My Sweet Baby

My Sweet Baby
Episode 152


__ADS_3

Pada saat Jack masuk ke kamar, Jack bertanya tentang uang yang sindy berikan kepadanya.


"Ini kenapa uang di berikan kepada ku?." tanya Jack dengan nada tidak biasa.


"Simpanlah itu kan uang kamu." jawab sindy langsung mengalihkan pandangan dan terbaring dengan posisi membelakangi Jack.


Kebetulan saat itu juga, lea tersadar dari tidur nya untuk menyusu kepada sindy.


Sambil meneteskan air mata, sindy menyusui lea, sedangkan Jack yang katanya marah, eh baru saja kena bantal ia langsung tertidur.


"Eeerrrrrrrr." terdengar suara dengkuran Jack di saat sindy sedang asyik meneteskan air matanya.


Sindy tetap saja menangis mengingat sikap Jack kepada nya yang marah hanya karena ia menunda waktu memijit suaminya.


"Batin sindy, "Rasa nya percuma air mata ini keluar, ingin rasanya aku berhenti menangis, tetapi kenapa air mata ini selalu saja menetes tanpa henti."


"Besok aku harus bicara, kalau ia masih bersikap seperti itu kepada ku, aku putuskan detik itu juga aku pulang ke rumah ibuku bersama lea." ucap sindy sendirian.


Setelah sindy pikirkan baik-baik, dan menenangkan pikirannya akhirnya ia menyadari, semua masalah bisa di bicarakan dengan kepala dingin.


Sindy orang yang sangat lembut, penyanyang, penakut, penurut jika dengan orang yang tepat, manja dan penyedih.

__ADS_1


Itulah sebabnya setiap ada masalah ia selalu saja menangis untuk meredakan rasa sakit nya.


Keesokan harinya, sindy masih belum berani memulai untuk bicara, tetapi Jack yang memulai, tetapi hanya sekedarnya saja.


Yang membuat sindy masih berpikir yang tidak karuan.


"Sin, Jack mau minta di masakin indomie tu, katanya ia ngak mau makan ikan yang ibu masak tadi." ucap Ibu mertua nya sambil memandang wajah sindy yang membengkak matanya.


"Iya bu." jawab sindy kepada ibunya dan langsung ke dapur.


"Semoga ibu tidak menyadari mataku yang membengkak ini." batin sindy.


Ketika sindy baru menyalakan kompor, Tiba-tiba lea menangis meminta di gendong oleh sindy.


Sindy menggapainya dan menggendong lea sambil memasak karena tidak mau di lepaskan.


"Lea ayo sama ayah saja ya, mak mau masak dulu." ucap Jack menghampiri mereka.


Jack membawa lea ke ruang tengah agar tidak menggangu sindy ketika memasak.


Saat itu sikap Jack masih dingin kepada sindy, tetapi ia mencoba mengimbangi sindy agar sindy merasa nyaman berada di rumah ibunya.

__ADS_1


Ia tidak mengetahui niat sindy jika sampai sikap Jack masih marah kepada nya, maka ia akan pulang.


Detik demi detik telah berlalu, ketika seseorang datang untuk membeli sebuah bujet miliki sindy, tetapi sindy saat itu sedang mandi.


"Sin, ada orang mau mengambil pesanan buket." ucap Ibu mertua nya.


"Ambil kan saja bu, ada di paling atas yang kecil buket nya, sindy masih lama nih." jawab sindy.


"Ih aku ngak tahu, tunggu kamu saja lah, aku takut salah." jawab ibu mertua nya.


Karena sudah pernah 1 kali salah jual, dengan harge jauh berbeda dari harga jual sebenarnya.


"Baiklah." jawab Sindy dan mempercepat mandinya dari biasanya.


Setelah selesai mandi dan masuk ke kamar, di situ juga ada Jack yang baru selesai mengenakan pakaian setelah mandi.


"Sayang, tolong bentar ya, ambilkan buket yang kecil paling atas, cuma ada satu, itu pesanan yang mau ia ambil, tapi nanti tanya lagi, yang itu atau bukan." pinta Sindy memulai bicara seperti biasa nya.


"Berapa harga nya?." tanya Jack sebelum mengambil nya di kios.


"Rp. 10.000 an saja sayang. ada 1 di atas." ucap Sindy.

__ADS_1


Kemudian Jack dengan cepat menghampiri pelanggan mereka agar tidak menunggu kelamaan.


__ADS_2