
"Bu pinjam pisau nya bu." pinta Besan nya.
"Buat apa bu?." tanya mertua Sindy.
"Saya mau bantu di sana." jawab nya.
"Ngak usah bu, ibu istirahat saja dulu. kan ibu baru sampai." ucap mertua nya.
"Tidak apa bu." Ibu Sindy tetap membantu orang yang ada di rumah Mertuanya.
Kemudian Sindy memindahkan Lea diayunan di luar kamar dan meninggalkannya sebentar untuk melihat kondisi diluar rumah yang sudah ramai orang datang membantu.
***
Keesokan harinya, semua keluarga Sindy termasuk ayahnya juga datang acara potong rambut, dan itu adalah kali pertama ayahnya melihat Lea.
Acara tersebut berjalan dengan lancar, dan banyak kerabat yang hadir pada acara tersebut.
Kakek Lea melihat dan menyaksikan ketika rambut Lea di potong oleh beberapa orang sebagai simbol dari acara adat tersebut.
Ketika Sindy sedang merekam Lea yang sedang di potong rambutnya, ia melihat Ayahnya mendekati Lea, dan terlihat sangat hitam dari sebelumnya.
Sindy tidak tahan melihat perubahan ayahnya, dulu ia kekar, putih dan terlihat segar tetapi sekarang ia hitam dan kurus.
Sindy menangis dan langsung menghentikan rekamannya, dan pergi ke kamar untuk menghapus air matanya yang keluar.
"Kenapa aku sedih melihat ayahku sekarang." ucap nya sendiri ketika di kamar.
Setelah beberapa menit di kamar, Sindy keluar kembali untuk menyaksikan acaranya sampai selesai.
"Kenapa ayah terlihat hitam bu, dulu tidak seperti itu?." tanya Sindy ketika sudah dj luar kamar.
"Maklumlah Sin, sekarang ayahmu tidak bekerja di kantoran lagi, sekarang ia mencoba berpetualang di lautan, kalau panas ya kepanasan, kalau hujan ya kehujanan." Jawab Ibu nya.
"Kasihan ayah, terlihat kurusan ya bu sekarang." ucap Sindy lagi.
"Iya, mungkin lebih capek dari kerja di kantor Sin." jawabnya.
Setelah berbincang beberapa patah kata, beberapa orang sudah menghidangkan makanan, saatnnya untk makan siang.
"bu, dan semua nya silahkan makan dulu saja ya." Sindy mempersilahkan yang lain untuk makan terlebih dahulu.
"Kami duluan ya, ibu mau pulang bareng ayah mu nanti." jawab Ibu dengan senyum lebarnya.
__ADS_1
" loh, ngak mau nginap lagi bu?." bisik Sindy di telinga Ibunya.
"Eh jangan, ibu nanti pulang dengan ayah mu saja, jadi suamimu tidak perlu mengantar ibu." ucap ibunya.
"Baiklah kalau itu yang ibu mau." jawab nya pasrah, padahal Sindy ingin sekali ibunya menginap lebih lama.
Setelah berbisik manja, ibunya melanjutkan makan siangnya dengan adik dan kakaknya.
Ketika acara selesai dan setelah shalat dzuhur, ayahnya mengajak semua keluarga pulang, karena ia salah satu orang yang tidak betah jika berlama-lama.
"Ayah, ngak mau gendong Lea dulu." sambil membawa Lea kepada ayahnya.
"iya sini ayah gendong." Ayahnya mengambil Lea dari Sindy sambil menatap dengan penuh hangat.
Saat Sindy menyerahkan Lea kepada kakeknya, kakeknya sudah selesai makan bersama dengan para tamu undangan.
"Ini, bawa lagi ke dalam, nanti masuk angin!." Ayah Sindy memerintahkan Sindy agar membawa cucunya ke dalam rumah karena ayahnya mau merokok di teras rumah.
Sindy pun segera membawa nya masuk khawatir akan masuk angin.
Ketika di bawa kesana kemari, Lea tetap saja tertidur dan tidak sadar sedikit pun sampai semua keluarga ingin pulang Lea tetap saja tidur.
"Kalian sudah selesai makan ya?." tanya Ayahnya yang sudah tidak sabar ingin pulang.
"Baru saja selesai ayah." jawab Sindy.
"Iya, takut hujan kalau lama-lama." jawab sang ayah.
"Cepat sekali yah, jangan buru-buru. Apa sebaiknya menginap saja?." tanya Jack .
"Tidak usah, besok kita ada acara pernikahan juga dekat rumah." jawab Ayah beralasan.
"Oh ada acara, iya juga sih, kalau tetangga ada acara tidak dihadiri ngak enak juga kita ya." ucap Jack lagi.
"Iya, ya sudah kami pamit dulu ya." semua orang berpamitan untuk pulang.
"Hati-hati di jalan." ucap Sindy lagi.
"Ya, assalamualaikum." salam semuanya.
"Waalaikum salam." Saut Sindy, Jack dan mertua.
"Panas-panas begini mereka pulang." ucap mertua nya.
__ADS_1
"Ayah memang begitu, kalau katanya mau pulang, mereka tetap pulang sekarang juga. Orangnya ngak betah lama-lama bu, yah." ucap Sindy menjelaskan.
"Susah juga sih begitu, ibu mu jadi ngak bisa lama-lama." jawab mertuanya.
Setelah semua tamu pulang, Lagi-lagi mereka sibuk untuk membereskan perkakas yang akan di kembalikan ke tempat persatuan barang.
***
6 bulan kemudian....
Dimana saat yang di tunggu-tunggu para bunda-bunda untuk memberikan mpasi yang terbaik untuk si bayi.
Sindy sendiri mencoba memberikan mpasi seperti sayur dan daging, tetapi ia coba untuk memblender semua bahan agar menjadi halus dan bisa di telan untuk usia anak 6 bulan.
"Yey.. sekarang waktu nya makan sayang." ucap Sindy sambil menyiapkan semua bahan, sementara Azalea anaknya ia titip kepada mertuanya sambil menunggu hidangan yang akan di siapkan nya.
Sindy merebus wortel, jagung dan sedikit daging ayam, setelah lembut baru di blender agar dapat ia telan dengan mudah.
Beberapa menit kemudian....
"Makanan nya siap." ucap Sindy gembira karena Lea baru pertama kali mpasi.
"Sudah di haluskan ya Sin?." tanya mertua super duper perfect.
"Sudah dong bu, tenang saja, sekarang sudah siap santap Lea." ucap Sindy sambil tersenyum.
"Baca doa dulu ya Lea, Bismillah hirohmanirrohim, Allahumma barik lanaa fiimaa rozaqtanaa waqinaa adzaa bannar." Sindy memberikan suapan pertama kepada Lea.
Tanpa menolak Lea langsung membuka mulutnya dan memakan makanan yang telah di buat ibunya.
Lea sangat menyukainya karena itu adalah makanan pertama yang baru pernah ia rasa selain ASI ibunya.
"Alhamdulillah Lea mau memakannya, makan yang banyak ya Nak." ucap Sindy Sendiri.
"Mau ngak Lea Sin?." tanya mertua yang tidak melihat Sindy menyuapkan nya kepada Lea
"Mau kok bu, mungkin karena ini berbeda dari biasanya, dan semoga setiap hari mau makan tanpa menolak." harapan Sindy.
"Aamiin, semoga selalu begitu ya." jawab mamer alias mama mertua.
Setelah mengetahui Lea mau dan lahap, Sindy meneruskan nya sampai benar-benar habis.
Tanpa di sadari ia sangat lahap makannya sampai suspan terakhir.
__ADS_1
"Yeeey habis Lea makannya, anak pintar." ucap Sindy bergembira.
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰