
Setelah beberapa minggu di rumah ibu Sindy, tidak sekalipun Sindy mengadu tentang perasaannya yang ingin mengontrak.
Jack bertanya sekali lagi kepada Sindy, kenapa sampai 2 mingguan ia tidak pernah mendengar Sindy mengadu.
"Sayang, kok sepertinya kamu ngak pernah mengadu ke aku lagi, atau membahas masalah kontrakan?." tanya Jack langsung ketika berada di kamar mereka di saat istirahat.
"Kenapa memangnya? kamu mau aku mengadu ingin mengontrak? Nanti yang ada kamu bakalan marah ke aku, aku nya jadi serba salah." jawab Sindy.
"Ya aneh saja, giliran sudah pulang ke rumah ibuku, ada saja yang akan kamu katakan kepada ku, mulai dari masalah ibuku, kontrakan, dan Lea yang terkadang membuat pusing ibuku jika mainan nya berantakan." ucap Jack membahas jika Sindy berada di rumahnya.
"Ya aku harus bagaimana? memang begitu keadaannya, ketika di sana memang perasaan ku kacau sehingga aku harus mengadu lagi dan lagi. Bukan kah seorang istri memang mengadu kepada suami yang lebih baik. Dari pada dengan orang lain." tanya Sindy kesal mendengar pertanyaan Jack.
"Iya benar, tapi aku heran saja, setiap di rumah ibuku, pasti kamu mengadu tentang pindah rumah dan sebagainya." jawab Jack.
"Iya, iya habis ini aku tidak akan mengadu hal itu lagi, biar ku pendam sendiri rasa sakit ku." ucap Sindy marah dan memilih diam tanpa kata.
Sesaat keduanya terdiam dan sambil menemani Lea, Sindy hanya terdiam.
__ADS_1
"Aa mak, Nyemen." ucap Lea sambil mendekati Sindy yang sedang terdiam.
"Sebentar ya sayang, kita sikat dulu gigi nya." ucap Sindy dengan wajah sedikit cemberut karena kesal dengan Jack.
Sindy meninggalkan Lea sebentar untuk mengambil perlengkapan sikat gigi dan pasta gigi nya.
"Sini!." ucap Sindy sambil menggapai Lea dan langsung menyikat giginya.
Tanpa penolakan sekalipun, Lea duduk seperti arahan Sindy kepada nya setiap mau tidur.
"Eem." Sindy hanya menjawab seperti itu, tidak ada 1 kata sedikit pun untuk menjawab Jack lagi.
"Sayang, apa kamu marah?." tanya Jack sambil ingin merayu.
"Tidak." jawab nya singkat.
Batin Jack, "Sepertinya ia benar-benar kesal kepada ku, bagaimana ya Allah caranya agar ia tetap berada di sini bersama ibu dan ayahku tanpa memikirkan untuk pindah lagi ra Rabb."
__ADS_1
Jack hanya bisa meminta keajaiban agar ia dan istrinya hidup bahagia tanpa harus pindah di rumah yang berbeda dengan kedua orang tuanya.
Jack meninggalkan Sindy dan Lea, saat itu Sindy sedang menyusui kea yang mau tidur.
Batin Sindy juga, " Ya Rabb, berikan lah aku kekuatan dalam menghadapi ujian mu ini ya Rabb, semoga nanti engkau bisa mengizinkan ku untuk tinggal bersama dengan keluarga kecil ku saja, aamiin."
Sindy sangat menginginkan jika suatu saat dikehendaki, ia ingin tinggal bertiga meskipun di kontrakan.
Agar lebih bebas beraktivitas , baik itu aktivitas rumah tangga maupun aktivitas lainnya.
Saat menyusui Lea, posisi Sindy terbaring membelakangi jack dan seolah-olah tampak sedang tertidur.
Ketika Jack menghampirinya di kamar, melihat Sindy sudah di posisi seperti sedang tidur.
Ia memilih memberi ruang agar Sindy lebih tenang dahulu, keesokan harinya barulah ia akan mengajak nya bicara kembali.
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰
__ADS_1