
Beberapa bulan kemudian, sikap najwa berubah drastis, yang dulu nya ia sering marah tanpa sebab, namun sekarang ia lebih tenang dan bisa menjaga emosinya.
Semenjak ia sudah menjadi seorang sarjana, ia lebih banyak waktu untuk keluar kamar sambil mengobrol dengan anggota keluarga.
Pada suatu ketika, sang ibu mertua meminta najwa untuk membantu nya membuat kue, saat sedang meracik resep nya, najwa di tegur oleh nenek nya, tentang sikap nya yang kurang baik selama itu.
Tiba-tiba najwa marah dan cemberut, dan sedikit melawan dan meninggikan suara nya kepada nenek nya yang sudah menyayangi nya dari waktu ia lahir kedua.
Tidak sengaja di dengar oleh ayah mertua sindy, sungguh tak di sangka, ayah mertua sindy pun naik darah, sehingga ia tidak bisa menahan sakit nya dan menangismenangis ketika bicara kepada cucu kesayangan nya.
"Selesaikan adonan itu dulu, nanti tempat nya cuci lagi dan bisa di gunakan lagi sambil menunggu yang ini selesai." ucap nenek najwa.
"Kenapa ngak digunakan yang itu saja. kan yang itu sudah kering nek." ucap najwa.
__ADS_1
"Tidak perlu, yang ini saja." jawab nenek nya.
"Yang ini saja lah nek. sama saja kan. memang nya nenek sayang ya." ucap najwa dan terdengar oleh kakeknya, tetapi kakek nya masih terdiam.
"Ih kamu ini, selesaikan saja dulu adonan itu, jangan banyak bicara." jawab nenek nya.
Dengan wajah yang cemberut, najwa mulai kesal kepada neneknya.
"kamu kenapa sih najwa, asik cemberut saja wajah mu itu, seperti ngak ikhlas saja mau bantu nenek mu. " ucap nenek nya mulai menegur najwa.
Saat itu sang kakek pun menegur nya dengan keras karena sudah tidak bisa menahan sakit hati nya lagi.
"Kamu itu kenapa sih najwa? setiap ucapan nenekmu, kamu jawab dengan nada yang tidak enak di dengar, kakek sudah tidak bisa menahannya, melihat sikap mu yang seperti itu, kakek saja dengan susah payah menjaga perasaan nenek mu, ini kamu seenak nya bicara tanpa memikirkan perasaan nenek mu sendiri. Kakek tidak suka ya, melihat kamu hanya diam seperti itu, bantu nenek mu kerja, jangan hanya di kamar saja." ucap kakek nya dengan kesal.
__ADS_1
"Kan najwa juga kerja di kamar, bukan hanya diam." jawab najwa kepada kakek nya.
"Ya kalau kerja, ya keluar dulu, bantu kkrjaan di luar, kamu ini, sudah pandai menjawab pembicaraan kakek dan nenek." ucap kakek nya lagi.
Sesaat najwa terdiam, dan sindy sangar kaget mendengar ayah mertuanya marah kepada cuci kesayangannya.
Setelah najwa di marahi oleh kakeknya, kemudian ia masuk ke kamar dan mengurung dirinya seharian, tidak mandi, tidak makan, bahkan tidak minum.
Seharian ia sengaja mengunci pintu kamar nya agar tidak bisa di buka oleh di apapun termasuk kakek dan neneknya.
Pada sore hari nya, Lagi-lagi ayah mertua sindy marah, setelah mengetahui kalau najwa mengurung dirinya seharian tanpa makan, tanpa minum dan tanpa mandi sekali pun.
"Najwa kamu ngapain di kamar." tanya neneknya sambil mengetuk pintu kamarnya.
__ADS_1
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰