
Setelah selesai membantu ibu nya memasak di dapur, Sindy baru akan mandi.
Setelah selesai mandi, Jack menghampiri nya ke dalam kamar, karena penasaran ia bertanya kepada Sindy.
"Sayang, aku penasaran deh kenapa tadi wajah mu terlihat murung?." tanya Jack ketika wajah Sindy terlihat segar dan tidak murung lagi.
"Yakin kamu mau dengar sayang?." jawab Sindy sambil mengenakan pakaian di depan Jack.
"Yakin dong, aku kan dari tadi memang pengen dengar, kamu nya saja yang tidak mau cerita tadi kan?." jawab Jack dengan sangat yakin.
"Ya ya ya baiklah, aku akan cerita tapi kamu harus janji jangan marah ya." pinta Sindy kepada Jack.
"Ya makanya cerita dulu, masalah marah atau tidak kan itu urusan nanti." jawab Jack membuat Sindy ragu menceritakannya.
"Waduh, kok begitu jawab nya, aku jadi ragu deh mau cerita, yang ada nanti aku juga yang di salahin." ucap Sindy semakin membuat Jack penasaran.
__ADS_1
"Ya ngak lah kalau memang tidak salah." ucap Jack.
"Sebenarnya hanya masalah kecil sih, tapi jujur saja aku merasa tidak nyaman jika setiap perlakuan ku yang mungkin kurang menyenangkan untuk ibu." ucap Sindy belum kepada intinya bercerita kepada Jack.
"Iya apa masalah nya, cerita cepat. jangan semakin membuat aku penasaran seperti ini sayang." jawab nya dengan tegas.
"Oke, Tadi setelah aku memandikan Lea, aku sengaja menggantung handuk di pagar jendela karena kebetulan terkena pancaran sinar matahari, maksud aku mau jemur sebentar begitu, nanti setelah kering aku simpan di tempat biasa aku gantung yang. Tapi tadi tidak sengaja ibu memandang ke arah kamar kita yang sedang aku buka kan, dan ibu lihat dong jemuran handuk aku. setelah itu ibu terlihat ngak senang sekali dan meminta handuk nya dan langsung ia yang jemur kebelakang. Begitu loh, aku merasa kurang enak dan tidak nyaman berada di sini." Cerita Sindy panjang lebar kepada Jack.
"Oh hanya masalah handuk, kenapa ngak kamu langsung yang jemur ke luar tadi ketika ibu pinta Yang? ibu memang begitu kok, dia memang ngak suka kalau bergantung di jendela seperti itu, karena tetangga pasti lihat jendela kita. Mungkin ibu tidak bermaksud membuat kamu tidak nyaman sayang, maaf kan ya." pinta Jack kepada Sindy.
"Sabar ya sayang, aku sedang berjuang untuk membuat mu lebih nyaman berada di rumah ini." jawab Jack.
"Di rumah ini? kenapa tidak kerumah kita Nanti." tanya Jack.
"Ya sementara di rumah ini dulu ya Sayang." jawab Jack sambil tersenyum.
__ADS_1
Tiba-tiba Najwa dan Lea datang, terlihat Lea sangat bergembira setelah main bersama dengan nya.
"Aa mak." teriak Lea yang sedang di gendong oleh Najwa.
"Iya sayang. Lea dari mana sama kakak?." tanya Sindy ketika Lea menghampirinya.
"Ibijeba." jawab Lea sambil menganggukkan kepala nya.
"aaa apa Sih Lea, kok masih pakai bahasa planet sih? kan Lea sudah besar, ya jangan pakai bahasa planet lagi dong Sayang." ucap Sindy kepada Lea.
"Mungkin Lea bilang habis rumah marsa kali maklong." saut Najwa sambil memainkan HP nya.
"Oh begitu ya Lea." tanya Sindy dan di saat itu juga Lea mengangguk.
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰
__ADS_1