
Sindy tidak berani mengajak najwa pergi, ia terpaksa menunggu Jack pulang untuk jalan atau belanja keperluan lainnya.
Bukannya ia tidak mau pergi belanja sendiri, tetapi selama menikah ia selalu di gonceng oleh Jack jika ingin membeli sesuatu, jadi ia terbiasa di gonceng di banding harus bawa motor sendiri.
"Sayang pulang kerja kita jalan ya!." pinta sindy via whatsapp.
"Jalan kemana?." tanya Jack.
"Kemana saja boleh, aku mau sekalian belanja sayang." jawab Sindy.
"Ajak najwa lah sayang kalau mau belanja." ucap Jack belum mengetahui jika saat itu najwa tidak sedang baik-baik saja.
"Ngak bisa sayang, najwa sedang sibuk dan ngak bisa di ganggu, yang ada tambah marah." jawab Sindy.
"Memangnya sekarang najwa marah ya?." tanya Jack.
"Iya lah, sudah 2 hari ini aku ngak di tegur sama sekali loh, rasa nya ngak enak banget sayang, kalau saja aku punya rumah sendiri, aku akan pulang hari ini juga sayang." jawab Sindy membuat Jack penasaran.
"Ada apa lagi sih ini sayang?." tanya jack.
"Nanti saja sayang aku cerita." jawab Sindy.
__ADS_1
"Apa yang di marah kan najwa sayang?." tanya Jack penasaran dan tidak sabar mendengar cerita Sindy.
"Ya mungkin marah karena di suruh antar buket kemarin sayang. Soalnya dari hari itu, Najwa sudah bersikap beda sayang, dan hari ini juga ada orderan yang mau di antar siang, kalau najwa ngak mau, ya terpaksa aku dan marsa yang pergi nanti." jawab Sindy lagi.
"Ya sudah sayang, kalau dia ngak mau jangan di paksa, biarkan saja dia, nanti kita ngomong sama dia, kalau masih ngak negur juga." ucap Jack merasa kesal mendengar sikap najwa kepada Sindy.
"Kita lihat nanti deh sayang, ada perubahan atau tidak." ucap Sindy.
Setelah mengatakan kepada Jack, sikap najwa menjadi-jadi, setiap keluar kamar, wajah di tekuk tanpa bicara dan tanpa senyuman.
Kebetulan saat najwa keluar kamar selalu berpapasan dengan Sindy.
"Bu, Kira-kira hari ini najwa bisa antar buket nya ngak ya? soalnya siang ini harus di antar bu?." tanya Sindy kepada ibu mertua nya.
"Ngak tau ya sin, nanti ibu tanya dulu ya." jawab ibu mertuanya dan langsung menuju kamar najwa.
Sreeek... pintu kamar najwa di buka oleh nenek nya, dan terlihat ia sedang sibuk dengan laptop nya.
"Naj, kamu bisa antar buket nya ngak?." tanya nenek najwa.
"Iya bisa." jawab najwa singkat.
__ADS_1
"Jam 10 han lah kamu nanti pergi nya sama marsa ya! soalnya kalau maklong kamu yang ikut, susah nanti kalau lea rewel." ucap nenek nya kepada najwa,
"iya nek." jawab najwa,
Meskipun nenek nya sudah mengatakan jam berapa mereka harus berangkat, najwa meminta marsa untuk menanyakan nya lagi kepada sindy."
"Marsa nanti temankan aku antar buket ya, tapi tolong tanya maklong ya, jam berapa kita berangkat." pinta najwa kepada Marsa
"Iya, aku chat dulu ya." jawab Najwa.
***
"Maklong, jam berapa antar buket?." tanya marsa sempat membuat Sindy bingung.
Batin Sindy, "eem apa ini?."
"Maksud nya apa marsa?." tanya Sindy yang masih kebingungan.
"Kak najwa minta aku tanya maklong, jam berapa antar buket." jawab marsa
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰
__ADS_1