkah kaki Najwa.
"Ini uang nya naj!." ucap Sindy sambil menyerahlan uang nya kepada Najwa.
"Lea jangan ikut ya." pinta Sindy.
__ADS_1
"Agiii." Lea tidak menghiraukan apa kata Sindy tetapi ia sibuk mengikuti Najwa karena takut di tinggal.
"Sudah lah maklong, Lea ikut saja, tidak apa kok." Akhirnya Najwa terpaksa membawa Lea ikut bersama nya.
"Oke lah, ini uang jajan Lea ya." jawab Sindy dan langsung memberikan uang jajan untuk Lea.
"Mau kemana dia tuh?." tanya ibu mertuanya lagi, tetapi Najwa dan Lea sudah pergi.
"Mau belanja bu, untuk keperluan buket, minggu ini banyak yang harus di selesaikan." jawab Sindy.
"Oh, pasti Lea yang paling banyak beli tuh."ucap Ibu mertua nya lagi.
" Tetap itu bu, jatah preman selalu ada tuh." jawab Sindy kepada ibu mertua nya.
"Iya, entah apa yang di beli nya nanti tu." pikir ibu mertua nya.
"Ngak jauh dari susu dan ice cream tuh. lihat lah nanti dia datang." jawab Sindy lagi.
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰
__ADS_1