My Sweet Baby

My Sweet Baby
Episode 35


__ADS_3

1 minggu kemudian...


Jack merenung dan terasa bertanya-tanya kenapa Sindy tidak pernah mengeluh kepada nya tentang perasaan nya.


" Aku heran dengan Sindy, kalau di rumah ibu ku, pasti ada saja yang di keluhkan nya, tapi perasaan ku, selama satu minggu ini, aku tinggal ia di rumah mertuaku, 1 kali pun tidak pernah mengadu tentang perasaannya." ucap jack sendiri ketika istirahat kerja nya.


Bahkan yang sering menghubungi bukan Sindy, tetapi jack yang selalu menelpon.


Drrt... Drrt.. Drrt...


HP Sindy berdering karena mendapat telpon dari jack suami Sindy.


"Hallo sayang." jawab Sindy.


"Iya sayang, kamu lagi ngapain sekarang?." tanya jack selalu, ia ingin mengetahui aktivitas Sindy ketika berada di rumah mertuanya


"Biasa sayang, aku baru selesai cuci pakaian, belum juga mandi." jawab Sindy malu.


"Belum mandi? ini sudah jam berapa loh. belum lagi kamu mau menemani Lea tidur. sekarang waktu nya Lea tidur sayang." ucap jack heran Sindy menjadi sangat berbeda sewaktu di rumah ibunya.


"Iya aku mengerti, tapi sekarang pekerjaan ku belum selesai, aku butuh berapa menit lagi untuk menyelesaikan nya, jadi tenang lah sayang. Lagian Lea tadi kan bangun nya juga siang dari biasa, dan jam tidurnya pasti lebih lewat juga dari biasa." jawab Sindy menjelaskan kepada jack.


"Ya sudah, selesaikan saja dulu pekerjaan mu sayang, yang penting Lea istirahat nanti. Sekarang aku mau masuk kerja lagi ya. Nanti kita lanjut lagi." jack mengakhiri telpon nya dengan Sindy.


"Iya sayang, semangat ya kerja nya." jawab Sindy dan memberi semangat kepada suaminya.


Setelah jack mengakhiri telponnya, terbesit di pikirannya kalau Sindy sangat bahagia bersama saudara nya, meskipun ia tahu kalau Sindy makan saja seadanya di rumah mertuanya.


Tetapi itu tidak Sindy permasalahkan sama sekali, dan tidak pernah mengeluh sama sekali.


"Ya Allah berilah aku jalan keluar yang terbaik untuk ku, istri dan orang tuaku, aku tidak ingin satu orang pun tersakiti jika suatu saat aku memilih jalan yang berbeda dari saat ini." Batin jack.

__ADS_1


Terkadang jack ingin menunaikan permintaan Sindy yang selalu menginginkan rumah sendiri, tetapi jack selalu memandang ke belakang, dimana umur orang tua nya sudah tidak muda lagi, perlu pengawasan yang sangat ekstra untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan.


Hal itu juga lah yang membuat Sindy harus mengikuti langkah kaki suaminya, sebagai seorang istri, ia tidak ingin menjadi istri yang durhaka jika harus mengikuti keegoisannya sendiri.


Tetapi di sisi lain, Sindy berniat akan membangun rumah sendiri, jika tidak untuk di tinggali, ia akan menjadikannya sebuah bisnis rumah kontrakan.


***


"Sin, apa kamu sudah selesai cuci pakaian mu?." tanya Ibunya yang sedang menemani Lea main.


"Sebentar lagi bu, ada apa?." tanya Sindy kepada ibunya yang tiba-tiba bertanya seperti itu.


"Sepertinya Lea sudah ngantuk nih! sedikit rewel Sin." ucap Ibu nya.


"Iya iya bu, tinggal jemur saja nih. Apa ibu mau bantu jemur kan?." ucap Sindy santai jepada ibunya yang tidak neko-neko.


"Ya sudah ibu saja yang jemur, kamu tidurkan Lea dulu, kasihan sudah ngantuk." pinta ibu nya agar Sindy segera menidurkan Lea.


"Amak. uuuaaa." tangis Lea terdengar, ia sudah mencari-cari ibunya karena sudah terlalu lama Sindy tidak bersama Lea.


"Iya iya Nak, sebentar. Mak datang." Sindy mencuci tangan nya terlebih dahulu, sebelum menggapai Lea yang sudah bosan main dan terlihat sangat ngantuk.


Setelah menggendong Lea, Sindy membawanya ke kamar dan langsung menyusui Lea, karena Lea memang sudah sangat ngantuk, ia pun tertidur sambil menyusu dengan Sindy.


Jika sudah begitu, Sindy tidak bisa bergerak selain ikut tidur juga bersama Lea, dan itu sebabnya ia meminta ibunya untuk menjemur kan pakaian yang ia cuci barusan.


Itu pun karena ibu kandung nya, jika dengan ibu mertuanya ia tidak berani meminta mertunya yang menjemur pakaiannya, selalu Sindy selesai kan sendiri meskipun Lea sudah mengantuk.


"Ala tayang Mak, sudah ngantuk ya? Bosan ya tunggu Mak cuci pakaian nya lama? maaf sayang, Mak ngak ada maksud untuk berlama-lama sayang." ucap Sindy dan mengecup kening Lea.


"Abela belabla." jawab Lea, entah apa lah artinya.

__ADS_1


"Sudah, tidur sekarang, tadi kan nenek bilang Lea sudah ngantuk, jadi jangan main lagi, ini waktu nya tidur!." Pinta Sindy kepada Lea.


Lea memperhatikan ibu nya bicara, sambil tersenyum kepada Sindy.


"Malah senyum. Mak bilang tidur!." pinta Sindy sambil menepuk ****** Lea dengan perlahan.


"Nyamenya." ucap Lea dan memegang s*su ibunya.


"Iya nyamen lah, dan tidur yang nyenyak ya." jawab Sindy.


Tanpa menunggu lama Lea langsung menggapai Gunung ibunya hihi.


Beberapa menit setelah berbicara dengan Sindy Lea langsung tertidur sambil nyamen kalau kata Lea.


Setelah Lea puas, baru ia melepaskan Gunung ibunya dan berbalik membelakangi Sindy.


Begitupun juga Sindy yang mengubah posisi membelakangi Lea juga, karena ingin mencari posisi ternyaman saat berbaring.


Baru beberapa menit Sindy terpejam, tiba-tiba Video call grub masuk, terdaftar suaminya, ibu mertuanya dan ponakannya.


"Aduh kenapa nelpon sekarang sih, Lea baru tertidur ini." ucap Sindy ketika melihat panggilan itu.


Tetapi Sindy sengaja tidak mengangkatnya, khawatir Lea akan terbangun jika mendengar ada yang bicara.


Tetapi Sindy mengirimkan pesan kepada jack agar tidak menelpon kembali, karena Lea baru saja tidur.


"Sayang maaf ngak bisa angkat sekarang, ini Lea baru saja tidur, takutnya jika di angkat Lea akan terbangun dan susah untuk tidur." ucap Sindy via wa.


"Oh begitu sayang, baiklah. Nanti kalau Lea sudah bangun jangan lupa Video Call ya, soalnya nenek dan kakek nya rindu dengan lea." ucap Jack menyampaikan pesan mertua Sindy.


"Oke sayang, aku juga mau lanjut tidur sekarang." jawab Sindy.

__ADS_1


"Oke."


Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰


__ADS_2